Anda di halaman 1dari 16

ASSALAMUALAIKUM

Kelompok 7 :
1.
2.
3.
4.

Dini riskianingrum
Istikomah
Kharisma
Ulfah Abriyani

Definisi
glomerulosnefritis adalah gangguan pada ginjal yang ditandai
dengan peradangan pada kapiler glomerulus yang fungsinya
sebagai ffiltrasi cairan tubuh dan sisa sisa pembuangan.
glomerulus akut (GNA) adalah suatu reaksi imunologi ginjal
terhadap bakteri / virus tertentu. (Ngastyah), 2005)

Etiologi
1.

2.
3.
4.

Adanya infeksi ekstral renal terutama di


seluruh nafas bagian atas atau kulit oleh
kuman streptokokus beta hemolytikus
golongan A, tipe 12, 16, 25, dan 59
Bakteri dan virus
Keracunan (timah hitam, tridion)
Thrombosis vena renalis

Tanda dan gejala


1.

2.
3.
4.

5.

6.

Riwayat infeksi saluran nafas atas atau


otitis media
Hematuria (darah dalam urin)
Proteunuria (protein dalam urin)
Edema, cenderung lebih nyata pada wajah
di pagi hari, kemudian menyebar ke
abdomen dan ekstremitas di siang hari
Menurunnya ouput urine (pengeluaran air
kemih)
Renal insufficiensi

lanjutan
7. Hipertensi
8. Timbul gejala grastrointestinal
9. Kelelahan
10. Oliguria
11. suhu

pathway
Infeksi atau penyakit
migrasi sel sel ke dalam glomerulus

pembentuk komplek antigen antibodi dalam dinding kapiler

Deposit complement dan anttarcs netrofil dan monosit

Enzim lysossomal merusak fibrinogen dan plasma protein lain bermigrasi melalui dinding sel,
manifestase klinis proteinuria
Membrane dasar glomerular,
Meningkatkan permaebilitas dinding
glomerular

eritrosit bermigrasi melalui dinding sel yarusak


manifestasi klinis : hematuria

Proliferasi sel dan fibrin yang terakumulasi dalam kapsul bowmen

Menurunnya perfusi kapiler glomerulus


Manifestasi klinis : retensi cairan dan meningkatnya BUN dan
creatinine

komplikasi
1.

2.
3.

4.

Oliguria sampai anuria yang dapat


berlangsung 2 3 hari.
Ensefalopati hipertensi
Gangguan sirkulasi berupa dispnea,
ortopnea
Anemia

Penatalaksanaan medis
1.
2.
3.

4.
5.

6.

7.

Istirahat mutlak selama 3 4 minggu


Pemberian penisilin pada fase akut
Makanan pada fase akut diberikan makanan rendah
protein (1 g.kg BB /hari) dan rendah garam (1 g/hr)
Pengobatan terhadap hipertensi
Bila anuria berlangsung lama (5 7 hari), maka
ureum harus dikeluarkan dari dalam darah
Pemberian furosamid (lasix) secara intravena (1
mg/kg BB/kali)

Bila timbul gagal jantung diberikan digitalis


sedativum dan oksigen

Penatalaksanaan keperawatan
1.

2.

3.
4.
5.

Gangguan faal ginjal


untuk mengetahui keadaan ginjal, pasien GNA
perlu dilakukan pemeriksaan darah
Resiko terjadi komplikasi
untuk mencegah komplikasi lebuh parah sedini
mungkin pasien memerlukan :
a. Istirahat
b. Pengawasan TTV
Diet
Gangguan rasa aman
Kurangnya pengetahuan

Pemeriksaan diagnosis
1.

2.

3.
4.
5.

6.

Riwayat gambaran klinis : infeksi saluran nafas


sebelumnya
Analisa urine : peningkatan sel darah merah
(RBC)
BUN dan creatinin meningkat
Menurunnya hb dan hematokrit karena delution
Kultur sampel atau apusan dari alat pernafasan
bagian atas untuk identifikasi mikroorganisme
Biongkatpsy ginjal

asuhan keperawatan teori pada pasien


dengan glomerulonefritis
1.

Pengkajian
a. Riwayat penyakit
1). Riwayat infeksi sreptococus beta hemolitikum
2). Riwayat penyakit SLE dan autoimun
3). Riwayat pembedahan dan prosedure invasive
4). Masalah urologi
5). Perubahan status berkemih meliputi frekuensi
berkemih, perubahan warna, kejernihan, dan bau.
6). Pengetahuan pasien tentang proses penyakit

b. Pemeriksaan diagnostik
1). Urinalisa
2). Urine tampung 24 jam
3). Serum creatinin
4). Serum protein
5). Biopsy ginjal
6). Kulture leder tenggorokan dan darah
2. Diagnose keperawatan
a. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan
menurunnya output urine (pengeluaran air kemih)
dan perubahan osmolar karena kehilangan protein

b. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan


kelelahan
c. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan
edema dan menurunnya tingkat aktivitas
d. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan perubahan cairan , diit
dan hilangnya protein
e. Kecemasan berhubungan dengan kurangnya
pengetahuan dan hospitalisasi

3. Perencanaan
a. Status cairan anak akan dipertahankan dalam batas
normal yang ditandai dengan pengeluaran urine 1 2
ml/kg per jam, tekanan darah dalam batas normal,
tidak ada peningkatan berat badan, dan bunyi nafas
bersih.
b. Kebutuhan istirahat terpenuhi yang ditandai dengan
anak berpartisipasi dalam aktivitas sesuai usia atau
kondisi dan
tidak ada gangguan istirahat tidur
c. Keutuhan kulit pada anak dapat dipertahankan
d. Intake nutrisi adekuat sesuai dengan tingkat
pertumbuhan dan perkembangan yang ditandai dengan
90%nutrisi dapat terpenuhi, dan berat badan sesuai

e. Kecemasan anak dan orang tua menurun yang


ditandai dengan anak dapat lebih
relaksasi,partisipasi dalam aktivitas, tenang dan
partisipasi dalam perawatan
4. Implementasi
a. Mempertahankan status cairan dalam batas
normal
b. Mencegah fatigue (kelelahan/keletihan)
c. Mempertahankan integritas kulit
d. Meningkatkan status nutrisi
e. Mengurangi kecemasan anak dan orang tua
f.rencana pemulangan