Anda di halaman 1dari 13

Jaringan

Penukar
Panas
Pendahuluan

3 October 2016

Kelompok 1 :

Fadlan Bahar
Yunita E.
Lestari Cahyati
A. Fakih B.
Ike Ayu Ningsih
Maulia Abrianti
Caesar Siregar
Ema A.
Sunarsih

3
Perpindahan
Panas

Perpindahan energi
dalam bentuk panas yang terjadi karena adanya
perbedaan suhu di antara benda
atau material. Di dalam proses
perpindahan panas terdapat laju perpindahan panas.

3 mekanisme perpindahan panas:


1. Konduksi
2. Konveksi
3. Radiasi

4
Perpindahan
Panas Pada Heat
Exchanger

Proses perpindahan panas yang terjadi pada heat exchanger meliputi :


Konveksi pada sisi shell
Konduksi dari dinding luar ke dinding dalam tube
Konveksi pada sisi tube

HEAT EXCHANGER

Heat Exchanger
Alat penukar panas yang dapat digunakan untuk memanfaatkan atau
mengambil panas dari suatu fluida untuk dipindahkan ke fluida lain.
Proses perpindahan panas ini biasanya terjadi dari fase cair ke fase
cair atau dari fase uap ke fase cair.

Tipe Aliran dalam Heat Exchanger


Counter current flow(aliran berlawanan arah)
Paralel flow/co current flow(aliran searah)
Cross flow(aliran silang)
Cross counter flow(aliran silang berlawanan).

6
Fluida bertekanan tinggi dialirkan di dalam tube karena tube
standar cukup kuat menahan tekanan yang tinggi.
Fluida berpotensi fouling dialirkan di dalam tube agar pembersihan
lebih mudah dilakukan.

Penentuan Fluida
Pada Shell atau
Tube

Fluida korosif dialirkan di dalam tube karena pengaliran di dalam


shell membutuhkan bahan konstruksi yang mahal yang lebih
banyak.
Fluida bertemperature tinggi dan diinginkan untuk memanfaatkan
panasnya dialirkan di dalam tube karena dengan ini kehilangan
panas dapat dihindarkan.
Fluida dengan viscositas yang lebih rendah dialirkan di dalam tube
karena pengaliran fluida dengan viscositas tinggi di dalam
penampang alir yang kecil membutuhkan energi yang lebih besar.
Fluida dengan viskositas tinggi ditempatkan di shell karena dapat
digunakan baffle untuk menambah laju perpindahan.
Fluida dengan laju alir rendah dialirkan di dalam tube. Diameter
tube yang kecil menyebabkan kecepatan linier fluida (velocity)
masih cukup tinggi,

Shell and Tube Exchanger

One Shell Pass and One Tube Pass

Keuntungan shell & tube


exchanger :

Memiliki permukaan perpindahan panas persatuan volume yang lebih besar


Mempunyai susunan mekanik yang baik dengan bentuk yang cukup baik
untuk operasi bertekanan.
Tersedia dalam berbagai bahan konstruksi
Prosedur pengopersian lebih mudah
Metode perancangan yang lebih baik telah tersedia
Pembersihan dapat dilakukan dengan mudah

Presentation Title Here

8
Jenis Shell and
Tube
Exchanger

1. Fixed Tube Sheet Exchanger, dimana antara shell dan tube


tidak dapat dipisahkan sehingga meminimalis kebocoran antara
fluida sidalam tube dan shell.
2. Tube Bundle Heat Exchanger, hanya memiliki satu stasioanary
tubesheet dan rearnya berbentuk U.
3. Outside Packed Heat Exchanger, didalamnya terdapat packing
untuk mencegah kebosoran fluida di sisi shell.
4. Internal FLoating Heat Exchanger, adanya floating tube sheet
yaitu tube sheet yang terpisah dari shell maupun chanel. Tipe ini
dapat dibedakan lagi menjadi 3 jenis, yaitu Pull through floating
head, Floatying head with backing device, Externally sealed
floating tubesheet.

Fouling Factor (Rd)


Penjelasan

Penyebab

Fouling adalah peristiwa terakumulasinya


padatan yang tidak dikehendaki di permukaan
Heat Exchanger yang berkontak dengan fluida
kerja, termasuk permukaan heat transfer.

Adanya pengotor berat yaitu kerak keras


yang berasal dari hasil korosi atau coke
keras.

Peristiwa tersebut adalah pengendapan,


pengerakan, korosi, polimerisasi dan proses
biologi. Angka yang menunjukkan hambatan
akibat adanya kotoran yang terbawa fluida
yang mengalir di dalam HE.

Adanya pengotor berpori yaitu kerak lunak


yang berasal dari dekomposisi kerak keras

10

Fouling Factor (Rd)


Akibat

Pencegahan

Mengakibatkan
kenaikan
tahanan
heat
transfer, sehingga meningkatkan biaya, baik
investasi, operasi maupun perawatan.

Pemilihan heat exchanger ( HE ) yang tepat,

Ukuran Heat Exchanger menjadi lebih besar,


kehilangan
energi
meningkat,
waktu
shutdown lebih panjang dan biaya perawatan
meningkat.

Gunakan diameter tube yang lebih besar.


Kecepatan tinggi.
Margin pressure drop yang cukup.
Gunakan tube bundle dan heat exchanger
cadangan.

Permasalahan
yang Sering
Timbul dalam Heat
Exchanger

11
Terbentuknya lapisan kotoran atau kerak pada
permukaan pipa. Tebal tipisnya
lapisan kotoran
tergantung dari fluidanya. Adanya lapisan tersebut akan
mengurangi Koefisien perpindahan panasnya.

Cara Peanganan
Masalah Pada Heat
Exchanger

12

Chemical / Physical Cleaning


Metode pembersihan dengan mensirkulasikanagentmelalui
peralatan biasanya menggunakan HCl 5-10%.

Mechanical Cleaning
o DrillingatauTurbining
Pembersihan dilakukan dengan mendrill deposit yang menempel
pada dindingtube.
o Hydrojeting
Pembersihan dilakukan dengan cara menginjeksikan air ke
dalamtubepada tekanan yang tinggi, untuk jenis deposit yang
lunak.

Thank You!
Any Questions?