Anda di halaman 1dari 25

Pendekatan

Masalah
Kesehatan

Kelompok tutorial 1

SKENARIO
Pendekatan Masalah Kesehatan
Tingkat ekonomi masyarakat kecamatan Rejo Agung tergolong menengah
keatas. Pelayanan kesehatan yang diberikan puskesmas sudah memadai,
termasuk sarana pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Dokter gigi yang
bertugas disana sering menemukan pasien dengan tingkat karies yang tinggi,
bahkan pada usia remaja sudah bbanyak remaja yang kehilangan gigi cukup
banyak. Pola makan masyarakat Rejo Agung cenderung menyukai makanan
yang siap saji, banyak yang mengandung karbohidrat. Untuk mengetahui
masalah kesehatan gigi yang ada dan menyelesaikan masalah tersebut perlu
menggunakan pendekatan masalah kesehatan. Beerapa pendekatan yang
bisa digunakan adalah Pendekatan Bloom, Wheel, Jaring-jaring Sebab-akibat,
dan Segitiga Epidemiologi. Apa pendekatan yang tepat untuk kasus diatas?

STEP 1
1. Pendekatan masalah kesehatan
Adalah suatu upaya untuk memecahkan
kenyataannya tidak sesuai dengan harapan.

masalah

kesehatan

yang

dalam

2. Segitiga Epidemiologi
Adalah suatu model kejadian yang menentukan suatu penyakit yang melibatkan 3
faktor yaitu lingkungan, agen dan hostnya.
3. Pendekatan Bloom
Adalah upaya pendekatan yang ditemukan oleh Bloom dengan melihat upaya dan
meninggikan derajat kesehatan.
4. Puskesmas
Merupakan suatu instansi kesehatan
kesehatan di suatu desa/kecamatan.

(tempat)

yang

menyediakan

layanan

STEP 2
1.

Apa saja pengaruh faktor ekonomi dan pola makan terhadap


kesehatan gigi dan mulut?

2.

Faktor apa saja yang menyebabkan tingkat karies tinggi


sedangkan pelayanan kesehatan memadai?

3.

Mengapa harus melakukan pendekatan masalah kesehatan?

4.

Apa saja tahapan dokter gigi untuk mengatasi masalah


kesehatan gigi dan mulut?

5.

Bagaimana perbedaan pendekatan yang ada di skenario?

1. Apa saja pengaruh faktor ekonomi dan pola


makan terhadap kesehatan gigi dan mulut?

Kebanyakan masyarakat dengan ekonomi keatas mereka


mempergunakan banyak waktunya untuk bekerja sehingga tidak
terlalu memikirkan kesehatan tubuhnya, utamanya dalam perihal
makanan. Karena waktu makan terbatas mereka cenderung
memilih makanan cepat saji untuk mengefisienkan waktu yang
mereka miliki, sedangkan kita tahu bahwa mengkonsumsi
makanan cepat saji kurang baik untuk kesehatan jika dikonsumsi
terus menerus. Misalnya saja minum soda, dapat menyebabkan
mikroporositi pada gigi sehingga insidensi karies meningkat.

2. Faktor apa saja yang menyebabkan tingkat


karies tinggi sedangkan pelayanan kesehatan
memadai?
Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat karies yang tinggi adalah
Genetik
Karies bisa diturunkan dari orang tua ke anaknya melalui pewarisan
gen. Jika orang tua memiliki karies yang tinggi maka kemungkinan besar
anak juga mewarisi gen karies tinggi tersebut.
Perilaku
Perilaku masyarakat sangat berpengaruh terhadap tingkat karies yang
terjadi, karena perilaku merupakan pola hidup yang diulang-ulang susah
dirubah maka jika seseorang memiliki kesadaran dan pengetahuan yang
rendah tentang kesehatan gigi dan mulut insidensi karies semakin
tinggi.

Lingkungan
Lingkungan masyarakat sangat mempengaruhi insidensi karies
pada suatu daerah misal ditinjau dari geografisnya ada bebearapa
daerah yang memiliki kadar fluor rendah sehingga masyarakat
disekitar tersebut mudah terserang karies gigi.
Beberpa faktor tersebut dapat mendukung terjadinya karies jika
dihubungkan dengan pelayanan masyarakat yang memadai
mungkin kurangnya kesadaran masyarakat untuk datang berobat
ke puskesmas, hal tersebut bisa terjadi karena kurangnya edukasi
dan promosi dari pihak puskesmas.

