Anda di halaman 1dari 30

Rh Budhi Muljanto, dr.

SpKJ

POKOK BAHASAN
Definisi & Klasifikasi Insomnia
Incidensi & prevalensi Insomnia
Gejala-gejala Insomnia
Kriteria diagnostik Insomnia
Terapi Insomnia

Definisi
Tidur adalah suatu keadaan

tidak sadar dimana otak lebih


responsif terhadap stimulus
internal daripada external
Mekanismenya terjadi di
batang otak dan hypothalamus
mengatur tidur melalui GABA
dan acetylcholine

Philagrypni
a
Kemampuan untuk tetap

bangun dengan hanya sedikit


sekali tidur

Insomnia
Kesulitan untuk memulai atau

mempertahankan tidur,
Bangun terlalu awal, atau
Tidur yang tidak menyegarkan
Pasien menyatakan tidak puas
dengan tidurnya baik secara
kualitatif maupun kuantitatif

Insomnia Primer vs
Sekunder
Insomnia Primer:
Disebut insomnia idiopatik
Hanya tidak bisa tidur
Pasien tidak memahami bahwa dirinya

insomnia

Insomnia Sekunder:
Disebut juga sebagai insomnia komorbid
Insomnia terjadi akibat kondisi lain:

Gangguan psikiatrik lain


Penyalahgunaan obat/zat
Penyakit/ masalah medis lain
Gangguan lainnya yang berakibat insomnia

Tipe Insomnia
Insomnia Sepintas/ Singkat: gejalanya ada untuk jangka

waktu kurang dari 1 minggu

Insomnia akut/ jangka pendek: gejalanya menetap sampai

1 - 4 minggu

Insomnia Khronik: gejala-gejala menetap > 1 bulan

Tahapan Tidur
Memulai tidur = Waktu jatuh tertidur
Standar: < 30 menit
Efisiensi Tidur = Lama tidur/Lama di

kasur
Standar: > 85%
Gangguan yang terjadi mungkin akibat
sering terbangun dengan disertai sulit
untuk tidur kembali, atau bangun
terlalu awal kemudian tidak bisa tidur
lagi

Akibat Insomnia
Gangguan Mood
Depresi dan/atau Anxietas
Daya ingat menurun
Sulit konsentrasi
Kecelakaan lalu-lintas
Memerlukan perawatn
kesehatan
Kinerja menurun

Akibat Fisiologik
Meningkat:
Suhu tubuh
Denyut nadi
Variabilitas denyut jantung
Tingkat Kortisol
Aktivitas gelombang Beta

Akibat Medis
Exaserbasi :
CV DZ
DM
Pain Syndromes
Parkinsons
COPD
Depresi
PTSD
Substance Abuse

Permasalahan Insomnia
20% populasi mengalami insomnia
Hanya 5% yg mencari pengobatan
Peresepan yang banyak untuk anti

insomnia
39% orang dewasa tidur < 7 jam
pada akhir minggu
54% orang usia > 55 tahun
melaporkan adanya insomnia sekali
atau lebih dalam seminggu

Evaluasi
Riwayat Pasien & Keluarganya
Catatan Tidur
Cari kemungkinan

penyebabnya
Pemeriksaan Fisik yang cermat

Riwayat Tidur

Saat dari insomnia


Jadwal tidur
Lingkungan tempat ia tidur
Kebiasaan tidur
Gejala-gejala selain gangguan tidur
Akibat keesokan harinya
Obat-obatan, kopi
Stresor dan kekhawatiran yang
menyertai insomnia

Catatan tidur
Catatan selama 2-4 minggu
Waktu tidur dan bangun
Bangun saat tidur
Buang air kecil dan buang air besar
Hubungan dengan teman/ pasangan

tidur

Penyebab Insomnia
Stres/Situasional
Takut
Marah
Depresi
Masalah medis

Faktor perilaku
Gaya hidup
Kepribadian
Obat-obatan

Penyebab Insomnia
Gangguan pola tidur
giliran kerja, masa kanak
Faktor lingkungan
suhu udara, kelembaban, cahaya

Tidak bisa tidur


pikiran yang overaktif, memikirkan

sesuatu, sedang memecahkan


masalah dll.

