Anda di halaman 1dari 11

PROBLEMA COMPOUNDING SEDIAAN PADAT

KELOMPOK II
1. Nur Azizah H 1543700160
2. Ekayati Sallao 1543700161
3. Badriah Said
1543700162
4. Aldi Rombe Seppo
1543700163
5. Yane Rumbiak 1543700164
6. Chusnul Chatimah 1543700165
7. Muh. Izwar A.R.1543700166
8. Waode Suriati 1543700167
9. Ayu Gladistya P.1543700171
10. Filia Christi L.
1543700172
11. R Christian Kaidun 1543700174
12.Rifke Rotti
1543700176

Bentuk sediaan adalah bentuk dari suatu


obat berdasarkan proses pembuatan
dari obat tersebut dalam bentuk akan
digunakan.
Termasuk sediaan farmasi padat :
- Pulvis /Serbuk
- Kapsulae
-

Tablet

KEMASAN OBAT SEDIAAN PADAT


Hal-hal yang perlu dipertimbangkan
dalam pemilihan wadah sediaan
tablet adalah sebagai berikut
Menurut FI. Ed IV bahwa wadah
adalah sarana untuk menyimpan
sediaan yang langsung atau tidak
langsung
berkontak
dengan
sediaan.
Wadah
langsung
mengalami
kontak
langsung
dengan sediaan sepanjang waktu
(FI. Ed. IV.)

SYARAT SYARAT KEMASAN PADA


TABLET
a) Memiliki permeabilitas terhadap udara (oksigen dan gas lain) yang
baik
b) harus bersifat tidak toksik dan tidak bereaksi (inert), sehingga
tidak terjadi reaksi kimia yang dapat menyebabkan atau menimbulkan
perubahan warna, flavor dan citarasa produk yang dikemas
c) harus mampu menjaga produk yang dikemas agar tetap bersih dan
merupakan pelindung terhadap pengaruh panas, kotoran dan
kontaminan lain
d) harus mampu melindungi produk yang dikemasnya dari kerusakan
fisik dan gangguan dari cahaya (penyinaran)
e) harus mudah dibuka dan ditutup dan dapat meningkatkan
kemudahan penanganan, pengangkutan dan distribusi
f) harus mampu menjelaskan identifikasi dan informasi dari bahan
yang dikemasnya, sehingga dapat membantu promosi atau
memperlancar proses penjualan.

KEMASAN
1.Kemasan primer
.Strip
.Blister
. botol atau botol kaca
.Bluk produk
2 Kemasan sekunder
Peti kayu
karton
dus

CONTOH KEMASAN OBAT

SEDIAAN PADAT YANG TDK DPT DISERBUK


1.SediaanSalutEnterik(enteric-coated/EC)
Ex:Astika, Cardio Aspirin, Cymbalta, Depakote, Dolofen, Neola
nta Enzim, dll.
2. Sediaan Lepas Lambat (sustained-release / SR, extended-release /
XR, controlled-release / CR, retard, depo)
Ex:Abbotic, Adalat, Aggrenox, Aldisa, Ciproxin, Tramal, Xatral,
dll.
3. Sediaan Sublingual atau Bukal
Ex:Cedocard, Fasorbid, ISDN, dll.


PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN YANG HARUS KITA PERTIMBANGKAN JIKA HARUS MERESEPKAN SEDIAAN PUYER :

1. Sediaan puyer dengan cara menggerus tablet dipilih (merupakan


pilihan terakhir) jika tidak ada bentuk sediaan yang lain misal bentuk
sediaan sirup. Contoh kasus : mengganti bentuk sediaan tablet
parasetamol dengan bentuk sediaaan sirupnya.
2. Apakah tablet yang akan digerus merupakan tablet konvensional/tablet
salut enterik/ salut gula? Adanya salut terutama salut enterik pada tablet
mempunyai tujuan tertentu misal untuk mengontrol pelepasan obat dan
menghindari obat rusak oleh asam lambung. Jadi sebaiknya tablet
dengan salut enterik tidak boleh digerus.
3. Mencantumkan waktu kadaluarsa (Beyond use date) pada racikan
sediaan puyer
tersebut.

PEMBERIAN ETIKET
1. Biasanya diletakkan pada botol, dus, kantong plastik dan
sebagainya, yang memberi petunjuk tentang pemakaian obat.
2. Warna etiket:
- Etiket putih
- Etiket biru
3. Keterangan pada etiket

CONTOH ETIKET

Wassalam..