Anda di halaman 1dari 43

SOP

Pembibitan Kelapa Sawit


(Elaeis guineensis Jacq.)

Jatinangor, November 23, 2016

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 1

Study Overview

Macam Perbanyakan

Produksi Benih Kelapa Sawit

Syarat Tumbuh Pembibitan Kelapa Sawit

Pembibitan Awal (Pre-Nursery)

Pembibitan Utama (Main-Nursery)

Pengangkutan

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 2

Macam Perbanyakan

Vegetatif : teknik kultur jaringan


kelemahannya yaitu terjadinya variasi somaklonal, bibit hasil kultur jaringan memiliki
potensi membentuk buah mantel cukup tinggi (partenokarpi) per TBS, potensi
buah tidak jadi juga cukup tinggi per TBS, sehingga randemen CPO per TBS
rendah.

Generatif: biji kelapa sawit hasil persilangan Dura x Pisifera

Sampai saat ini, teknik perbanyakan yang banyak diterapkan adalah secara
generatif menggunakan biji kelapa sawit
Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 3

Produsen Benih Kelapa Sawit

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 4

Produsen Benih Kelapa Sawit

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 5

Produksi Benih Kelapa Sawit


Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit (SPKS)

tertarik bau
bunga jantan
Serangga penyerbuk
Elaeidobius camerunicus
dilepas

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 6

Produksi Benih Kelapa Sawit


Penyerbukan Buatan Oleh Manusia

1. Kegiatan di lapangan

Bunga Jantan

Bunga Betina

Persiapan polen
Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 7

Produksi Benih Kelapa Sawit


Bagging (penyungkupan)

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 8

Produksi Benih Kelapa Sawit


Crossing (persilangan)

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 9

Produksi Benih Kelapa Sawit


Bag removal

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 10

Produksi Benih Kelapa Sawit


Panen/harvesting

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 11

Produksi Benih Kelapa Sawit

Pengangkutan hasil
panen ke SPU

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 12

Produksi Benih Kelapa Sawit


2. Kegiatan di SPU

Penerimaan tandan benih


dari lapangan

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 13

Produksi Benih Kelapa Sawit


Chopping (cencang)

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 14

Produksi Benih Kelapa Sawit


Detaching
(Memisahkan)

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 15

Produksi Benih Kelapa Sawit


scrapping

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 16

Produksi Benih Kelapa Sawit

Pencucian benih

Penghitungan
jumlah benih per
tandan dan
sortasi

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 17

Produksi Benih Kelapa Sawit


3. Cold storage

Tujuan: untuk menunda proses


perkecambahan (optimum 30-90
hari)

4. Hot room
(T = 39-41oC )
Tujuan: untuk mematahkan
dormansi benih setelah
disimpan dalam cold
storage

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 18

Produksi Benih Kelapa Sawit


Germinasi

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 19

Produksi Benih Kelapa Sawit


Dark room

Tujuan: untuk memperlambat


pertumbuhan kecambah sebelum
kecambah tersebut dikirim

4. packing
Kecambah dalam kantong-kantong plastik
ditempatkan pada kardus berukuran sedang (isi 18
kantong), 1 kantong plastik berisi 200 kecambah
Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 20

PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

Persiapan pembibitan Pembibitan Awal (Pre Nursery)


Pembibitan Utama (Main Nuerse
Tujuan : Untuk menghasilkan bibit kelapa sawit berkualitas
tinggi yang harus tersedia sesuai dengan kebutuhan tahapan
penanaman
Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 21

Sistem Pembibitan
Sistem pembibitan tahap ganda
(double stage system)
a. Pembibitan pendahuluan yaitu kecambah ditanam dengan menggunakan
polibeg kecil sampai bibit berumur 3 bulan
b. Pembibitan utama (main-nursery) yaitu bibit ditanam dalam polibeg besar
selama 9 bulan

Sistem pembibitan tahap tunggal


(single stage system)
Bibit langsung ditanam dalam polibeg besar hingga berumur 12 bulan tanpa harus
ditanam dalam polibeg kecil terlebih dahulu

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 22

Syarat Lokasi Pembibitan


Air tersedia cukup, bermutu baik, bersih, pH minimum 4 (cukup untuk
mengairi minimal 80.000 l/ha/hari)
Lokasi datar, berdrainase baik, tidak terkena banjir
Tersedia top soil dalam jumlah yang cukup untuk pengisian polibag
Aman dari segala macam gangguan, termasuk pohon tinggi di
sekitar lokasi pembibitan
Bagian atas bedengan sebaiknya memiliki naungan, berupa atap
buatan atau pohon.

