Anda di halaman 1dari 20

SISTEM EKONOMI DAN

MENURUNNYA FUNGSI
LINGKUNGAN

Dipresentasikan oleh M. Razif

1. SISTEM EKONOMI

Dua sistem ekonomi :

Sistem Ekonomi Kapitalis


Sistem Ekonomi Sosialis

Sistem Ekonomi Kapitalis : adanya kebebasan individu


atau perorangan, dimana perekonomian diatur oleh
tangan yang tidak tampak yaitu mekanisme pasar .

Dalam perekonomian kapitalis motif untuk mencari


keuntungan merupakan daya penggerak yang sangat
kuat dalam berusaha. Akibatnya adalah yang kuat akan
menang mendesak individu yang lemah dan kemudaia
menjadi korban utama pencemaran lingkungan.

Sistem Ekonomi Sosialis : masyarakat lebih


dipentingkan daripada para individu. Perencanaan
disusun oleh pemerintah pusat dan individu tidak diberi
kebebasan untuk memilih dan melakukan kegiatannya.

Kepentingan individu dikalahkan oleh kepentingan


masyarakat. Hal ini dapat mematikan kreativitas individu,
sasaran yang diinginkan sulit tercapai dan hanya
kelompok tertentu saja yang kuasa membuat keputusan
yang mendpat perlindungan.
Sistem Ekonomi di Indonesia merupakan sistem
ekonomi campuran yang memberikan keseimbangan
antara
kepentingan
individu
dan
kepentingan
masyarakat

Kedua sistem ekonomi ekstrem tersebut terdapat


ketidakmampuan dalam mencapai alokasi faktor
produksi
secara
efisien
(tidak
memberikan
kesejahteraan yang maksimum).

Ketidakmampuan tersebut disebabkan oleh kegagalan


mekanisme pasar baik berupa kegagalan pasar bebas
dalam mencerminkan seluruh biya sosial bagi hargaharga bahan (masukan) mapupun harga produksi
(luaran); maupun tidak tersedianya pasar bagi barangbarang dan jasa lingkungan.

Perlu campur tangan pemerintah untuk tercapainya


kesejahteraan yang maksimum, namun pemerintah tidak
selalu lebih efisien dari mekanisme pasar bebas.

Ketidak efisienan alokasi faktor produksi dapat juga


disebabkan
oleh
kegagalan
campur
tangan
pemerintah, efisiensi yang mestinya dapat dicapai
dengan mekanisme pasar dihambat oleh campur tangan
tersebut.

Contoh campur tangan pemerintah :


Subsidi Bahan Bakar Minyak
Subsidi pupuk
Menentukan harga maksimum untuk suatu barang
atau jasa.
Mengawasi Valuta asing
dll

2. KEGAGALAN MEKANISME PASAR

Pasar merupakan kekuatan yang akan mengalokasikan


faktor produksi dalam kegiatan produksi sehingga dapat
efisien.

Fungsi pasar akan gagal jika terdapat eksternalitas


sehingga kesejahteraan sosial yang maksimal tidak
tercapai.

Mekanisme pasar cenderung mengabaikan biaya-biaya


atau beban yang dipikul pihak ketiga sebagai akibat
adanya kegiatan yang dilakukan oleh suatu pemrakarsa
atau perusahaan.

Misal terjadi transaksi jual beli minuman kaleng, biaya


menampung limbah atau memusnahkan limbah kaleng
bekas belum tercermin pada harga minimum minuman
kaleng tersebut.
Jika tidak terdapat Dinas Kebersihan maka kaleng
tersebut akan dibuang begitu saja ke pinggir sungai atau
ke
jalan
yang
berarti
lingkunganlah
yang
menampungnya. Sedangkan harga produk yang dijual di
toko atau di pasar tidak mencerminkan biaya tersebut.
Inilah yang disebut biaya EKSTERNAL .
Akibatnya adalah terjadinya kegagalan pasar mencapai
efisiensi dikarenakan perekonomian terlalu banyak
menghasilkan produk dan masyarakat (lingkungan) yang
memikul beban eksternal.