3. Mengapa harus melakukan pendekatan


masalah kesehatan?
Pendekatan masalah kesehatan sangat penting gunanya untuk
menelusuri masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat.
Mempelajari kesinambungan lingkungan, psikis, geografis dan
agen kita dapat mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh
dalam masalah kesehatan tersebut sehingga dapat menyelesaikan
masalah dengan program yang akan dicanangkan.

4. Apa saja tahapan dokter gigi untuk


mengatasi masalah kesehatan gigi dan
mulut?
Tahapan untuk mengatasi masalah kesehatan gigi dan mulut
Mengamati masalah yang sedang marak terjadi di masyarakat
Melakukan pendekatan masalah kesehatan
Mencanangkan program kesehatan gigi dan mulut yang sesuai

5. Bagaimana perbedaan pendekatan yang


ada di skenario?
Segitiga epidemiologi
Penyakit bisa timbul apabila agen, host, dan lingkungan tidak seimbang.
Jaring sebab akibat
Sebab akibat ada yang terputus dari suatu rantai, kita harus tau penyebab utama
dari suatu masalah sehingga dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan tepat.
Pendekatan Weel
Menggunakan poros host kemudian mengidentifikasi faktor inernal dan eksternal
dari suatu masalah
Pendekatan Bloom
Menitik beratkan pada 4 faktor yaitu herediter (genetik), perilaku masyarakat,
lingkungan dan pelayanan kesehatan. Jika perilaku masyarakat susah diubah maka
membawa pengaruh juga terhadap lingkungannya.

STEP 4 (MAPPING)

STEP 5 (LO)
1. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami langkahlangkah melakukan pendekatan masalah kesehatan
2. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami macammacam pendekatan masalah kesehatan

1. Mahasiswa mampu mengetahui dan


memahami langkah- langkah melakukan
pendekatan masalah kesehatan
Identikisai Masalah Kesehatan Masyarakat
Masalah adalah kesenjangan antara apa yang terjadi dan apa
yang dikehendaki. Rumusan suatu masalah harus obyektif tepat
dan jelas berdasarkan ukuran yang diambil serta bisa diukur.
a)

Analisis kesenjangan (Gap Analysis)

b) Analisis Sistem(System Analysis)


c)

Analisis Tren (Trend Analysis)

Prioritasi Masalah Kesehatan Masyarakat


Penetapan prioritas harus berdasarkan data atau fakta. Untuk
masalah kesehatan pada umumnya menggunakan pendekatan
epidemiologi, pendekatan teknologi upaya kesehatan, pendekatan
dari aspek lingkungan dan pendekatan sistem.

Identifikasi Alternatif Solusi Potensial dan Prioritasi Sosial


Syarat dalam mencari alternatif solusi dari penyebab atau
faktor risiko masalah:

Pemahaman akan masalah yang ada

Pemahaman tentang sub-sistem masalah, kalau perlu dibuat model masalah

Tiap alternatif yang ada dapat diperhitungkan hal-hal berikut untuk


memilihnya:

Relevansi: hubungan antara hasil (output) dengan tujuan pemecahan


masalah.

Efektivitas: Sejauh mana alternatif dapat menghasilkan output yang


diharapkan.

Relative Cost:biaya yang dikeluarkan


Technical Feasibility:apakah alternatif layak dan dapat dijalankan
secara teknis
Personil: tersedianya sumber daya manusia yang melaksanakan
alternatif
Keuntungan: penjelasan keuntungan alternatif
Kerugian: penjelasan kerugian yang ditimbulkan dari alternatif

Kelayakan Implementasi Solusi


Dalam merencanakan implementasi dari solusi terpilih,
jika dikaitkan dengan potensi (sumber daya) yang ada
untuk kelayakan, maka bisa menggunakan metode
analisis medan daya (force field analysis). Analisis ini
menggunakan kekuatan dan penghambat dari solusi yang
akan dipilih. Dalam pendekatan appreciaitive inquiry,
maka akan lebih baik jika banyak hal-hal positif yang bisa
mendorong untuk terlaksananya solusi tersebut.

Perencanaan Pelaksanaan Solusi


Dalam penyusunan rencana perlu diperhatikan unsur-unsur
dari analisis situasi atau review ini dapat berupa tinjauan sebelum
memulai suatu rencana (review before take of) atau tinjauan
tentang pelaksanaan sebelumnya (review of performance). Agar
penyusunan rencana pemecahan masalah dapat dilakukan dengan
mudah gunakanlah format Plans of Action.

