Anda di halaman 1dari 68

FLAME BURN

Oleh :
Niza Novrizal (110100036)
Winda Wahyuni (110100129)
M. Luthfi HSB (110100288)
Jenni Friska Br. Karo (110100316)

Pembimbing :
dr. Cut Meliza Zainumi, Mked.An, Sp.
An
KEPANITERAAN KLINIK RSUP. HAJI ADAM MALIK
DEPARTEMEN ANASTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2016

Definisi ???
Rusak atau
hilangnya jaringan
yang disebabkan
kontak dengan
sumber panas :
-kobaran api di
tubuh (flame),
-kilatan api ketubuh
(flash),
-terkena air panas
(scald),
-tersentuh benda
panas (kontak
panas),
-akibat sengatan
listrik,
-akibat bahan-bahan

Akibat ???

Menyumbang angka morbiditas


dan derajat cacat serta
mortalitas yang tinggi

Faktor ???

LUKA
BAKAR

Demografis
umur, jenis kelamin,
luas luka bakar,
lama rawatan, etiologi
faktor-faktor komorbid
lainnya adanya trauma
inhalasi,
kadar albumin yang
rendah,
kegagalan fungsi organ
sepsis

Bagaimana
Tatalaksana???
Dan

Tinjauan Pustaka

Definisi
Luka bakar adalah rusak atau
hilangnya jaringan yang disebabkan
kontak dengan sumber panas seperti
kobaran api di tubuh (flame), kilatan
api ketubuh (flash), terkena air panas
(scald), tersentuh benda panas
(kontak panas), akibat sengatan
listrik, akibat bahan-bahan kimia,
serta sengatan matahari (sunburn).

Etiologi
Luka bakar termal

Luka Bakar Termal


disebabkan
Scalds
Scalds
Luka
Luka
disebabkan

diakibatkan
Luka

Luka Bakar Inhalasi/ Trauma Inhalasi


Trauma inhalasi merupakan akibat terhirupnya gas, uap,
atau yang panas ataupun produk-produk berbahaya yang
menyebabkan luka bakar parsial.
Trauma ini menyebabkan injuri termal atau kimiawi pada
saluran nafas dan paru-paru dan diiringi dengan luka
bakar pada kulit sekitar 20-35% kasus. Truma inhalasi
menjadi penyebab kematian tersering pada korbankorban luka bakar yang berhubungan dengan api.
Klasifikasi

Klasifikasi Luka Bakar berdasarkan


Derajat dan Kedalaman Luka

Kedalaman lapisan kulit yang terlibat

Klasifikasi Luka Bakar berdasarkan


Derajat dan Kedalaman Luka

Berdasarkan luas
Estimasi alokasi Rules of
Nine

Patofisiologi
Trauma Termis

Kaskade
Complemen
PG,
Histamin,
Bradikinin

Sitokin

Glukoprotei
n 2
integrin

Kaskade
Koagulasi

Mikrotrombus

NKFB
Edema

Reaktif Nitro
Spesies
imunosupr
esi

Kerusakan
sel lemak

Iskemi
Jaringan

Kerusakan
membran sel
lmak

Penilaian dan Penatalaksanaan Luka


Bakar Termal

E
D

A
B

Pertolongan
Pertama

Penanganan lanjutan
Resusitasi Cairan
Nutrisi
Kontrol
Perawatan

Resusitasi Cairan
Rumus Parkland =
Luas luka bakar (%) x
berat badan (kg) x 4 mL
larutan Ringer

Komplikasi

Prognosis
Faktor

Anestesi

Anamnesis

S/C/G = -/-/- injury (-)


Maxillofacial
C-spine
Maxillofacial
injury (-)
S/C/G = -/-/C-spine

Airway

SP
SaO:
RR:
SP :
ST : SaO
Nafas
RR:: ST

Breathing

UOP =
HR:
CRT <
T/V:
Akral
HR:
Akral
Perdarahan
TD:
T/V:
CRT <
TD:
Perdarahan

Circulation

RC : :
Pupil
Pupil
RC
: :

