Anda di halaman 1dari 52

Cahaya merambat lurus

Cahaya yang dipancarkan


sumber cahaya akan
merambat kesegala arah
dengan lurus.
Karena cahaya merambat lurus,
dan mengenai benda, maka
dibelakang benda tidak akan
terkena cahaya dan gelap.
Ruang gelap di belakang benda
yang terkena cahaya disebut
bayang-bayang.
Bayang-bayang ada dua jenis,
yaitu bayang-bayang gelap
(inti/umbra) dan bayangbayang kabur (penumbra)

Bayang-bayang Inti
Bayangan inti terbentuk bila cahaya berasal
dari sumber cahaya yang kecil.

Bayang-bayang kabur
Bayang-bayang kabur terbentuk bila
cahaya berasal dari sumber cahaya
yang besar.

Benda dan Cahaya


Berdasarkan daya tembus terhadap cahaya,
benda digolongkan menjadi:
- benda bening: benda yang meneruskan semua
cahaya yang mengenainya, misalkan kaca
- Benda tembus cahaya: benda yang meneruskan
sebagian cahaya yang mengenainya, misalkan
kertas tipis
- Benda tidak tembus cahaya: benda yang sama
sekali tidak meneruskan cahaya yang
mengenainyamisalkan kayu

Benda dan cahaya

Pemantulan cahaya
Cahaya sebagai gelombang
dapat memantul bila
mengenai suatu benda.
Pemantulan cahaya sesuai
dengan hukum
pemantulan yang
dikemukakan oleh
Snellius yaitu:
1. Sinar datang, sinar
pantul dan garis normal
terletak pada satu
bidang datar
2. Sudut datang sama
dengan sudut pantul

i=r

Macam-macam pemantulan
Pemantulan teratur,
yaitu bila cahaya
mengenai permukaan
yang datar
Pemantulan baur, yaitu
bila cahaya mengenai
permukaan yang tidak
rata

Pembentukan Bayangan
Bayangan terbentuk karena
berkas cahaya mengenai
suatu benda yang rata
akan dipantulkan secara
teratur.
Bayangan yang terbentuk
ada dua jenis, yaitu
bayangan nyata: bayangan
yang dapat ditangkap
oleh layar
dan bayangan maya:
bayangan yang tidak
dapat ditangkap oleh
layar

Bayangan pada cermin datar

h
S

h
S

Dari gambar di atas, sifat bayangan pada cermin datar adalah:


- tegak
- sama besar
- sama jarak
- terbalik kiri-kanan
- maya

Sifat cermin datar

Jumlah bayangan
Berapakah banyaknya
bayangan yang
terbentuk bila kita
berada di depan dua
buah cermin yang
membentuk sudut ?
Banyaknya bayangan
yang terbentuk dapat
kita hitung dengan
persamaan:
360
n=

-1

n = banyaknya bayangan
= besar sudut

Cermin Cekung
Cermin cekung adalah cermin lengkung dengan
lapisan mengkilap pada bagian dalam.
Cermin cekung memiliki sifat mengumpulkan
cahaya

Tiga sinar utama pada cermin cekung

Pembentukan bayangan pada cermin


cekung

Persamaan Cermin Cekung


Cermin cekung memiliki fokus positif
Cermin cekung memiliki persamaan:
1 1 1
= +
f
s s
s
h
M=

Ket. f = fokus
s = letak benda
s = letak bayangan
M = perbesaran bayangan
h = tinggi benda
h = tinggi bayangan

Contoh:
Sebuah benda yang tingginya 20 cm diletakkan 10 cm
didepan sebuah cermin cekung yang
memiliki
fokus tegak)
15 cm.
s = -30
cm (maya,
Hitunglah:
a. letak bayangan
b. perbesaran
Dik.
h = 20 cm bayangan
b. M = |s/s|
c. tinggi
bayangan
f = 15 cm
= 30/10
s = 10 cm
= 3 (diperbesar)
Dit. a. s =
b. M =
c. M = h/h
c. h =
3 = h/20
Jawab: a. 1/f = 1/s + 1/s
1/15 = 1/10 + 1/s
h =20 x 3
1/s = 1/15 1/10
= 60 cm
= 2/30 3/30
= -1/30

Penggunaan cermin cekung


Kaca rias
Cermin cekung dengan fokus yang besar dapat
dijadikan kaca rias, karena menghasilkan
bayangan yang diperbesar
Parabola
Cermin cekung banyak digunakan sebagai parabola
karena sifatnya yang mengumpulkan gelombang
Teropong
Cermin cekung digunakan pada teropong pantul
pengganti lensa okuler

Cermin Cembung
Cermin cembung adalah cermin lengkung
dengan lapisan cermin di bagian luar.
Cermin cembung bersifat menyebarkan
cahaya.

