Anda di halaman 1dari 49

KEBIJAKAN PROGRAM

PERBAIKAN GIZI TAHUN


2014 DAN RENCANA
2015
Direktorat Bina Gizi
Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA
Kementerian Kesehatan RI
Disampaikan pada:
Pembekalan Dokter /Dokter Gigi PTT
Tahun 2014
Jakarta, April 2014

FOKUS
SASARAN
IBU HAMIL :
5,4 Juta
BAYI : 4,7
Juta
BALITA :
23,7 Juta

ANAK USIA
SEKOLAH
: 60 Juta
REMAJA:
43 jUTA
2

Perkembangan Status Gizi


Masyarakat
Masalah yang telah
dapat dikendalikan

Masalah yang belum


selesai (un-finished)

Masalah baru yang


mengancam kesehatan
masyarakat (emerging)

Kekurangan Vit A, Gangguan


Akibat Kurang Iodium, Anemia Gizi
pada anak 2-5 th

Stunting dan
Gizi Kurang

Gizi lebih
3

Masalah Kurang Vitamin A


% Xerophthalmia (X1B)
1978-1992

Batas
masalah
kesehata
n 0.5 %

Sumber data: - 1978 Survai Nasional Vita A

% retinol < 20 g/DL


1992-2011

Batas
masalah
kesehata
n 15 %

- 2007 Survai Nasional gizi Mikro


4

Prevalensi Anemia Gizi pada


anak 1995-2011

Gangguan Akibat Kurang


Iodium
(GAKI)

EIU : Ekskresi Iodium dalam


Sumber
2002 Survai GAKI
Urin data:
2007 - Riskesdas
2011 - SEANUTS

Status Gizi Balita 2005 2013

Kecenderungan Nasional: 2007-2013


Prevalensi Gizi Kurang & Pendek*) pada
Balita

*) Gizi Buruk (BB/U<-3SD), Gizi Kurang (BB/U <-3SD-2SD)


Sangat pendek (TB/U<-3SD), Pendek (TB/U <-3SD-2SD)

Kecenderungan Provinsi: 20072013


Prevalensi Balita Gizi Kurang

Tahun 2013 hanya 2 propinsi yang telah mencapai target MDG


15 %

17,9

Kecenderungan Provinsi: 20072013


Prevalensi Balita Pendek

Kecenderungan Nasional: 2007-2013


Prevalensi Kurus & Gemuk*) pada
Balita

*) Sangat Kurus (BB/TB<-3SD), Kurus (BB/TB <-3SD-2SD)


Gemuk (BB/TB>2SD)

Kecenderungan Provinsi: 2007-2013


Proporsi Balita Kurus

* Menurut indeks : BB/TB ( Sangat Kurus+ Kurus)

Prevalensi Wanita Usia Subur Risiko


Kurang
Energi Kronis (KEK)*) : 2007 & 2013

*) Risiko KEK jika Lingkar lengan atas (LILA)<23,5 cm

Prevalensi Penduduk Dewasa >18


Tahun berdasarkan Komposit TB dan
IMT,
2007-2013

LAPORAN PROVINSI
PEMBINAAN GIZI
TAHUN 2013

Jumlah Kasus Balita Gizi Buruk Yang


Dilaporkan dan Ditangani tahun 20052013

Sumber Data: Laporan Dinas


Kesehatan Provinsi

Jumlah Kasus Balita Gizi Buruk Yang Dilaporkan dan


Ditangani Menurut Provinsi tahun 2013

(N=40.755)

