Anda di halaman 1dari 22

EPILEPSI

ILINE MICHAELA
FK TRISAKTI

PENDAHULUAN
Angka prevalensi
tersebut dapat
mencapai lebih dari 10
per 1000 orang pada
negara berkembang

Diestimasikan bahwa di
dunia ini terdapat 50
juta orang dengan
epilepsi, dan 40 juta
orang diantaranya
terdapat pada negara
berkembang

Menurut International League Against Epilepsy


(ILAE), epilepsi didefinisikan sebagai suatu
keadaan yang ditandai oleh bangkitan epilepsi
berulang berselang lebih dari 24 jam yang timbul
tanpa provokasi

Epilepsi dapat terjadi


pada semua usia, baik
anak-anak, orang
dewasa, para orang tua
bahkan bayi yang baru
lahir

Permasalahan epilepsi
tidak hanya dari segi
medik, tetapi juga
sosial dan ekonomi
yang menimpa
penderita dan
keluarganya.

Epilepsi berasal dari bahasa Yunani yang


berarti serangan atau penyakit yang
timbul secara tiba-tiba.

DEFINISI
Konseptual

Oprasional

Kelainan otak yang ditandai dengan


kecenderungan untuk menimbulkan bangkitan
yang terus-menerus,
dengan
konsekuensi
epileptik
suatu penyakit
otak yang ditandai
dengan
neurobiologis
kondisi/gejala kognitif,
berikut psikologis, dan sosial
Minimal terdapat 2 bangkitan tanpa provokasi
atau 2 bangkitan refleks dengan jarak waktu
antar bangkitan pertama dan kedua lebih dari 24
jam.
Satu bangkitan tanpa provokasi atau bangkitan
refleks dengan kemungkinan terjadinya
bangkitan berulang dalam 10 tahun ke depan
sama dengan bila terdapat 2 bangkitan tanpa
provokasi.

Pender
ita
1,8
juta
pender
ita di
Indone
sia
Punca
k
inside
n di
usia <
2 th &
> 65
th

50
juta
pender
ita
diselur
uh
dunia

Epidemi
ologi

>

4-10
org
dari
1000
pender
ita,
epileps
i aktif
2,4
juta
orang di
dx
epilepsi
setiap
tahun di
dunia

ETIOLOGI
Idiopatik
Tidak terdapat lesi struktural di otak atau defisit neurologis
Diperkirakan mempunyai predisposisi genetik dan umumnya berhubungan dengan
usia

Kriptogenik
Dianggap simtomatis tetapi penyebabnya belum diketahui
Sindrom West, sindrom Lennox-Gastaut, dan epilepsi mioklonik
Gambaran klinis sesuai ensefalopati difus

Simptomatis
Bangkitan epilepsi disebabkan oleh kelainan/lesi struktural pada otak
Cedera kepala, infeksi SSP, kelainan kongenital, lesi desak ruang, gangguan
peredaran darah otak, toksik (alkohol, obat), metabolik, kelainan neurodegeneratif

KLASIFIKASI

Bangkitan
parsial/fok
al
Bangkitan
umum
Bangkitan
tak
tergolongk
an

Bangkitan parsial
sederhana
Bangkitan parsial
kompleks
Bangkitan parsial
yang menjadi umum
Lena
(absence)
sekunder

Mioklonik
Klonik
Tonik
Tonik-Klonik
Atonik/astatic

KLASIFIKASI BANGKITAN FOKAL


Bangkitan parsial
sederhana
Dengan gejala
motorik
Dengan gejala
somatosensorik
Dengan gejala
otonom
Dengan gejala
psikis

Bangkitan parsial
kompleks
Bangkitan parsial
sederhana yang
diikuti dengan
gangguan
kesadaran
Bangkitan yang
disertai gangguan
kesadaran sejak
awal bangkitan

Bangkitan parsial
yang menjadi
umum sekunder
Parsial sederhana
yang menjadi
umum
Parsial kompleks
menjadi umum
Parsial sederhana
menjadi parsial
kompleks, lalu
menjadi umum

