Anda di halaman 1dari 18

TATALAKSANA DARURAT

KETOASIDOSIS DIABETIKUM

ANITA ANGGRAENI SOKKO 102011064


IRINE DAMAYANTI 102011347
AWALLIANTONI 102011411
HARIZA AGATHA GABRIELA MATITAPUTTY 102012302
ANGGELA TIANA 102013143
Kelompok B10
NUR AFIQAH BINTI ABDUL RAHMAN 102013509
Dr. Diana
NUR SRI SYAZANA BINTI RAHIM 102013521
ADIYTA WAHTU PRAMUDITA 102014251

SKENARIO 4
Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang dibawa ke IGD RS
oleh keluarga karena tak sadarkan diri. Menurut mereka sejak
2 hari yang lalu pasien lemas, nyeri ulu hati hebat, dan
muntah-muntah, namun tidak mau berobat ke dokter.

ANALISA MASALAH
Working
Diagnosis
PF dan
PP

Etiologi

Anamnesi
s
Epidemiologi

Laki-laki 20 tahun tidak


sadarkan diri. Sejak 2 hari
yang lalu lemas, nyeri ulu
hati hebat, dan muntah

Tatalaksana
dan
Pencegahan

Differential
Diagnosis

Komplikasi
dan
Prognosis

ANAMNESIS
Aloanamnesis
Keluhan Utama
RPS

RPK
RPD

Keluhan utama, sejak kapan? Yang


pertama atau sudah pernah?
Demam? Mual? Muntah?
Penurunan BB? Nafsu Makan?
Lelah? Riwayat BAK?
Pernah infeksi? Hipertensi?
Epilepsi? DM? Trauma? DM
sejak 3 tahun yg lalu
Keluarga yang menderita penyakit
yang sama?
Pola makan? Obat-obatan?
Merokok? Alkohol?

PEMERIKSAAN FISIK
DAN PENUNJANG

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang

Tampak sakit berat


TD = 130/80
100x/menit
24x/ menit (cepat dan
dalam)
Napas berbau aseton
Nyeri tekan
epigastrium

GDS = 400 mg/dL


Keton uri (+)
SGOT = 64 IU
SGPT = 67 IU
Leukosit = 15000
Amilase 100 U/L
Nilai
Normal

Hasil AGD :
pH = 7,5
pCO2 = 30
pO2 = 50
HCO3 = 20 mmol/L

AGD

Nilai
Normal

pH

7,35 7,45

GDS

<200

SGOT

3-45

SGPT

0-35

pCO2

35-45

Leukosit

450010000

pO2

75-100

HCO3

22-28Asidosis Metaboli

DIFFERENTIAL
DIAGNOSIS

Koma Hiperosmolar Non Ketotik

Faktor yang memulai adalah diuresis glukosuria. Glukosuria


mengakibatkan kegagalan ginjal untuk
mengkonsentrasikan urin, sehingga memperberat derajat
kehilangan air. Hilangnya air lebih banyak dari natrium
menyebabkan keadaan hiperosmolar.
Hiperglikemia, hiperosmolar tanpa disertai
adanya ketosis

Gejala khas
meningkatnya rasa
haus disertai poliuri,
polidipsi dan
penurunan berat
badan.

Gejala klinis utamanya adalah dehidrasi


berat, hiperglikemia berat dan seringkali
disertai gangguan neurologis

DIFFERENTIAL
DIAGNOSIS

Pankreatitis Akut

Reaksi peradangan pankreas yang secara klinis


ditandai dengan nyeri perut mendadak disertai
dengan kenaikan enzim dalam darah dan urin.
Amilase atau Lipase
Gejala klinis utamanya adalah
nyeri epigastrium dan mual
muntah. Dapat disertai dengan
demam dan hiperglikemi

Penyakit ini sering kali


berhubungan erat dengan
konsumsi alkohol secara
berlebihan dan penyakit
hepatobilier. Selain itu faktor
resiko lainnya yaitu adanya
batu emepedu yang

WORKING DIAGNOSIS
Ketoasidosis Metabolik
suatu gangguan dari sistem metabolik yang ditandai oleh trias
hiperglikemia, asidosis dan ketosis, terutama disebabkan oleh
defisiensi insulin absolut atau relatif
KAD merupakan komplikasi akut diabetes melitus (DM) yang
serius dan membutuhkan pengelolahan gawat darurat

ETIOLOGI

DM tipe
1

DM tipe
2

Penghentian / Pengurangan
Infeksi
Penggunaan
Infark
Miokard
Obat Akut
Steroid
Akut
Insulin
Pankreatitis

EPIDEMIOLOGI
Dari data yang diperoleh suatu komunitas di Amerika
Serikat, insiden KAD sebesar 8 per 1000 pasien DM per
tahun untuk semua kelompok umur
Sedangkan untuk kelompok usia di bawah 30 tahun
sebesar 13,4 per 1000 pasien DM per tahun.

PATOFISIOLOGI

GEJALA KLINIS

Gejal
a
Klins

Napas cepat dan


dalam
(kussmaul)
Turgor kulit
berkurang
Lidah dan bibir
kering
Napas bau
aseton
Poliuri dan
polidipsi
Mual dan
muntah
Nyeri perut
Penurunan
kesadaran

PENATALAKSANAAN

KOMPLIKASI TERAPI
Edema paru
Komplikasi iatrogenic : hipoglikemia, hipokalemia dan
hipokalsemia

PROGNOSIS
Angka kematian keseluruhan untuk kasus KAD adalah
0.2-2%
Kehadiran koma pada saat diagnosis, hipotermia, dan
oliguria adalah tanda-tanda prognosis buruk.
Prognosis pasien yang diobati dengan baik dengan
ketoasidosis diabetik sangat baik, terutama pada
pasien yang lebih muda jika infeksi kambuhan yang
absen.
Prognosis terburuk biasanya diamati pada pasien
yang lebih tua dengan penyakit penyerta yang berat
(misalnya, infark miokard, sepsis, atau pneumonia)

PENCEGAHAN
Edukasi
ibubapa/pasien
supaya diobati
DM

Tangani stress/
infeksi akut
dgn baik

Jangan
dihentikan
OHO/ insulin
Menjaga diet,
aktivitas
supaya kalori
seimbang

KESIMPULAN
Ketoasidosis diabetikum terjadi karena defisiensi relatif
ataupun absolut dari insulin yang menyebabkan
tingginya kadar gula dalam darah.
Tatalaksana terpenting yang perlu diperhatikan dalam
penanganan KAD adalah pemberian cairan yang adekuat
dan penanganan simtomatis lainnya sampai pasien
kembali ke keadaan fisiologis baru diberikan insulin.
Selain itu, monitoring kondisi pasien juga sangat penting
mengingat KAD merupakan salah satu kasus
kegawadaruratan.
Pada kasus ini pasien mengalami Ketoasidosis
Diabetikum, jadi hipotesis di terima.