Tiga sinar utama pada cermin cembung

Pembentukan bayangan

Sifat bayangan:
tegak
maya
diperkecil

Persamaan Cermin Cembung


Cermin cembung memiliki fokus dan jarak
bayangan negatif.
Cermin cembung memiliki persamaan:
1 =1 +1
s
h
M=
=
f
s s
s
h
Ket. f = fokus (selalu negatif)
s = letak benda
s = letak bayangan (selalu negatif)
M = perbesaran bayangan
h = tinggi benda
h = tinggi bayangan

Contoh:
Sebuah benda yang tingginya 20 cm diletakkan 10 cm
didepan sebuah cermin cembung yang
memiliki fokus 15
s = -30/5
cm. Hitunglah:
= -6 cm
a. letak bayangan
b. perbesaran
Dik.
h = 20 cm bayangan
b. M = |s/s|
c. tinggi
f = -15bayangan
cm
= 6/10
s = 10 cm
= 0,6
Dit. a. s =
b. M =
c. M = h/h
c. h =
0,6 = h/20
Jawab: a. 1/f = 1/s + 1/s
h =20 x 0,6
1/-15 = 1/10 + 1/s
= 12 cm
1/s = -1/15 1/10
= -2/30 3/30
= -5/30

Cermin Cembung dalam kehidupan


sehari-hari
Cermin cembung memiliki sifat selalu
membentuk bayangan yang tegak, maya
dan diperkecil, sehingga cermin ini
mampu membentuk bayangan benda
yang sangat luas. Dengan sifat ini maka
cermin cembung banyak digunakan pada:
- kaca spion pada kendaraan
- kaca pengintai pada supermarket
- kaca spion pada tikungan jalan

Latihan

Pembiasan Cahaya
Pembiasan cahaya adalah
pembelokan arah rambat
cahaya.
Pembiasan cahaya terjadi
jika cahaya merambat
dari suatu medium
menembus ke medium
lain yang memiliki
kerapatan yang berbeda.
Misalkan dari udara ke
kaca, dari air ke udara
dan dari udara ke air.

N
renggang

rapat

N
rapat

renggang

Pemantulan Sempurna
Sudut
i merupakan
Bila
sinar
datang darisudut
kritis, rapat
yaitu sudut
medium
ke medium
datang
yang
kurang
rapat
maka sinar
menyebabkan
sudut
dibiaskan
menjauhi
garis
bias 90 terhadap garis
normal
(klik gambar
laser pointer untuk animasi)
normal

Bila sudut datang lebih


besar dari sudut kritis,
cahaya tidak dibiaskan
melainkan dipantulkan
dengan sempurna
Klik di sini
untuk animasi

90o

Garis normal

Indeks Bias
Indeks bias suatu zat
adalah perbandingan
cepat rambat cahaya di
ruang hampa dengan
cepat rambat cahaya
dalam zat tersebut

c
n = cn
Indeks bias suatu zat dapat
dicari dengan cara metode
snellius ( lihat gambar)

B
A

OA
n=
OB

Pembiasan pada Prisma


Prisma adalah benda
optik berbentuk segitiga
atau piramit
r

r disebut sudut deviasi

Dispersi Cahaya
Dispersi cahaya adalah penguraian warna-warna
cahaya.
Suatu berkas sinar putih bila melalui prisma akan
terurai menjadi warna merah, jingga, kuning,
hijau, biru dan ungu (perhatikan gambar)

Penyebab dispersi cahaya


Dispersi cahaya terjadi karena setiap warna
cayaha memiliki panjang gelombang yang
berbeda sehingga sudut biasnya berbeda-beda.
Cahaya putih terdiri dari gabungan beberapa
warna, yaitu merah, hijau dan biru.
Putih disebut warna polikromatik, yaitu warna
cahaya yang masih bisa diuraikan lagi menjadi
warna-warna dasar.
Merah, hijau dan biru merupakan warna dasar
atau warna monokromatik, yaitu warna cahaya
yang tidak dapat diuraikan kembali.

Pembiasan dan Pemantulan sempurna


pada kehidupan sehari-hari
Pembiasan sinar bintang
Karena cahaya bintang
meranbat dari ruang
hampa ke atmosfer
yang kerapatannya
berbeda-beda, maka
cahaya tersebut
dibiaskan mendekati
garis normal,
sehingga bintang yang
kita lihat tidak tepat
pada posisi aslinya.

