Anda di halaman 1dari 69

FLIP-FLOP DAN COUNTER

LEDY NOVINDA
1405113125

Rangkaian logika terbagi menjadi dua


Rangkaian
kelompok
Logika
Kombinasional

Rangkaian
Sekuensial

Rangkaian logika kombinasional


adalah rangkaian yang kondisi
keluarannya (output) dipengaruhi oleh
kondisi masukan (input)
Rangkaian logika sekuensial adalah
rangkaian logika yang kondisi keluarannya
dipengaruhi oleh masukan dan keadaan
keluaran sebelumnya atau dapat dikatakan
rangkaian yang bekerja berdasarkan urutan
waktu. Ciri rangkaian logika sekuensial
adalah jalur umpan balik (feedback) didalam

Rangkaian yang termasuk rangkaian


logika kombinasional yaitu Dekoder,
Enkoder, Multiplekser, Demultiplekser.

Sedangkan yang termasuk rangkaian


sekuensial yaitu Flip-Flop, Counter, dan
Register.

Flip-Flop Sebagai
Saklar
Rangkaian Flip-Flop sederhana ini
menggunakan transistor sebagai saklar.
Jika rangkaian diberi tegangan maka
salah satu dari transistor pada IC akan
berada dalam kondisi on. Kondisi ini akan
tergantung pada kapasitor mana yang
memiliki muatan lebih tinggi
dibandingkan dengan kapasitor lain.

Kapasitor yang memiliki muatan yang lebih


tinggi akan melepaskan muatan listrik lebih
dahulu sehingga transistor yang kaki
basisnya terhubung dengan kapasitor
tersebut akan berada dalam kondisi on,
sementara transistor on tersebut akan
menyebabkan kapasitor yang terhubung
dengan kaki kolektor akan terisis muatan,
jika salah satu transistor dalam kondisi on
maka transistor yang lain akan berada pada
kondisi off. Hal ini akan berlaku terus
menerus secara bergantian sehingga
terjadilah pergiliran lampu yang disebut
lampu flip-flop.

Saat transistor 1 dalam IC pada kondisi on (disebabkan C1


melepas muatan) maka kolektor dan emitor akan
terhubung sehingga LED 1 mendapat arus listrik sehingga
LED 1 menyala, pada saat yang sama C1 kembali mengisi
muatan, setelah penuh maka akan melepaskan
muatannya sehingga transistor 2 dalam IC berada dalam
kondisi on sementara transistor 1 berubah ke kondisi off.
Pada saat transistor 2 dalam kondisi on akan
menyebabkan kolektor dan emitor terhubung sehingga
LED 2 mendapat arus dan menyala, pada saat yang sama
C1 kembali mengisi muatan, demikian seterusnya selama
rangkaian flip flop ini mendapat arus listrik, maka
peristiwa tersebut akan berulang.

Flip-Flop adalah rangkaian dasar dari


sistem penyimpanan secara digital
yang dapat dibangun dari dua
gerbang NAND dan NOR
NAND Gate Latch

NOR Gate Latch

Rangkaian Flip-Flop adalah


rangkaian yang mempunyai fungsi
(memory). Artinya rangkaian ini
mampu melakukan proses
penyimpanan data sesuai dengan
kombinasi masukan yang diberikan
kepadanya. Data yang tersimpan
itu dapat dikeluarkan sesuai
dengan kombinasi masukan yang
diberikan.

Elemen memori yang paling banyak digunakan


adalah Flip-Flop (FF). FF adalah suatu rangkaian
logika dengan dua output yang saling berlawanan.
Gambar 7.2 menunjukkan symbol flip-flop secara
umum.

Untuk FF ada dua keadaan kerja yang mungkin : (1)


Q = 0, Q=1 : dan (2) Q = 1, Q = 0 . FF mempunyai
satu input atau lebih yang digunakan untuk
mengoperasikan FF bolak-balik antara dua keadaan
tersebut. Sekali sebuah sinyal input mengoperasikan
FF menuju suatu keadaan tertentu, FF tersebut akan
tetap berada pada keadaan itu meskipun setelah
sinyal inputnya terputus. Ini adalah karakteristik
memori dari rangkaian FF.

