Anda di halaman 1dari 28

KATALIS HETEROGEN

(Katalis, Definisi dan Properti)

KATALIS HETEROGEN

KATALIS HETEROGEN

Tujuan :
Mata kuliah ini bertujuan untuk memberikan
pemahaman bagaimana suatu mekanisme reaksi
berjalan dengan adanya katalis (padat),bagaimana
katalis dibuat dan dianalisa serta memberi gambaran
pemakaian katalis di industri.
Buku bacaan:

1.J.M Smith, Chemical Engineering Kinetics, 3 th.Ed Mc.Graw Hill Book .


Company,New York,1981.
2.Octave Levenspille, Chimical Reaction Engineering,3 th.Ed. John Wiley & Sons
, New York.1999.
3.H.Scott Fogler, Elements of Chemical Reaction Engineering , 3
th.Ed. New Jersey,1999.
4. H.Van Bekkum, JC.Jansen and E.M. Flasingen Studies in Surface,
Science and Catalysis ,Introduction to Zeolite Science and Practice,
NewYork,1991.

TUJUAN
Mengembangkan pemahaman tentang :
1. Katalis
2. Mekanisme Reaksi
3. Perancangan Reaktor Katalitik

CONTENT
A.PROSES HETEROGENE
I.
PENDAHULUAN
II
GLOBAL RATE OF REACTION
III.
REACTION ON SOLID CATALYST
IV.
CATALYTIC REACTOR
V.
DEACTIVATING OF CATALYST
VI.
DEACTIVATING OF CATALYST
VII.
REACTION ENZYMATIC
B.SOLID CATALYST
VIII.
ADSORPTION
IX.
SURFACE AREA
X.
VOLUME AND SOLID DENSITY
XI.
PORE DIFFUSION
XII.
SPECIFICATION OF CATALYST
XIII.
PREPARATION OF CATALYST
X.IV.
PREPARATION OF CATALYST

KATALIS
Katalis sudah digunakan oleh banyak orang sejak lebih dari
2000 tahun. Katalis pertama kali digunakan pada pembuatan
anggur, keju dan roti.

Berzelius (1835) mengemukakan sejumlah kecil bahan


asing dapat sangat mempengaruhi jalannya reaksi kimia.
Gaya misterius yang terjadi disebut efek katalisis
Oswald (1894) mengemukakan bahwa katalis adalah
bahan yang mempercepat laju reaksi kimia tanpa
mengalami pengurangan jumlah.
penggunaan utamanya selama 150 tahun adalah dalam
petrolium refining dan produksi zat kimia.

DEFINISI
Katalis adalah suatu bahan yang mempengaruhi laju reaksi
kimia tetapi pada akhirnya keluar tanpa mengalami
perubahan.
Katalis mengubah laju reaksi dengan mengembangkan jalur
molekuler (mekanisme) reaksi yang berbeda.
Misalnya Gas hidrogen dan oksigen tidak bereaksi pada
temperatur kamar. Tetapi akan bereaksi dengan cepat jika
diberi platina.

BEBERAPA TERMINILOGI
Katalitik adalah penggunaan katalis dalam suatu
proses.
(Catalitic cracking berbeda dengan thermal
cracking)
Katalisis adalah peristiwa berfungsinya katalis di
dalam suatu reaksi.
Suatu katalis hanya merubah rate reaksi, tetapi
tidak merubah kesetimbangan kimia.

Pengembangan/penggunaan katalis adalah


suatu bagian ilmu dalam meningkatkan yield
produk dan selektivitas dari reaksi kimia.

Contoh penggunaan:REAKSI PEMBENTUKAN H2O


Pada temperatur kamar tidak ada reaksi (sangat kecil).Bila diberi katalis Pt
reaksi berlangsung.
Koordinat reaksi ditunjukan dalam gambar 1 yaitu mengukur lintasan
reaksi pada H2 dan O2 yang saling berdekatan satu sama lainnya dan
melewati energi aktifasi untuk membentuk H2O

Suatu katalis bisa mempercepat atau memperlambat pembentukan


spesies produk tertentu.

Katalis
Homogen

Katalis Homogen berhubungan dengan proses di mana


katalis berada dalam larutan dengan paling sedikit satu
reaktan.
Misalnya industri n-isobutilaldehid
Dimana propylene, carbon monoxide, dan hidrogen
sebagai komponen reaktan dan fase liquid komplek
cobalt sebagai katalis.