Pembiasan dan Pemantulan sempurna pada


kehidupan sehari-hari
Kayu yang bengkok dan
kolam yang dangkal.
Bila kita memasukkan
sebagian kayu kedalam
air, maka kita melihat
kayu membengkok.
Dan bila kita perhatikan
dasar kolam, kolam akan
tampak lebih dangkal.

Pembiasan dan Pemantulan sempurna


pada kehidupan sehari-hari
Pelangi
Pelangi adalah hasil dari
pembiasan dan dispersi
cahaya oleh titik-titik air
yang ada di udara

Pembiasan dan Pemantulan sempurna


pada kehidupan sehari-hari

Fatamorgana
Pada siang hari yang panas terik kita sering melihat
bayangan air pada jalan. Hal ini disebabkan oleh cahaya
matahari yang mengalami pemantulan sempurna karena
perbedaan kerapatan udara diatas jalan.
Di sana
sepertinya
ada air?

Lensa
Lensa adalah benda optik yang salah satu
atau keduanya merupakan bidang
lengkung.
Lensa ada dua jenis, yaitu:
- lensa cembung
- lensa cekung

Lensa Cembung
Lensa cembung biasa disebut juga lensa positif
atau lensa konvergen atau lensa konvex
Lensa cembung memiliki ciri tebal dibagian
tengah.
Lensa cembung ada 3 jenis, yaitu:
a. lensa cembung-cembung (biconvex)
b. lensa cembung-datar (plan convex)
c. lensa cembung-cekung (concave convex)

Jenis Lensa Cembung

Biconvex

plan convex

concave convex

Sifat Lensa Cembung


Lensa cembung
memiliki sifat
mengumpulkan
cahaya (perhatikan
gambar)

Menggambar lensa cembung


+

R1

f1

f2

R2

Tiga Sinar Utama pada Lensa Cembung


+
R1

f1

f2

R2

f2

R2

f2

R2

+
R1

f1

+
R1

f1

Menggambar bayangan pada lensa


cembung
+

R1

f1

f2

R2

Persamaan Lensa Cembung


Lensa cembung memiliki persamaan:
1
1
1
=
+
f
s
s

s
h
M=| |=
s
h

Ket: f = fokus
s = letak benda
s = letak bayangan
M = perbesaran bayangan
h = tinggi benda
h = tinggi bayangan
s positif bayangan nyata
s negatif bayangan maya
M < 1 bayangan diperkecil
M > 1 bayangan diperbesar
M = 1 bayangan sama besar

Lensa Cekung
Lensa cekung biasa disebut juga lensa negatif
atau lensa divergen atau lensa concave
Lensa cekung memiliki ciri lebih tipis pada bagian
tengah
Lensa cekung ada 3 jenis, yaitu:
a. lensa cekung-cekung (biconcave)
b. lensa cekung-datar (plan-concave)
c. lensa cekung-cembung ( convex-concave)

Jenis Lensa Cekung

biconcave

plan-concave

convex-concave

Menggambar Lensa Cekung


_

R2

f2

f1

R1

Sifat Lensa Cekung


Lensa cekung
memiliki sifat
menyebarkan
cahaya (lihat
gambar)

Tiga Sinar Utama pada Lensa Cekung


_
R2

f2

R2

f2

R2

f2

f1

R1

f1

R1

f1

R1

Menggambar bayangan pada lensa cekung


_

R2

f2

Sifat bayangan: tegak, maya, diperkecil

f1

R1

Persamaan Lensa Cekung


Lensa cekung memiliki persamaan:
1
1
1
=
+
f
s
s

s
h
M=| |=
s
h

Ket: f = fokus
s = letak benda
s = letak bayangan
M = perbesaran bayangan
h = tinggi benda
h = tinggi bayangan
f selalu negatif
s positif bayangan nyata
s negatif bayangan maya
M < 1 bayangan diperkecil
M > 1 bayangan diperbesar
M = 1 bayangan sama besar

Kekuatan Lensa
Kekuatan lensa adalah kemampuan lensa untuk
mengumpulkan cahaya
Kekuatan lensa berbanding terbalik dengan fokus lensa.
Lensa dengan fokus kecil memiliki kekuatan lensa yang
besar.
Kekuatan lensa ( P ) dapat dihitung dengan persamaan:

1
P=
f dalam meter
f
100
P=
f dalam cm
f

Kekuatan lensa dihitung dengan satuan dioptri

Lensa cembung memiliki kekuatan lensa positif dan lensa cekung


memiliki kekuatan lensa negatif