Sebagai tambahan akan dibahas pula masalah


pemicuan yang akan mengaktifkan kerja flip-flop.
Hubungan input-output ideal yang dapat terjadi pada
flip-flop adalah:
a.
Set, yaitu jika suatu kondisi masukan
mengakibatkan keluaran (Q) bernilai logika positif
(1) saat dipicu, apapun kondisi sebelumnya.
b. Reset, yaitu jika suatu kondisi masukan
mengakibatkan keluaran (Q) bernilai logika negatif
(0) saat dipicu, apapun kondisi sebelumnya.
c. Tetap, yaitu jika suatu kondisi masukan
mengakibatkan keluaran (Q) tidak berubah dari
kondisi sebelumnya saat dipicu.
d. Toggle, yaitu jika suatu kondisi masukan
mengakibatkan keluaran (Q) berkebalikan dari
kondisi sebelumnya saat dipicu.

Secara ideal berdasar


perancangan kondisi keluaran Q
selalu berkebalikan dari kondisi
keluaran Q. Flip-Flop adalah
rangkaian digital yang mempunyai
dua jalan keluar, dimana pulsa jalan
keluarnya berlawanan (Low dan
High). FF merupakan rangkaian
dasar untuk menyimpan informasi
dalam mesin digital atau dapat
digunakan sebagai unsur memori
maupun sebagai pembagi dua.

Karakteristik yang dimiliki oleh FF


yaitu :
1. FF sebagai piranti dwimantap
(memiliki dua keadaan mantap,
0 dan 1)
2. FF dapat mengingat atau
menyimpan bit biner. Jika suatu
masukan menyebabkan
keadaan itu (mengingat) satu
sampai sinyal lain menyebabkan
berubah kekeadaan nol, dan
sebaliknya

Jenis-jenis
Flip - flop

Created by
Arif Fadillah (1405114059

Jenis-jenis Flip-flop
Rangkaian dasar flip-flop dapat
dibuat dari dua buah gerbang
nand atau nor

1. RS Flip-flop (RS-FF)
2. D Flip-flop (D-FF)
3. JK Flip-flop (JK-FF)

RS - Flip-flop
RS FF ini adalah dasar dari semua Flip-flop yang
memiliki 2 gerbang inputan / masukan yaitu R dan S.
R artinya "RESET" dan S artinya "SET". Flip-flop yang
satu ini mempunyai 2 keluaran / outputyaitu Q dan Q`.
Bila S diberi logika 1 dan R diberi logika 0, maka
output Q akan berada pada logika 0 dan Q not pada
logika 1. Bila R diberi logika 1 dan S diberi logika 0
maka keadaan output akan berubah menjadi Q berada
pada logik 1 dan Q not pada logika 0. Sifat paling
penting dari Flip-Flop adalah bahwa sistem ini dapat
menempati salah satu dari dua keadaan stabil yaitu
stabil I diperoleh saat Q =1 dan Q not = 0, stabil ke II
diperoleh saat Q=0 dan Q not .

RS - Flip-flop
Rangkaian R-S Flip-Flop dengan 2 buah gerbang
NOR :

Tabel Kebenaran :
S

Keadaan
memori

Keadaan reset

Keadaan set

Keadaan

Cont

RS - Flip-flop
Rangkaian

R-S Flip-Flop dengan 2 buah gerbang

NAND :

Tabel Kebenaran :
Q

Keadaan illegal

Keadaan reset

0
1

0
Q

Keadaan set

1
Q

Keadaan memori

Cont
RS-FF mempunyai 4 kemungkinan keadaan output
yaitu :
Keadaan Set
Q
Q
apabila keadaan output
= 1 dan
=0
Keadaan Reset
Q
Q
apabila keadaan output
= 0 dan
=1
Keadaan memori
apabila keadaan outputnya sama dengan
keadaan output sebelumnya (mempertahankan
keadaan set atau reset)
Keadaan illegal
Keadaan ini tidak diinginkan karena kedua
output mempunyai keadaan logika yang sama

