Anda di halaman 1dari 42

DASAR DAN PENGERTIAN

KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

dr Burhannudin Ichsan

Materi 1

CURRICULUM

A curriculum is about what should happen in


a teaching program-about the intention of
the teachers and about the way they make
this happen

COMPETENCY

Combination of attributes such as


knowledges, skills and attitudes underlying
some aspect of successful performance.

KBK (KURIKULUM BERBASIS


KOMPETENSI)

Kurikulum yang dibuat dengan


berangkat dari kompetensi yang
harus dicapai di akhir studi

BAGAIMANA UNTUK
MENDAPATKAN
KOMPETENSI ?

TIGA RANAH PEMBELAJARAN

Kognitif
Afektif
Psikomotor

BAGAIMANA MERAIH
KOMPETENSI KOGNITIF

Kuliah
Diskusi
Membaca
Refleksi
Menyampaikan pada yang lain
Dan lain-lain

BAGAIMANA MERAIH
KOMPETENSI AFEKTIF

Dengan pembelajaran sikap dan perilaku


profesional termasuk nilai-nilai keislaman

BAGAIMANA MERAIH KOMPETENSI


KETERAMPILAN (PSIKOMOTOR)

Dengan latihan keterampilan klinik secara


terstruktur, berulang-ulang dan dengan
feedback

PROBLEM BASED
LEARNING
Burhannudin Ichsan

PENDAHULUAN

Ide prinsip Problem Based Learning (PBL) :


pangkal dari pembelajaran adalah masalah,
pertanyaan, atau teka-teki yang mahasiswa
memiliki keinginan untuk memecahkan.
Untuk pertama kalinya PBL dikenalkan di
Fakultas Kedokteran Universitas McMaster
Kanada pada tahun 1969. Sejak itu banyak
Fakultas Kedokteran di seluruh dunia yang
mengadopsi PBL dengan berbagai variasinya

PENDAHULUAN

PBL termasuk strategi pembelajaran aktif.


Dalam metode pembelajaran yang baru,
pembelajaran aktif lebih disarankan.
Pembelajaran aktif dipercaya mampu
meningkatkan kedalaman pemahaman
mahasiswa.

MANFAAT-MANFAAT PBL

Meningkatkan kemampuan penyelesaian


masalah
Mengarahkan pada belajar mandiri yang
terkontrol (self-directed learning)
Mengarahkan pada belajar sepanjang hayat
Mengarahkan mahasiswa untuk dapat
mengidentifikasi sumber-sumber belajar dan
mengevaluasi sumber-sumber belajar
Melatih keterampilan berpikir kritis (dalam
koridor yang benar)

MANFAAT-MANFAAT PBL

Melatih berpikir kreatif


Pembelajaran berkaitan dengan situasi yang
nyata
Memasukkan aspek-aspek etik dan sosial
Pembelajaran yang bersifat kooperatif dan
kolaboratif
Melatih keterampilan memimpin kelompok
dan keterampilan komunikasi
Melatih mengidentifikasi kekuatan sendiri

BERBAGAI PERUBAHAN YANG DIPERLUKAN


DALAM PBL

1)
2)
3)
4)

struktur mapping kurikulum,


tutor,
fasilitas,
perubahan mind set mahasiswa.

STRUKTUR MAPPING KURIKULUM

kurikulum bersifat terintegrasi


SPICES : student centered-problem basedintegrated-community oriented-electivesystematic.

STUDENT CENTERED

mahasiswa menjadi pusat dari pembelajaran


Mahasiswa dituntut untuk aktif mencari
sumber-sumber pembelajaran yang diperlukan
untuk memperkuat pemahaman-pemahaman
Sumber pembelajaran yang digunakan untuk
diskusi haruslah bersifat ilmiah dan sahih.
Pengetahuan baru yang didapat dengan cara
aktif akan lebih membekas dalam diri
mahasiswa.
Dosen bukan merupakan satu-satunya sumber
pembelajaran mahasiswa.

