Anda di halaman 1dari 22

Kejang

Demam
Kelompo
kL

Kejang Demam
Ayin seorang ibu datang ke praktek dalam keadaan panik
sambil membawa bayi laki-lakinya yang bernama Urip
usianya 13 bulan. Ibunya menceritakan bahwa bayinya
kejang 5 menit yang lalu. Awalnya urip mengalami
demam tinggi, matanya melotot dan menjelit ke atas,
serta kaki dan tangan berkelocotan. Kejadiaan ini
berlangsung 4 menit. 7 hari yang lalu Urip mendapatkan
imunisasi MMR oleh mantri. Ibunya menceritakan Urip
sering batuk, pilek dan tidak enak badan. Urip anak
bungsu dari 3 bersaudara, abangnya mengalami hal yang
sama pada saat usia 2 tahun. Ayin bercerai 3 tahun yang
lalu dan ke 3 anaknya tinggal bersamanya di bilik yang
kecil. Ayin lulusan SD, mempunyai temramental yang
tinggi. Sebelumnya ayin takut anaknya diimunisasi
karena takut anaknya mati karena disuntik. Suaminya
juga mempunyai riwayat penyakit epilepsi.

Problem

Demam tinggi
Mengalami kejang-kejang
Riwayat orang tua yang mengalami epilepsi
Imunisasi MMR
Faktor sosial ekonomi
Pendidikan ibu
Sering sakit batuk, pilek dan tidak enak badan
Penyakit genetik

Hipotesa
Urip mengalami kejang demam

karena
demam tinggi yang disebabkan oleh
imunisasi serta terkena infeksi

Mekanisme
Urip 13 Bulan

Faktor genetik

Imunisasi MMR

Suhu Badan Tinggi >


batas ambang kejang
Kejang Demam

Infeksi

More Info
Dilakukan pemeriksaan vital sign,
temperatur rectal 40,1C, laju nadi 120
x/menit, dan laju napas 24 x/menit.
Dijumpai kemerahan di tempat imunisasi.
Dari pemeriksaan darah rutin dijumpai
leukosit 12.300. Sebagai seorang dokter
langkah apa yang kemudian adnda
lakukan.

Dont Know
Faktor penyebab demam
Demam kejang
Imunisasi

Faktor Penyebab
Definisi
Demam

Demam adalah naiknya temperature tubuh diatas normal.


Temperature tubuh yang normal adalah sekitar 970F sampai 990F
(36-370C). kenaikan suhu badan sampai 1060F (410c) atau lebih.

Fisiologi

Terjadi)

Demam (Bagaimana Demam

Demam biasanya terjadi akibat tubuh terpapar infeksi


mikroorganisme (virus, bakteri, parasit). Demam juga bisa
disebabkan oleh faktor non infeksi seperti kompleks imun, atau
inflamasi (peradangan) lainnya. Ketika virus atau bakteri masuk ke
dalam tubuh, berbagai jenis sel darah putih atau leukosit
melepaskan zat penyebab demam (pirogen endogen) yang
selanjutnya memicu produksi prostaglandin E2 di hipotalamus
anterior, yang kemudian meningkatkan nilai-ambang temperatur dan
terjadilah demam. Selama demam, hipotalamus cermat
mengendalikan kenaikan suhu sehingga suhu tubuh jarang sekali
melebihi 41 derajat selsius.

Dua Penyebab Demam


Demam bisa dikarenakan faktor fisiologis atau faktor
akibat, yaitu :

1.

Demam karena faktor fisiologis


Panas atau demam yang terjadi adalah reaksi tubuh
melawan kuman yang menyerang. Jadi, panas tubuh si
kecil itu tanda bahwa sistem imunitas tubuhnya sedang
bekerja membunuh penyakit yang datang. Dalam otak
manusia, termasuk bayi, mempunyai sensor/pusat
pengatur suhu. Karena inilah kenapa tubuh kita tak
terpengaruh dengan suhu lingkungan, alias bisa
menyesuaikan diri. Jadi, panas tubuh anak/bayi yang
meningkat itu mungkin disebabkan kondisi suhu
lingkungan yang terlalu dingin.

