Anda di halaman 1dari 39

MODA TRANSPORTASI LAUT

PERTEMUAN 9
Dosen
MUKHLIS, ST, MT

Sumber : Drs. M. Nur Nasution, M.S.Tr

SISTEM ANGKUTAN LAUT


Sistem angkutan laut terdiri dari alat
angkut, alur pelayaran dan terminal.
Alat angkut (vehicles), yaitu kapal, sea
train dan log carrier
Alur pelayaran (ways), yaitu pengerukan,
penerangan pantai, telekomunikasi dan
navigasi.
Terminal,
yaitu
terminal
penumpang,
gudang, peralatan bongkar muat, pemecah
gelombang, bangunan, dock, dll.

sea train

log carrier

Terminal/ pelabuhan

Kapal
Kapal dapat didefinisikan yaitu
kendaraan air dengan bentuk dan
jenis tertentu, yang digerakkan
dengan
tenaga
angin,
tenaga
mekanik, dan energi lainnya.

Jenis-jenis Kapal Berdasarkan Tenaga


Penggerak
1.
2.
3.
4.
5.

Kapal
Kapal
Kapal
Kapal
Kapal

tenaga penggerak manusia


layar
uap
motor
nuklir

1. Kapal Pengerak Manusia


Kapal tenaga penggerak manusia
hanya dapat digunakan untuk perahu
kecil,
seperti
yang
digunakan
nelayan di perairan atau dilaut untuk
memancing ikan atau perahu yang
diperlombakan.

Kapal dengan tenaga penggerak manusia

2. Kapal Layar
Kapal layar adalah kapal yang digerakkan
dengan
menggunakan
layar
yang
memanfaatkan tenaga angin sebagai
pendorongnya.
Kapal layar di Indonesia yang paling
populer adalah kapal Panisi
Panisi merupakan kapal layar trandisional
khas Indonesia yang berasal dari suku
Bugis dan suku Makasar di Sulawesi
Selatan.

Kapal Layar

3. Kapal Uap
Kapal uap adalah kapal yang
digerakkan dengan tenaga uap yang
menggerakkan
propeler
ataupun
roda kayuh.
Kapal uap mulai digunakan setelah
ditemukan mesin uap oleh James
Watt dan juga merupakan revolusi
bahan bakar, dari kayu bakar
kemudian diganti dengan batu bara.

Kapal dengan Tenaga Uap

4. Kapal Motor
Kapal motor adalah kapal yang
digerakkan
dengan
mesin
pembakaran dalam atau mesin
diesel.
Untuk meningkatkan efisiensi mesin
kapal biasanya mesin dilengkapi
dengan turbo charger dan intercooler
agar mesin pembakaran didalam
ruang bakar lebih sempurna.

Kapal Motor

5. Kapal Nuklir
Kapal nuklir adalah kapal yang digerakkan
oleh tenaga nuklir yang dihasilkan reaktor
nuklir yang ditempatkan didalam kapal.
Karena alasan keselamatan dan politik
kapal nuklir saat ini tidak digunakan untuk
kapal sipil tetapi hanya untuk kapal militer.
Kapal nuklir mempunyai keunggulan yaitu
tidak membutuhkan udara dalam proses
pembakaran serta tidak menghasilkan
emisi gas buang

Kapal Tenaga Nuklir

Klasifikasi Kapal Menurut Bahannya


1.
2.
3.
4.

Kapal
Kapal
Kapal
Kapal

kayu
serat kaca
komposit
baja

1. Kapal Kayu
Kapal kayu adalah kapal yang
seluruh konstruksi badan kapal
dibuat dari kayu.
Kayu yang digunakan biasanya
seperti kayu merbau, kayu jati, kayu
sena, dll.

Kapal Kayu

2. Kapal Serat Kaca


Kapal serat kaca atau yang dikenal
sebagai kapal fiberglass adalah kapal
yang seluruh konstruksi badan kapal
dibuat dari fiberglass.
Kapal jenis ini banyak digunakan
sebagai kapal patroli, kapal pribadi,
kapal untuk ASDP, dll

Kapal Serat Kaca

3. Kapal Komposit
Kapal komposit adalah kapal yang
dibuat dari bahan semen komposit
yang diperkuat dengan baja sebagai
tulang-tulangnya.
Fungsi
tulangan
ini
sangat
menentukan
terutama
untuk
menyanggah
seluruh
gaya-gaya
yang bekerja pada kapal.

