Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN KASUS

PSORIASIS VULGARIS
Pembimbing:
Mahdar Johan, dr., Sp.KK

SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin


Program Pendidikan Profesi Dokter
Fakultas Kedokteran Universitas Islam
Bandung
RSUD R. SYAMSUDIN, SH
2016

Fika Fadlila Rosalina

IDENTITAS PASIEN

Nama pasien
: Tn. ES
Usia
: 37 tahun
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Alamat
: Gegerbitung
Pendidikan
: SMA
Pekerjaan
: Buruh Pabrik
Agama
: Islam
Status Marital
: Menikah
Tanggal Pemeriksaan : 30 November 2016

ANAMNESIS

Keluhan Utama :
Bercak kemerahan dan bersisik yang terasa gatal pada daerah siku, lengan
bawah, punggung tangan, tungkai bawah, dan punggung

Riwayat penyakit sekarang:


Pasien datang ke poliklinik kulit dan kelamin RSUD R Syamsudin, SH dengan
keluhan bercak kemerahan dan bersisik yang terasa gatal pada daerah lengan
bawah, punggung, tungkai bawah, dan punggung sejak 1 bulan yang lalu. Keluhan
ini timbul secara perlahan-lahan. Awalnya timbul bercak kemerahan pada bagian
siku berukuran sebesar uang logam lima puluh rupiah, kemudian bercak tersebut
terasa gatal dan digaruk oleh pasien Bercak menjadi meluas dan menebal. Kulit
yang menebal menjadi terasa baal dan terlihat muncul guratan berwarna putih.

Pasien mengakui saat ini pasien sedang banyak pikiran yang membuat pasien
stress dan sedang banyak kegiatan yang harus diselesaikan. Tidak ada riwayat
konsumsi obat antihipertensi. Pasien menyangkal keluhan menjadi semakin gatal
saat berkeringat terutama pada saat siang hari terkena matahari. Pasien tidak
memiliki riwayat hipertensi dan kencing manis.

Sebelumnya pasien sering menderita hal yang serupa dan terjadi sudah sekitar
15 tahun yang lalu. Pasien lupa sudah berapa kali mengalami kekambuhan pada
penyakit yang sama. Awalnya pasien berobat ke puskesmas dan diberi obat salep
dan obat minum, hanya ada sedikit perbaikan, sehingga pasien pergi ke dokter
spesialis. Pasien diberi obat salep yang dioleskan 2-3x sehari dan obat minum yang
dimakan sehari sekali. Pasien sembuh, namun saat ini kambuh kembali.

Anamnesis tambahan:
Pasien mengaku sehari pasien mandi dua kali dengan menggunakan sabun
mandi dan berganti pakaian dua kali sehari sehabis mandi. Pasien mengaku sering
terpapar sinar matahari. Pasien mengatakan bahwa keluhan sama terjadi pada kakek
dari ayahnya.

PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis

Keadaan umum : Tampak sakit


ringan
Kesadaran
: Compos mentis
Tanda vital
TD : dalam batas normal
PR : dalam batas normal
RR : dalam batas normal
T : dalam batas normal

Kepala : Konjungtiva tidak anemis, Sklera tidak ikterik

Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-)

Thoraks

: Bentuk dan gerak simetris, pembesaran KGB (-).

Abdomen

: Datar, lembut, normal; hepar dan lien tidak terdapat pembesaran.

Ekstermitas

: simetris tidak edema, terdapat kelainan kulit (status dermatologikus)

STATUS DERMATOLOGIKUS
1. Distribusi

: Genralisata bilateral asimetris

2. Ad region (Lokasi) : siku, lengan bawah, punggung tangan, tungkai

bawah dan punggung


3. Karakteristik lesi :
a) Jumlah : multiple
b) Sebagian besar konfluen dan sebagian diskrete
c) Bentuk : Irreguler, numular
d) Ukuran lesi :papul terkecil berukuran 0,3x0,3x0,1 cm dan terbesar 0,8x0,8x0,1 cm,
plak terkecil 1x1x0,1 cm sampai terbesar 3x3x0,3 cm
e) Batas : tegas
f) Menimbul dari permukaan kulit normal
g) Seluruhnya kering

4. Efloresensi
Efloresensi spesifik : tidak ada
Efloresensi Primer : plak eritematous, papul eritematous
Efloresensi Sekunder : 5. Kuku: Berwarna kekuningan, permukaan tidak rata seperti berlubang
dan pitting nail

RESUME
Seorang pria datang dengan keluhan adanya bercak kemerahan dan bersisik yang
terasa gatal pada daerah siku, lengan bawah, punggung tangan, tungkai bawah, dan
punggung sejak 1 bulan yang lalu. Awalnya timbul pada siku berukuran sebesar uang
logam lima puluh rupiah, kemudian bercak tersebut gatal dan digaruk oleh pasien.
Bercak menjadi meluas dan menebal. Kulit yang menebal menjadi baal dan terlihat
guratan berwarna putih. Pasien mengakui saat ini pasien sedang stress dan aktivitas
banyak. Sebelumnya pasien sering menderita hal yang serupa dan terjadi sudah
sekitar 15 tahun yang lalu.

Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan lesi dengan distribusi regional pada
siku bilateral, lengan bawah bilateral, tungkai bawah bilateral dan kaki blateral
dengan karakteristik multipel, sebagian besar konfluen dan sebagian diskrete,
dengan bentuk sebagian irreguler, dan sebagian numular, dengan ukuran lesi papul
terkecil berukuran 0,3x0,3x0,1 cm dan terbesar 0,8x0,8x0,1 cm, plak terkecil
1x1x0,1 cm sampai terbesar 3x3x0,3 cm , berbatas tegas, menimbul dari permukaan
kulit normal, dan seluruhnya kering.

Eflouresensi primer berupa plaque

eritematous dan papul eritematous. Pada kuku didapatkan kekuningan, permukaan


tidak rata seperti berlubang dan pitting nail.

DIAGNOSIS BANDING
Psoriasis Vulgaris
Ptiriasis rosea
Dermatitis Numular

DIAGNOSIS BANDING
Psoriasis Vulgaris
Ptiriasis rosea
Dermatitis Numular

USULAN PEMERIKSAAN
Hb, Ht, trombosit, leukosit, hitung jenis
ASTO
Pemeriksaan histopatologi

PSORIASIS

PTIRIASIS ROSEA

DERMATITIS NUMULAR

Epidemiol
ogi

Insidensi Pria > wanita


semua usia (umumnya
pada dewasa) Onset awal
22,5 tahun dan riwayat
keluarga psoriasis positif.

Terjadi pada semua umur


terutama antara usia 15-40
tahun\angka kejadian di
wanita dan pria sama
banyaknya
Anak-anak lebih sering

Sering terjadi pada orang


dewasa
Pria > wanita
Usia : 55-65 tahun, wanita:
15-25 th

Etiologi

Pembentukan epidermis
(turn over time)
dipercepat menjadi 3-4
hari, (n; 27 hari)
Faktor herediter yang
bersifat dominan
Faktor psikis

Etiologi belum diketahui,


namun ada yang
mengemukakan
penyebabnya virus karena
penyakit ini penyakit
swasima (self limiting
disease) umunya sembuh
sendiri dalam waktu 3-8
minggu

Stafilokokus dan mikrokokus,


alergi, iritasi

Gatal, Kelainan kulit


(Bercak-bercak eritema
berbatas tegas dan merata,
Skuama berlapis-lapis,
kasar dan berwarna putih),
Fenomena tetesan lilin,
Auspitz sign, Fenomena
koebner, dan kelainan kuku.

Gatal ringan, skuama halus


dimulai dengan herald
patch dibadan, soliter
berbentuk oval, skuama
eritema,urtika, vesical dan
papul
Lesi menyerupai pohon
cemara

Sangat gatal, lesi (vesikel,


papulovesikel, eritematosa,
edematosa dan berbatas
tegas. Vesikel bisa pecah dan
menjadi krusta kekuningan.
Lesi lama akan bebbentuk
skuama dan likenifikasi

Gejala
klinis

PSORIASIS

PTIRIASIS ROSEA

DERMATITIS NUMULAR

Diagnosis

Anamnesis: (gatal, bercak


kemerahan disertai sisik
tebal)
Status dermatologikus:
lesi (macula eritem atau
plak eritem berbatas
tegas dengan skuama
tebal), fenomena koebner
dan tanda auspitz
Pemeriksaan
histopatologi:
(hyperkeratosis,
parakeratosis, mikroabses
munro)

Anamnesis: gatal, flu-like


symptoms (malaise,
headache, nausea, loss
off appetite, fever, and
arthralgias
Status dermatologikus:
soliter di dada (hariminggu) herald patch
(primary plaque)
berukuran 2-4 cm,
oval/bulat, eritema atau
hiperpigmentasi

Anamnesis: gatal (ringanberat)


Status dermatologikus:
plak, scale, likenifikasi.
Predileksi di organ
ekstensor,
Penunjang: patch-test,
histopatologi (spongiosisspongiosis mikrovesikel.
Plak subakut:
parakeratosis, scale-crust,
epidermal hyperplasia,
Chronic lesions: lichen
simplex chronicus
microscopically)

Pengobat
an

Topical (Antralin, Vitamin


D3 analog (Kalsipotriol),
Ter, Retinoid Topical,
Topical kortikosteroid
Fototerapi: UVA dan UVB
Sistemik: Metotreksat 7.5
sampai 15 mg,

Pengobatan bersifat
asimtomatik : antihistamin,
topical (asam salisilat %1%)

Pelembab atau emolien


Antihistamin: hidroksisin HCl
Antiinflamasi: ter,
glukokortikoid, tacrolimus
atau pimekrolimus
Lesi eksudatif infeksi):
diberikan antibiotik sistemik

