Anda di halaman 1dari 27

Sifat-sifat Zat Cair

(Properties of FLUIDS)
TSI 232 Mekanika Fluida
Civil Engineering Department
Fadhliani

SOLID
Jenis Materi: solid (padat) dan fluid (mengalir)
Perbedaan antara solid dan fluid:
- Kerapatan molekul pada solid > fluid
- Gaya tarik antar molekul pada solid> fluid
Solid Elastis
- deformasi (berubah bentuk) jika diberikan gaya, pada batas
elastisitas tertentu, perubahan benda padat sedemikian rupa
sehingga Regangan (straight) berbanding lurus dengan tegangan
(stress)
- kembali ke bentuk semula jika gaya dihilangkan

Solid Plastis
- terjadi deformasi, pada besaran gaya tertentu
- deformasi berlanjut, selama gaya terus diberikan
-tidak kembali ke bentuk semula

FLUIDA
FLUIDA : adalah zat-zat
yang mampu mengalir
dan menyesuaikan diri
dengan wadah atau
tempatnya.
Gaya tarik menarik
antar molekul tidak
kuat, untuk tetap
bersatu.
Fluida akan terus
berubah bentuknya
selama gaya bekerja
dan tidak akan kembali
ke keadaan semula bila
gaya tersebut tidak
bekerja lagi.

Bila berada dalam keseimbangan,


fluida tidak dapat menahan gaya
tangensial atau gaya geser.
Sehingga semua fluida memiliki
derajat kompresibilitas dan
memberikan tahanan kecil terhadap
perubahan bentuk.
Atau
Cairan / zat cair tidak mempunyai
tahanan yang tetap terhadap gaya
yang bekerja padanya, hal ini
mengakibatkan selalu terjadi
perubahan bentuk dan mengambil
bentuk sesuai dengan tempat

CAIRAN dan GAS


Fluida (fluids) : cairan dan gas
CAIRAN :
- Relatif tidak bisa
termampatkan(incompressible)
- cairan tersebut akan mengambil tempat
yang sesuai dengan bentuk dan tempatnya
dan permukaan akan berbentuk suatu batas
dengan udara terbuka.
- Tidak mengembang
GAS :
- zat yang dengan mudah dapat
dimampatkan (compressible)
- dapat mengembang mengisi seluruh
ruangan tempat dimana gas berada dan
tidak membentuk batas tertentu seperti

CAIRAN dan GAS


UAP :
- Gas, dimana suhu, T dan tekanan, P
mendekati fase CAIR
- Contoh: Uap air mendidih
GAS :
- Fase terjauh dari fase CAIR,
- Volume gas atau uap sangat dipengaruhi
oleh perubahan suhu dan tekanan

Sifat-sifat Fluida
1. Rapat Massa ()
dan Berat Jenis () :
adalah massa per
satuan volume
suatu benda (kg/m3)
Kerapatan air pada
suhu 4oC (suhu
yang menyatakan
kerapatan maks)
adalah 1000 kg m-3,
sehingga massa
satu liter air pada
suhu tersebut
adalah 1 kg.

Contoh Berbagai Nilai Kerapatan Massa ( )


Fluida

Kerapatan (kg m-3)

Air (4oC)

1000

Air (15oC)

991

Udara (20oC)

1,19

Minyak Bumi (20oC)

900

Minyak Bensin (20oC)

840

Air Raksa (20oC)

13,5 x 103

2. Kerapatan Relatif
nisbah kerapatan cairan terhadap kerapatan air
untuk suatu suhu yang ditentukan.

3. Kemampatan
(Compressible)
Perubahan (pengecilan volume)
karena adanya perubahan
(penambahan) tekanan
K = modulus elastisitas

Kemampatan
(Compressible)

4. Kekentalan (Viskositas)
ZAT CAIR IDEAL:
- tegangan geser nol
- inviscid (tanpa kekentalan/ zero
viscosity)
ZAT CAIR REAL:
- memiliki kekentalan
- tegangan geser berbanding lurus
dengan viskositas

4. Kekentalan (Viskositas)
Sifat zat cair untuk melawan
tegangan geser pada waktu
bergerak/ mengalir.
Kohesi antar partikel zat cair

(tau) = tegangan geser (N/m2)


(mu) = kekentalan dinamik/ absolut
(Nd/m2)
(nu) = kekentalan kinematik (m2/d)

5. Tegangan Permukaan
Akibat dari gaya tarik menarik molekul antara
sesamanya.
Dalam peristiwa sehari-hari dapat diamati seperti
serangga dapat berjalan diatas permukaan air
jarum atau silet dapat diletakkan di atas permukaan
air dengan hati-hati
kecenderungan tetes air berbentuk bola, dsb

Fenomena ini menunjukkan permukaan air


mempunyai semacam stress tekan atau
tegang muka zat cair.

6. Kapilaritas
Gejala kapiler atau kapilaritas adalah
peristiwa naik atau turunnya zat cair di
dalam pipa kapiler disebabkan oleh
interaksi molekul-molekul di dalam zat cair
(adhesi dan kohesi)
Gaya kohesi adalah tarik-menarik antara
molekul-molekul di dalam suatu zat cair.
Gaya adhesi adalah tarik menarik antara
molekul dengan molekul lain yang tidak
sejenis, yaitu bahan wadah di mana zat
cair berada.

Gejala kapiler pada meniscus cekung (air) akan


naik di dalam pipa kapiler, makin kecil lubang
pipa kapiler makin tinggi naiknya zat cair.
Pada meniskus cembung (raksa) akan turun di
dalam pipa kapiler, Makin kecil lubang pipa
kapiler, maka makin rendah penurunan zat
cair.Gejala kapiler tergantung pada kohesi dan
adhesi.

7. Tekanan Uap
Zat cair cenderung mengalami penguapan,
karena molekul di permukaan mempunyai
energi melepaskan diri dari tarikan molekul
di sekitarnya.
Tekanan uap jenuh terjadi pada saat jumlah
molekul yang keluar dan yang masuk
kembali ke zat cair adalah sama.
Pergerakan molekul meningkat karena
pertambahan temperatur ,T dan penurunan
tekanan meningkatkan tekanan uap jenuh.

7. Tekanan Uap
Pada temperatur tertentu, jika p <
tekanan uap jenuh penguapan
yang cepat (mendidih)
Temperatur dimana, tekanan uap
jenuh = tekanan atmosfer Titik
didih (boiling point)