Anda di halaman 1dari 38

CLINICAL GOVERNANCE DI RUMAH SAKIT

KELOMPOK 2
AISY MUTIARA RACHMAWATI
ARINI IDZA SAFARINA

1306375701
1306375600

RADHIYAH DIYANA PUSPITASARI 1306407464


RIA DUTA RAHMAWATI

1306375790

SINTA AYU ANGGRAINI

1306375821

YOZELLA ANASTAULIA

1306375872

Good Corporate Governance

SEJARAH GCG DI DUNIA


Sejarah corporate governance telah dimulai ketika
Blackstone menggambarkan corporation sebagai little
republic. Dengan penganalogian seperti itu memberi
konsekuensi bahwa suatu corporation harus dikelola
sebagaimana suatu republik dan seringkali perusahaan
disebut sebagai miniatur Negara.
Konsep Corporate Governance yang komperenhensif mulai
berkembang sejak kejadian The New York Stock Exchange
Crash pada tanggal 19 Oktober 1987 dimana cukup banyak
perusahaan multinasional yang tercatat di Bursa Efek
NewYork, mengalami kerugian financial yang cukup besar.
Sejak terbitnya Cadbury Code on Corporate Governance
pada tahun 1992, semakin banyak intitusi yang melakukan
penyempurnaan dalam prinsip-prinsip dan petunjuk teknis
praktik Good Corporate Governance. Pola Good Corporate
Governance kemudian diikuti oleh Negara-negara di Eropa
hingga seluruh dunia.

SEJARAH GCG DI INDONESIA


Sejarah corporate governnace
Indonesia berhubungan erat
dengan krisis finansial Asia
Selatan 1997. Krisis mulai dari
Thailand, terus menyerbu
Philipina, Indonesia, Malaysia
dan Korea Selatan.

keuangan Indonesia tahun


1997 sangat mengenaskan
nilai rupiah pada pertengahan
Agustus 1997 terjun bebas
sampai 27% terhadap dollar
Amerika.

The International Monetary


Funds (IMF) datang membawa
bantuan. Lembaga ini
menawarkan bantuan
bersyarat. Mereka berkenan
memberikan pinjaman asalkan
pemerintah Indonesia bersedia
memenuhi beberapa
persyaratan. Satu diantaranya,
komitmen untuk memperbaiki
sistim corporate governance.

Dari perspektif sejarah,


kelahiran corporate
governance di Indonesia
tidaklah berdasarkan inisiatif
lokal. Konsep itu lahir di
Indonesia karena perintah
orang luar (IMF); Indonesia
mengadopsi corporate
governance ala IMF sebab tidak
ada opsi lain untuk dapat
keluar dari krisis keuangan kala
itu.

PENCIPTAAN SITUASI KONDUSIF UNTUK


MELAKSANAKAN GOOD CORPORATE
GOVERNANCE

Pedoman Pokok
Pelaksanaan
1. Peranan Negara

2. Peranan Dunia
Usaha

Menciptakan sistem
politik yang sehat
Menerapkan etika bisnis
Melaksanakan peraturan secara konsisten
perundang-undangan
sehingga dapat
dan penegakan hukum
terwujud iklim usaha
secara konsisten
yang sehat, efisien dan
Mencegah terjadinya
transparan
korupsi, kolusi dan
Bersikap dan
nepotisme (KKN)
berperilaku yang
memperlihatkan
kepatuhan dunia usaha
dalam melaksanakan
peraturan perundangundangan
Mencegah terjadinya

3. Peranan
Masyarakat
Melakukan kontrol sosial
Mematuhi peraturan
perundang-undangan
dengan penuh
kesadaran dan
tanggung jawab

ASAS GOOD CORPORATE


GOVERNANCE

Transparan
si

keterbukaan informasi yang dilakukan


perusahaan. Informasi tersebut relevan,
mudah diakses, dan dipahami oleh
pemangku kepentingan.

Akuntabilit
as

perusahaan harus dapat


mempertanggung jawabkan kinerjanya.
Oleh karena itu perusahaan harus
dikelola secara benar dengan cara
perusahaan harus menetapkan tugas
masing-masing organ perusahaan dan
semua karyawan secara jelas.

Responsibil
itas

suatu perusahaan harus mematuhi


aturan perundang-undangan dan
melaksanakan tanggung jawab terhadap
masyarakat dan lingkungan agar dapat
terpelihara kesinambungan usaha dalam
jangka panjang.