Katalis
Heterogen
Proses katalitik heterogen
melibatkan lebih dari satu fasa. Biasanya katalis
padat dengan reaktan serta produknya berupa gas/cair.
Misalnya Dehidrogenasi sikloheksana membentuk benzene

Katalis heterogen lebih umum digunakan dengan pertimbangan :


Pemisahan yang sederhana dan sempurna antara campuran
reaksi dan katalis
Menarik secara ekonomi karena banyak katalis yang cukup
mahal bisa digunakan kembali
Reaksi katalitik heterogen terjadi pada atau sangat dekat dengan
antarmuka fluida-solid

Properti
Katalis

Reaksi katalitik terjadi pada antarmuka fluida-solid


sehingga luas permukaan yang besar sangat penting
untuk mendapatkan laju reaksi yang besar.
Suatu katalis yang memiliki luas area yang besar karena
pori-pori disebut suatu katalis berpori.(Porous)

Jenis katalis :
Katalis berpori
Molecular sieve
Monolotik
Supported
Unsupported

Katalis Berpori
Area antarmuka fluida-padat memiliki struktur berpori.
Padatan mengandung pori-pori kecil dan pada permukaan
pori ini menyediakan luasan yang diperlukan untuk laju
reaksi tinggi.

Contoh dari katalis berpori adalah nikel Raney yang digunakan


dalam hidrogenasi minyak tumbuhan dan hewan, platina/alumina
digunakan dalam pembentukan ulang petroleum nafta untuk
menghasilkan tingkat bilangan oktan yang lebih tinggi, dan besi
sering digunakan dalam sintesa amoniak.
Kadang-kadang pori-pori begitu kecil sehingga mereka akan
melewatkan molekul-molekul kecil tetapi menahan molekulmolekul yang lebih besar untuk masuk.
Material dengan jenis pori tersebut disebut molecular sieves, dan
mereka bisa diperoleh dari substansi-subtansi alami, seperti
beberapa jenis tertentu tanah liat dan zeolit, atau yang benarbenar sintesis, seperti beberapa kristal aluminosilikat.
Luasan yang dimiliki beberapa material berpori luar biasa besar.
Katalis cracking silica-alumina mempunyai volume pori 0,6 cm3/g,
radius pori rata-rata 4 nm serta luas permukaan 300 m 2/g.

Molecular Sieve
Katalis yang memiliki pori sangat kecil sehingga molekul
kecil bisa masuk dan molekul besar terhalang.
Molecular sieve terbuat dari
1.bahan alami seperti tanah liat dan zeolite
2.bahan sintetik seperti kristal alumino silikat
Sieve/ filter ini merupakan dasar katalis selektif, yang
mengijinkan molekul yang diharapkan saja yang bereaksi

Katalis
Monolitik
tidak semua katalis memerlukan permukaan yang diperluas oleh struktur
berpori. Beberapa logam sudah cukup aktif sehingga dapat dipakai langsung
sebagai katalis.
Pada kondisi seperti di atas, katalis disebut katalis monolitik.

Katalis monolitik secara normal digunakan pada proses


dimana penurunan tekanan (pressure drop) dan pelepasan
panas (heat removal) merupakan pertimbangan utama.
Misalnya
Platinum gauze reactor yang digunakan untuk oksidasi ammonia sebagai
bagian dari industri asam nitrat.
Konverter katalitik yang digunakan untuk mengoksidasi polutan pembuangan
mobil
Platina adalah material katalitik primer dalam monolit

Katalis berpenyanggah (supporte


Terdiri dari sedikit partikel material aktif yang terdispersi dalam
material yang kurang aktif
yang berfungsi sebagai
penyanggah
Material aktif yang digunakan biasanya berupa logam murni
atau campuran logam.
Misalnya :
Automobile muffler catalyst
Platina pada alumnina, digunakan dalam petroleum reforming
V2O5 pada silika, digunakan untuk oksidasi SO2 pada industri
asam sulfat

Katalis tak berpenyanggah (unsuppor


Katalis yang komposisi aktifnya lebih banyak dari bahan lain
yang disebut promotor untuk meningkatkan aktivitas.