2. Demam karena faktor


akibat
a. Akibat infeksi
Saat imunitas bekerja memerangi kuman, dia
mengeluarkan zat-zat tertentu yang merangsang panas
tubuh menjadi meningkat. Begitu juga kala imunitas
tubuh si anak/bayi kalah, dia akan megeluarkan zat
tertentu yang juga merangsang naiknya suhu tubuh.
Sebaliknya, kuman yang mati oleh imunitas tubuh pun
akan mengeluarkan zat tertentu yang merangsang
naiknya suhu tubuh. Biasanya panas tubuh atau demam
karena faktor inilah yang bisa menyentuh level
menghawatirkan, di atas 39 derajat Celcius, bahkan bisa
di atas 40 derajat Celcius.

b. Akibat dehidrasi atau kurang cairan


Anak/bayi yang mengalami diare, kurang minum, hingga
kekurangan cairan tubuh bisa mengalami demam juga.
"Cirinya, suhu tubuhnya paling tinggi 380 C." Ciri lainya:
mencret-mencret, sering BAB, loyo, lemah, letih lesu,
dan tak bergairah. Jika dehidrasinya dibarengi
komplikasi lain, semisal ada serangan virus, jelas suhu
tubuhnya akan semakin tinggi. Bisa saja menyentuh
level di atas 400 C.

Demam Kejang
Definisi

Kejang Demam (Febrile Convulsion) adalah bangkitan


kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu
rectal di atas 38 C) yang disebabkan oleh suatu proses
ekstrakranium.
Seorang anak yang mengalami kejang demam, tidak
berarti dia menderita epilepsi karena epilepsi ditandai
dengan kejang berulang yang tidak dipicu oleh adanya
demam. Kejang demam biasanya terjadi pada anak-anak
yang berusia antara 6 bulan-5 tahun dan jarang terjadi
sebelum usia 6 bulan maupun sesudah 3 tahun.

Penyebab

Penyebab yang pasti dari terjadinya kejang demam tidak


diketahui. Kejang demam biasanya berhubungan
dengan demam yang tiba-tiba tinggi dan kebanyakan
terjadi pada hari pertama anak mengalami demam
Kejang berlangsung selama beberapa detik sampai
beberapa menit.
Kejang demam cenderung ditemukan dalam satu
keluarga, sehingga diduga melibatkan faktor keturunan
(faktor genetik).
Kadang kejang yang berhubungan dengan demam
disebabkan oleh penyakit lain, seperti keracunan,
meningitis atau ensefalitis.
Roseola atau infeksi oleh virus herpes manusia 6 juga
sering menyebabkan kejang demam pada anak-anak.
Disentri karena Shigella juga sering menyebakan
demam tinggi dan kejang demam pada anak-anak.

Gejala
Gejalanya berupa:

Demam (terutama demam tinggi atau kenaikan suhu tubuh yang


tejradi secara tiba-tiba)
Kejang tonik-klonik atau grand mal
Pingsan yang berlangsung selama 30 detik-5 menit (hampir selalu
terjadi pada anak-anak yang mengalami kejang demam)
Postur tonik (kontraksi dan kekakuan otot menyeluruh yang
biasanya berlangsung selama 10-20 detik)
Gerakan klonik (kontraksi dan relaksasi otot yang kuat dan berirama,
biasanya berlangsung selama 1-2 menit)
Gigi atau rahangnya terkatup rapat
Inkontinensia (mengeluarkan air kemih atau tinja diluar
kesadarannya)
Gangguan pernafasan
Apneu (henti nafas)
Kulitnya kebiruan.

Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya kejang pada
seorang anak yang mengalami demam dan sebelumnya
tidak ada riwayat epilepsi. Suhu tubuh yang diukur dengan
cara memasukkan termometer ke dalam lubang dubur,
menunjukkan angka lebih besar dari 38,9 Celsius.
Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah:
EEG (perekaman aktivitas listrik di otak)
CT scan kepala
Permeriksaan urin
Pemerksaan darah
Pungsi lumbal
Pemeriksaan neurologis.