ASAS GOOD CORPORATE


GOVERNANCE (1)

Independ
ensi

suatu perusahaan harus dikelola secara


mandiri dengan cara organ perusahaan
tidak dapat terpengaruh oleh suatu
kepentingan tertentu/pihak tertentu
sehingga dalam pengambilan keputusan
dapat dilakukan secara objektif.

Kewajara
n dan
kesetaraa
n

perusahaan memberikan perlakuan yang


sama dan wajar dalam memenuhi hakhak pemangku kepentingan yang sudah
disepakati.

ETIKA BISNIS DAN PEDOMAN


PERILAKU

Prinsip Dasar
KEBERHASILAN
Pelaksananan GCG
Pedoman Perilaku
Menerapkan Nilai-nilai & Etika
Bisnis
Budaya Perusahaan

Prinsip-prinsip Dasar
Harus memiliki nilai-nilai perusahaan yang
menggambarkan sikap moral perusahaan
dalam pelaksanaan usahanya.
Harus memiliki rumusan etika bisnis yang
disepakati oleh organ perusahaan dan semua
karyawan.
Contoh: Etika organisasi RS Kode etik RS
Harus menuangkan dan menjabarkan lebih
lanjut tentang nilai-nilai dan rumusan etika
bisnis perusahaan dalam pedoman perilaku
agar dapat dipahami dan diterapkan.

Pedoman Pokok
Pelaksanaan
1. Nilai-nilai Perusahaan
Nilai-nilai perusahaan merupakan landasan moral
dalam mencapai visi dan misi perusahaan.
Bersifat universal, maksudnya terpercaya, adil,dan
jujur.
Dalam merumuskan nilai-nilai tersebut perlu
disesuaikan dengan sektor usaha serta karakter dan
geografis
2.letak
Etika
bisnisdari masing-masing perusahaan.
Etika bisnis adalah acuan bagi perusahaan dalam
melaksanakan kegiatan usaha yang juga mencakup
berinteraksi dengan pemangku kepentingan.
Perusahaan harus memiliki rumusan etika bisnis yang
disepakati bersama dan dijabarkan lebih lanjut dalam

Pedoman Pokok
Pelaksanaan
3. Pedoman prilaku
Pedoman prilaku merupakan penjabaran dari
nilai-nilai perusahaan dan etika bisnis yang
digunakan sebagai panduan bagi organ
perusahaan dan semua karyawan perusahaan.
Pedoman perilaku meliputi panduan sebagai
berikut:
a. Benturan Kepentingan,
b. Pemberian dan Penerimaan Hadiah dan
Donasi
c. Kepatuhan terhadap Peraturan
d. Kerahasiaan Informasi

Pedoman Perilaku
Benturan
Kepentingan

keadaan terjadinya konflik antara kepentingan ekonomis


perusahaan dan kepentingan ekonomis pribadi pemegang
saham, angggota Dewan Komisaris dan Direksi, serta
karyawan perusahaan

Pemberian
dan
Penerimaan
Hadiah dan
Donasi

Donasi untuk amal itu diperbolehkan


Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan
perusahaan dilarang memberikan atau menawarkan dan
menerima sesuatu kepada atau dari pejabat negara dan atau
individu yang mewakili mitra bisnis dengan tujuan untuk
mempengaruhi pengambilan keputusan;

Kepatuhan
terhadap
Peraturan

Organ dan karyawan perusahaan harus melaksanakan


peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan
yang dipastikan oleh Dewan Komisaris;
Perusahaan harus melakukan pencatatan atas harta, utang,
dan modal secara benar dan sesuai dengan prinsip akuntansi
yang berlaku umum.

Pedoman Perilaku (1)

Kerahasiaa
n Informasi

Anggota Dewan Komisaris dan Direksi,


pemegang saham, serta karyawan harus
menjaga kerahasiaan informasi perusahaan
sesuai dengan peraturan perundangundangan, peraturan perusahaan dan
kelaziman dalam dunia usaha dan dilarang
menyalahgunakan informasi yang berkaitan
dengan perusahaan.

