Anda di halaman 1dari 12

ALAT PENCERNAAN KELINCI

DAN MEKANISME
PENCERNAAN PADA KELINCI

1. Mulut
Di dalam mulut terjadi pencernaan secara mekanik yaitu dengan jalan mastikasi
bertujuan untuk memecah pakan agar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan
mencampurnya dengan saliva yang mengandung enzim amilase yang mengubah pati
menjadi maltosa agar mudah ditelan. Proses pencernaan dimulai di mulut, dimana
makanan akan diremukkan oleh gigi. Ketika seekor kelinci makan, ia akan mengunyah
kira-kira 300 kali dan mencampurkannya dengan liurnya.
2.

Oesophagus.

Merupakan lanjutan dari pharing dan masuk ke dalam cavum abdominale dan bermuara
pada bagian ventriculus.

3. Ventriculus

Lambung kelinci disebut juga ventriculus yang terdiri dari tiga bagian yaitu
bagian awal (kardia), bagian tengah (fundus) dan bagian akhir (pilorus).
Ventriculus berfungsi sebagai tempat penyimpanan pakan dan tempat terjadinya
proses pencernaan dimana dinding lambung mensekresikan getah lambung yang
terdiri dari air, garam anorganik, mucus, HCl, pepsinogen dan faktor intrinsik
yang penting untuk efisiensi absorbsi vitamin B12. Keasaman getah lambung
bervariasi sesuai dengan macam makanannya. Pada umumnya sekitar 0,1N atau
ber-pH lebih kurang dari 2. Namun fungsi utama lambung sendiri sebagai organ
penyimpanan dan sterilisasi sebelum makanan dipindah ke usus halus.

4.

Usus halus

Bagian penting dari pencernaan baru akan dimulai di usus halus, dimana asam
lambung dineutralisir dan enzim-enzim dari hati dan pankreas dicampur dengan makanan.
Enzim ini penting untuk mencerna dan menyerap karbohidrat, protein, lemak dan vitamin.
Kemudian 90% fruktosa, protein, dan sari-sari makanan lain akan diserap, namun selulosa
dan serat lain yang tidak dapat dicerna dengan baik (termasuk kulit pohon yang sering
digerogoti kelinci maupun serat yang ada di pellet mereka) akan disingkirkan.
Terdiri dari duodenum, jejenum dan illeum. Kelenjar branner menghasilkan getah
duodenum dan disekresikan ke dalam duodenum melalui vili-vili dan getah ini bersifat
basa. Getah pankreas yang dihasilkan disekresikan ke dalam duodenum melalui ductus
pancreaticus. Jejenum merupakan kelanjutan dari duodenum dan illeum di
sebelah caudal ventriculus dan berfungsi sebagai tempat absorbs makanan.

5.

Cecum

Berbentuk seperti kantung berwarna hijau tua keabu-abuan. Dalam cecum


makanan disimpan dalam waktu sementara. Pencernaan selulosa dilakuakan oleh bakteri
yang menghasilkan asam asetat, propionat dan butirat). Partikel-partikel tidak tercerna
yang kecil-kecil serta jenis makanan lain yang terdeteksi sebagai tidak dapat dicerna,
akan dikirim ke cecum untuk difermentasi, namun partikel besar akan dengan cepat
dibuang ke usus besar dan dikeluarkan oleh tubuh dalam bentuk kotoran yang bundarbundar.
Dalam cecum, bakteri akan mencerna selulosa, hampir semua jenis gula, sari-sari
makanan dan protein berlebih yang tidak tercerna di usus halus. Setiap 3 sampai 8 jam
cecum akan berkontraksi dan memaksa material yang ada di dalamnya untuk kembali ke
usus besar, dimana sisa-sisa tersebut akan dilapisi oleh lendir, dan berpindah ke anus .

6. Intestinum crassum
Colon berjalan ke arah caudal diagonal menyilang coecum. Di
sini terdapat ascenden dan colon transverasum, colon descenden
dan colon sigmoideum yang belum jelas.
7. Rectum
Rectum merupakan kelanjutan dari colon dan membentuk
feses. Rektum berakhir sebagai anus.

