Anda di halaman 1dari 42

Infeksi dan

Inflamasi
pada tulang dan
sendi
Dr. A r n a d i, SpOT

Orthopaedi & Traumatologi


RSUD Arifin Achmad Pekan Baru

Pendahuluan
Mikroorganisme mencapai tulang dan sendi :
1. Lansung melalui kulit yg rusak
2. Tidak lansung aliran darah.
Tergantung kepada :
1.Jenis mikroorganisme
2.Lokasi infeksi
3.Respon tubuh

Pendahuluan

Inflamasi merupakan reaksi jaringan yang

disebabkan oleh bahan iritan ( Boyd )


Manifestasi klinis : rubor, tumor, kalor, dolor,
dan functio laesa
Osteomielitis adalah infeksi pada tulang dan

medula.

Jenis infeksi tulang dan sendi


Infeksi bakteri piogenik :

1.
2.
3.
4.

Osteomielitis
Osteomielitis
Osteomielitis
Osteomielitis

Hematogen Akut
Hematogen Subakut
Sklerosing
Kronis

Infeksi Bakteri Granulomatosa

1. Infeksi TBC

Osteomielitis Hematogen
Akut
Disebabkan oleh bakteri piogen
Asal bakteri dari fokus ditempat lain
Beredar melalui sirkulasi darah
Sering ditemukan pada anak
Diagnosis dini prognosis.

Insidens :
Penyakit pd growing bones
Lebih sering pada tulang panjang
Laki-laki 3x lebih sering
Bermula pada regio metaphysis

Etiologi :
Staphylococcus aureus ( 95 % )
Streptococcus
Hemophyllus influens

Port dentry :
Abrasi kulit, jerawat, kulit yang terinfeksi,
otitis media.

Patogenesis dan patologi :


Secara hematogen dan berinokulasi di
regio metaphysis karena kondisi pembuluh
darah metaphysis yang :
1. Low stream
2. Berbentuk hair pin
3. Kaya pembuluh darah

Inokulasi kuman
Penyebaran abses
hiperemis

Produk infeksi

Tek intraoseus
tinggi

Nekrosis tulang

Soft tissue abses

sequester

New bone formation

Subperios abses

Skin fistula
involukrum

Gejala klinis :
1. Nyeri yang hebat
2. Tanda-tanda inflamasi
3. Demam
4. Malaise
5. Sepsis

Pemeriksaan Penunjang :
Laboratorium :
-Anemia
-Lekositosis

Radiologis :
-Foto polos
-Bone scan

Penatalaksanaan :
1. General
- Terapi cairan
- Bed rest
- Antibiotika
- Analgetika
2. Lokal
- Local rest
- Proteksi dengan imobilisasi
3. Drainase

Antibotika :
1. Pemberian bisa berdasarkan evidence
base
Sebelum hasil kultur selesai
Gol Cephalosporin gen. I selama 14 hari
Gol Aminoglikosida selama 14 hari
2. Setelah kultur darah (+) berikan yang
sesuai selama 14 hari lagi
3. Dosis yang diberikan sama dengan dosis
sepsis : 100 mg/kgBB

Prognosis sangat tergantung dengan :

1. Interval antara onset penyakit dan penatalaksanaan


2. Efektifitas dari obat-obat antibacterial
3. Dosis obat
4. Durasi pemberian obat

Komplikasi :
Komplikasi cepat :
1. Septikemia Kematian
2. Septic arthritis
Komplikasi lambat :
1. Osteomyelitis kronik
2. Fraktur patolgis
3. Kontraktur sendi
4. Gangguan pertumbuhan

Osteomielitis Hematogen
Subakut

Gejala lebih ringan


Patologi kavitas dgn batas tegas pd tulang
kanselous, cairan seropurulen, penebalan
trabekula
Penderita : anak-anak dan remaja
Klinis : atropi otot, nyeri lokal, bengkak <, nyeri
sekitar sendi
Lab : leukosit normal, LED meningkat
Radiologi : kavitas 1-2 cm pada metafisis
Terapi : AB 6 mg, kuretase

