Anda di halaman 1dari 4

Tatalaksana hipertensi dalam

kehamilan
Hipertensi Gestasional
a. Tatalaksana Umum
Pantau tekanan darah, urin (untuk proteinuria),
dan kondisi janin setiap minggu.
Jika tekanan darah meningkat, tangani sebagai
preeklampsia ringan.
Jika kondisi janin memburuk atau terjadi
pertumbuhan janin terhambat,rawat untuk
penilaian kesehatan janin.
Beri tahu pasien dan keluarga tanda bahaya dan
gejala preeklampsia dan eklampsia.
Jika tekanan darah stabil, janin dapat dilahirkan
secara normal.

Pencegahan dan tatalaksana kejang


Ibu hamil dengan preeklampsia harus segera dirujuk ke rumah sakit.
Bila terjadi kejang, perhatikan jalan napas, pernapasan (oksigen), dan
sirkulasi (cairan intravena).
MgSO4 diberikan secara intravena kepada ibu dengan eklampsia
(sebagaitatalaksana kejang) dan preeklampsia berat (sebagai
pencegahan kejang). Cara pemberian dapat dilihat di halaman
berikut.
Pada kondisi di mana MgSO4 tidak dapat diberikan seluruhnya,
berikandosis awal (loading dose) lalu rujuk ibu segera ke fasilitas
kesehatan yang memadai.
Lakukan intubasi jika terjadi kejang berulang dan segera kirim ibu ke
ruang ICU (bila tersedia) yang sudah siap dengan fasilitas
ventilatortekanan positif.

Antihipertensi
Ibu dengan hipertensi berat selama kehamilan perlu mendapat terapi
antihipertensi.
Pilihan antihipertensi didasarkan terutama pada pengalaman dokter
dan ketersediaan obat. Beberapa jenis antihipertensi yang dapat
digunakan misalnya:

Antihipertensi golongan ACE inhibitor (misalnya kaptopril),


ARB (misalnya valsartan), dan klorotiazid dikontraindikasikan
pada ibu hamil.