Anda di halaman 1dari 21

OLEH :

MUHAMMAD FAUZI, ST., MT

HUJAN (INTERSEPSI)
Intersepsi ada 3 pengertian :

1. Intersepsi adalah bagian air hujan


yang tertahan
oleh pepohonan yang
kemudian
diuapkan kembali.
2. Troughfall adalah bagian air hujan
yang menetes
dari daun atau diantara
dedaunan dan
sampai kepermukaan tanah
3. Stemflow adalah bagian air yang

HUJAN (INTERSEPSI)
Intersepsi dipengaruhi oleh dua
faktor :

1. Faktor Tumbuhan,
- dipengaruhi oleh jenis tanaman dan masa
pertumbuhannya.
- Terutama sekali mahkota tumbuhan/daun
yaitu faktor kapasitas intersepsi
- faktor ini menunjukkan kemampuan
tanaman
untuk menahan air
2. Faktor Klimatologi,

PENGERTIAN
Intersepsi
hujan
merupakan
bagian hujan yang tertahan di
permukaan
vegetasi
dan
dievaporasikan
ke
atmosfier
sebelum mencapai permukaan
tanah

Pengaruh Intersepsi
Hujan

Pengaruh intersepsi hujan dalam


konteks hidrologi adalah berkaitan
dengan neraca air suatu DAS dimana
neraca air suatu DAS adalah berkaitan
dengan mekanisme berlangsungnya
proses evaporasi dan transpirasi yang
terjadi pada sistem vegetasi.

Price dan Moses (2003) mengemukakan bahwa


intersepsi hujan berkaitan erat dengan
kapasitas intersepsi tanaman yang ditentukan
oleh luas daun dan indeks luas daun, intensitas
hujan dan tegangan permukaan air.
Untuk mengenali mekanisme intersepsi hujan
sekaligus menentukan besaran kuantitatif
curah hujan yang tiba di tanah dan atau yang
diintersepsi, pendekatannya harus terintegrasi
antara sifat
hujan dengan karakter vegetasi.

Menurut Lee (1980) bahwa


bagian hujan yang mencapai
permukaan tanah merupakan
akumulasi
dari
dua
proses
hidrologi yaitu curahan tajuk dan
aliran batang. Nilai kumulatif
kedua
komponen
tersebut
disebut curah hujan netto.

Secara alami pada hutan yang


tajuknya rapat, curahan tajuk
umumnya bertambah dengan
meningkatnya jarak dari
batang pohon, dan umumnya
kosentrasi terbesar di dekat tepi tajuk
(Lee 1980).
Dihubungkan dengan pendapat Horton
(1919) di atas, maka dapat
disimpulkan bahwa porsi hujan yang
tiba di permukaan tanah melalui
curahan tajuk dipengaruhi oleh
karakter tajuk yakni penutupan

Berkaitan dengan karakter fisik


vegetasi maka ahli hidrologi
menetapkan empat
parameter intersepsi yaitu :
a.Kapasitas tajuk (S)
b.Porositas tajuk (p)
c. Kapasistas batang (St)
d. Koefisien input batang (pt)

Kapasitas tajuk (S)


Merepresentasikan porsi curah
hujan yang tertahan ditajuk

Porositas tajuk (p)


Merepresentasikan porsi curah
hujan yang jatuh langsung ke
tanah melalui celah tajuk

Kapasistas batang (St)


Merepresentasikan porsi
curah hujan yang tertahan
pada batang

Koefisien input batang


(pt)

Merepresentasikan besaran
curah hujan yang diterima
oleh batang dari tajuk.

LANJUTAN
Air hujan yang jatuh menembus tajuk tanaman disebut sebagai
curahan tajuk (throughfall) dan air hujan yang mengalir
melalui batang disebut sebagai aliran batang (stemflow), kedua
komponen itu disebut sebagai hujan neto. Curahan tajuk dan
aliran batang akan jatuh menyentuh tanah atau lantai hutan
dan akan diresap oleh tanah menjadi bagian air tanah.
Perbedaan

penutupan

vegetasi

pada

ekosistem

hutan

memberikan nilai intersepsi hujan yang berbeda sehingga


memengaruhi besarnya air hujan yang jatuh menyentuh tanah
dan menjadi bagian air tanah. Sehingga intersepsi merupakan
proses yang penting dalam siklus hidrologi.

Nilai intersepsi akan diperoleh dari selisih hujan bruto


dengan hujan neto. Pengukuran dapat dilakukan dengan
menggunakan alat yang sederhana seperti penelitian
yang dilakukan oleh Agustina (1999), yaitu menggunakan
plastik 1x1 m untuk menampung curahan tajuk dan
jerigen untuk menampung air dari batang yang mengalir
melalui selang. Penelitian lebih lanjut digunakannya
bejana berjungkit (tipping bucket) untuk mengukur
besarnya air yang jatuh sebagai curahan tajuk dan aliran
batang seperti yang dilakukan oleh Jackson (1999).