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 23

PEMBIBITAN KELAPA SAWIT


1. Penghitungan Luas Lokasi Pembibitan

Umur bibit siap tanam yang optimum 11 13 bulan


Jarak tanam antar polibag 90 x 90 x 90 cm, segitiga sama sisi
1 ha tempat pembibitan dapat menampung 12.000 bibit

2. Persiapan Lahan dan Kegiatan Pembibitan

Pembersihan lahan
Lahan dilengkapi dengan instalasi air dan irigasi
Jaringan jalan untuk pengangkutan benih ke tempat pembibitan maupun
bibit ke lokasi penanaman
Sistem pembibitan yang dipakai: 2 tahap (pre nursery dan main nursery)

3. Sistem irigasi
Tujuan: untuk menjamin bahwa masing-masing polibag bibit memperoleh air yang
cukup setiap hari untuk mendapatkan pertumbuhan optimal
Penyiraman bibit menggunakan sistem pengairan berkabut (mist irrigation)
Untuk keperluan pengabutan air irigasi diperlukan tekanan yang berasal dari pompa air
(20 HP @ 1.250 rpm untuk luasan pembibitan sampai dengan 15 Ha; 35 HP @ 1.300
rpm untuk luasan > 15 Ha s/d 25 Ha)
Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 24

Kebutuhan Kecambah
Kerapatan Tanam
per Ha

Kebutuhan Kecambah
per Ha

128 130
136
148
160

182
190
207
224

Permintaan kecambah/kebutuhan kecambah disesuaikan


dengan kerapatan tanam, perkiraan afkir selama pembibitan
sebanyak 30%, dan ditambah kebutuhan bibit untuk keperluan
penyisipan sebanyak 10% dari total kebutuhan bibit

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 25

Pre-Nursery

Tujuan :
Memberikan waktu lebih longgar untuk membuat persiapan areal pembibitan dan
mempersempit tempat pemeliharaan bibit selama 3 bulan pertama atau memiliki 4-5
helai daun untuk memudahkan pemeliharaan yang optimal

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 26

Pre-Nursery
1. Ukuran Polibag
0.075 mm x 15 cm x 23 cm lay flat
(setelah diisi akan berdiameter 10
cm dan tinggi 17,5 cm)
Berwarna hitam
Diberi lubang perforasi, jarak antar
lubang 5 cm x 5 cm
Letak lubang dimulai dari tengah
kantong plastik bagian bawah

2. Media Tanam

Top soil dari tanah mineral


(kedalaman 20-30 cm) dengan
tekstur lempung, kecuali di areal
gambut dapat menggunakan
tanah gambut
Media diayak dengan saringan 1
cm x 1 cm untuk mencegah
masuknya gumpalan-gumpalan
tanah, bersih dari sampah dan
kotoran lainnya
Media dicampur dengan rock
phospate (50 kg untuk setiap 2 m 33
tanah atau 1000 polibag)

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 27

Pre-Nursery
3. Cara Pengisian Polibag

4. Penempatan dan
Penyusunan Polybag
Lebar bedengan 120 cm dan panjang
menyesuaikan dengan kondisi areal (1015 m), jarak antar bedengan 70 cm

Polibag harus sudah diisi tanah 4


minggu sebelum penanaman
Guncang polibag pada waktu
pengisian untuk memadatkan tanah
dan diisi sampai ketinggian 1 cm dari
bibir polibag
Polibag disiram air setiap hari sampai
tanah jenuh sebelum dilakukan
penanaman dan diisi kembali dengan
tanah apabila diperlukan

Tanah bedengan ditinggikan 5 cm dengan


mengikis tanah dari area antar bedengan,
sehingga air tidak menggenangi
bedengan saat hujan
Dipasang papan lebar 10 cm atau bambu
di sepanjang pinggir bedengan untuk
menahan agar polibag tidak tumbang
Polibag disusun secara rapat pada
bedengan
Dalam 1 bedeng, bisa diisi oleh 1200 s/d
1800 polibag

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 28

Pre-Nursery
Kecambah siap tanam

Plumula

Radikula

Kecambah normal

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 29

Pre-Nursery
5. Penanaman Kecambah
1. Tanah pada polibag disiram sampai jenuh
2. Kantong plastik berisi kecambah dibuka dengan hatihati dan kecambah diletakkan di baki yang beralaskan
goni basah yang telah direndam dalam larutan fungisida
3. Kecambah diseleksi dan dihitung
4. Penanaman kecambah harus memperhatikan posisi
radicula yang akan diposisikan arah ke bawah dan
plumula yang akan diposisikan arah ke atas
5. Kecambah ditanam pada kedalaman sekitar 2 cm di
bawah permukaan tanah polibag
6. Hindarkan penanaman kecambah yang terlalu dalam
dan terbalik
7. Polibag disiram sampai jenuh setelah penanaman
kecambah
8. Pemberian naungan di atas bedengan pre-nursery

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 30

Pre-Nursery
6. Naungan
Pada tahap awal pembibitan,
harus diberi naungan
Bibit dengan 2 daun, naungan
dapat dikurangi 50%
Bibit dengan 3 daun, naungan
dihilangkan
Luas naungan sebesar
bedengan dengan tinggi 2 m

7. Penyiraman
Penyiraman dilakukan setiap pagi dan
sore, selama 30 menit atau setara dengan
6 mm curah hujan untuk setiap
penyiraman
Bila pada malam hari ada curah hujan >
10 mm, tidak perlu penyiraman pada
keesokan harinya, dan penyiraman sore
hari bergantung pada kelembaban tanah
di polibag
Bila pagi hari ada hujan > 10 mm, tidak
perlu penyiraman pada pagi dan sore
Bila ada genangan air yang bertahan di
polibag setelah penyiraman, maka dibuat
tambahan lubang polibag dengan cara
menusuk polibag menggunakan bambu
berdiameter 5 mm

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 31

Pre-Nursery
8. Pemupukan

9. Pengendalian HPT
Hama utama di Pre Nursery

Anjuran PPKS :
Pemupukan segera dilakukan
setelah umur bibit sepuluh hari.
Pupuk diberikan adalah urea dan
majemuk NPK.
Dosis pupuk urea 2 gram/lt air
untuk 100 bibit, dan pupuk
majemuk 2,5 gr/polybag.
Frekuensi pemberian pupuk
seminggu sekali.