Sumber Data: Laporan Dinas


Kesehatan Provinsi

Persentase D/S di Indonesia Tahun


2005-2013

Sumber Data: Laporan Dinas


Kesehatan Provinsi

Persentase D/S Menurut Provinsi Tahun


2013
Target 2013:
80%

Sumber Data: Laporan Dinas


Kesehatan Provinsi

Cakupan Pemberian 90 Tablet Fe pada


Ibu Hamil
Menurut Provinsi Tahun 2013
Target 2013:
93%

Sumber Data: Laporan Dinas


Kesehatan Provinsi

Persentase Cakupan Pemberian Kapsul


Vitamin A Balita 6-59 Bulan tahun 20052013

Sumber Data: Laporan Dinas


Kesehatan Provinsi

Cakupan Pemberian Kapsul Vitamin A


Balita 6-59 Bulan Berdasarkan Provinsi
Tahun 2013
Target 2013:
83%

Sumber Data: Laporan Dinas


Kesehatan Provinsi

Cakupan Rumah Tangga Mengonsumsi


Garam Beriodium Menurut Provinsi
Tahun 2013
Target 2013:
85%

Sumber Data: Laporan Dinas


Kesehatan Provinsi

Cakupan Pemberian ASI Eksklusif 0-6


bulan
Menurut Provinsi tahun 2013
Target 2013:
75%

Sumber Data: Laporan Dinas


Kesehatan Provinsi

KEGIATAN PEMBINAAN
GIZI
TAHUN 2014

Kerangka Konsep Jangka Menengah dan Panjang


Perbaikan Gizi di Indonesia

26

Kerangka Pikir Penyusunan


Kebijakan Gizi

Penanganan masalah gizi merupakan upaya lintas sektor untuk


mengatasi penyebab langsung, tidak langsung, dan akar masalah
melalui upaya intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif
27

Legislasi dasar Kebijakan Nasional


Perbaikan Gizi

28

Legislasi Dasar Kebijakan Nasional Perbaikan


Gizi ... (2)

29

Arah kebijakan gizi


Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 secara tegas
memuat bahwa tujuan pembinaan gizi adanya
tercapainya mutu gizi perorangan dan masyarakat;
melalui;
perbaikan pola konsumsi makanan yang sesuai
dengan gizi seimbang;
perbaikan perilaku sadar gizi, aktivitas fisik, dan
PHBS;
peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi yang
sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi.
30

Kebijakan pembangunan
gizi (1)
1. Pelaksanaan Peraturan Presiden No. 42 Tahun 2013 tentang
Percepatan Perbaikan Gizi
2. Tujuan perbaikan gizi harus menjadi agenda pembangunan
nasional dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa.
3. Program Perbaikan Gizi secara eksplisit perlu memasukkan
tujuan dan program pencegahan obesitas atau kelebihan
gizi.

31

Kebijakan pembangunan
gizi (2)

4. Perlunya upaya perlindungan khusus untuk keluarga miskin


agar kebutuhan gizinya terpenuhi
5. Perlu penguatan integrasi intervensi gizi ke dalam
intervensi program lain seperti penanggulangan
kemiskinan, pendidikan nasional, Keluarga
Berencana, dll
6. Penguatan riset dan pengembangan termasuk
monitoring dan evaluasi

32

RENCANA KEGIATAN PEMBINAAN GIZI

SASARAN PEMBINAAN GIZI DALAM


RPJMN
DAN RENSTRA KEMENKES 2010-2014
SASARAN RPJMN 20102014

Prevalensi
Gizi Kurang 15%
dan
Prevalensi
Pendek
32%

SASARAN RENSTRA KEMENKES 20102014


TARGE
TARGE
TARGE
TARGE TARGE
T
T
T
T
T
Indikator

1. Persentase balita
ditimbang berat
badannya (D/S)
2. Persentase balita gizi
buruk yang mendapat
perawatan
3. Persentase bayi usia 0-6
bulan mendapat ASI
Eksklusif
4. Persentase 6-59 bulan
dpt kapsul vitamin A
5. Persentase ibu hamil
mendapat Fe
6. Persentase RT yg
mengonsumsi garam
beryodium
7. Persentase Penyediaan
bufferstock MP-ASI untuk
daerah bencana

2010

2011

2012

2013

2014

65%

70%

75%

80%

85%

100
%

100
%

100
%

100
%

100
%

65%

67%

70%

75%

80%

75%

78%

80%

83%

85%

84
%

86
%

75%
100
%

77%
100
%

93%

95%

90%
85%

90%

100
%

100
%

80%
100
%

PEMBAGIAN WILAYAH
PEMBANGUNAN KESEHATAN
WILAYAH A :