Pengukuran intersepsi yang dilakukan di hutan tanaman


A.loranthifolia Sal. di DAS Cicatih hulu Sukabumi ini
menggunakan bejana berjungkit dengan perekaman data
otomatis. Data yang diperoleh dapat digunakan untuk
melihat kebasahan tajuk, intensitas curahan tajuk dan
aliran batang saat terjadinya hujan serta menentukan
besarnya

intersepsi

hujan

pada

hutan

tanaman

A.loranthifolia Sal. di DAS Cicatih hulu Sukabumi.


(Heriansyah, 2008).

FUNGSI HIDROLOGI
HUTAN

salah satunya adalah kemampuan dalam mengintersepsikan air.


Jumlah air yang terintersepsi bisa mencapai 500 mm / tahun.
Tergantung pada lebat tidaknya hutan dan pola hujan. Dengan
demikian penebangan hutan dan konversi hutan menjadi
peruntukan lain berpotensi meningkatkan debit ait di sungai
dan kalau sungainya bermuara ke danau akan mempertinggi
muka air danau. Kenaikan ini tentu sangat dipengaruhi oleh
berapa luas lahan hutan yang dikonversi, relatif terhadap luas
total

Daerah

Tangkapan

Air

(DTA).

Bagaimana

bentuk

pengguaan lahan sesudah hutan dibuka dan apakah DTA cukup


luas dibandingkan dengan luas muka air danaunya sendiri .

Besarnya intersepsi hujan suatu vegetasi juga dipengaruhi


oleh umur tegakan vegetasi yang bersangkutan. Dalam
perkembangannya, bagian-bagian tertentu vegetasi akan
mengalami
pertumbuhan
atau
perkembangan.
Pertumbuhan bagian-bagian vegetasi yang mempunyai
pengaruh terhadap besar kecilnya intersepsi adalah
perkembangan kerapatan atau luas tajuk, batang, dan
cabang vegetasi. Semakin luas atau rapat tajuk vegetasi
semakin banyak air hujan yang dapat ditahan sementara
untuk kemudian diuapkan kembali ke atmosfer. Demikian
juga halnya dengan jumlah percabangan pohon. Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa semakin tua, luas, dan
kerapatan tajuk kebanyakan vegetasi akan semakin besar
serta jumlah percabangan pohon juga menjadi semakin
banyak.
Oleh
kombinasi
kedua
faktor
tersebut
menyebabkan jumlah air hujan yang dapat ditahan
sementara oleh vegetasi tersebut menjadi semakin besar
sehingga kesempatan untuk terjadinya penguapan juga
menjadi besar .

PROSES INTERSEPSI
DALAM KEHIDUPAN
Pada proses intersepsi, air yang diuapkan adalah air yang
berasal dari curah hujan yang berada pada permukaan
daun, ranting, dan cabang serta belum sempat masuk ke
dalam tanah. Mengacu pada hasil penelitian yang
menunjukkan bahwa penyerapan air intersepsi oleh
jaringan tanaman yang kemudian diuapkan kembali
melalui proses transpirasi adalah kecil, maka intersepsi
dibicarakan secara terpisah dari transpirasi. Faktor-faktor
yang
mempengaruhi
proses
intersepsi
dapat
dikelompokkan menjadi dua yaitu vegetasi dan iklim. Air
pada permukaan tajuk vegetasi lebih siap untuk
terjadinya proses evaporasi dibandingkan air yang ada di
tempat lain dalam suatu DAS. Akibatnya bila daun basah,
proses intersepsi akan berlangsung beberapa kali lebih
cepat daripada transpirasi dari permukaan vegetasi yang
tidak terlalu basah

Hujan yang jatuh di atas tegakan pohon sebagian akan


melekat pada tajuk daun maupun batang, bagian ini
disebut tampungan/simpanan intersepsi yang akhirnya
segera menguap. Besar kecilnya intersepsi dipengaruhi
oleh sifat hujan (terutama intensitas hujan dan lama
hujan), kecepatan angin, jenis pohon (kerapatan tajuk dan
bentuk tajuk). Simpanan intersepsi pada hutan pinus di
Italia utara sekitar 30% dari hujan (Allewijn, 1990).
Intersepsi tidak hanya terjadi pada tajuk daun bagian atas
saja, intersepsi juga terjadi pada seresah di bawah pohon.
Intersepsi akan mengurangi hujan yang menjadi run off.

BESARNYA INTERSEPSI
Dari keseluruhan evapotranspirasi, besarnya
intersepsi bervariasi antara 35 55%
Besar intersepsi hujan berkisar antara 35 75%
dari keseluruhan ET di atas tegakan pohon/hutan
Di hutan hujan tropis berkisar antara 10 35% dari
CH total
Besarnya air yang tertampung dipermukaan tajuk,
batang dan cabang vegetasi (Kapasitas simpan
Intersepsi/Canopy storage capacity) yang ditentukan
oleh bentuk,kerapatan dan tekstur vegetasi
Air hujan yang jatuh pada permukaan tajuk akan turun
melalui sela-sela daun, batang dan cabang atau antar
tajuk dan batang vegetasi
Ic = Pg (Tf + Sf)
Intersepsi total (I) = Ic + Ii

Anda mungkin juga menyukai