Disability

Exposure

Airway clear, RR

B1
B2
B
3

B4

B5
B
6

Penanganan

Penanganan

Laboratorium

Laboratorium

Laboratorium

Laboratorium

Radiologi

Diagnosis

Penatalaksanaan
IVFD RL

Rencana

Rencana Tindakan
Debridement

Pre Operatif
Persiapan pasien
SIA
Pasien operasi puasa sejak
direncanakan operasi
Pasang IV line transfuse set, threeway,
venocath bore besar nomor 18 G di
tangan kanan dan tangan kiri
Pasang kateter urine pantau UOP
IVFD Ringer Lactate 30 gtt/menit
Oral & personal hygiene
Persiapan darah

Persiapan alat
Mesin anastesi + sungkup sesuai ukuran
+ corrugated tube
Mesin monitor hemodinamik + elektroda
Mesin suction + cathether suction
Stetoskop + precordial +laryngoscopeblade
ETT + LMA + OPA + NPA
Plester, connector, stylet, bantal
intubasi, donat, boh, papan tangan,
magil forceps, pack mulut, hand gloves,
kasa, jelly, salep mata, betadine, alkohol

Teknik Anestesi
Siapkan obat, pasang monitor,manset, dan
elektroda
Pastikan IV line lancar, hemodinamik stabil
Pre medikasi dengan SA 0.25 mg dan
midazolam 2 mg
Pre oksigenasi 3-5 menit
Induksi dengan ketamin 120 mg
Rocuronium 50 mg
Oksigenasi 2-3 menit
Insersi ETT 7,5, kembangkan cuf
Dengar suara nafas kanan dan kiri
Fiksasi dan sambung dengan sirkuit

Durante Operasi

Vital Sign:
TD 120-130/75-80 mmHg
RR 14 x/i
HR 100-120 x/i
SpO2: 93-99%
Fentanyl 100 mg
Rocuronium 50 mg
N2O:O2=2:2
Sevofluran
RL 1000 mL, Koloid 500 mL
Urine Output 200 mL
Perdarahan 200 mL
Lama operasi 1 jam 50 menit

Post Operasi

28 September 2016

28 September 2016

28 September 2016

28 September 2016

28 September 2016

29 September 2016

29 September 2016

29 September 2016

Diskusi & Pembaha

No
Teori
.
1. Etiologi
Luka bakar bisa disebabkan oleh
luka bakar termal oleh karena air
panas, kobaran api, zat kimiawi,
dan kilatan listrik.

2.

Klasifikasi
luka
bakar
berdasarkan kedalaman
bakar
derajat
I
Luka
(superficial epidermis)
Luka bakar derajat II
(dangkal dan dalam)
Luka bakar derajat III
(full thickness)
Luka bakar derajat IV
(full thickness yang telah
mencapai
lapisan
otot,
tendon dan tulang)

Kasus

Luka bakar digolongkan kepada


luka bakar akibat kobaran api
(flame) yang terjadi akibat
tersulut
api
rokok
ketika
menuangkan minyak tanah,
kemudian terjadi percikan api
dan membakar tubuh.
Pasien ini mengalami luka bakar
derajat II-III. Kulit pasien yang
terbakar berwarna putih dan
pucat. Sensasi pada luka bakar
pasien berkurang sesuai dengan
teori akibat ujungujung saraf
sensorik mengalami kerusakan.

3. Luas luka bakar


Perhitungan
total
area Luas luka bakar pada pasien ini
permukaan
tubuh
yang adalah 40,5% yang meliputi:
terbakar (TBSA) dapat dihitung - Wajah : 4,5%
- Kedua
dengan Rule of 9 .
tangan
anteriorposterior : 18%
- Kedua kaki anterior : 18%
- Total :40,%
4. Manifestasi
klinis
komplikasi
Luka bakar termal
Syok hipovolemik
Trauma inhalasi
Edema laring
SIRS
MOF
Kontraktur

dan
Luka bakar dijumpai di wajah,
kedua tangan bagian depan dan
belakang, serta kedua tungkai
kaki bagian depan. Pasien dirawat
selama
satu
hari
post
debridement
dan
mengalami
perburukan cardiac arrest
meninggal tanggal 29 September
2016 yang diduga penyebab
kematian oleh SIRS dan MOF.

5.

