Anda di halaman 1dari 22

KEBIJAKAN

PENGANGKATAN DOKTER/DOKTER GIGI


PTT KEMENTERIAN KESEHATAN

DISAMPAIKAN PADA:
PEMBEKALAN DR/DRG PTT PERIODE SEPTEMBER 2014

LATAR BELAKANG
KESEHATAN ADALAH HAK ASASI
MANUSIA DAN INVESTASI
KEBERHASILAN PEMBANGUNAN
BANGSA

VISI
KEMENTERI
AN
KESEHATAN

MASYARAKAT SEHAT YANG


MANDIRI DAN BERKEADILAN

SALAH SATU STRATEGI


PEMBANGUNAN
KESEHATAN

SDM KESEHATAN SALAH SATU HAL


PENTING YANG HARUS
DIPERHATIKAN PEMENUHANNYA
(JUMLAH/JENIS/DISTRIBUSI)

TERPENUHINYA KEBUTUHAN
TENAGA STRATEGIS DI DAERAH
TERTINGGAL, PERBATASAN DAN
KEPULAUAN (DTPK)

PEMENUHAN KEBUTUHAN TENAGA


KESEHATAN

PERMANEN :
Pengangkatan CPNS
Pusat (Dilingkungan
Kemenkes)

SEMI PERMANEN :
Pengangkatan dr
spes/ drg
spes/dr/drg/bidan
PTT Pusat
Pengangkatan
dokter PTT Brigade
Siaga Bencana

TEMPORER :
Penugasan Khusus
D-3 Kesehatan Di
Puskesmas
Penugasan Khusus
Di RS Bergerak
Penugasan Residen
Di RS

DASAR HUKUM
PENGANGKATAN DR/DRG PTT

KEBIJAKAN PENGANGKATAN DOKTER PTT KEMENTERIAN


KESEHATAN
(SESUAI PERMENKES NO. 7 TH 2013)
NO

URAIAN

PERMENKES NO. 07 TH. 2013

Sifat

Sukarela

Mekanisme
pengangkatan dan
penempatan dokter

1.
2.
3.
4.

Lama Penugasan

1. Kriteria Biasa : 3 tahun


2. Kriteria Terpencil dan Sangat Terpencil : 2 Tahun
untuk dr/drg
3. Terpencil dan Sangat Terpencil : 1 Tahun untuk dr
spes/drg spes

Penempatan

1.
2.
3.
4.

Pengangkatan Kembali
(perpanjangan)

Dokter :
Paling banyak 1 (satu) kali masa penugasan

Penyusunan dan penetapan formasi kebutuhan


Pendaftaran dan seleksi
Pengangkatan
Penempatan

RSUD dr Spes/drg Spes


Puskesmas dr/drg PTT
RSUP/RSUD dr PTT-BSB
KKP dr PTT

Lanjutan
NO
6

URAIAN
Perpindahan/
perubahan lokasi
penugasan

PERMENKES NO. 07 TH. 2013


Antar Provinsi :
tidak dapat dilakukan
Antar Kab/Kota dalam 1 (satu) Provinsi :
Dapat dilakukan pada saat perpanjangan yang ditetapkan
oleh Menteri Kesehatan melalui Biro Kepegawaian

Pembuatan laporan
akhir

Sebagai syarat untuk mendapatkan Surat Keterangan


Selesai Penugasan sekurang-kurangnya memuat tentang
profil tempat penugasan, hasil kegiatan selama
penugasan, dan permasalahan

Tahapan
Pemberhentian

Pembinaan dan
Pengawasan

10

Pengembangan
Pendidikan

Dalam melaksanakan pemberhentian/pemutusan secara


sepihak terlebih dahulu harus melalui tahapan :
a.Teguran lisan
b.Teguran tertulis
c.Penghentian gaji dan insentif
Dilakukan bersama antara Kementerian Kesehatan,
Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota
Tidak diperkenankan mengikuti Program PPDS-BK yang
dibiayai oleh Kementerian Kesehatan

HAK TENAGA PTT


1.
2.
3.
4.

Memperoleh penghasilan berupa gaji pokok dan tunjangan lain.


