Anda di halaman 1dari 59

KULIAH BATUBARA

GEOLOGI BATUBARA
Eksploitasi

Fakultas Teknik Geologi


UNIVERSITAS PADJADJARAN
2016

Eksploitasi
EKSPLOITASI

Teknologi yang digunakan baik untuk penambangan permukaan


maupun bawah permukaan telah dijelaskan oleh Ward (1984)
dan Hartman (1992).
Hasil evaluasi langsung terhadap data geologi yang didapatkan
selama fase eksplorasi dapat menentukan cara untuk
menambang batubara.
Tujuan utama eksploitasi adalah untuk mempertahankan
produksi batubara pada tambang batubara.
Proses penambangan modern merupakan suatu kegiatan yang
menggunakan peralatan mekanis tingkat tinggi serta modal
yang kuat.
Intensivitas pekerja pada operasi penambangan akan berkurang
dengan kehadiran perlengkapan yang canggih dan efisien.

Eksploitasi (Penambangan terbuka)


Penambangan Terbuka

Penambangan terbuka yang juga disebut opencast, open pit, atau open
cut adalah untuk membuka lapisan batubara dari bawah permukaan
tanah dengan menggali semua tanah penutup, termasuk lapisan
batubara itu sendiri.
Ward (1984) membagi penambangan terbuka menjadi:
Penambangan strip, bahan di atas batubara (tanah penutup) digali dan
ditumpuk dekat tempat penggalian.
Bila bahan penutup ini keras diledakkan dulu sebelum digali.
Penghilangan tanah penutup menggunakan dragline dan sekop elektris
besar atau sekop hidraulik.
Penambangan opencast lebih kompleks, karena lapisan penutup harus
dibuang dulu dari working face, khususnya kalau lapisan batubaranya
sangat tebal, atau lapisan batubara yang akan ditambang lebih dari satu.
Karena itu, serangkaian undak akan dikembangkan dan batubara akan
ditambang dari setiap undak.

Eksploitasi (Penambangan Terbuka)


Pada penambangan permukaan, perlengkapan yang digunakan
untuk menggali tanah penutup adalah dragline listrik, sekop
hidraulik, atau ekskavator bucketwheel (BWE dan truk 3 besar).
Perlengkapan yang akan digunakan untuk membuang tanah
penutup ditentukan oleh geometri lapisan batubara dan tanah
penutup, juga kemampuan menggali tanah penutup.
Tanah penutup (overburden) dan interburden cadangan dengan
lapisan-lapisan tipis yang tersesarkan atau terlipat akan
dibuang menggunakan sekop listrik atau sekop diesel atau
ekskavator hidraulik dan dimuat ke dalam truk untuk diangkut
ke backfill.
Metode truk dan sekop juga digunakan bila diperlukan untuk
memisahkan lapisan berbeda dalam tanah penutup atau bila
penanganan khusus diperlukan.

Eksploitasi (Penambangan Terbuka)

Penambangan batubara berundak di daerah Banko Utara, Tanjung Enim, lapangan batubara PTBA,
Sumatra Selatan.

Eksploitasi

Operasi penambangan berundak skala kecil di


pertambangan batubara Arutmin, terletak di
Cekungan Barito, Kalimantan Selatan.

Eksploitasi

Truk pengangkut
bersama ekskavator
hidraulik dengan
dozer membantu
pemuatan di
pertambangan batubara
Adaro, Kalimantan
Selatan.

Eksploitasi

Eksploitasi

Eksploitasi

Eksploitasi (Penambangan Terbuka)

Eksploitasi

Eksploitasi

Eksploitasi

Eksploitasi

Eksploitasi

Eksploitasi

Eksploitasi-Silo

Eksploitasi

Ekscavator bucketwheel (BWE) dan sistem conveyor di pertambangan terbuka Air Laya, Tanjung
Enim, Sumatra Selatan. Mesin ekskavasi, biasanya dioperasikan dengan listrik, terdiri atas
rangkaian ember kecil yang dilekatkan pada roda yang berputar. Setelah setiap ember terisi,
kemudian diangkat ke atas untuk membuang material ke conveyor belt yang dihubungkan ke BWE.