DIAGNOSIS KERJA
Psoriasis Vulgaris

PENATALAKSANAAN
Edukasi dan Konseling :
Penjelasan mengenai penyakit yang dialami oleh pasien
Penjelasan mengenai terapi yang akan diberikan
Penjelasan pada pasien bahwa penyakit pasien tidak menular, namun dapat
diturunkan.
Penjelasan pada pasien bahwa penyakit pasien dapat kambuh kembali setelah
sembuh, hindari faktor pencetus

Hindari faktor pencetus :


Tingkatkan higienitas tubuh (mandi 2x sehari, rutin mengganti handuk,
pakaian, seprai,dll)
Cegah trauma pada kulit (gunakan pakaian lengan panjang untuk mengurangi
gesekan dan trauma)
Hindari konsumsi rokok dan alkohol
Kurangi dan cegah stres

Farmakologis
A. Pengobatan Sistemik
1. Anti Histamin: CTM tab 4 mg 3x1
2. . Vitamin : vit B tab 50 mg complex 3x1
(B1, B2, B6, B12,C, E, asam folat, Zn, Se, Biotin), Noros tab 1x sehari)
B. Pengobatan Topikal
-. ont. Desoxymetason gr 20
as. Salisilat 5%

PROGNOSIS
Quo ad Vitam

: ad bonam

Quo ad Functionam : dubia ad malam


Quo ad Sanationam : dubia ad bonam

ANALISIS KASUS

PSORIASIS NUMULARIS
Epidemiologi

PASIEN

Insidensi Pria > wanita


semua usia (umumnya pada dewasa)
Onset awal 22,5 tahun dan riwayat
keluarga psoriasis positif.

Pasien berjenis kelamin pria, keluhan


sudah berulang terjadi sejak 15 taun
yang lalu (awal terkena saat usia 22
tahun), riwayat kakek +

Etiologi

Pembentukan epidermis (turn over


time) dipercepat menjadi 3-4 hari, (n;
27 hari)
Faktor herediter yang bersifat dominan
Faktor psikis

Keluhan kambuh ketika pasien stress dan


aktivitas banyak, dan keluarga pasien
juga memiliki keluhan yang sama
(kakekknya)

Gejala klinis

Gatal, Kelainan kulit (Bercak-bercak


eritema berbatas tegas dan merata,
Skuama berlapis-lapis, kasar dan
berwarna putih), Fenomena tetesan lilin,
Auspitz sign, Fenomena koebner, dan
kelainan kuku.

Gatal, papul eritema dan plak eritema


dan terdapat kelainan kuku (Berwarna
kekuningan, permukaan tidak rata
seperti berlubang dan pitting nail)

PSORIASIS NUMULARIS
Diagnosis

Anamnesis: (gatal, bercak kemerahan


disertai sisik tebal)
Pemeriksaan fisik : lesi (macula eritem
atau plak eritem berbatas tegas
dengan skuama tebal), fenomena
koebner dan tanda auspitz
Pemeriksaan histopatologi:
(hyperkeratosis, parakeratosis,
mikroabses munro)

Pengobatan

Topical (Antralin, Vitamin D3 analog


(Kalsipotriol), Ter, Retinoid Topical,
Topical kortikosteroid
Fototerapi: UVA dan UVB
Sistemik: Metotreksat 7.5 sampai 15
mg, Asitretin(siklosporin) 2.5 sampai 3
mg/kgBB 2x1
Antihistamin

PASIEN

- CTM tab no XII 3x1


- Vit B complex 3x1 no XII
- Ont. Desoxymetason gr 20
Asam salisilat 5%

DAFTAR PUSTAKA
Christophers E. Mrowietz U. Epidermis: Disorders of persistent inflammation, cell
kinetics, and differentiation. In: Freedberg IM, Eisen AZ, Wolff K. Austen KF.
Goldsmith LA. Katz SL. Fitzpatricks Dermatology in General Medicine. Edisi ke-6.
McGraw Hill. New York: 2003.
Odom rb, James wd, Berger. Andrews Disease of The Skin. Edisi ke-9. W.B.
Saunders Co. Philadelphia: 2000.
Djuanda, Adhi.Ilmu Penyakit Kulitdan Kelamin. Edisi kelima. 2007. Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.
Kumar, Abbas, Fausto. Robins and Cotran Pathologic Basis of Disease. Edisi ke-7.
Elseiver Saunders. Philadelphia: 2005.
Wolff K, Johnson RA, Saavedra AP, Fitzpatrick TB. Fitzpatricks color atlas and
synopsis of clinical dermatology /: Klaus Wolff, Richard Allen Johnson, Arturo P.
Saavedra. 6th ed. New York: McGraw-Hill Medical; 2013. 916 p.
Jonathan D, Ference, Allen R. Choosing Topical Corticosteroids. America Family
Physician [Internet]. 2009 Jan 15;2. Available from: www.aafp.org/afp

30