Anda di halaman 1dari 22

Kelompok 1

Prayudhitia Putri K.
Alifone Firdaus Nur
Tannya Wilangsagari
4. Handini Dwi Reksa P.
1.
2.
3.

2314
2314
2314
2314

030
030
030
030

009
037
040
042

Aniline point
Aniline

adalah larutan yang mudah campur


dalam sebuah pelumasan dimana larutan
aniline kaya akan parafin dan naftan karena
aniline
kaya
akan
Parafin
seringkali
digunakan pada suhu tinggi agar dapat
berlangsung dalam jangka waktu lama dan
Titik anilie dalam setiap pelumas dimana
ukuran dari konten aromatik pelumas
dengan titik anilin rendah akan cenderung
menyerang penggunaan seal karet dalam
sistem untuk mencegah kebocoran.

penggunaan aniline point


Salah

satu penggunaan aniline


point dalam bidang industri yaitu
digunakan untuk mengetahui
cara peningkatan cetane number
pada bahan diesel dengan cara
ekstraksi pelarut.

Faktor Faktor yang


mempengaruhi angka cetan
waktu

kontak
suhu operasi
dan kecepatan pengadukan pada
ektraksi pelarut.
Penentuan angka cetan diawali dengan
pengukuran titik anilin. Setelah titik
aniline diketahui, maka dapat dihitung
besarnya indeks cetan (indeks diesel).
Dengan menggunakan table pada
Nelson dapat diketahui angka setannya

Prosedur Percobaan

Memasang pipa U
dan stirer dengan
klem holder

Memasang beaker
glass diatas pemanas
elektrik
holder

Mengisi beaker
glass sebagai
bahan bakar
klem holder

Prosedur Percobaan

Memasang
thermometer pada
lengan pipa U lain

Mencatat waktu
dan perubahan
yang terjadi setiap
kenaikan 3C

Memasukkan
5ml aniline
dan 5 ml Bio
Solar

Menyalakan
pemanas elektrik
dan stopwatch

Menghentikan
pemanasan
ketika campuran
sudah mencapi
misibel

Prosedur Percobaan

Mencatat waktu dan


perubahan yang terjadi
setiap penurunan 3C

Mengukur temperature
dan waktu pada campuran
yg sudah terpisah

Pipa U (tanpa jacket)

Jacket

Hubungan Antara Suhu dan Waktu untuk


Pemanasan dan Pendinginan Bio Solar
pada Pengamatan ke-1
140

f(x) = 0.06x + 9.23


R = 0.98

120
100

f(x) = - 0.01x + 132.18


R = 0.79

80
Suhu ( C)

60

Linear ()

40

Linear ()

20
0
0

2000

4000

6000

8000

10000

12000

14000

Waktu ( s )

didapatkan bahwa suhu awal Bio solar ketika dipanaskan


adalah 310C, sedangkan suhu ketika sampel dan aniline
tercampur sempurna adalah 1330C. Pada proses pendinginan,
suhu awalnya sebesar 1330C sedangkan suhu ketika pertama
kali terbentuknya embun adalah 1330C, dan ketika memisah
sempurna suhunya adalah 310C. Dari grafik tersebut juga

Hubungan Antara Suhu dan Waktu untuk


Pemanasan dan Pendinginan Bio Solar pada
Pengamatan ke-2
f(x) =
R = 0

140
120
100
80

Suhu ( C )

f(x) = - 0.01x + 116.23


R = 0.83
Pemanasan

60

Linear (Pemanasan)

40

Linear ()

20
0
1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000 9000 10000
Waktu ( s )

didapatkan bahwa suhu awal Bio solar ketika dipanaskan


adalah 510C, sedangkan suhu ketika sampel dan aniline
tercampur
sempurna
adalah
1200C.
Pada
proses
pendinginan, suhu awalnya sebesar 1200C sedangkan suhu
ketika pertama kali terbentuknya embun adalah 510C, dan
ketika memisah sempurna suhunya adalah 300C. Dari grafik
tersebut juga dapat ditentukan kecepatan pemanasan dan

Hubungan Antara Suhu dan Waktu untuk


Pemanasan dan Pendinginan Bio Solar
pada Pengamatan ke-3
80
70
f(x) = - 0x + 71.28
f(x) = 0.03x + 30.32
R = 0.96
R = 0.84

60
50
Suhu ( C )

40
Linear ()
30
Linear ()

20
10
0
0

2000

4000

6000

8000

10000

12000

14000

16000

Waktu ( s )

didapatkan bahwa suhu awal Bio solar ketika dipanaskan


adalah 380C, sedangkan suhu ketika sampel dan aniline
tercampur
sempurna
adalah
710C.
Pada
proses
pendinginan, suhu awalnya sebesar 710C sedangkan suhu
ketika pertama kali terbentuknya embun adalah 710C, dan
ketika memisah sempurna suhunya adalah 380C. Dari grafik

Hubungan Antara Suhu dan Waktu untuk


Pemanasan dan Pendinginan Bio Solar
pada Pengamatan ke-4
80
70
f(x) = - 0x + 71.28
f(x) = 0.03x + 30.32
R = 0.96
R = 0.84

60
50

Linear ()

40
Suhu ( C )
30

Linear ()

20
10
0
0

2000

4000

6000

8000

10000

12000

14000

16000

Waktu ( s )

didapatkan bahwa suhu awal Bio solar ketika dipanaskan


adalah 380C, sedangkan suhu ketika sampel dan aniline
tercampur sempurna adalah 710C. Pada proses pendinginan,
suhu awalnya sebesar 710C sedangkan suhu ketika pertama
kali terbentuknya embun adalah 710C, dan ketika memisah
sempurna suhunya adalah 380C. Dari grafik tersebut juga

Kesimpulan
Pada

pengamatan pertama titik


aniline point tercapai pada suhu
133oC menggunakaan pipa U dan
pada suhu 71 oC menggunakan
jacket.
Pada
pengamatan kedua titik
aniline point tercapai pada suhu
120oC menggunakaan pipa U dan
pada suhu 71 oC menggunakan
jacket.

Parameter
Spesific
Grafity
API grafity

Nilai
Nilai
Nilai
Berdasarkan
Reproduce 1 Reproduce 2
Literatur
0,86

0.86

Min. 0,87

gr/cm3

gr/cm3

gr/cm3

33,03

33,03

31,14

API

API

API

Titik Aniline
(oF)

520C

500C

Indeks Diesel

30,95

29,73

Cetane
number

32,284

31,40

48