Pemeriksaan fisik
Gambaran anatomis dari

obstructive sleep apnea


Pemeriksaan Neurologis

Diagnosis Insomnia
Diagnosis insomnia bisa sulit dan perlu

proses panjang
Catatan /Daftar tidur
Mengamati gejala-gejalanya sampai beberapa

minggu

Seringkali tidak terdiagnosis baik oleh dokter

maupun pasien karena kesalah fahaman


Dokter tidak menanyakan hal ini
Pasien tidak merasa perlu menyampaikan karena

sudah dianggap biasa


Keduanya tidak memandang sebagai hal yg penting

Terapi
Cognitive Behavioral Therapy
Relaxation Therapy
Sleep Hygiene
Light Therapy
Farmakologik

Prinsip Terapi
Mulai dengan Non-Farmakologis
Insomnia sepintas:
Biasanya tidak perlu farmakologis

Insomnia jangka pendek:


Bila menyangkut QOL, farmakologis

Khronis:
Coba Non-farmakologis, bila tak

berhasil tambahkan farmakologis

Tatalaksana pemberian
hipnotik sedatif
Hilangnya gejala belum berarti sembuh
Kombinasi farmakologis dg non-F
Gunakan dosis terendah dengan masa

pemakaian sesingkat mungkin


Hindari alkohol
KI untuk kehamilan
Tapering off untuk menghindari
rebound insomnia
Monitor ESO

Terapi Farmakologik
4 kelompok obat yang diberikan
Benzodiazepine
Benzodiazepine Receptor

Agonists
Melatonin Receptor Agonists
Antidepressants/Antipsychotics
Suplemen

Benzodiazepine
Memperbaiki waktu tidur, kadang-kadang

memberikan efek lain yang tidak nyaman


Mengubah siklus tidur
Cenderung menyebabkan hangover
Sangat mengantuk keesokan harinya
Kadang-kadang mengganggu kognitifnya
Sangat berpotensi disalahgunakan pada
penggunaan jangka panjang
Termasuk disini:
Estazolam, Flurazepam, Quazepam,
Temazepam, and Triazolam

Benzodiazepine Receptor
Agonists
Gejala hangover lebih kecil dp

benzodiazepine
Memberikan tidur malam yang lebih
nyaman
Lebih kecil kemungkinan terjadinya
ketergantungan
Tidak mengganggu siklus tidur
Half-life lebih panjang dp benzodiazepine
sehingga mempertahankan tidur lebih lama
Termasuk disini:
Zolpidem, Zaleplon, and Eszopiclone

Melatonin Receptor
Agonists
Sangata jauh kemungkinan

terjadinya penyalahgunaan/
ketergantungan
Dimungkinkan untuk pemakaian
jangka panjang dp obat lainnya
Mungkin bisa memberikan efek
samping mengantuk, pusing atau
rasa lelah di hari berikutnya
Termasuk disini: Ramelteon

Antidepressants/
Antipsychotics
Lebih disukai karena jauh dari

kemungkinan penyalahgunaan/
ketergantungan
Pada penggunaan jangka panjang
menimbulkan efek anticholinergic :
Konstipasi
Peningkatan BB

Kebanyakan diberikan kepada pasien

yang menderita insomnia akibat depresi

Dirujuk ke Psikiater
bila
Resisten terhadap Terapi
Co-morbiditas yang

komplex
Tertidur ketika

berkendaraan

Than
k
You

Benzodiazepines
Name life

Dose

Estazolam 12-15
Flurazepam
8

Metab?

1-2 No
15-30
Quazepam
39
7.5-15
Temazepam 10-15
15-30
Triazolam
2 0.125-.25
Lorazepam

Yes
Yes
No
No