Pelaporan
atas
pelanggara
n dan
perlindung
an bagi
pelapor

Dewan Komisaris berkewajiban untuk


menerima dan memastikan bahwa
pengaduan tentang pelanggaran terhadap
etika bisnis, pedoman perilaku, peraturan
perusahaan dan peraturan perundangundangan, diproses secara wajar dan tepat
waktu;
Membuat peraturan yang melaporkan
pelanggaran

Pedoman Prilaku
ALLERGAN

Pedoman Prilaku
ALLERGAN

Organ Perusahaan

Rapat
Umum
Pemegang
Saham

Dewan
Komisaris

Direksi

Organ Perusahaan: RUPS


organ perusahaan merupakan wadah bagi para
pemegang saham untuk mengambil keputusan
penting terkait perusahaan

Pengambilan keputusan harus d: transparan,


memperhatikan pendapat Komite Nominasi
Remunerasi saat pengangkatan Dewan Komisaris
dan Direksi, pendapat para Dewan Direksi saat
menyusun audit eksternal, kondisi kesehatan
keuangan perusahaan, serta kualitas laporan
Dewan Komisaris dan Direksi

Organ Perusahaan: RUPS


Penyelenggaraan RUPS:
tanggung jawab Direksi.

Jenis RUPS:
Rapat Tahunan (membahas laporan
tahunan , rencana kerja, dan anggaran
perusahaan)
Rapat Lainnya (diadakan setiap waktu
berdasar kebutuhan perusahaan). Misal:
saat perusahaan akan menerima kredit dari
bank, maka harus melalui persetujuam
pemegang saham

Organ Perusahaan: Dewan Komisaris

Pengertia
n

organ perseroan yang bertugas


memegang fungsi pengawasan
secara umum dan/atau khusus sesuai
dengan anggaran dasar serta
memberi nasihat kepada Direksi

Fungsi
Pengawas
an

kewenangan pemberian sanksi kepada


anggota direksi
mengisi kekosongan dalam Direksi
akses memperoleh informasi
perusahaan secara lengkap,
pembuatan pedoman kerja
menyampaikan lpj pengawasan atas
pengelolaan perusahaan,
membentuk komite penujang

Organ Perusahaan: Dewan Komisaris

Kualifika
si
2
macam
dewan
komisari
s

orang perseorangan yang cakap mengenai


hukum, berintegritas, memahami dan
melakukan pedoman GCG
Masa jabatan dewan komisaris biasanya
ditetapkan 5 tahun dan
diangkat/diberhentikan oleh RUPS
Apabila terdapat lebih dari 1 Dewan
Komisaris, maka wajib dipilih seorang
Komisaris Utama

Komisaris Independen (yang tidak


mempunyai hubungan
bisnis/kekeluargaan dengan pemegang
saham, anggota direksi, dewan
komisaris lain dan perusahaan)
Komisaris Independen (yang tidak
mempunyai hubungan
bisnis/kekeluargaan dengan pemegang
saham, anggota direksi, dewan
komisaris lain dan perusahaan)

Organ Perusahaan: Dewan Komisaris


Komite
Penunja
ng

Komite Audit, bertugas membantu dewan komisaris untuk


memastikan laporan keuangan disajikan dengan prinsip
akuntansi yang benar, strukutur pengendalian internal
perusahaan dilaksanakan dengan baik, pelaksanaan audit
internal dan eksternal dilaksanakan, ada tindak lanjut hasil
audit
Komite Nominasi dan Remunerasi, membantu dewan
komisaris dalam menetapkan kriteria pemilihan,
mempersiapkan calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi
serta sistem remunerasinya,
Komite Kebijakan Risiko, membantu dewan komisaris dalam
mengkaji sistem manajemen risiko yang disusun Direksi

Komite Kebijakan GCG, membantu dewan komisaris dalam


mengkaji kebijakan GCG serta menilai konsistensi
penerapannya dalam perusahaan.

Organ Perusahaan: Direksi


Direksi
Bertanggung jawab mengelola operasional
perusahaan

Kualifikasi Direksi
anggota direksi adalah orang yang memiliki keahlian
dan integritas, kepemimpinan baik, pengalaman,
bertanggungjawab
Anggota direksi dapat dipilih dan diberhentikan oleh
RUPS.