8. Anus
Feses yang keluar lewat anus mengandung air. Feses merupakan sisa
makanan yang tidak tercerna. Cairan dari tractus digestivus, sel-sel epitel usus,
mikroorganisme, garam organik, stearol dan hasil dekomposisi dari bakteri keluar
melalui anus. . Sisa-sisa ini akan menjadi kotoran yang berbentuk seperti anggur
hitam kecil-kecil yang disebut cecothropes atau cecal pills. Untungnya,
proses ini lebih sering terjadi dimalam hari.
Kelinci biasanya akan memakan cecothropesnya kembali langsung dari
anus untuk mencerna kembali sari-sari makanan yang tidak tercerna tadi dan
menerima nutrisi yang lebih banyak. Meski terlihat sangat menjijikan, proses ini
sangat penting bagi pencernaan kelinci dan menjaga agar kelinci tetap sehat.

MEKANISME PENCERNAAN PADA KELINCI


Proses pencernaan dimulai di mulut, dimana makanan akan diremukkan oleh gigi.
Ketika seekor kelinci makan, ia akan mengunyah kira-kira 300 kali dan
mencampurkannya dengan liurnya. Ketika makanan sudah terasa halus, kelinci
akan menelan makanan melewati kerongkongan dan makanan akan berpindah ke
lambung, disana kontraksi otot akan meremas dan memutar makanan,
memisahkan partikel-partikel dan mencampurkan mereka dengan cairan lambung.

Namun fungsi utama lambung sendiri sebagai organ penyimpanan dan


sterilisasi sebelum makanan dipindah ke usus halus.

Di usus halus, dimana asam lambung dineutralisir dan enzim-enzim dari hati dan
pankreas dicampur dengan makanan. Enzim ini penting untuk mencerna dan
menyerap karbohidrat, protein, lemak dan vitamin. Kemudian 90% fruktosa,
protein, dan sari-sari makanan lain akan diserap, namun selulosa dan serat lain
yang tidak dapat dicerna dengan baik (termasuk kulit pohon yang sering
digerogoti kelinci maupun serat yang ada di pellet mereka) akan disingkirkan.
Partikel-partikel tidak tercerna yang kecil-kecil serta jenis makanan lain yang
terdeteksi sebagai tidak dapat dicerna, akan dikirim ke cecum untuk
difermentasi, namun partikel besar akan dengan cepat dibuang ke usus besar dan
dikeluarkan oleh tubuh dalam bentuk kotoran yang bundar-bundar.

Dalam cecum, bakteri akan mencerna selulosa, hampir semua jenis gula, sarisari makanan dan protein berlebih yang tidak tercerna di usus halus. Setiap 3
sampai 8 jam cecum akan berkontraksi dan memaksa material yang ada di
dalamnya untuk kembali ke usus besar, dimana sisa-sisa tersebut akan dilapisi
oleh lendir, dan berpindah ke anus. Sisa-sisa ini akan menjadi kotoran yang
berbentuk seperti anggur hitam kecil-kecil yang disebut cecothropes atau
cecal pills. Untungnya, proses ini lebih sering terjadi dimalam hari. Kelinci
biasanya akan memakan cecothropesnya kembali langsung dari anus untuk
mencerna kembali sari-sari makanan yang tidak tercerna tadi namun
mempunyai nutrisi yang besar.

Sedangkan partikel-partikel besar dari serat


yang tidak tercerna yang dibuang ke usus
besar akan membentuk kotoran keras
berbentuk bundar (fecal pills). Cecal pills
berbentuk anggur dan sedikit basah karena
terbentuk dari sisa-sisa makanan dan partikel
serat kecil (gbr. kiri). Fecal pills berbentuk
bulat dan keras karena terbentuk dari serat
kasar dan dibuang secara melingkar (gbr.
kanan). Maka, ketika fecal pills ini terlihat
lembek (apalagi berair) hal itu dapat berarti
terdapat kondisi tidak normal dalam
pencernaan kelinci.