Primary survey dan resusitasi


Airway: perhatikan tanda-tanda
obstruksi
jalan
napas
dan
trauma inhalasi serta resiko
edema laring.
Breathing: penilaian ventilasi
dan oksigenasi dengan cara
look,
listen
and
feel.
Perhatikan
tanda-tanda
keracunan karbon monosikda.
Circulation: penilaian kesadaran,
nadi,
warna
kulit,
waktu
pengisian kapiler dan suhu
ektermitas.
Hitungan
cairan
resusitasi
dengan
rumus
Parkland, yaitu : luas luka bakar
dalam persen x berat badan
dalam kg x 4 mL larutan Ringer.
Keberhasilan pemberian cairan
dapat
dilihat
dari
diuresis
normal
yaitu
sekurangkurangnya
1000-1500
mL/24jam atau 1mL/kgBB/jam

Airway: Pasien ini tidak dijumpai


adanya tanda obstruksi jalan
napas.
Breathing: Pasien ini bernapas
spontan, RR: 26x/menit , SaO
dengan Pada pasien ini tidak
dijumpai tanda-tanda keracunan
CO. SP/ST: vesikuler/-. SaO2: 9799%, RR: 26 x/menit. Pasien
diberikan terapi O2 10 l/menit via
NRM.
Ciculation: Pasien diberikan
resusitasi cairan dengan Ringer
Laktat dengan rumus Parkland,
yaitu : 4cc 4cc x 70 x 40,5 =
11.340 ml
Maintenance holiday segar
2cc/kgBB = 2 x 70 = 140 cc/jam
Resusitasi 8 jam pertama = x
11.340 + 1120 = 6.790 cc/ 8 jam
= 848,75 cc/jam= 283 gtt/i
Resusitasi 16 jam kedua = x
11.340 + 140 x 16 = 7910 cc/ 8
jam = 989 cc/jam= 329 gtt/i

6.

Kontrol infeksi dan penanganan


nyeri
Kontrol infeksi pasien ini
Antibiotik sistemik spektrum
dilakukan dengan pemberian
luas diberikan untuk mencegah
antibiotik broad spectrum :
infeksi,
misalnya
golongan
Ceftriaxone Inj 1gr (IV).
aminoglikosida.
Untuk Penanganan nyeri pasien ini
mengatasi nyeri, paling baik
dilakukan dengan pemberian
diberikan opiat melalui intavena
analgetik: Ketorolac Inj 30 mg
dalam dosis serendah mungkin
(IV) dan Paracetamol Drip 1 gr
yang menghasilkan analgesia
(IV)
yang adekuat

7.

Perawatan
luka
bakar
&
tindakan bedah
Tatalaksana awal luka bakar
adalah melakukan pembersihan
dan membuang jaringan yang
mati. Debridemen diusahakan
sedini
mungkin
untuk
membuang
jaringan
mati
dengan jalan eksisi tangensial.

Pasien dilakukan
debridement luka bakar pada
tanggal 27 September 2016
di KBE RS Haji Adam Malik
Medan

KESIMPULAN
Seorang laki-laki, 35 tahun, 70 kg, mengalami flame burn grade II-III dengan luas
40,5%, dilakukan pemeriksaan primary survey dan secondary survey secara teliti
serta mengatasi secara langsung masalah yang ditemukan. Penanganan awal
pada pasien ini adalah:
Head up 30
O2 non-rebreathing mask 10L/I
Pasang IV line 2 jalur dengan abbocath bore besar 16/18 G, pastikan lancar.
Ambil darah untuk pemeriksaan laboratorium
\Resusitasi cairan Parkland Formula, dengan Resusitasi 8 jam pertama = x
11.340 + 1120 = 6.790 cc/ 8 jam = 848,75 cc/jam= 283 gtt/i
Pantau urin output, UOP (+) 30 cc/gBB
Pasang NGT, folley cath
Balut luka dengan kasa lembab
Analgetik, inj. Ketorolac 30mg IV dan drip paracetamol 1 gr IV
Antibiotic broad spectrum, inj. Ceftriaxone 1 gr IV
Inform consent tindakan anestesi
Pemeriksaan penunjang radiologi foto thorax
Setelah dilakukan tindakan debridement, os dirawat inap di HCU.

Thank You