R-S-T FLIP-FLOP
Rangkaian :
Q
Q

Tabel Kebenaran :
T

Q
Q

D - Flip-flop
D Flip-flop merupakan salah satu jenis
Flip-flop yang dibangun dengan
menggunakan Flip-flop RS. Perbedaan
dengan Flip-flop RS terletak pada inputan R,
pada D Flip-flop inputan R terlebih dahulu
diberi gerbang NOT. maka setiap masukan
ke D FF ini akan memberi keadaan yang
berbeda pada input RS, dengan demikian
hanya terdapat 2 keadaan "SET" dan
"RESET" S=0 dan R=1 atau S=1 dan R=0.
Berikut adalah gambar dari symbol dan data
sheet D Flip - flop.

D - Flip-flop
RS flip-flop adanya keadaan ilegal.
Untuk mengatasi hal tersebut RS flip-flop
dikembangkan menjadi D flip flop yang hanya
memiliki keadaan set, reset dan memori.
Rangkaian dan tabel kebenaran D Flip-flop :
Kelemahan

Q
Q

J-K FLIP-FLOP

Flip-flop J-K merupakan penyempurnaan dari


flip- flop R-S

Pada J-K flip-flop selain terdapat keadaan set,


reset, dan memori, terdapat keadaan baru yang
disebut keadaan toggle yaitu suatu keadaan
output flip-flop yang merupakan komplemen
(kebalikan) dari keadaan output sebelumnya.

Berikut ini rangkaian dan tabel kebenaran untuk


J-K flip-flop yang aktif selama input T (clock)
berlogika 1.

Qn 1

J-K FLIP-FLOP

Q n 1

Qnn1
Q
Qn

Qn

Qn

Qn

Qn

Qn

Thanks

COUNTER

Counter merupakan aplikasi dari Flip-flop yang


mempunyai fungsi menghitung.
Proses penghitungan yang dilakukan Counter secara
sekuensial, baik menghitung naik (Up Counting)
maupun turun (Down Counting).
Berdasarkan pemberian trigger di masing-masing
flip-flop penyusun rangkaian Counter, dikenal 2
macam Counter :
Counter Sinkron (Synchronous Counter) dan
Counter Asinkron (Asynchronous Counter).

Pada Counter Sinkron, sumber clock diberikan pada


masing-masing input Clock dari Flip-flop
penyusunnya, sehingga apabila ada perubahan
pulsa dari sumber, maka perubahan tersebut akan
men-trigger seluruh Flip-flop secara bersama-sama.

Asyncronous counter disebut ripple


trough counter (serial counter), karena
output masing-masing flip-flop yang
digunakan akan bergulingan (berubah
kondisi dari 0 ke 1 atau sebaliknya)
secara berurutan.
Hal ini karena flip-flop yang paling
ujung saja yang dikendalikan sinyal
clock, sedangkan sinyal lainnya diambil
dari masing-masing flip-flop
sebelumnya.

UP DAN DOWN COUNTER

Sebuah Counter disebut sebagai Up Counter


jika dapat menghitung secara berurutan
mulai dari bilangan terkecil sampai bilangan
terbesar. Contoh : 0-1-2-3-4-5-6-7-0-1-2-.
Sedangkan Down Counter adalah Counter
yang dapat menghitung secara berurutan
dari bilangan terbesar ke bilangan terkecil.
Rangkaian Up-counter dan Tabel PRESENT
STATE DAN NEXT STATE (PS-NS) untuk Up
dan Down Counter 3 bit seperti ditunjukkan
di tampilan berikut

output

flip-flop yang digunakan


bergulingan secara serempak.Hal
ini disebabkan karena masingmasing flip-flop tersebut
dikendalikan secara serempak
oleh satu sinyal clock.
Oleh sebab itu syncronous
counter disebut pararel counter

The EnD

PERANCANGAN
COUNTER

PERANCANGAN COUNTER
MENGGUNAKAN PETA KARNOUGH
1.

Dengan mengetahui urutan


keluaran counter yang akan
dirancang, kita tentukan masukan
masing-masing flip-flop untuk setiap
kondisi keluaran.

2. Cari fungsi boolean masingmasing masukan flip-flop


menggunakan peta Karnough.
Usahakan untuk mendapatkan
fungsi yang sesederhana
mungkin, agar rangkaian counter
menjadi sederhana.

