Anda di halaman 1dari 15

FORMALDEHID

&
CHLOROMETHANE
S

Nama :
Muhammad Rizky Syahri Ramadhan
:
061430401259
Nurruhul Furqonniyatul Azzahra
: 061430401260

Formaldehid
Formalin merupakan larutan komersial dengan
konsentrasi 10-40% dari formaldehid. Bahan ini
biasanya digunakan sebagai antiseptic, germisida,
dan pengawet. Formalin mempunyai banyak nama
kimia diantaranya adalah : Formol, Methylene
aldehyde, Paraforin, Morbicid, Oxomethane,
Polyoxymethylene glycols, Methanal, Formoform,
Superlysoform, Formic aldehyde, Formalith,
Tetraoxymethylene, Methyl oxide, Karsan, Trioxane,
Oxymethylene dan Methylene glycol. Di pasaran,
formalin bisa ditemukan dalam bentuk yang sudah
diencerkan, dengan kandungan formaldehid 10-40
persen.

Sifat Fisik dan Sifat Kimia


Sifat Fisik Formaldehid
-
-
-
-
-
-
-
-

Tampilan: cairan jernih (tidak berwarna)


Bau: berbau menusuk, keras
Kelarutan: sangat larut
Berat jenis dan pH: 1.08 dan 2.8
Volatilasi (21oC): 100
Titik didih dan titik cair: 96oC dan 15oC
Kepadatan uap (1 atm): 1.04
Tekanan Uap: 1.3 @ pada 20oC

Sifat Kimia Formaldehid


1. Formalin pada umumnya memikliki sifat kimia yang sama
dengan aldehid namun lebih reaktif daripada aldehid lainnya
2. Formalin merupakan elektofil sehingga bisa dipakai dalam reaksi
subsitusi aromatik elektrofil dan senyawa aromatik serta bisa
mengalami reaksi adisi elektrofil dan alkena
3. Keadaan katalisis bisa mengakibatkan Formalin menjadi asam
formiat, karbondioksida, metanol, dan dalam bentuk metabolit HOCH2-alkilasi (Theines dan Halley, 1955). Formalin biasanya
membentuk trimer siklik 1,3,5-trioksan atau polimer linier
polioksimetilen

Kegunaan Formaldehid

1. Pengawet mayat
2. Pembasmi lalat dan serangga pengganggu
lainnya.
3. Bahan pembuatan sutra sintetis, zat
pewarna, cermin, kaca
4. Pengeras lapisan gelatin dan kertas dalam
dunia Fotografi.
5. Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea.
6. Bahan untuk pembuatan produk parfum.
7. Bahan pengawet produk kosmetika dan
pengeras kuku.
8. Pencegah korosi untuk sumur minyak
9. Dalam konsentrasi yang sangat kecil (kurang
dari 1%), Formalin digunakan sebagai pengawet
untuk berbagai barang konsumen seperti
pembersih barang rumah tangga, cairan pencuci
piring, pelembut kulit, perawatan sepatu, shampoo
mobil, lilin, dan pembersih karpet.

Reaksi Formaldehid :
1. Oxidation
CH3OH + O2 HCHO + H2O
2. Pyrolisis
CH3OH HCHO + H2
3. Reaksi Samping Pembakaran
Sempurna
CH3OH + 3/2 O2 2H2O + CO2

Diagram Alir Pembuatan Formaldehid

Chloromethanes
Metil klorida, juga disebut sebagai
klorometana, R-40 atau HCC 40, adalah
senyawa kimia organik yang termasuk dalam
kelompok haloalkana. Senyawa ini dulu
digunakan sebagai pendingin. Senyawa ini
berbentuk gas tak berwarna yang mudah
terbakar dengan bau sedikit manis. Karena
sifatnya racun, maka saat ini senyawa
Chloromethanes tak digunakan lagi pada
produk-produk rumah tangga. Metil klorida
pertama kali disintesis oleh kimiawan Perancis
Jean-Baptiste Dumas dan Eugene Peligot pada
tahun 1835 dengan menguapkan campuran
metanol, asam sulfat, dan natrium klorida.