Memperoleh biaya perjalanan.
Memperoleh jaminan pemeliharaan kesehatan.
Memperoleh cuti tahunan selama 12 hari kerja setelah bertugas paling
sedikit selama 1 tahun.
5. Memperoleh cuti bersalin selama 40 hari kalender setelah bertugas paling
sedikit selama 1 tahun.
6. Menjalankan praktik perorangan diluar jam kerja sepanjang dilaksanakan
diluar jam kerja dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
7. Memperoleh surat keterangan selesai masa penugasan sebagai PTT yang
diterbitkan oleh Dinkes Prov

KEWAJIBAN TENAGA PTT


1. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 45, Negara dan
Pemerintah
2. Menyimpan rahasia Negara dan rahasia jabatan.
3. Menyimpan rahasia kedokteran.
4. Melaksanakan masa penugasan yang telah ditetapkan.
5. Mentaati dan melaksanakan peraturan perundang-undangan yang
berlaku termasuk ketentuan kedinasan bagi Pegawai Negeri Sipil
6. Melaksanakan tugas profesi dokter sebagai PTT sesuai program
pemerintah di bidang kesehatan.
7. Membayar iuran pemeliharaan kesehatan sebesar 2 % dari gaji pokok.
8. Membayar pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
9. Mengikuti latihan pra tugas untuk menunjang pelaksanaan tugas pada
wilayah kerjanya
10. Membuat laporan akhir pelaksanaan masa penugasan sebagai
persyaratan untuk mendapatkan surat keterangan selesai penugasan.

SANGSI PTT
Bagi dr/drg PTT yang :
1.Berhenti/diberhentikan secara sepihak pada penugasan
pertama
2.Tidak melaksanakan tugas selama 1 bulan berturut-turut
dan/atau secara kumulatif tanpa ada keterangan yang sah
akan diberhentikan dengan tidak hormat

dikenakan sanksi berupa :


1.Tidak dapat diangkat kembali sebagai PTT
2.Mengembalikan uang sebesar 6x penghasilan yang telah
diterima.

PENGANGKATAN KEMBALI (PERPANJANGAN)


SEBAGAI DR/DRG PTT

Dokter/dokter Gigi PTT yang telah menyelesaikan masa penugasan pertama


dimungkinkan untuk memperpanjang/diangkat kembali sebagai dokter/dokter
gigi PTT.
Pengangkatan kembali (perpanjangan) dr/drg PTT paling banyak untuk 1 (satu)
kali masa penugasan.
Pengangkatan kembali sebagai dr/drg PTT (perpanjangan) TIDAK ADA
JEDA/TENGGANG WAKTU dengan penugasan sebelumnya.
Perpanjangan dengan perubahan lokasi tugas dan/atau kriteria hanya dapat
dilakukan antar Kab/Kota dalam Prov. Yang sama
Usul perpanjangan dilakukan secara online dan paling lambat diterima Biro
Kepegawaian 3 bulan sebelum berakhirnya masa penugasan.
Contoh :
Pengangkatan di kriteria Sangat Terpencil TMT 01 Mei 2014, maka selesai
penugasan TMT 30 April 2016.
Usul perpanjangan sudah harus diterima Biro Kepegawaian maksimal 3 bulan
sebelumnya, sehingga SK Perpanjangan dapat dibuat tepat waktu untuk TMT 01
Mei 2016.

MEKANISME DAN PERSYARATAN PERPANJANGAN


DR/DRG PTT
(UNTUK TEMPAT TUGAS DAN KRITERIA YG SAMA)
DINKES
KAB/KOTA

ONLINE

DINKES
PROV

ONLINE

Persyaratan yang harus dilampirkan :


Print Out usul perpanjangan secara online
Surat Keterangan/ rekomendasi dari Dinkes Kab/Kota
SK pengangkatan
SPMT Kabupaten

BIRO
KEPEGAWAIAN

MEKANISME DAN PERSYARATAN PERPANJANGAN


DR/DRG PTT
(DENGAN MERUBAH KRITERIA & TEMPAT TUGAS)
DINKES
KAB/KOTA
ASAL

ONLINE

DINKES
PROV

ONLINE

BIRO
KEPEGAWAIA
N

Persyaratan yg harus dilampirkan :


Print Out usul perpanjangan secara online
Surat Rekomendasi lolos butuh baik dari Kabupaten asal dan Kabupaten yg akan
dituju.
Rencana penempatan dan kriteria di tempat yg baru.
SK Bupati tentang Penetapan kriteria Fasyankes.

MEKANISME PEMBUATAN LAPORAN AKHIR


PENUGASAN
Laporan Akhir
Penugasan
dr/drg/bidan PTT

Mengetahui

Kepala Puskesmas
Kadinkes Kab/Kota

Kadinkes Prov

Menkes, Gubernur dan


Bupati/Walikota

Surket Selesai
Penugasan/SMB

Keterangan :
Laporan akhir pelaksanaan masa penugasan sekurang-kurangnya memuat tentang :
a.Profil tempat penugasan
b.Hasil kegiatan selama penugasan
c.Permasalahan.

Pengembangan Karir
Dokter Pasca PTT ?

Berkarir sebagai
CPNS/TNI/POLRI

Praktek Mandiri

Bekerja di sektor swasta

Melanjutkan pendidikan

Dapat melamar kembali sebagai PTT pada Kabupaten setempat


(atau Kabupaten lain) berdasarkan alokasi Formasi yang telah
ditetapkan oleh Biro Kepegawaian dan mengikuti mekanisme
yang berlaku.