STUDENT CENTERED

Sumber pembelajaran dapat diperoleh dari


buku teks yang mutakhir, jurnal cetak, jurnal
elektronik, buku elektronik, cd
pembelajaran, dan lain-lain yang dapat
diperoleh secara cetak maupun dengan
berselancar di internet
keterampilan untuk memilah dan memilih
sumber informasi yang sahih amat
diperlukan

BERBASIS MASALAH

pembelajaran dirangsang oleh masalahmasalah yang umumnya adalah masalah


klinik.

TERINTEGRASI

materi-materi biomedik bersatu dengan


ilmu-ilmu klinik di blok-blok

BERORIENTASI KOMUNITAS

dimaksudkan agar lulusan dokter dapat


menjadi bagian yang dapat menjadi solusi
dari masalah-masalah kesehatan komunitas
di sekitarnya

ELEKTIF

terdapatnya materi-materi pilihan

SISTEMATIK

struktur kurikulum diatur sedemikian rupa


sehingga dapat berjalan deengan urut dan
baik.

DISKUSI TUTORIAL

diskusi-diskusi kelompok kecil


Diskusi tutorial dipandu oleh seorang dosen
yang berperan sebagai tutor
peran tutor sangat beragam.
Tutor bukanlah seorang yang otoriter
Tutor harus cakap dalam memfasilitasi
kelompok diskusi
Proses tutorial dalam PBL lebih merupakan
pertemuan strategi profesional daripada
acara pengajaran.

LANGKAH DALAM DISKUSI


TUTORIAL

Terdiri dari 2 pertemuan


Terdiri dari 7 langkah

7 LANGKAH DISKUSI TUTORIAL

Mahasiswa mengklarifikasi istilah-istilah asing


(unfamiliar terms) yang terdapat dalam skenario
Mahasiswa menetapkan masalah-masalah yang perlu
didiskusikan
Mahasiswa melakukan curah pendapat (brainstorming)
Mahasiswa membuat review terhadap hasil langkahlangkah 2 dan 3, kemudian membuat penjelasan
sementara
Mahasiswa menetukan tujuan belajar atau learning
objectives (LO)
Mahasiswa melakukan belajar mandiri
Mahasiswa berkumpul kembali untuk menyampaikan
dan mendiskusikan hasil belajarnya masing-masing

FASILITAS

ruangan-ruangan kecil yang cukup nyaman


bagi 8-10 orang
ruangan besar untuk perkuliahan
ruangan-ruangan untuk keperluan praktrek
skillslab
perpustakaan baik manual maupun on-line
yang dapat menunjang belajar mandiri
mahasiswa

PERUBAHAN MIND SET MAHASISWA

mahasiswa tidak lagi sebagai "anak didik" namun


sebagai "peserta didik
Kecakapan dan sikap tertentu yang harus dimiliki
mahasiswa antara lain: kerja sama, kemampuan
memimpin kelompok, mendengarkan pendapat
kawan, bersikap ilmiah terhadap literatur yang ada,
belajar mandiri, mampu menggunakan sumber belajar
secara efektif, dan keterampilan menyampaikan
Dalam kegiatan diskusi tutorial, mahasiswa belajar
menentukan tujuan belajarnya sendiri serta belajar
mendapatkan sendiri jawabannya
Jawaban yang diperoleh akan didiskusikan bersama
dalam kelompok dengan pengawasan tutor.

TUGAS-TUGAS DALAM DISKUSI TUTORIAL

Tutor
Penulis
Ketua
Anggota

TUGAS TUTOR

Mendorong partisipasi anggota kelompok


Membantu ketua & sebagai time keeper
(penjaga waktu/pengontrol waktu)
Memeriksa catatan penulis
Mencegah penyimpangan , memastikan
pencapaian tujuan dan menilai proses diskusi

TUGAS PENULIS

Mencatat pendapat-pendapat anggota


diskusi
Membantu mengurutkan pendapat-pendapat
dalam diskusi
Sebagai anggota yang harus berpartisipasi
dalam diskusi juga
Mencatat sumber belajar yang digunakan
dalam diskusi

TUGAS KETUA

Memimpin diskusi
Mengajak seluruh anggota untuk
berpartisipasi
Mempertahankan dinamika kelompok
Memastikan kelompok telah melaksanakan
tugas, memastikan penulis bekerja secara
cermat
Time keeper