Harga/Biaya
BSM
Permintaan
D

BPM

E
PS
B
PP

PK
0

QS

QP

QK

Titik B dengan jumlah produksi


sebesar Qp merupakan titik pada
saat biaya marginal privat sama
dengan
penerimaan
marginal
sehingga
akan
tercapai
laba
maksimum.
Q

PENGARUH BIAYA EKSTERNAL


TERHADAP VOLUME PRODUKSI

Adanya biaya eksternal membentuk biaya sosial sehingga


produsen akan menghasilkan produk setinggi Qs, karena
ia akan menyamakan biaya sosial marginal (BSM) dengan
penerimaan marginal.
Selisih Produksi Qs dan Qp merupakan kegagalan pasar,
yaitu apabila perusahaan individu tidak memasukkan biaya
eksternal ke dalam komponen biaya produksinya.

Jika pasar dibiarkan bergerak bebas, dimana terdapat


kegiatan yang menimbulkan banyak eksternalitas negatif,
maka pencemaran cenderung tinggi.

Hal ini menyebabkan pemerintah campur tangan dalam


perekonomian, namun sering pula campur tangan ini
mengakibatkan ketidak efisienan alokasi faktor produksi.

Argumentasi lain bahwa dengan campur tangan


pemerintah untuk mengendalikan pencemaran guna
melindungi lingkungan hidup justru akan menghambat
perkembangan sektor industri dan menekan taraf hidup.

Campur tangan pemerintah justru memanipulasi pasar


bebas yang sesungguhnya

Contohnya adalah pada negara miskin penghasil bahan


makanan namun pemerintah masih mengimpor juga
bahan makanan, bukan bahan produksi sebagai kapital
untuk pembangunan. Akibatnya masyarakat miskin tidak
mampu membayar harga di pasar sehingga membeli
barang yang disubsidi oleh pemerintah. Dampak
selanjutnya berupa meningkatnya kadar pencemaran
karena penggunaan barang tersebut.

a. Pencemaran sebagai Eksternalitas

Ekonomi lingkungan menganalisis pencemaran sebagai


eksternalitas.
Eksternalitas adalah setiap dampak terhadap tingkat
kesejahteraan yang timbul karena tindakan seseorang
tanpa dipungut kompensasi atau pembayaran
Kematian ikan dan kerugian seperti menurunnya volume
perdagangan ikan sebagai akibat dari limbah yang
terbuang di sungai merupakan biaya eksternal yang
harus ditanggung oleh nelayan,pedagang ikan dan
konsumen ikan.
Biaya tersebut dapat tercermin pada turunnya
penghasilan nelayan dan pedagang dan turunnya
kesejahteraan konsumen.

b.

Memasukkan komponen Lingkungan


dalam Mekanisme Pasar

Ada 2 pendekatan agar jasa komponen lingkungan


dapat diperhitungkan secara efektif :

Market - Based Incentive Approach ( Pendekatan dengan


Insentif atas dasar mekanisme pasar ).
Command and Control Regulatory Approach ( Pendekatan
dan pengaturan langsung ).

Market - Based Incentive Approach


Menciptakan pasar untuk jasa-jasa atau produk yang
semula merupakan barang bebas.
Barang bebas = barang yang dalam penggunaanya tidak
memerlukan pengorbanan sehingga tidak ada harga
yang diterapkan padanya.

Diperlukan Kebijakan untuk membatasi penggunaan


barang dan jasa melalui pungutan bea dan pembatasan
hak penguasaan seperti hak penguasaan hutan, ZEE,
dan sebagainya.
Cara ini akan mengubah mekanisme pasar dengan
menentukan harga barang dan jasa dimana biaya
lingkungan
(eksternal)
sudah
diperhitungkan
didalamnya.
Command and Control Regulatory Approach
Melibatkan sistem penentuan baku mutu lingkungan
yang dipaksakan melalui peraturan perundangundangan tanpa bantuan mekanisme pasar.

Terdapat 2 alasan utama, mengapa sistem pengaturan


langsung menjadi tidak efisien :

1.

Sistem ini menghendaki informasi lengkap mengenai


berbagai industri pencemar, sehingga memerlukan biaya
besar.

2.