3. Buat rangkaian counter, dengan


fungsi masukan flip-flop yang
telah ditentukan. Pada umumnya
digunakan gerbang-gerbang
logika untuk membentuk fungsi
tersebut.

Pencacah sinkron biner 2bit

PERANCANGAN COUNTER MENGGUNAKAN


DIAGRAM WAKTU
1.

Menggambarkan diagram waktu


clock, menentukan jenis
pemicuan yang digunakan, dan
keluaran masing-masing flip-flop
yang diinginkan.
Untuk n kondisi keluaran,
terdapat n jumlah pulsa clock.

2. Dengan
melihat
keluaran
masing-masing flip-flop sebelum
dan sesudah clock aktif (Qn dan
Qn+1),
ditentukan
fungsi
masukan
flip-flop
tersebut
kemudian
menggambarkannya
pada diagram waktu yang sama.

3. Sederhanakan fungsi masukan


yang telah diperoleh sebelumnya,
dengan melihat kondisi logika
dan kondisi keluaran flip-flop.
Untuk flip-flop R-S dan J-K, kondisi
dont care (x) dapat dianggap
sama dengan 0 atau 1.

4. Tentukan (minimal satu) flip-flop


yang dipicu oleh keluaran flip-flop
lain. Hal ini dapat dilakukan
dengan mengamati perubahan
keluaran suatu flip-flop setiap
perubahan keluaran flip-flop lain,
sesuai dengan jenis
pemicuannya.

5. Buat rangkaian counter, dengan


fungsi masukan flip-flop yang
telah ditentukan. Pada umumnya
digunakan gerbang-gerbang
logika untuk membentuk fungsi
tersebut.

Pencacah Asinkron Biner


2-bit

Diagram
pewaktuan
counter asinkron
biner 2-bit

Register
NUR ALAINA
1405120151

Pengertian
Register

adalah satu atau

beberapa flip-flop yang


digabung untuk menyimpan
dan mengelolah informasi
dalam bentuk biner.

Register

yang paling

Register

geser adalah suatu

register yang di bangun dari


untaian flip- flop D,dimana
informasi dapat bergeser ( di
geserkan ) .

Kegunaan

adalah :

register geser

Macam

macam Register
a. Serial In Serial Out
b. Paralel In Paralel Out
c. Serial In Paralel Out
d. Paralel In Serial Out

a. Serial In Serial Out


Pada

register ini,jalur masuk

data berjumlah satu dan jalur


keluarannya juga berjumlah
satu.
Pada

jenis register ini data

mengalami pergeseran,flip
flop pertama menerima

b. Paralel In Paralel Out

Register

ini mempunyai jalur

masukan dan keluaran sesuai


dengan jumlah flip-flop yang
menyusunnya.
Pada

register jenis ini,data

masuk dan keluar secara


serentak,dan hanya

c. Serial In Paralel Out

Pada

register ini mempunyai

satu saluran masukan dan


saluran keluaran sejumlah flip
flop yang menyusunnya.
Data

masuk satu persatu

(secara serial) dan di keluarkan


secara serentak.pengeluaran

d. Paralel In Serial Out

Register

ini mempunyai jalur

masukan sesuai dengan


jumlah flip flop yang
menyusunnya,dan hanya
mempunyai satu jalur
keluaran.
Data

masuk kedalm register

Thank

you

1.Mengapa

pencacah asinkron
setelah yang terakhir, kembali
lagi ke awal?
tabel kebenaran dari eksperimen
atau bagaimana?
2. Penerapan flip-flop dalam
teknologi? Data apa yang
disejajarkan(?)
3. Pengelompokan jenis flip-flop
berdasarkan apa?

Data

flip-flop merupakan
pengemangan dari RS flipflop, pada D flip-flop kondisi
output terlarang (tidak tentu)
tidak lagi terjadi. Data flipflop sering juga disebut
dengan istilah D-FF sehingga
lebih mudah
dalampenyebutannya. Data
flip-flop merupakan dasar
dari rangkaian utama sebuah
memori penyimpan data
digital. Input atau masukan