TUGAS ANGGOTA

Mengikuti urutan proses


Berpartisipasi dalam diskusi
Memperhatikan dan menghargai pendapat
kawan
Mengajukan pertanyaan terbuka, mencermati
seluruh tujuan belajar, dan membagi
pendapat dengan kawan

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PBL

Sebagai strategi pembelajaran yang baru, PBl


memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan

KELEBIHAN PBL

PBL mendorong pembelajaran aktif, memperbaiki pemahaman,


meningkatkan retensi (tingkat tertancapnya memori) dan
mengembangkan keterampilan belajar sepanjang hayat.
PBL memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan
keterampilan dan attitudes yang diperlukan untuk praktiknya nanti.
PBL memberi fasilitas tersusunnya kurikulum secara terintegrasi.
PBL dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.
PBL medorong pembelajaran yang lebih mendalam (deep learning).
Mahasiswa mengaktifkan prior knowledge dan mengembangkannya
pada kerangka pengetahuan yang sedang dihadapi.
Meningkatkan kolaborasi antara berbagai disiplin (di pedidikan
kedokteran: antara ilmu-ilmu dasar dan ilmu-ilmu klinik).
PBL meniadakan content (isi kurikulum) yang tidak relevan bagi
mahasiswa.
PBL mengurangi beban kurikulum yang berlebihan bagi mahasiswa.

KEKURANGAN PBL

Tutor hanya menyenangi disiplin ilmunya sendiri,


sehingga tutor mengalami kesulitan dalam menjalankan
tugas sebagai fasilitator.
Jumlah pengajar yang dibutuhkan dalam proses tutorial
lebih banyak dibanding sistem konvensional.
Banyak mahasiswa yang ingin mengakses perpustakaan
dan komputer dalam waktu bersamaan.
Mahasiswa dapat terbawa ke situasi konvensional ketika
tutor berubah fungsi sebagai pemberi kuliah pada waktu
diskusi tutorial.
Mahasiswa dapat mengalami kegamangan ketika belajar
mandiri dalam hal seberapa jauh informasi yang harus
dicari dan informasi apa saja yang relevan dan
bermanfaat.

PERBEDAAN PBL DENGAN SISTEM KONVENSIONAL


No
1
2

5
6
7

Konvensional
Pengajar bekerja secara terisolasi

PBL
Pengajar bekerja bersama dengan
anggota di luar disiplin ilmunya
Pengajar
sepenuhnya
memberi Mahasiswa bertanggung jawab atas
kuliah kepada mahasiswa
pembelajarannya dan menciptakan
kemitraan dengan pengajar
Mahasiswa dianggap sebagai "tong Pengajar mendorong mahasiswa
kosong" atau penerima informasi untuk
mengambil
inisiatif,
yang pasif
membangkitkan semangat belajar
Mahasiswa bekerja dalam situasi Mahasiswa
berinteraksi
dengan
terisolasi
fakultas untuk saling memperoleh
umpan balik tentang kinerja guna
perbaikan
Mahassiwa cenderung bersifat pasif
Mahasiswa secara aktif terlibat
dalam proses pembelajaran
Belajar
adalah
kegiatan Mahasiswa belajar dalam suasana
individualistik dan kompetitif
kolaboratif dan suportif
Kuliah
diberikan
dengan
cara Mahasiswa bekerja dalam kelompok
komunikasi satu arah, informasi untuk
memecahkan
masalah.
diberikan kepada sejumlah besar Mereka
mencari
dan
mahasiswa
mengaplikasikan
pengetahuan
dalam berbagai konteks. Mahasiswa
mencari
sumber
belajar,
dan
fakultas memandu mahasiswa untuk
memperoleh informasi dan sumber
belajar.
Mahasiswa
mencari
pengetahuan yang relevan dan
bermanfaat untuk keterampilan dan
karier mereka di masa mendatang

TERIMA KASIH

REFERENCES

Harden, R.M, & Dent, J.A. (2005) A Practical


Guide For Medical Teachers. Toronto:
Elsevier Churchill Livingstone.
Arikunto, S. (2008) dasar-Dasar Evaluasi
Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Harsono (2008) Pengantar Problem based
Learning. Yogyakaerta: Medika Fakultas
Kedokteran UGM