Biaya untuk mencapai suatu standar mutu dapat berbeda


antara produsen satu dengan yang lain. Akibatnya
produsen yang bekerja dengan biaya penanggulangan
pencemar yang relatif mahal akan tidak banyak berperan
serta dalam mengurangi pencemaran.

Karena terdapat kelemahan dalam sistem pengaturan


langsung maka para ekonom lebih menyukai sistem
insentif ekonomi ( pungutan pajak atau retribusi ).

Keuntungan Sistem Insentif ekonomi :

1.

Produsen dapat melakukan pilihan untuk menyesuaikan


kegiatannya terhadap kualitas baku mutu lingkungan.
Produsen akan memilih membayar pajak bila ia sangat
mencemari lingkungan dan biaya penanggulangannya
sangat mahal. Sebaliknya produsen akan memilih
memasang alat pengolah limbah jika tidak terlalu
mencemari.

2.

Pungutan pajak merupakan sumber penerimaan


pemerintah yang dapat digunakan sebagai biaya
pengurangan limbah dan pengeloaan lingkungan.

Maka dalam praktiknya kedua sistem ekonomi tersebut


dipakai bersama-sama dan saling melengkapi.

3. KEGAGALAN PERENCANAAN
(PEMERINTAH)
Kebijakan pemerintah dalam menangani dampak
eksternalitas yang dirasakan oleh masyarakat ekonomi
lemah adalah dengan membuat kebijakan-kebijakan
yang berkaitan pencemaran lingkungan (peraturan baku
mutu, dll).
Disamping itu kebijakan pemerintah yang tidak
berhubungan langsung dengan lingkungan dapat
mempunyai dampak besar terhadap lingkungan.

Contoh : subsidi pemerintah terhadap bahan bakar dan biaya


angkut kerta api mendorong meningkatnya volume penggunaan
sehingga justru mendorong peningkatan pencemaran. Subsidi
mengurangi anggaran bagi pembangunan sektor lain sehingga
pertumbuhan ekonomi tidak sustainable

a.
1.

2.

3.

Faktor penyebab Kegagalan Pemerintah


Adanya Kelompok Penekan
Pemerintah bertindak demi kepentingan kelompok
tertentu yang memepunyai pengaruh baik secara
politis maupun finansial. Kelompok ini disebut
kelompok penekan (pressure group)
Kurang Informasi
Pemerintah kurang memiliki informasi yang akurat
dibandingkan dengan pihak individu atau swasta.
Sehingga kebijakan yang dibuat terkadang tidak
tercapai maksimal
Kurangnya Minat Birokrat
Birokrat bertindak tidak demi kepentingan masyarakat
namun demi kepentingan kelompoknya.

b.
1.

Contoh Kegagalan Pemerintah


Kebijakan Pembangunan Pertanian
Pemerintah menggunakan penerimaan pajak dan
sumber pendapatan lain utnuk membiayai suibsidi
pangan. Hal ini mengurangi tersedianya dana untuk
pembangunan yang lain.
Subsidi bahan pangan, pupuk dan insektisida
mendorong penggunaan tanah secara intensif dan
pemborosan penggunaan Insektisida dan pupuk
buatan yang berlebihan.
Inefficiency dalam alokasi faktor produksi.

2.

3.

Harga Air Irigasi


Pemerintah memberi kebijakan kepada petani untuk
tidak membayar harga air irigasi, namun ini justru
mendorong petani menggunakan air dengan volume
yang berlebihan sehingga suplay air untuk keperluan
pembangkitr listrik dan penggelontoran kotoran di kota
menjadi kurang tersedia dan relatif mahal harganya.
Kebijakan Harga Energi
Pemerintah memberi subsidi sumber energi ( BBM,
Minyak,dll) mendorong penggunaan energi yang
berlebihan dan pencemaran akibat emisi yang
ditimbulkan.

Akibat Subsidi tersebut :

1.

Kebocoran yang sangat tinggi pada dana pemerintah


dalam pembangunan.

2.

Meningkatnya dan menumpuknya utang pemerintah dan


swasta karena pinjaman untuk membiayai pembangunan
yang dananya dialokasikan untuk subsidi.

Perlu adanya keseimbangan antara campur tangan


pemerintah dan mekanisme pasar sehingga pengelolaan
lingkungan sesuai dengan yang diharapkan.