PATOFISIOLOGI

GEJALA KLINIS KEJANG PARSIAL


SEDRHANA DAN KOMPLEKS

GEJALA KEJANG TONIK KLONIK

DIAGNOSIS

Gejala sebelum dan tanda setelah bangkitan


Faktor pencetus
Usia awitan, durasi, frekuensi dan interval dari bangkitan awal ke berikutnya
Respon terhadap obat OAE sebelumnya
Riwayat penyakit neurologis,psikiatris dan sistemik sekarang
Riwayat epilepsy dan penyakit lain di keluarga
Riwayat dalam kandungan,kelahiran dan tumbuh kembang
Riwayat bangitan neonatal (kejang demam)
Riwayat trauma, stroke

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Neurologis
Paresis Todd
Gangguan kesadaran pascaiktal
Afasia pascaiktal

EEG
Pencitraan Otak (MRI & CT Scan)
Laboratorium
Pemeriksaan kadar OAE
EKG

TATALAKSANA

Farmakol
ogi

Pembedah
an

TERAPI FARMAKOLOGI

Terapi dimulai
dengan
monoterapi

Jika diperlukan
ditambahkan
OAE kedua

Prinsi
p
Terap
i

Pemberian obat
dimulai dengan
dosis rendah dan
dinaikkan bertahap
sampai dosis
efektif

OAE DIBERIKAN BILA


Diagnosis epilepsi
sudah dipastikan

Faktor pencetus
bangkitan dapat
dihindari

Penyandang dan atau keluarganya sudah


menerima penjelasan tentang tujuan
pengobatan

Terdapat minimum
2 bangkitan dalam
setahun

Penyandang dan atau keluarganya telah diberitahu


tentang kemungkinan efek samping yang timbul dari
OAE

JENIS OBAT OAE

DOSIS DAN PEMBERIAN OAE

EFEK SAMPING OAE

Bebas bangkitan selama


minimal 2 tahun

EEG Normal

Penghentia
n OAT

Penghentian
dimulai dari satu
OAE yang bukan
utama.

dilakukan secara bertahap, umumnya


25% dosis semula, setiap bulan dalam
jangka waktu 3-6 bulan.

KEADAAN KEKAMBUHAN SETELAH


PENGHENTIAN OAE
Semakin tua usia
Epilepsi simptomatik
Gambaran EEG abnormal
Semakin lama adanya bangkitan sebelum dapat dikendalikan
Tergantung bentuk sindrom epilepsi yang diderita
Penggunaan lebih dari satu OAE
Masih mendapatkan satu atau lebih bangkitan setelah memulai terapi
Mendapat terapi 10 tahun atau lebih

TERAPI BEDAH
PA L I AT I F

Vagal Nerve Stimulator (VNS)

Pada VNS dipasang seperti alat pacemaker yang dapat


mendeteksi timbulnya kejang

Diletakkan sepanjang nervus vagus di sebelah kiri leher

KU R AT I F

Temporal lobektomi,

Corpus callosotomy, dan

Multiple subpial transection.

PENCEGAHAN

Primer
Cara memakai alat
pelindung diri di kepala
(bagi yang berisiko)
Hindari dari bakteri
atau virus yang dapat
menyerang otak.
Merawat kehamilan
saat perinatal dengan
baik sehingga dapat
mengurangi kasus baru
epilepsi yang
disebabkan oleh cedera
saat lahir

Sekun
der

Minum obat anti


epilepsi (OAE) secara
teratur dan taat sesuai
dengan serangan
epilepsi
yang diderita.
Menghindari
faktorfaktor pencetus
serangan seperti
alkohol, cahaya, stres,
Tidak
mengemudikan
dan
lainnya.
kendaraan bermotor
selama penderita masih
minum obat-obatan
anti-konvulsan.
Makan dengan teratur
dan istirahat yang
cukup

Tersier
Rehabilitas
i
medik/tera
pi
antikonvul
san

Anda mungkin juga menyukai