WILAYAH A :
Provinsi (dg seluruh kabupaten
kotanya) yg berpenduduk
tinggi di atas 7,5 juta
WILAYAH B :
Kabupaten yg masuk kriteria
DTPK
(183C:
kab) & atau
WILAYAH
mempunyai
Klasterdiluar
4 (400 PPI
Semua kabupaten
di
153 kab)
diluar
wilayah
A dan
B wilayah A

Fokus Lokasi
Gizi Kurang 19 Provinsi (> 19,7%)
Stunting
20 Provinsi (> 37,2%)
Anemia Bumil 23 Provinsi
(TTD rendah)

36

PROVINSI PRIORITAS PEMBANGUNAN KESEHATAN

KABUPATEN/KOTA
PRIORITAS PEMBANGUNAN KESEHATAN

Konsep Perbaikan Gizi

Gizi Buruk

Tidak Naik
BB/Kurus
Pemantauan Pertumbuhan
Konseling ASI/MP-ASI/gizi lebih
Pemberian kapsul vit A
Pemberian tablet Fe Bumil
Promosi garam beryodium
Skrining aktif

Balita Gizi
Kurang diberi
PMT
Pemulihan

BALITA Gizi
Buruk Dirawat

Rawat Inap/TFC
Rawat Jalan

Pabrikan
LOKAL
Pusat
BOK

Taburia
PMT Bumil KEK

PROMOTIF

PREVENTIF

Kegiatan Pokok Pembinaan Gizi


1) Pendidikan gizi dan Pemberdayaan
Masyarakat
2) Peningkatan Kapasitas SDM Gizi
3) Suplementasi Gizi dan Alat
Penunjang
4) Penanganan kasus gizi buruk dan
gizi kurang
5) Penyusunan NSPK
6) Dukungan Manajemen

42

KONSEP PENDEKATAN
PEDOMAN
GIZI
SEIMBANG
(PGS)
PGRS
PMB
A

INDIVIDU
KELUARGA
MASYARAKAT
UKBM
SEKOLAH
TEMPAT KERJA

IBU HAMIL
BAYI
BALITA

PEMANTAU
AN STATUS
GIZI
(PSG)

ANAK
SEKOLAH

REMAJA
LANSIA

PETUGAS GIZI
PUSKESMAS
PENGUATAN
TENAGA GIZI DINAS
43
KESEHATAN

Anggaran Kegiatan Pembinaan Gizi


Berdasarkan Sasaran/ Indikator 2014
dalam jutaan rupiah

N
o

Sasaran/Indikator

1 Meningkatnya
persentase balita gizi
buruk yang mendapat
perawatan
2 Meningkatnya
persentase balita
ditimbang berat
badannya (D/S)
Jumlah

Pusat

Daerah

Total

69.703

52.022

121.725

96.256

70.019

166.275

165.959

122.041

288.000

L.44

RENCANA PEMBINAAN
GIZI 2015

KERANGKA LOGIS: PERBAIKAN STATUS GIZI MASYARAKAT


Perbaikan status gizi masyarakat

Kelompok usia
bayi dan anak
balita, pra
sekolah
Penyiapan NSPK terkait
pencegahan dan penanggulangan
kurang gizi (pemantauan
pertumbuhan, pemberian Taburia,
ASI Eksklusif, PMBA, deteksi dini
kretin, Tatalaksana Kretin dan PMT
Pemulihan,); termasuk dalam
kondisi khusus
Peningkatan kapasitas petugas
kesehatan (konselor) dan kader
dalam pemantauan pertumbuhan,
Pemberian Mikronutrien,
Pemberian Makanan Bayi dan
Anak (PMBA), tatalaksana anak
gizi buruk, deteksi dini kretin, dan
tatalaksana kretin ; termasuk
dalam
kondisi
khususfasyankes (al.
Penguatan
kapasitas
logistik MP-ASI, mikronutrien
(kapsul vit A, taburia), KIE dan PMT
Pemulihan
Sosialisasi, Advokasi, fasiitasi, dan
bimtek
Pemberdayaan masy.arakat melalui
pemberdayaan keluarga dlm
pemberian ASI Eksklusif, PMBA dan
PMT Pemulihan