Eksploitasi

Eksploitasi-Permukaan (Open Pit)

Eksploitasi-Permukaan (Open Pit)

Eksploitasi-Permukaan (Open Pit)

Eksploitasi-Permukaan (Open Pit)

Eksploitasi

Eksploitasi-Permukaan (Open Pit)

Eksploitasi-Permukaan (Open Pit)

Eksploitasi (Underground Mining)

Penambangan Bawah Tanah


Saat pertambangan permukaan mencapai
kedalaman yang tidak ekonomis untuk
dilanjutkan, penambangan dihentikan atau
dilanjutkan dengan metode bawah tanah.
Batubara yang terlalu dalam untuk ditambang
dengan metode permukaan diteruskan dengan
teknik penambangan bawah tanah.
Teknik penambangan bawah tanah yang paling
umum adalah ruangan-dan-pilar (disebut juga
papan- dan-pilar dan dinding panjang) { Room-

and-pillar, also referred to as board-and-pillar


and longwall) .

Eksploitasi (Underground mining)

Ilustrasi menunjukkan pertambangan dinding panjang bawah tanah yang mempunyai akses tegak
pada lapisan. Penambangan dinding panjang sering sangat produktif dan mempunyai kondisi
penambangan yang baik dengan ketebalan lapisan dan lubang yang konsisten

Eksploitasi (Underground mining)

Ilustrasi yang menggambarkan pertambangan ruangan-dan-pilar bawah tanah mempunyai akses


miring ke lapisan.
Pertambangan ruangan-dan-pilar biasanya menghasilkan volume total yang lebih kecil dibandingkan
dengan pertambangan dinding panjang.

Eksploitasi (Underground Mining)

Banyak galian oleh CM (continuous miner)


membentuk jalan masuk dan jalan pintas (cut
through/cross cut), menghasilkan serangkaian
ruangan-ruangan dalam lapisan batubara, juga
pilar dengan ukuran cukup untuk mendukung
lapisan penutup, namanya ruangan-danpilar.
Baut batuan (rock bolts) dipasang pada batuan
yang membentuk atap untuk memberikan
kekuatan tambahan pada lapisan di atas
dengan menjepitkannya bersama-sama.

Eksploitasi

Eksploitasi

Eksploitasi

Eksploitasi

Eksploitasi

Pelaksanaan pembangunan mulut lubang tambang-dalam batubara di lokasi Allied-Indo


Coal, Parambahan, Cekungan Ombilin, Sumatra Barat.

Eksploitasi

Salahsatu lubang utama tambang-dalam batubara Allied-Indo Coal yang sedang dalam proses
pembangunan di kawasan Parambahan, Cekungan Ombilin Sumatra Barat.

Eksploitasi

Sekumpulan para penambang batubara sedang istirahat di depan pintu masuk tambangdalam konvensional kepunyaan penduduk setempat, daerah Sawahlunto, Cekungan Ombilin,
Sumatra Barat.

Eksploitasi

Pintu masuk pertambangan batubara bawah tanah Kitadin di daerah Kutai,


Kalimantan Timur.

Eksploitasi

Eksploitasi-Tambang Dalam

Eksplotasi-Tambang Dalam

Eksploitasi-Tambang Dalam

Eksploitasi-Tambang Dalam

Eksploitasi-Tambang Dalam

Eksploitasi-Tambang Dalam

Eksploitasi-Tambang Dalam

Eksploitasi-Tambang Dalam

Eksploitasi-Tambang Dalam

Eksploitasi-Tambang Dalam

Eksploitasi-Tambang Dalam

Eksploitasi-Tambang Dalam

Eksploitasi-Paleochannel

Alur Purba (Paleochannel)


Endapan alur purba adalah satuan batuan
sedimen yang terangkut oleh aliran purba
dan terendapkan di dalam rawa gambut.
Endapan ini membentuk kerangka fasies
yang membatasi rawa.
Dampak yang paling merugikan dari alur
purba adalah karena berpotensi mengerosi
seluruh lapisan batubara.
Alur purba ini juga mengganggu kondisi atap
dan dinding tinggi pertambangan bawah
tanah dan permukaan.

Eksploitasi
EKSPLOITASI
Teknologi yang digunakan baik untuk penambangan
permukaan maupun bawah permukaan telah dijelaskan
oleh Ward (1984) dan Hartman (1992).
Hasil evaluasi langsung terhadap data geologi yang
didapatkan selama fase eksplorasi dapat menentukan
cara untuk menambang batubara.
Tujuan utama eksploitasi adalah untuk mempertahankan
produksi batubara pada tambang batubara.
Proses penambangan modern merupakan suatu kegiatan
yang menggunakan peralatan mekanis tingkat tinggi
serta modal yang kuat.
Intensivitas pekerja pada operasi penambangan akan
berkurang dengan kehadiran perlengkapan yang canggih
dan efisien.

Eksploitasi-Tambang Dalam

Eksploitasi-Tambang Dalam

Eksploitasi-Tambang Dalam

Eksploitasi-Tambang Dalam

Eksploitasi-Tambang Dalam