Anda di halaman 1dari 16

Metode pelatihan

Secara

umum ada 2 jenis metode


pelatihan yaitu metode pelatihan yang
tradisional dan metode pelatihan yang
menggunakan teknologi canggih misalnya
melalui internet.
Metode pelatihan tradisional terdiri dari
a. metode presentasi
b. metode hands-on
c. metode group building.

metode presentasi
adalah metode dinama peserta pelatihan

lebih banyak berperan sebagai penerima


informasi yang pasif. Metode presentasi
terdiri dari ceramah (lecture) dan tehnik
audiovisual.
Ceramah
:
metode
dimana
pelatih
mengkomunikasikan materi yang diajarkan
dengan menggunakan kata-kata baik
secara lisan maupun tulisan

Variasi dalam metode


metode

Deskripsi

standard
lecture

pelatihan berbicara sementara peserta


mendengarkan dan menerima informasi

team leaching

dua atau lebih pelatih mempresentasikan topik


yang berbeda ataupun topik yang sama tapi
dengan perspektif yang berbeda

guest speaker

pembicara tamu yang memberikan informasi

panels

dua atau lebiuh pembicara memberikan informasi


dan memberikan pertanyaan

student
presentation

kelompok peserta mempresentasikan topik-topik


materi didepan kelas

metode hands-on
metode hands on adalah metode pelatihan yang

menuntut peserta untuk terlibat secara aktif


dalam pelatihan. Metode ini meliputi on-the-job
training, stimulasi, studi kasus, bussiness
games, role play dan behavior modelling.
1. Onthe job training yaitu pelatihan yang di
berikan pada karyaan baru atau yang belum
berpengalaman dengan cara melakukan
observasi terhadap rekan kerja atau manajer
yang meklakukan tugas dan mereka diminta
segera menirukannya.

Prinsip melakukan On The Job training


Persiapan untuk instruksi:
a. Break

dwon pekerjaan kedalam langkahlangkah penting


b. Persiapkan
peralatan dan materi yang
dibutuhkan
c. Tetapkan waktu yang akan dibutuhkan peserta
untuk menguasai keterampilan.

Actual Instruction
a. Jelaskan kepada peserta tujuan dan tugas dan minta

b.
c.
d.
e.
f.

mereka
untuk
memperhatikan
demonstrasi
dari
pelaksanaan tugas tersebut
Tunjukan pada peserta bagaimana melakukannya tanpa
mengatakan apa-apa
Jelaskan tentang key point dari kegiatan diatas (tulis jika
memungkinkan)
Tunjukan pada peserta bagaimana melakukannya sekali lagi
Beri kesempatan pada peserta untuk mencoba dan beri
penghargaan atas keberhasilan mereka.
Jika mengalami kegagalan beri kesempatan untuk
mengulang sampai berhasil

Self-directed learning

Memberi kesempatan pada peserta untuk bertanggung jawab


terhadap keseluruhan aspek dari proses belajar, termasuk tentang
kapan dilakukan dan siapa saja yang terlibat.
Beberapa langkah yang dibutuhkan untuk membuat metode self
directed learning yang efektif:
a. Berikan analisis tugas untuk mengidentifikasika tugas yang
harus dikuasai
b. Tuliskan tujuan pelatihan yang langsung terkait dengan tugas,
hal ini berguna untuk membantu peserta menentukan
informasi yang dibutuhkan, tindakan apa yang harus dilakukan
dan apa yang harus dikuasai peserta.
c. Berikan paket materi yang dibutuhkan untuk belajar
d. Pecahkan paket paket materi dalam beberapa bagian (chunk).
Setiap chunk selalu dimulai dengan tujuan, cara brlatih dan
metode evaluasinya.

2. Magang (apprenticeship)

Adalah suatu metode pelatihan yang menggabungkan


antara on-tge-job training dan pelatihan dalam kelas.
3. Simulasi
Adalah metode pelatihan yang menyajikan situasi
kehidupan yang nyata dimana apa yang mereka lakukan
dalam pelatihan merupakan cerminan dari apa yang
mereka lakukan dalam pekerjaan mereka.
4. Studi kasus
Adalah suatu deskripsi tentang bagaimana karyaan atau
organisasi menghadapi suatu situasi yang sulit. Peserta
dituntut unytuk menganalisa dan mengkritisi tindakan yang
diambil untuk mengatasi suatu situasi yang sulit.