Penyakit yang umumnya menyerang

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 32

Pre-Nursery
9. Seleksi Bibit di Pre-Nursery

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 33

Main-Nursery

Kapan dilakukan?
Pemindahan dari pre menuju main nursery dilakukan pada bibit yang berumur 3-4
bulan atau telah memiliki 4-5 helai daun

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 34

Main-Nursery
1. Ukuran Polibag
1. 0.15 mm x 35 cm x 50 cm lay flat
(setelah diisi tanah berdiameter 23 cm
dan tinggi 39 cm)
2. Berwarna hitam dengan 4 baris lubang
perforasi berjarak 5 cm x 5 cm, letak
lubang dimulai dari tengah kantong
plastik bagian bawah
3. Untuk bibit cadangan sisipan sebanyak
5% ditanam pada polibag ukuran 0.18
mm x 50 cm x 60 cm
4. Ketebalan polibag merata, kelenturan
polibag harus cukup agar tidak rusak
atau mudah robek akibat terik matahari
5. Harus dipastikan bahwa polibag
tersebut bukan merupakan hasil daur
ulang

2. Media Tanam
1. Persyaratannya sama dengan
media tanam pada pre nursery
2. Tanah di polibag besar diberi
lubang untuk tempat
menempatkan rock phospate
(100 g/polibag) sebelum bibit
ditanam

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 35

Main-Nursery
3. Cara Pengisian Polibag

4. Penempatan Polibag

1. Polibag dibalik sebelum diisi tanah agar


1. Dari 100% bibit: 95% akan digunakan
dapat berdiri tegak dan silindris
dalam penanaman serempak (pada main
nursery jarak tanamnya 90 cm x 90 cm x
2. Media tanam disaring melalui saringan
90 cm)
1,5 cm x 1,5 cm untuk menghindari
adanya gumpalan-gumpalan tanah,
2. 5% akan digunakan dalam penyisipan
sampah, akar tanaman, dll
(jarak tanamnya 150 cm x 150 cm x 150
cm)
3. Jangan dilakukan pemadatan tanah
3. Penempatan polibag dilakukan dengan
dalam polibag dengan cara menekan
rapi:
kuat ke arah bawah
4. Guncang polibag pada waktu pengisian 4. Terlebih dahulu dilakukan pemancangan
di dua sisi petak memakai alat meteran
untuk mendapatkan tanah dan
dan kawat licin atau tali rami, dengan
mencegah agar tidak ada bagian yang
menggunakan bahan cat dan anak
mengherut/terlipat
pancang
5. Polibag diisi tanah sampai ketinggian
2,5 cm dari bibir polibag

5. Pada saat menyusun polibag di main


nursery, kedua tangan pekerja harus
berada pada dasar polibag
Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 36

Main-Nursery
5. Pemindahan ke Main-Nursery

Sayat polibag kecil

Penyiraman secukupnya

Pindahkan bibit kecil dari


pre-nursery

Tanam Bibit

Siram tanah di polibag sehari


sebelum transplanting

Pastikan polibag
besar sudah tersusun
benar dan dibuat
lubang tanam
Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 37

Main-Nursery
6. Pemupukan
Sumber : Publikasi PPKS

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 38

Main-Nursery
7. Pengendalian HPT

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 39

Main-Nursery
Seleksi Bibit di MN
Dilakukan 4 kali yaitu:
Pada umur 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan, dan
pada saat persiapan pengiriman bibit ke
lapangan
Tata cara seleksi bibit:
Berikan tanda dengan cat warna putih di
polibag setiap bibit afkir/abnormal
Catat semua bibit yang diafkir
Bibit afkir dikeluarkan dari blok bibitan dan
dimusnahkan
Jumlah bibit afkir selama di MN 10-15%

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 40

Main-Nursery

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 41

Pengangkutan
Perlakuan untuk persiapan
pengangkutan:
Bibit diangkut dengan menempatkan
satu tangan di dasar polibag dan
satunya lagi menggenggam pangkal
batang
Tidak boleh mengangkat bibit dengan
cara menarik daunnya
Bibit tidak boleh dilemparkan atau
dibanting, polibag bisa pecah
Bibit disusun satu lapis di atas truk dan
disiram sebelum berangkat ke lapangan
Bibit siap untuk ditanam

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 42

Terima-Kasih
Wassalamualaikum....

Supply Chain Insights LLC Copyright 2016, p. 43