Misalnya :
Sedikit platina untuk oksidasi ammonia
Besi terpromosi untuk sintesis ammonia
Silika alumina untuk industri butadiena

Deaktivasi Katalis
Sebagian besar katalis tidak dapat mempertahankan
aktivitas yang sama pada jangka waktu tertentu.
Penyebabnya :

Fenomena Penuaan (Aging), seperti perubahan gradual


permukaan struktur kristal

Keracunan/ Fouling pada katalis, seperti pengendapan


material asing pada bagian aktif permukaan katalis

Coking terjadi sangat cepat seperti pada catalytic


cracking nafta yang membentuk deposit material karbon

Poisoning

Proses poisoning (keracunan) terjadi kerusakan


katalis. Deaktivasi terjadi dengan sangat cepat,
sebagai contoh kerusakan katalis pada petrolium
nafta, dimana terjadi penumpukan bahan berkarbon
(coking) pada katalis hanya setelah beberapa menit
dalam zona reaksi.
Dalam proses lainnya keracunan bisa jadi sangat
lambat seperti pada katalis-katalis gas buangan
kendaraan bermotor, yang mengakumulasi sejumlah
timbal secara perlahan walaupun digunakan bahan
bakar tanpa timbal karena adanya timbal sisa dalam
tangki penyimpanan pompa bensin.

MEKANISME REAKSI KATALITIK


Pada reaksi katalitik dengan katalis
padat, paling sedikit satu reaktan atau
semua
reaktan
harus
menempel/
teradsorpsi pada pemukaan katalis
melalui 2 proses :
1. adsorpsi fisik
2. kemisorpsi

Adsorpsi Fisik
Mirip dengan kondensasi.
Prosesnya eksotermik
Panas reaksi relative kecil (1-15 kkal/gmol)
Gaya tarik yang lemah antara molekul gas dan
permukaan solid
Jumlah gas yang teradsorpsi secara fisik menurun
dengan cepat dengan kenaikan temperatur
Diatas temperature kritis, hanya sedikit bahan
yang teradsorpsi secara fisik

Kemisorpsi
Mempengaruhi laju reaksi kimia
Atom/molekul yang teradsorpsi tertahan pada
permukaan dengan gaya valenssi seperti ikatan
atom dalam molekul
Prosesnya eksotermik
Panas adsorpsi umumnya sama dengan panas
reaksi kimia (10-100 kkal/gmol)
Kisaran temperature operasi harus disesuaikan

Taylor mengemukakan teori bahwa reaksi tidak


dikatalisis di seluruh permukaan solidnya, tetapi hanya pada
tempat aktif (active site) saja. Visualisasinya sebagai atom
tidak jenuh pada solid yang dihasilkan dari ketidakteraturan
permukaan, dislokasi, tepi kristal dan pecahan sepanjang
batas butiran.
Penemu lain mengemukakan properti lain permukaan
solid juga penting. Active site dapat dipikirkan sebagai
tempat di mana intermediate yang sangat reaktif (spesies
kemisorpsi) distabilkan cukup lama untuk bereaksi.
Active site adalah suatu titik pada permukaan katalis
yang mampu membentuk ikatan kimia yang kuat dengan
atom/molekul teradsorpsi

Parameter untuk menghitung aktivitas katalis adalah


turnover frequency, N. Merupakan jumlah molekul bereaksi
tiap active site tiap detik pada kondisi eksperimen
Dispersi katalis, D, adalah fraksi atom yang tertimbun pada
permukaan.

Contoh soal :
Turnover frequency dalam sintesis Fisher Tropsch
CO + 3H2 CH4 +H2O
Sintesis Fisher Tropsch dipelajari menggunakan 0,5 % berat Ru komersial pada -Al2O3.
Persentase dispersi katalis dari atom yang dikeluarkan, ditentukan dari kemisorpsi
hidrogen, ditemukan sebesar 49%. Pada tekanan 988 kPa dan temperature 475 K,
turnover frequency nya 0,044 s-1 disebutkan untuk metana. Berapa laju pembentukan
metana dalam mol/s.g katalis (logam plus penyanggah)?
Penyelesaian :

Figure 10-4 menunjukkan kisaran turnover frequency (molekul/site.s) sebagai fungsi


temperatur dan jenis reaksi.

Pustaka :
Fogler, H Scott, 1999. Elements of Chemical Reaction Engineering,
Third Edition Prentise Hall PTR, New Jersey