Penanganan dan Pengobatan


Kejang Demam

segera diberikan diazepam


intravena

Dosis : rata-rata 0,3 mg/kgbb

atau
Diazepam rektal

Dosis : <10 kg : 5mg rektiol


>10 kg : 10 mg rektiol
Bila kejang tidak berhenti
tunggu 15 menit

Dapat diulang dengan


dosis/cara yang sama
Kejang berhenti
Dosis : neonatus
: 30 mg intramuskuler
1 bln 1 thn : 50 mg intramuskuler
> I tahun
: 75 mg intamuskuler

Berikan dosis awal


fenobarbital

Pengobatan rumat
Dosis : Hari I + II

4 jam kemudian

: fenobarbital 8-10 mg/kgbb


dibagi dalam 2 dosis
Hari brkutnya : fenobarbial 4-5 mg/kgbb
dibagi dalam 2 dosis

Imunisasi
Tujuan Imunisasi:
Untuk memberikan kekebalan kepada

bayi agar dapat mencegah penyakit dan


kematian bayi serta anak yang
disebabkan oleh penyakit yang sering
berjangkit.

Jenis dan Efek Samping


Imunisasi kadang dapat mengakibatkan efek
samping. Ini adalah tanda baik yang membuktikan
bahwa vaksin betuk-betul bekerja secara tepat.
Efek samping yang biasa terjadi adalah sebaagai
berikut:

BCG: Setelah 2 minggu akan terjadi pembengkakan


kecil dan merah ditempat suntikan. Setelah 2 3 minggu
kemudian pembengkakan menjadi abses kecil dan
kemudian menjadi luka dengan garis tengah 10 mm.
Luka akan sembuh sendiri dengan meninggalkan luka
parut yang kecil.

DPT: Kebanyakan bayi menderita panas pada


waktu sore hari setelah mendapatkan imunisasi
DPT, tetapi panas akan turun dan hilang dalam
waktu 2 hari. Sebagian besar merasa nyeri,
sakit, merah atau bengkak di tempat suntikan.
Keadaan ini tidak berbahaya dan tidak perlu
mendapatkan pengobatan khusus, akan
sembuh sendiri. Bila gejala tersebut tidak timbul
tidak perlu diragukan bahwa imunisasi tersebut
tidak memberikan perlindungan dan Imunisasi
tidak perlu diulang.

POLIO: Imunisasi polio akan memberikan kekebalan


terhadap serangan virus polio. Penyakit akibat virus ini
dapat menyebabkan kelumpuhan.

CAMPAK: Anak mungkin panas, kadang disertai dengan


kemerahan 4 10 hari sesudah penyuntikan.

HEPATITIS B : Imunisasi ini merupakan lengkah efektif


ubtuk mencegah masuknya VHB, yaitu virus penyebab
penyakit hepatitis B. hepatitis B dapat menyebabkan
sirosis atau pengerutan hati, bahkan lebih buruk lagi
menyebabkan kanker hati.

MMR : efek samping MMR dapat berupa demam dan

bercak kemerahan yang timbul sekitar 1-2 minggu


setelah imunisasi. Imunisasi ini memanfaatkan antigen
yang sudah dilemahkan atau dimatikan ke dalam
tubuh dan merespon dengan membuat antibodi.
Namun, karena sudah dilemahkan atau dimatikan,
antigen ini menimbulkan penyakit. Antigen ini
dinamakan vaksin. Paparan pertama antigen atau
vaksin, terhadap tubuh menghasilkan respon primer,
dimana akan dibentuk antibodi dan sel memori. Pada
paparan kedua dan selanjutnya baik itu dari antigen
secara alami ataupun dai vaksin, menghasilkan respon
sekunder, dimana tubuh sudah mengalami antigen
tersebut, sehingga produksi antibodi akan lebih cepat,
periode laten lebih pendek, kadar antibodi lebih tinggi.

Konsentrasilah terhadap
segala pekerjaanmu. Segala
sesuatu tidak akan berhasil
sampai Anda mendapatkan
sebuah fokus."

Terima Kasih