Anda di halaman 1dari 23

UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN

PENYAKIT DBD MELALUI PENYULUHAN dan


PEMASANGAN STIKER BEBAS JENTIK
DI DESA SUMBERPASIR KECAMATAN PAKIS
KABUPATEN MALANG TAHUN 2016

oleh:
SONDY WILDAN a
106.100.37

LATAR BELAKANG
Insidensi demam berdarah dengue meningkat
secara dramatis di seluruh dunia. Diperkirakan,
saat ini di seluruh dunia sekitar 2,5 milyar orang
memiliki resiko (WHO)
jumlah kasus DBD sebesar 25.950 dan pada tahun
2009 jumlah kasus DBD di Jawa Timur sebanyak
18.631 (DEPKES, 2009)
Berdasarkan analisa data Laporan Standar
Pelayanan Minimal (SPM) UPTD Puskesmas Pakis
pada Tribulan pertama tahun 2015 diitemukan
kasus DBD 250 kasus

TUJUAN
UMUM :
Meningkatkan pengetahuan pencegahan DBD
melalui penyuluhan Pemberantasan Sarang Nyamuk
(PSN) dan pemasangan stiker bebas jentik

KHUSUS :
Meningkatkan pengetahuan PSN di Desa
Sumberpasir Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.
Memasang stiker rumah bebas jentik

SASARAN :
Masyarakat Desa Sumberpasir Kecamatan Pakis
Kabupaten Malang.

SASARAN
Masyarakat Desa Sumberpasir
Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.

MANFAAT
PUSKESMAS :
membantu > solve problem

Masyarakat :
meningkatkan pengetahuan
Pola Pidup Sehat

Mahasiswa :
Pengelolaan Program
Pengetahuan DBD

PROFIL PUSKESMAS

Luas wilayah kerja: 53,72 Km2


Jumlah penduduk : 153.010
Diwilayah Puskesmas Pakis terdapat
14 polindes,
2 puskesmas pembantu
123 posyandu balita 1
11 posyandu lansia, dengan jumlah kader 610 orang.

PROFIL DESA
SUMBERPASIR
Desa Sumberpasir terletak pada wilayah timur,
luas wilayah 320,724 Ha
dibagi menjadi 5 dusun: yakni
1) Dusun Krajan, 2) Dusun Ngrangin, 3) Dusun
Ngedem, 4) Dusun Botoputih, 5) Dusun Gagakasinan

Perekonomian desa Sumberpasir didominasi pada


sektor pertanian
unggulan padi dan ketela rambat.

FISH BONE
Bahan

Manusia

Distribusi
abate kurang

Kurangnya
kesadaran
mengenai bahaya
DBD

Kurangnya pengetahuan
tentang DBD

Kader jumantik

yang kurang aktif

Banyaknya sampah
kaleng yg dapat
menampung
genangan air

Kamar mandi
jarang
dikuras

Tidak ada tanaman


pengusir serangga

Lingkungan

Metode

Kurangnya
Informasi
tentang
DBD

Leaftlet atau
selebaran
yang kurang

Alat

Adanya kasus DBD pada


wilayah kerja di Puskesmas
Pakis sebanyak 250 kasus
pada triwulan pertama 2016

PENYEBAB MASALAH
Kurangnya kesadaran diri dari masyarakat akan
bahaya penyakit DBD
Tingkat pengetahuan masyarakat yang kurang
untuk mencegah wabah DBD
Kader jumantik kurang aktif
Kamar mandi jarang dikuras
Leaflet atau selebaran masih kurang
Informasi pemeriksaan jentik yang kurang
Distribusi abate yang masih kurang
Masih banyaknya sampah kaleng dan botol bekas
sebagai penampung genangan air
Tidak ada tanaman pengusir serangga

PRIORITAS MASALAH
No

Penyebab Masalah

Skor

TotalSkor

Rangki
ng

5,5

6,5

Kurangnya kesadaran diri dari


1

masyarakat akan bahanya penyakit


tersebut
Tingkat pengetahuan masyarakat
yang kurang

Kader jumantik kurang aktif

3,5

Kamar mandi jarang dikuras

Leaflet atau selebaran masih kurang

4,5

2,5

7,5

6
7
8
9

Informasi pemeriksaan jentik yang


kurang
Distribusi abate yang masih kurang
Masih banyaknya sampah sebagai
penampung genangan air
Tidak ada tanaman pengusir serangga

Dengan metode NGT prioritas penyebab masalah adalah


Kamar mandi jarang dikuras

PEMECAHAN MASALAH
Penyuluhan tentang
pemberantasan sarang nyamuk dan
pemasangan rumah stiker bebas
jentik nyamuk
Pemberian ikan pemakan jentik
nyamuk
Pemberian abate

Skor
No

Hasil
Rankin

Masalah

g
C

CxAxRxL

Penyuluhan tentang
pemberantasan
1

sarang nyamuk dan


stiker bebas jentik

81

12

72

nyamuk
.
Pemberian ikan
2

pemakan jentik
nyamuk
33
Pemberian abate

PELAKSANAAN
Advokasi
dengan Survei
lokasi
kegiatan
bidan
desa/petugas memperkenalkan
maksud
polindes
tujuan kegiatan
Advokasi
dengan Mendapat
petugas kantor Desa melaksanakan
Sumberpasir
desanya

dukungan
kegiatan di

dan
dan

untuk
wilayah

Persiapan
Peralatan Mendapatkan materi mengenai tehnik
media pelatihan dan pelaksanaan kegiatan pelatihan.
konsumsi

PELAKSANAAN
Persiapan
Pembukaan acara pelatihan
Pengisian Pretest
Pemberian materi tentang DBD
dan PSN
Pengisian Postest
Penutupan kegiatan

EVALUASI
Mengevalusi
kegiatan

hasil Mengetahui
keberhasilan
kegiatan
pelatihan
dengan
menggunakan
pretest dan postest.
Mengetahui
keberhasilan
kegiatan
praktek dengan wawancara dengan
instrumen
Konsultasi hasil evaluasi Evaluasi keberhasilan kegiatan
kegiatan

HASIL KEGIATAN
Nilai
Nilai

Pretest

Post-test

45

70

90

100

65,6

89,7

Minimum
Nilai
Maksimum
Nilai Ratarata

Terdapat peningkatan pengetahuan tentang pencegahan


DBD, sebelum dan sesudah diberikan materi. Dapat dilihat
dari adanya peningkatan nilai rata-rata dari pre-test
menjadi post-test.

Survey Jentik, Pemasangan Stiker dan


Pembagian Cheklist Bebas Jentik
Survey jentik dilakukan dengan melihat kondisi
kamar mandi pada 5 rumah warga yang
sebelumnya ada kasus DBD ,hasilnya 3 rumah
terdapat jentik
Pembagian cheklist diberikan pada rumah yanng
disurvey dan juga sekitarnya.
Memasanga stiker bebas jentik pada rumah
dengan kamar mandi tanpa jentik dan waktu
pengurasan yang tepat.

Lampiran Kegiatan
Oleh : Sondy Wildan A, S.KG

RUMAH BEBAS
JENTIK

Ada Jentik

CHEKLIST BEBAS JENTIK


Minggu
Ke

Bebas
Jentik

Survey jentik

PEMBAGIAN CHEKLIST BEBAS JENTIK

PEMASANGAN STIKER BEBAS JENTIK

MATURNUWUN