Pelaksanaan Kegiatan
Melaksanakan perbaikan atau peningkatan sesuai dengan
rencana yang ditetapkan. Yang penting semua langkah
pelaksanaan harus sesuai dengan rencana kegiatan yang telah
disepakati dan setelah waktu yang telah ditentukan pelaksanaan
tidak mencapai hasil seperti apa yang telah ditetapkan oleh
indikator yang dipilih, maka langkah pelaksanaan harus dilakukan
koreksi seperlunya.

Monitoring dan Evaluasi


Monitoring dan evaluasi (monev) adalah kegiatan untuk
mengecek, mengawasi, dan menilai jalannya program mulai dari
tahap sosialisasi dan orientasi awal, perencanaan, pelaksanaan,
hingga ke kegiatan penyelesaian. Tujuan dari monev adalah
pengendalian kegiatan program agar mencapai sasaran yang
diharapkan secara tepat waktu, tepat jumlah, tepat biaya, tepat
mutu, dan tepat sasaran. Prinsip monitoring dan evaluasi :
berdasar standar yang diketahui bersama, terbuka, adil,
berorientasi solusi, partisipatif, dan berjenjang.

2. Macam-macam pendekatan
masalah kesehatan
Pendekatan Bloom
Paradigma hidup sehat H. L Blum menjelaskan 4
faktor utama yang dapat mempengaruhi
derajat
kesehatan individu /masyarakat. Keempat factor
tersebut merupakan factor determinan (penentu)
timbulnya masalah kesehatan pada seorang individu
atau kelompok masyarakat.

Pendekatan Wheel
Seperti halnya model jaring-jaring sebab akibat, model roda memerlukan
identiflkasi berbagai faktor yang berperan dalam timbulnnya penyakit
dengan Hak menekankan pentingnya agens. Di sini dipentingkan hubungan
antara manusia dan lingkungan hidupnya. Besarnya peranan tiap-tiap
lingkungan bergantung pada penyakit yang diderita.
Pendekatan Jaring- jaring sebab akibat
Merupakan salah satu dari 3 konsep dasar epidemiologi (segitiga
epidemiologi, jaring-jaring sebab akibat, roda) yang memberikan gambaran
tentang hubungan sebab akibat yang berperan dalam terjadinya penyakit
dan masalah kesehatan lainnya.
Pada model jaring-jaring sebab akibat terdapat berbagai macam sebab;
sesuatu penyakit tidak bergantung pada satu sebab yang berdiri sendiri
melainkan sebagai akibat dari serangkaian proses sebab dan akibat.
Menurut model ini perubahan dari salah satu faktor akan mengubah
keseimbangan antara mereka, yang berakibat bertambah atau berkurangnya
penyakit yang bersangkutan. Dengan demikian timbulnya penyakit dapat
dicegah atau dihentikan dengan cara memotong rantai pada berbagai titik.

Pendekatan Segitiga Epidemiologi


Model segitiga epidemiologi menggambarkan kejadian suatu
penyakit yang ditentukan oleh tiga faktor utama yaitu host, agent,
dan environment.
Host atau pejamu adalah manusia yang mudah terkena atau rentan
(susceptible) terhadap suatu bibit penyakit (virus, bakteri, parasit,
jamur, dsb) yang dapat menyebabkan ia sakit.
Contoh : Penyakit cmapak mempunyai kecenderungan untuk
menyerang anak-anak, khususnya anak dibawah umur lima tahun.
Kekebalan terhadap campak memang sudah dibawa sejak lahir,
tetapi mulai menurun sejak usia 9 bulan. Kondisi ini menyababkan
bayi sebelum berumur 9 bulan perlu diberikan imunisasi untuk lebih
meningkatkan kekebalan tubuhnya terhadap virus campak.

Terima Kasih
DAFTRA PUSTAKA
Notoatmodjo, Prof. Dr. Soekidjo. 2003. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu
Kesehatan Masyarakat. Cet. ke-2, Mei.Jakarta: Rineka Cipta
Reinke A, William. 1994. Perencanaan Kesehatan Untuk
Meningkatkan EfektifitasManajemen. Yogyakarta : Gadjah
Mada University Press
Kusnoputranto, Haryono. 1986. Kesehatan Lingkungan.
Jakarta : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.