Organ Perusahaan: Direksi


5 fungsi pengelolaan direksi
Kepengurusan menyusun visi, misi, nilai-nilai,
serta program jangka panjang dan pendek
perusahaan; mengendalikan sumber daya
perusahaan secara efktif dan efisien. membuat
tata tertib dan pedoman kerja direksi.
(KEWENANGAN KEPUTUSAN TETAP PADA RUPS)
Manajemen
Risiko

menyusun
dan
melaksanakan
sistem
manajemen
risiko
perusahaan . Contoh: investigasi kecelakaan di
perusahaan, inspeksi mendadak pada gudang
farmasi.

Organ Perusahaan: Direksi


5 fungsi pengelolaan direksi
Pengendalian
internal

menyusun
dan
melaksanakan sistem pengendalian internal seperti
melakukan
evaluasi
pelaksanaan
program
perusahaan,
evaluasi
peraturan
perusahaan,
pelaksanaan GCG. Contoh: kuesioner evaluasi
kepatuhan pelaksanaan SOP
Komunikasi memastikan kelancaran komunikasi
antara perusahaan dengan pemangku kepentingan
dengan memberdayakan fungsi sekretaris.
Tanggung Jawab Sosial memastikan dipenuhinya
tanggung jawab sosial perusahaan. Contoh: program
Operasi Bibir Sumbing Gratis dari CSR Rumah Sakit
Ponndok Indah, Program Green Planet dari CSR
Pertamina

Pemegang Saham
Pemega
ng
saham

Pemilik
modal

Pemegang
saham
mempunyai hak
dan tanggung
jawab

Perusahaan
harus memenuhi
hak dan
tanggung jawab
pemegang
saham

Hak Pemegang Saham


Hak untuk menghadiri, menyampaikan
pendapat, dan memberikan suara dalam
Rapat Umum Pemegang Saham
Hak mendapatkan informasi mengenai
perusahaan
Hak dalam menerima bagian dari
keuntungan perusahaan
Hak memperoleh penjelasan dan informasi
yang jelas dan akurat mengenai prosedur
yang harus dipenuhi

Tanggung Jawab Pemegang Saham


Pemegang saham pengendali
harus memperhatikan
kepentingan pemegang saham
minoritas dan pemangku
kepentingan lain
Pemegang saham minoritas
bertanggung jawab
menggunakan haknya dengan
baik
Pemegang saham harus dapat
memisahkan harta perusahaan
dengan harta pribadi;
memisahkan fungsinya sebagai
pemegang saham dan jabatan

Tanggung Jawab Perusahaan Terhadap Hak &


Kewajiban Pemegang Saham

melindungi hak pemegang saham


menyelenggarakan daftar pemegang saham
secara tertib
menyediakan informasi mengenai perusahaan
secara tepat waktu dan benar
memperlakukan para pemegang saham dengan
adil dan setara
memberikan penjelasan dan informasi yang jelas
dan akurat mengenai penyelenggaraan RUPS

Pemangku Kepentingan
Pemangku kepentingan
pemegang saham
memiliki kepentingan
terhadap perusahaan dan
dapat terpengaruh secara
langsung oleh keputusan
strategis dan operasional
perusahaan

Karyawan
Dalam penerimaan karyawan, harus memperhatikan
kemampuan bekerja dan kriteria yang cocok dengan sifat
pekerjaan
Penetapan besarnya gaji, keikutsertaan pelatihan, penetapan
jenjang karir, dan penentuan persyaratan kerja harus
dilakukan secara objektif
Harus memiliki peraturan tertulis mengenai rekrutmen
karyawan, serta hak dan kewajiban karyawan
Menjamin terciptanya lingkungan kerja yang kondusif, serta
kesehatan dan keselamatan kerja karyawan
Perusahaan memastikan karyawan tidak menggunakan nama,
fasilitas, atau hubunganbaik perusahaan dengan pihak
eksternal untuk kepentingan pribadi
Karyawan berhak untuk menyampaikan pendapat mengenai
lingkungan kerja dan kesejahteraan karyawan
Karyawan berhak melaporkan pelanggaran atas etika bisnis
dan pedoman perilaku

Mitra Bisnis
Mitra bisnis = pemasok, distributor, dan pihak
lain yang melakukan transaksi usaha dengan
perusahaan
Perusahaan harus memiliki peraturan mengenai
hak dan kewajiban mitra bisnis
Mitra bisnis berhak mendapat informasi yang
akurat sesuai hubungan bisnis dengan
perusahaan
Perusahaan dan mitra bisnis berkewajiban untuk
merahasiakan informasi dan melindungi
kepentingan masing-masing pihak