PERSYARATAN KLAIM BIAYA PENARIKAN


(bg dr/drg PTT yang mendapat biaya perjalanan)
1. Fotocopy SK Pengangkatan (3 lembar)
2. Fotocopy SK Penugasan dari Dinas Kesehatan Provinsi (3 lembar)
3. Fotocopy Surat Keterangan Selesai Penugasan dari Dinkes Provinsi (2 lembar)
4. SPPD (Asli) yang sudah ditandatangani dan Stempel basah Dinas Kesehatan Provinsi
Penugasan dan Dinas Kesehatan Provinsi Lulusan.
5. Kwitansi pembayaran yang sudah ditandatangani (disediakan oleh Dinas Kesehatan
Provinsi)
6. Tiket asli (dihitung jarak terpendek maksimal dari provinsi penugasan ke provinsi
lulusan) dan boarding pass
7. Bagi Dokter/Dokter Gigi PTT yang membawa anggota keluarga (Suami/Istri dan
maksimal 2 anak melampirkan :
a. Fotocopy surat nikah
b. Fotocopy akta kelahiran anak
8. Nomor Rekening tabungan, Nomor HP dan alamat lengkap.
9. Klaim biaya penarikan maksimal dilakukan 1 (satu) tahun setelah selesai penugasan
sebagai PTT.
Berkas tersebut diatas dikirimkan kepada Kepala Biro Kepegawaian Kementerian
Kesehatan Up. Kasubbag Pengangkatan PTT Jl. H.R. Rasuna Said Blok X5 Kav. 4-9
Jakarta 12950

REKAP DISTRIBUSI DOKTER/DOKTER GIGI PTT


PERIODE MEI 2014

PENGANGKATAN PTT DALAM ERA


APARATUR SIPIL NEGARA

PENGANGKATAN PTT
UU NO. 5 TH 2014

Pasal 136
Mencabut

UU NO. 8 TH 1974

Pasal 139
Ketentuan Pelaksanaan dari
UU No. 8 Th 1974 Masih
berlaku sepanjang tidak
bertentangan dan belum
diganti berdasarkan UU
tersebut

Ketentuan
Pelaksanaa
n

KEPPRES NO 37 TH 1991
KEPPRES NO. 23 TH 1994

PPPK

> 2014

2014

MASIH BERLAKU

KEBIJAKAN PENETAPAN
KEBUTUHAN PPPK

PEGAWAI DAN JABATAN ASN


JENIS

PNS
Pasal 1 butir 3
& Pasal 7

PPPK
Pasal 1 butir
4 & Pasal 7

STATUS

JABATAN ASN

1. Berstatus pegawai tetap

JABATAN PIMPINAN TINGGI


(JPT)

2. Memiliki NIP secara


nasional
3. Sebagai pembuat
kebijakan
4. Dapat menduduki
jabatan pimpinan tinggi
pemerintahan
1. Diangkat dengan
Perjanjian Kerja
2. Dapat diberikan No Induk
Pegawai Perjanjian Kerja
3. Melaksanakan Tugas
Pemerintahan
4. Menduduki Jabatan
Fungsional

a. Jab. Pimpinan Tinggi Utama (Setara


Eselon I)
b. Jab. Pimpinan Tinggi Madya (Setara
Eselon I)
c. Jab. Pimpinan Tinggi Pratama
(Setara Eselon II)

JABATAN ADMINISTRASI (JA)

a. Jabatan Administrator (Setara


Eselon III)
b. Jabatan Pengawas (Setara Eselon IV)
c. Jabatan Pelaksana (Setara Eselon V
atau JF Umum)
JABATAN FUNGSIONAL (JF)
a.Keahlian (Utama, Madya, Muda dan
Pertama)
b.Keterampilan (Penyelia, Mahir,
Terampil dan Pemula)

DAFTAR TELEPON YG DAPAT DIHUBUNGI


A. BERKAITAN DENGAN PENGANGKATAN DR/DRG PTT
1. Kepala Sub Bagian Pengangkatan PTT
drg. Inda Torisia Hatang, MKM
2. Kepala Bagian Pengadaan Pegawai
Yayat Rohayati, SH, MM

0815 1080 0303

0815 1080 0301

B. BERKAITAN DENGAN PEMBAYARAN GAJI DR/DRG PTT


1. Hotline Biro Umum

(021) 52960477 - 52921532

2. Kepala Sub Bagian Gaji Biro Umum


Junus Budi Santoso, SKM

0813 1434 3888

3. Kepala Bagian Keuangan & Gaji


Tanti Siswanti, SKM, M.Kes