Campbell, 1999 :
Menyatakan perbedaan dengan osteomyelitis
akut adalah dari gejala kliniknya yang sangat
ringan dan kadang tersembunyi

Belum terbentuk sequestra dan involukrum


Belum terbentuk fistel

Sulit dibedakan dengan tumor primer


tulang sehingga kita perlu waspada
Kuman penyebab S. aureus,
Pseudomonas, S. epidermidis

Klasifikasi :
Gledhill berdasarkan gambaran radiologi :
Tipe 1 : sentral metaphysis
Tipe 2 : Eksentrik metaphyisis dengan erosi
korteks
Tipe 3 : Diafisis dengan erosi korteks
Tipe 4 : Medularry tanpa erosi korteks,
periosteal reaction
Tipe 5 :Epihyseal lession
Tipe 6 : physis lession

Penatalaksanaan :
1. Antibiotika yang sesuai
2. Tindakan bedah untuk nekrotomi tulang
3. Proteksi

Osteomielitis Sklerosing
Osteomielites Garre
Osteomielitis subakut, tanpa absess
Kavitas dikelilingi jaringan sklerotik ( Ro )
Penderita remaja atau dewasa
Klinis : rasa nyeri
Pengobatan : kuretase lesi

Osteomielitis Kronis
Lanjatan osteomielitis akut ( diagnosis, thy/ )
Setelah fraktur terbuka
Post ORIF
Bakteri penyebab : Stap Aureus ( 75 % ), Stap

Epidermidis post ORIF


Klinis : luka post op tidak sembuh, fistel,
sequester
Lab : LED, kultur sensitifiti tes
Ro : porotik, scelosis, sequester, involucrum

Sequestra : infected death bone

no bone healing, always seperated


good environment for bacteria
floating on pus, prevent revascularization
1. Antibiotik tidak sampai
2. Osteoclas tidak sampai

Involucrum : new bone formation


Endosteal bone formation sudah berhenti tetapi
periosteal tetap berproses mebentuk tulangtulang baru

Gejala klinis :
1. KU membaik
2. Edema
3. Tenderness
4. Sinus/fistel

Differensial diagnosis :
Osteosarkoma
Ewing sarkoma
Eosinophilic granuloma

!!

FNAB recommended when doubt

Penatalaksanaan :
1. Surgery
sequesterectomi
saucerization
guttering/drainage
2. Antibiotika
3. Reconstruction

Osteomyelitis TBC
1. Hampir selalu sekunder dari tempat lain
2. Blood borne infection
3. Sering terjadi di vertebra

Spondilitis TBC/Potts disease

Lebih dari 60 % kasus osteomyelitis TB


terjadi di vertebra
Tempat tersering adalah torakal bawah
dan lumbal atas

Primary site dibawa secara limfogen sampai ke


urinary system dan diteruskan ke vertebra
melalui pleksus Batson dari vena paravertebra

Penjalaran bisa juga secara lansung dari paruparu dan yang terkena bag torakal atas

Patogenesis dan patologi


Slowly progresive bone destruction pada corpus
vertebra
Produk infeksi berupa jaringan kaseosa
menghambat proses pembentukan tulang baru
Setelah menembus korteks yang tipis jar
granulasi membentuk paravertebral abses dan
menyebar melalui LLA dan LLP Spine.

Akibat proses osteolisis terjadi kerusakan pada


corpus vertebra dan meyebabkan kolaps
sehingga terjadi short segmen kyphosis yang
disebut gibus

Problem Spine TB :
1. Mekanikal
nyeri, instabilitas, deformitas
2. Neurologik
LMN atau UMN, radikulopati

Penatalaksanaan sesuai dengan masalah,


1. Konservatif dengan brace
2. Stabilisasi
3. Dekompresi + brace
4. Dekompresi + stabilisasi
5. Rekontruksi