Masyarakat dan Pengguna


Produk/Jasa
Perusahaan harus memiliki
peraturan yang menjamin
terjaganya hubungan antara
perusahaan dengan masyarakat
sekitar
Perusahaan bertanggung jawab
atas kualitas produk/jasa, serta
dampak negatif terhadap
keselamatan pengguna
Perusahaan bertanggung jawab
atas dampak negatif yang
ditimbulkan oleh kegiatan
perusahaan terhadap masyarakat
dan lingkungan sekitar perusahaan

Prinsip Utama
Setiap perusahaan harus membuat pernyataan
mengenai laporan tahunan yang dimiliki oleh
perusahaan tersebut
Laporan tersebut dibandingkan dengan pedoman
GCG
Hasilnya, agar para pemangku kepentingan dan juga
pemilik saham dapat menilai sejauh mana
perusahaan tersebut menerapkan Pegoman GCG.
Jika terdapat aspek dari Pedoman GCG yang belum
terlaksana maka perusahaan harus melaporkan
disertai alasannya.

Pedoman GCG untuk Pernyataan


Perusahaan

Visi, misi dan nilai-nilai perusahaan;


Kedudukan dan fungsi RUPS, Dewan Komisaris,
Direksi, komite penunjang Dewan Komisaris, dan
pengawasan internal;
Kebijakan untuk memastikan terlaksananya fungsi
setiap organ perusahaan secara efektif;
Kebijakan untuk memastikan terlaksananya
akuntabilitas, pengendalian internal yang efektif
dan pelaporan keuangan yang benar;

Pedoman GCG untuk Pernyataan


Perusahaan (1)
Pedoman perilaku yang didasarkan pada
nilai-nilai perusahaan dan etika bisnis;
Sarana pengungkapan informasi untuk
pemegang saham dan pemangku
kepentingan lainnya;
Kebijakan penyempurnaan berbagai
peraturan perusahaan dalam rangka
memenuhi prinsip GCG.

Tahapan dalam Pelaksanaan GCG agar


Berjalan Efektif
Membangun pemahaman, kepedulian dan
komitmen untuk melaksanakan GCG oleh semua
anggota Direksi dan Dewan Komisaris, serta
Pemegang Saham Pengendali, dan semua
karyawan;
Melakukan kajian terhadap kondisi perusahaan
yang berkaitan dengan pelaksanaan GCG dan
tindakan korektif yang diperlukan;

Menyusun program dan pedoman pelaksanaan


GCG perusahaan;

Tahapan dalam Pelaksanaan GCG agar


Berjalan Efektif

Melakukan internalisasi
pelaksanaan GCG sehingga
terbentuk rasa memiliki
dari semua pihak dalam
perusahaan, serta
pemahaman atas
pelaksanaan pedoman GCG
dalam kegiatan sehari-hari;

Melakukan penilaian sendiri


atau dengan menggunakan
jasa pihak eksternal yang
independen untuk
memastikan penerapan
GCG secara
berkesinambungan. Hasil
penilaian tersebut
diungkapkan dalam laporan
tahunan dan dilaporkan
dalam RUPS tahunan.

REFERENSI
Kamal, M. 2011. Konsep Corporate Governance di Indonesia: Kajian
atas Kode Corporate Governance [online] Available at:
http://www.sbm.itb.ac.id/wp-content/uploads/2011/08/3-miko-kamal.
pdf
. [Accessed 21 Februari 2016].
Komite Nasional Kebijakan Governance. 2006. Pedoman Umum Good
Corporate Governance Indonesia. [online] available at:
http://www.ecgi.org/codes/documents/indonesia_cg_2006_id.pdf .
[Akses 20 Februari 2016].
PT PELNI (Persero). 2009. Panduan Penerapan Good Corporate
Governance. [online] diunduh dari:
https://www.pelni.co.id/content/File/Pedoman%20Penerapan%20GC
G%20PELNI.pdf
. [Akses 22 Februari 2016].
Ristifani. 2009. Analisis Implementsi Prinsip-Prinsip Good Corporate
Governance (GCG) Dan Hubungannya Terhadap Kinerja PT.Bank
Rakyat Indonesia (Persero)Tbk. [online] Available at:
http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/economy/2009
/Artikel_21205068.pdf