4. Kapal Baja
Kapal baja adalah kapal yang seluruh
konstruksi badan kapal dibuat dari
baja.
Pada
umumnya
kapal
baja
menggunakan sistem konstruksi las
Keuntungan dari sistem las adalah
pembuatan kapal menjadi lebih
cepat dan berat kapal menjadi lebih
ringan

Kapal Baja

Berbagai jenis kapal barang


a. Kapal General Cargo, terdiri dari :

Kapal
Kapal
Kapal
Kapal

Container
Ro-Ro
Lash atau kapal tongkang
Dry Bulk Cargo

b. Kapal Tanker
c. Kapal Serba Guna

Biaya Operasi Angkutan


Laut
Jumlah biaya jasa angkutan laut,
tergantung pada :
Jarak (dalam ukuran ton kilometer)
Tingkat penggunaan kapasitas angkutan
(dalam ukuran waktu)
Sifat khusus muatan

Operasional kapal memiliki 3 fase


yang khas dengan biaya yang
khusus :

1. Waktu kapal berada dipelabuhan


untuk melakukan bongkar muat
2. Waktu manuver untuk bersandar
pada atau melepas dari dermaga
dipelabuhan
3. Waktu berlayar antar pelabuhan

Pada umumnya biaya-biaya yang dikeluarkan


suatu perusahaan pelayaran, dibedakan sbb :

1. Operating Movement Cost, yaitu


biaya-biaya yang dikeluarkan oleh
perusahaan selama kapal dalam
pelayaran
2. Detention/Idling Cost, yaitu biayabiaya
yang
dikeluarkan
oleh
perusahaan
selama
kapal
dipelabuhan

Untuk menghitung total cost per unit (ton-km) digunakan rumus sebagai berikut :

Dimana :
TC = total cost per unit (ton-km)
T2 = operating movement cost
D = jarak
I = detention cost

Untuk menghitung T2 (Operating Movement)


digunakan rumus sebagai berikut :

Dimana :
mc = total cost selama dalam perjalanan
mt = waktu/lamanya berlayar
C = jumlah muatan yang diangkut (ton)
D = jarak yang ditempuh (km)

Untuk menghitung Idling Cost/


Detention Cost (I), adalah

Dimana :
ic = total biaya selama dipelabuhan
it = lama berlabuh
C = jumlah muatan yang diangkut

Contoh :
Besarnya total operating movement
cost adalah Rp. 50.000.000,- dan
movement time selama 48 jam.
Jumlah
muatan
yang
diangkut
sebanyak 2.000 ton, jarak tempuh
sejauh 400 km, total idling cost
sebesar Rp. 16.000.000,- dan idling
time dipelabuhan adalah selama 24
jam.
Berapa total cost per 1 ton-km?

Penyelesaian :

Maka TC/unit (ton-km) adalah :

Maka Total Cost per 1 ton-km = Rp.


145,-

Peramalan Lalu Lintas Barang dan


Jumlah Kapal
Peramalan dari suatu variabel atau beberapa
variabel untuk masa yang akan datang sangat
diperlukan sebagai dasar atau pedoman
dalam pembuatan rencana transportasi masa
akan datang.
Ramalan mengenai arus lalu lintas angkutan
barang pada masing-masing daerah sangat
diperlukan untuk digunakan sebagai dasar
dalam memperkirakan jumlah dan kapasitas
kapal yang harus tersedia, fasilitas pelabuhan
dan lain-lain.

Data arus lalu lintas barang antar


pelabuhan dari tahun-tahun yang
lalu merupakan informasi untuk
meramalkan arus lalu lintas antar
pelabuhan untuk masa yang akan
datang.
Dalam meramalkan besarnya lalu
lintas barang, perlu diperhatikan
beberapa hal :
Pertumbuhan penduduk di daerah
tersebut
Pertumbuhan ekonomi

Model peramalan merupakan hubungan yang


dinyatakan dalam bentuk y = (x1, x2,,xn)
Bentuk umum dari multiple regresion,
dinyatakan sebagai berikut :
Y = a + b1.x1 + b2.x2 + + bn.xn
Dimana :
Y = variabel yang diramalkan (variabel terikat)
a, b1, b2, , bn = koefisien regresi
x1, x2, , xn = variabel bebas

SEKIAN DAN TERIMA


KASIH