Sifat Fisik dan Sifat Kimia


Sifat Fisik Chloromethanes
1. Rumus :CH 3 Cl
2. Massa molar : 50,49 g / mol
3. Penampilan : Gas tidak berwarna dengan bau
manis yang samar
4. Kepadatan : 2,22 kg / m 3 (0 C)
5. Titik lebur : -97,7 C (176 K) (-143,9 F)
6. Titik didih : -24,2 C (249 K) (-11,6 F)
7. Kelarutan dalam air : 5,325 g / l
8. Tekanan uap 490 kPa (20 C); 71 PSI (68 F)

Sifat Kimia Chloromethanes :


1. Hidrolisis Reagen Grignard
Dibuat dari alkil halida yang di reaksikan dengan logam Mg menjadi
Reagen Grignard (R-Mg-X), dan pelarut eter anhidrat.
Mg
CH3Cl

H20
CH3MgCl

CH4 + Mg(OH)Cl

2. Reaksi Wurtz
Yaitu reaksi antara alkil halida dengan logam Natrium, dalam pelarut eter anhidrat menghasilkan
alkana yang jumlah atom C nya genap
2CH3Cl + 2Na

CH3 CH3 + 2NaCl

3. Klorinasi
Yaitu reaksi dengan bahan dasar Alkana yang direaksikan dengan Cl2
Yang akan menghasilkan alkil halida (R-X)
CH4 + Cl2
CH3Cl + HCl
metana
klorometana

4. Metil klorida akan bereaksi kuat dengan Al menghasilkan metal alumina


klorida yang digunakan sebagai katalis untuk polimerisasi dan hidrogenasi
dari hidrokarbon
3CH3Cl + Al
CH 3 + 3AlCl3

5. Silikon bereaksi dengan metal klorida dengan adanya Cu akan


menghasilkan dimetil klorida silane.
2CH3Cl+Si
CH 3+2SiCl2
Reaksi ini adalah tahap intermediet dalam penyediaan silicon
Tetramethyl lead digunakan sebagai bahan pencampur bensin, dibuat
dengan mereaksikan metil klorida dengan campuran Pb monosodium
sebagai katalis digunakan AlCl3
4CH3Cl + 4NaPb

CH 3 + 4Pb + 4NaCl + 3Pb

6. Metil klorida akan bereaksi dengan amina tersier membentuk


quartenary ammonium klorida. Senyawa ini sangat penting dalam
produksi detergen,
fungisida,dan desinfektan.

METODE PRODUKSI DAN KLASIFIKASI PROSES

1. Metode Produksi
dibagi dalam beberapa proses :
- CH3Cl diperoleh dari reaksi CH3OH + HCl dapat digabungkan untuk
menghasilkan HCl
- CCl4 diperoleh dari reaksi CO2 + Cl2 merupakan proses yang lama dan
tidak ekonomis
2. Klasifikasi Proses
Pemanasan langsung klorinas metan yaitu suatu proses substitusi
langsung untuk membuat seluruh turunan dari ke empat produk klorinasi
yang tergantung pada perbandingan mol dari CH4Cl dan kondisi reaksi
Klorinasi Methana berdasarkan reaksi :
- CH4 + Cl2
CH3Cl + HCl
- CH3Cl + Cl2 CH2Cl2 + HCl
- CH2Cl2 + Cl2 CHCl3 + HCl
- CHCL3 + Cl2 CCl4 + HCl

Bahan :
Bahan baku pembuatan chloromethane adalah Methana (CH4)
dan Chlorin (Cl2)
Bahan tambahan yang digunakan adalah H2O, NaOH, dan
H2SO4.
Produk :
Produk utama yang dihasilkan dari industri ini adalah :
Metil Klorida (CH3Cl)
Metilen Klorid (CH2Cl2)
Kloroform (CHCl3)
Karbon Tetra Klorida (CCl4)
Produk samping yang dihasilkan dari proses ini adalah CH4
yang akan direcycle untuk proses selanjutnya.

Diagram Alir Pembuatan


Chloromethanes