Anda di halaman 1dari 14

Al Zheimer

OLEH :
KELOMPOK 5

Pengertian

Penyakit alzheimer adalah bentuk paling


umum dari penyakit demensia ( pikun ) dan
prevalensi AD meningkat dengan setiap
dekade kehidupan. Alzheimer merupakan
demensia progresif secara bertahap
mempengaruhi kognisi, perilaku, dan status
fungsional.

Patofisiologi

Terdapat beberapa mekanisme yang dikatakan


sebagai penyebab tingginya kadar plak neuritik
dan neurofibrilary tangles (NFTs) pada era
kortikal dan lobus temporal bagian tengah
anntara lain (Chisholm-burns et al, 2008 ;
Dipiro, 2008) Hipotesis Amiloid Kaskade,
Neurofibrillary Tangles, Hipotesis kolinergik,
Abnormalitas neurotransmitter lain, Kolesterol
dan penyakit vaskular otak, Mekanisme lain
Estrogen tampaknya memiliki sifat yang
melindungi terhadap kehilangan memori yang
berhubungan dengan penuaan normal.

Tanda dan gejala


1)

2)

3)

Kognitif : kehilangan memori, masalah


dengan bahasa, disorientasi waktu dan
tempat,penilaian buruk atau menurun,
masalh dengan belajar dan berpikir abstrak,
lupa tempat menyimpan sesuatu.
Non-kognifif yaitu perubahan mood atau
perilaku, perubahan dalam kepribadian, atau
kehilangan inisiatif
Fungsional yaitu kesulitan dalam melakukan
tugas yang familiar

Terapi Alzheimer

Terapi non farmakologi melibatkan pasien, keluarga, atau


pengasuh untuk mensuport, menghadapi dan memahami
kondisi pasien. Prinsip-prinsip dasar dalam pengobatan
pasien dengan Alzheimer meliputi,
Menggunakan pendekatan yang halus terhadap pasien
Menjamin rasa nyaman bila diperlukan
Berempati dengan masalah pasien
Menjalankan rutinitas sehari-hari secara tetap
Menyediakan lingkungan yang aman
Memberikan kegiatan disiang hari
Menghindari overstimulasi
Mengunakan barang-baranng dekoratif diruang tamu
Menanggapi penurunan mendadak dalam fungsi dan
penampilan dengan perhatian yang lebih profesional
(Chisholm-burns et al, 2008).

Terapi Farmakologi
Farmakoterapi dari gejala kognitif, Terapi ini
bertujuan mengatasi gejala penurunan kognisi
atau menunda perkembangan penyakit.
1) Golongan inhibitor kolinesterase : Donepezil,
Rivastigmine, Galantamine
2) Golongan antagonis reseptor NMDA : Memantim
adalah obat yang diminum secara oral untuk
mengobati penyakit Alzheimer taraf sedanng
hingga berat. Obat ini diawali dengan dosis
rendah 5 mg setiaap minggu dilakukan selama
3 minggu untuk mencapai dosis optimal 20
mg/hari (Chisholm-burns et al, 2008).
a.

Golongan obat non konvensional : Estrogen,


Agen anti radang, Lipid-lowering Agents,
Antioksidan, Ginkgo biloba
b. Farmakoterapi gejala Non-kognitif
4) Inhibititor kolinesterasi dan memontine
5) Antipsikosis
6) Antidepressan
7) Terapi lainnya
3)

Kasus Alzheimer

Norma Dale merupakan seorang wanita berumur 74 tahun yang


pergi ke klinik pelayanan geriatri untuk kunjungan rutin yang telah
diatur oleh anaknya Ann. Norma didiagnosa menderita Alzheimer 6
tahun yang lalu. Gejala inisial yang ditunjukkannya seperti lupa
waktu dan tanggal dengan mudah, salah taruh dan dan
menghilangkan barang, mengulang pertanyaan dan hal yang sedang
terjadi, tidak menjawab pertanyaan dan meningkatnya kesulitan
dalam mengatur keuangan . dia pada awalnya di terapi dengan
tacrine yang kadang-kadang pemberiannya dihentikan akibat
kompleksitas dari dosis QID dan enzim hati yang meningkat. Terapi
dengan Arriced 10 mg pada waktu tidur telah ditolerensi dengan
baik selama 4 tahun belakang ini, dan norma telah berpatisipasi
lebih aktif dalam keluarga dan fungsi sosial. Mengenai masalah
perilakunya telah jarang dilakukan oleh Norma semenjak divonis
Alzheimer dan tidak diterapi saat itu. Semenjak kunjungan terakhir,
norma mulai menggunakan pakaian dalam yang sesuai dengan
ekstra
proteksi
untuk
kencing
yang
tidak
tertahankan
(Scwinghammer, 2002).

1. Analis kasus
a.

subjektif

Objektif

2. Assement
1.

2.

3.
4.

Menderita Alzheimer stadium 5 berdasarkan


Global Deterioration Scale (Alzheimer sedangdementia awal)
Masalah prilaku dilaporkan oleh perawat seperti
kurang bersemangat, apatis, dan kurang
kooperatif
Tidak mampu menahan kencing sesekali
(inkontensia urin)
Nyeri sekunder pada lutut merujuk pada
osteoarthritis

3. Planning

Pemberian donepenzil (Aricept 10 mg) sudah


tepat untuk mengatasi perubahan kognitif dari
pasien, namun karena terjadi perubahan
perilaku sebaiknya di kombinasikan dengan
gologan
antagonis reseptor NMDA atau
inhibitor kolinesterase lain.
4.
Perubahan
nonkognitif diterapi dengan
kombinasi donepenzil dan memantime dengan
dosis rendah 5 mg setiap minggu di lakukan
selama 3 minggu
untuk mencapai dosis
optimal 20 mg/hari

Lanjutan.....

5.

6.

7.

Dosis vit E di perhatikan, terlampau tinggi


(tidak lebih dari 1000 IU per hari )
menyebabkan
kematian
pada
geriatri
terutama
yang
memiliki
masalah
kardiovaskular
Menggunakan pakaian dalam yang sesuai
sebagai ekstra proteksi untuk kencing yang
tidak tertahankan
Nyeri sekunder pada lutut secara umum
dapat diatasi dengan baik menggunakan
Acetaminophem PRN

SEKIAN DAN
TERIMA
KASIH