Pelaksanaan sistem informasi


melalui surveilans gizi

Usia sekolah
dan remaja
Penyiapan NSPK pendidikan gizi
seimbang, pencegahan Anemia,
GAKI, PMT anak sekolah, dan
pencegahan obesitas; Pelayanan
gizi pada anak dan remaja dalam
kondisi khusus

Peningkatan kapasitas
petugas kesehatan dan kader
dlm pencegahan gizi kurang,
obesitas, Anemia, GAKI dan
PMT anak sekolah; termasuk
dalam kondisi khusus

Penguatan kapasitas
fasyankes(al. logistik
pendidikan gizi berupa KIE
utk gizi kurang, pencegahan
obesitas, Anemia dan PMT
anak sekolah) ; termasuk
dalam kondisi khusus
Sosialisasi, Advokasi, fasiitasi,
dan bimtek
Pemberdayaan masy ttg
pencegahan gizi kurang,
Anemia, GAKI, obesitas dan
PMT anak sekolah; ; termasuk
dalam kondisi khusus

Pelaksanaan sistem
informasi melalui surveilans
gizi

Wanita usia
subur (hamil dan
menyusui)
Penyiapan NSPK pendidikan gizi
seimbang, Pencegahan anemia
dan KEK pd ibu hamil dan ibu
menyusui;
Peningkatan kapasitas petugas
kesehatan (konselor) dan kader
dalam pendidikan gizi,
pencegahan anemia, dan KEK
ibu hamil dan menyusuikonseling
PTM : termasuk dalam kondisi
khusus
Penguatan kapasitas fasyankes
(al. logistik suplementasi
mikronutrien dan PMT bumil KEK,
dukungan logistik KIE pendidikan
gizi, pencegahan anemia;
termasuk dalam kondisi khusus
Sosialisasi, Advokasi, fasiitasi,
dan bimtek
Pemberdayaan masyarakat
melalui pemberdayaan keluarga
dalam pendidikan gizi,
pencegahan anemia dan KEK
pada ibu hamil dan menyusui,
obesitas ; termasuk dalam
kondisi khusus

Pelaksanaan sistem informasi


melalui surveilans gizi

Lansia

Penyiapan NSPK pendidikan gizi,


seimbang, konseling PTM, dan
pelayanan gizi lansia ; Pelayanan
gizi dalam kondisi khusus
Peningkatan kapasitas petugas
kesehatan (konselor) dan kader
dalam pendidikan gizi , konseling
PTM dan pelayanan gizi lansia :
termasuk dalam kondisi khusus
Penguatan kapasitas fasyankes
(al. dukungan logistik KIE
pendidikan gizi, seimbang,
konseling PTM dan pelayanan
gizi lansia) termasuk dalam
kondisi khusus
Sosialisasi, Advokasi, fasiitasi,
dan bimtek
Pemberdayaan masy.arakat
melalui pemberdayaan keluarga
dalam pendidikan gizi
seimbang; termasuk dalam
kondisi khusus

Pelaksanaan sistem
informasi melalui surveilans
gizi

IKU dan IKK


IKU : Jumlah Balita Gizi Kurang yang ditangani
IKK :
1.Jumlah Balita Gizi Kurang yang ditangani
2.Persentase petugas puskesmas dan kader yang
melakukan pematauan pertumbuhan
3.Jumlah Ibu Hamil KEK yang mendapat PMT
4.Jumlah Siswa SD/MI yang mendapat PMT

REKAPITULASI PER KEGIATAN 2015

NO

PROGRA
M/KEGIA
TAN
PRIORIT
AS

Pembinaa
n Gizi
Masyarak
at

ALOKA
SI (juta
Rupiah)

TARGET
SASARAN

Peningkatan
status Gizi
Masyarakat
dan
pencegahan
masalah gizi
dengan
fokus pada
ibu hamil,
balita, anak
sekolah,
remaja

INDIKATO
R

Jumlah
Balita Gizi
Kurang
yang
ditangani
Persentase
petugas
gizi
puskesmas
dan kader
mampu
melaksana
kan
pemantaua
n
pertumbuh
an
Jumlah
Bumil KEK

2015

2016

2017

2018

2015

300.00
0

350.00
0

400.00
0

450.000

242.500

55

60

65

70

79.500

TERIMA KASIH

49