5. Permainan bisnis (bussiness games)

Pada permainan bisnis, peserta dituntut untuk mengumpulkan


informasi, menganalisanya dan membuat keputusan. Permainan
bisnis
ini
biasanya
digunakan
untuk
mengembangkan
keterampilan manajemen.
6. Bermain peran (role plays)
Bermain peran memberi kesempatan pada peserta untuk
melakukan tindakan yang sesuai dengan karakter peran yang
diberikan padanya. Informasi tentang situasi (pekerjaan atau
masalah interpersonal) diberikan pada peserta untuk dijadikan
dasar salam melakukan tindakan.
7. Behavior modeling
Peserta dihadirkan suatu model yang menunjukkan perilaku kunci
(key behavior) yang dapat dditiru oleh peserta. Behavior modeling
berdasarkan pada teori belajar sosial yang menekankan pada
prinsip: (1) mengamati perilaku yang di tampilkan oleh model (2)
vicarios reinforment yang menunjukkan bahwa peserta dapat
melihat model memperoleh penguat atas perilaku tertentu.
Langkah yang dilakukan dalam behavior modeling adalah:
a. Menentukan tugas yang belum mampu dilakukan oleh peserta
yang berkaitan dengan kelemahan pada keterampilan atau
perilaku

Metode group building


metode membangun kelompok digunakan untuk

meningkatkan efektivitas tim atau kelompok.


Pelatihan
ditujukan
untuk
meningkatkan
keterampilan
peserta
untuk
membangun
kelompok kerja yang efektif.

Metode membangunb kelompok terdiri dari, adventure learning, team

training dan action learning.


1. Advenure learning
Adventure learning berfokus pada pengembangan kelompok kerja dan
keterampilan memimpin yang menggunakan aktivitas terstrukstur di
luar ruangan.
2. Team training
Melibatkan koordinasi kinerjaindividual yang bekerja bersama untuk
mencapai tujuan bersama. Ada 3 komponen dari kinberja kelompok
yaitu pengetahuan, sikap dan perilaku.
3. Action learning
Metode ini memberi kelompok kesempatan untuk menghadapi masalah
yang nyata. Disini kelompok bekerja untuk mengatasi masalah dan
membuat perencanaan tindakan, berbagai masalah digunakan dalam
metode ini misalnya perubahan dunia bisnis dan lain-lain.

Sedangkan

dari
halaman
blog
(herususilofia.lecture.ub.ac.id), Ada dua kategori
pokok program pelatihan dan pengembangan
manajemen.
A. Metode Praktis (On The Job Training)
B. Teknik-teknik
presentasi
informasi
dan
metode-metode simulasi (Off the job training)

Metode Praktis (On The Job


Training)
Metode

on
the
job
adalah
pelatihan
yang
menggunakan situasi dalam pekerjaan. Di sini
karyawan diberi pelatihan tentang pekerjaan baru
dengan supervisi langsung seorang pelatih yang
berpengalaman (biasanya karyawan lain). Di dalam On
the job Training, dibagi dalam beberapa metode,
yaitu :
a) Job
Instruction
Training
(Latihan
Instruktur
Pekerjaan)
b) Job Rotation (Rotasi Pekerjaan)
c) Apprenticeships
d) Coaching

Teknik-teknik presentasi informasi


dan metode-metode simulasi (Off
the job training)
Metode off the job adalah pelatihan yang menggunakan situasi di

luar pekerjaan. Dipergunakan apabila banyak pekerja yang harus


dilatih dengan cepat seperti halnya dalam penguasaan pekerjaan,
di samping itu juga apabila pelatihan dalam pekerjaan tidak dapat
dlakukan karena sangat mahal.
1) Lecture
2) Video Presentation
3) Vestibule Training
4) Role Playing
5) Case Study
6) Simulation
7) Self Study
8) Programmed Learning
9) Laboratory Training

Terdapat banyak pendekatan untuk pelatihan.

Menurut (Simamora: 2006: 278) ada lima jenisjenis pelatihan yang dapat diselenggarakan:
1) Pelatihan Keahlian
2) Pelatihan Ulang
3) Pelatihan Lintas Fungsional
4) Pelatihan Tim
5) Pelatihan Kreatifitas