Anda di halaman 1dari 44

PRESENTASI KASUS

SKIZOFRENIA
PARANOID
Kharismaa Alifah

IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ny. A

Jenis kelamin

: Perempuan

Tanggal lahir/umur

: 01 Juli 1983 (33 tahun)

Agama

: Islam

Suku

: Lombok

Pendidikan terakhir

: SD

Status pernikahan

: Menikah

Status pekerjaan
Alamat

: TKW

: Lombok Timur

Tanggal masuk perawatan : 20 November 2016

ANAMNESA
Auto dan alloanamnesia (adik pasien)

Keluhan Utama

Gelisah
Keluhan Tambahan
Pasien mendengar suara-suara yang
membicarakan pasien, sering mondarmandir, terlihat ketakutan dan bingung

Riwayat Penyakit Sekarang


2 bulan SMRS
Bekerja sebagai TKW di Arab Saudi
untuk memenuhi kebutuhan ekonomi
keluarga
Sesampainya disana barang pasien
diperiksa majikan pasien di tuduh
mencuri
Majikan sering memarahi pasien karena
tidak mengerti bahasa
Mendengar suara-suara yang
mengomentari pasien, seperti dari
telepon. Pasien tidak bisa melihat wujud
suara tsb.
Suara abah ali yang menyuruh ke Mina
untukmembersihkan diri
Pasien takut akan dihukum pancung oleh
majikannya

20 Nov 2016
Diantar ke IGD
RS Polri oleh 2
orang yang tidak
pasien kenal
Gelisah, sering
mondar-mandir,
terihat ketakutan
dan bingung

Saat
pemeriksaan
Gelisah
Sering
berbaring
diranjang
Aktivitas
minimal
Merasa lupa
ingatan
Masih
mendengar
suara Abah
Ali

Alloanamnesa tanggal 8 Desember 2016


Keluarga pasien mengatakan pasien tidak pernah mengalami
gangguan seperti ini sebelumnya.
Setelah 2 bulan bekerja dirumah majikannya, pasien
memberikan kabar kepada keluarga bahwa ia selalu dituduh
mencuri dan saat ia datang pertama kali barang bawaan yang
dibawa pasien diperiksa oleh majikannya. Pasien selalu
mengatakan ketakukan akan tuduhan dari majikannya, dan
sering mendengar bisikan-bisikan.
Pasien dipulangkan oleh majikannya ke Indonesia
dikarenakan pasien mulai berperilaku yang tidak seperti
biasanya. Kemudian hingga saat ini keluarga pasien tidak
mengetahui keadaan pasien selanjutnya.

2 Bulan SMRS

20-Nov

06-Des

Riwayat Gangguan Sebelumnya


Riw.
Ganggu
an
medis

Riwayat kelainan
bawaan disangkal
Riwayat infeksi
disangkal
Riwayat trauma kepala
disangkal
Riwayat kejang
disangkal

Gangguan
Psikiatrik

Pasien tidak pernah mengalami


gangguan psikiatri sebelumnya

Gangguan
Medik

Pasien tidak pernah dirawat di


Rumah Sakit karena penyakit lain,
tidak ada riwayat kejang, trauma
kepala, kecelakaan ataupun
operasi.

Penggunaan Zat
Psikoaktif dan
Alkohol

Riwayat minum alkohol disangkal


oleh pasien.
Riwayat obat-obatan terlarang
(NAPZA) disangkal.

Riwayat Kehidupan Pribadi


Masa prenatal
dan perinatal

Anak yang dikehendaki, anak pertama dari sebelas


bersaudara
Selama kehamilan dan melahirkan tidak ada gangguan
kesehatan
Pertumbuhan dan perkembangan pasien sewaktu bayi
sesuai dengan usianya.

Masa kanakkanak

Pasien tumbuh dan berkembang sehat seperti anak lain


Pasien mengatakan sering bermain dengan temantemannya

Masa
remaja

Pasien bersekolah hingga kelas 6 SD dengan prestasi yang


biasa saja
Pasien merupakan anak yang ceria dan memiliki banyak
teman.

Riwayat pendidikan
SD : Pasien menyelesaikan pendidikan SD
tanpa pernah tinggal kelas.
SMP: Pasien tidak menyelesaikan pendidikan
SMP
SMA: Pasien tidak menyelesaikan pendidikan
SMA

Riwayat
pekerjaan

9 tahun bekerja sebagai buruh batu bata


September 2016 berangkat ke Arab Saudi sebagai TKW

Kehidupan
beragama

Pasien seorang penganut agama Islam dan taat dalam beribadah


terutama shalat.

Kehidupan
sosial dan
perkawinan
Riwayat
Pelanggaran
Hukum

Menikah dan bercerai 2x dengan orang yang sama


Memiliki 1 anak perempuan dan 1 cucu
Pasien berasal dari keluarga yang kurang berada.
Pasien tidak pernah memiliki masalah dengan tetangga dan teman
kerja

Pasien tidak pernah berurusan dengan aparat penegak hukum,


dan tidak pernah terlibat dalam proses peradilan yang terkait
dengan hukum.

Riwayat Keluarga
1 dari 11
bersaudara
Mempunyai 1 anak
perempuan yang
sudah menikah dan
mempunyai cucu
perempuan
Pasien mengatakan
tidak ada anggota
keluarga yang

Persepsi Pasien Tentang Diri dan


Kehidupannya
Pasien mengatakan ia merupakan seorang istri
dari seorang suami yang bekerja sebagai buruh.
Pasien bekerja sebagai TKW di arab saudi untuk
mencukupi kebutuhan hidupnya. Pasien memiliki
seorang anak perempuan yang sudah menikah dan
mempunyai seorang cucu perempuan. Saat ini
pasien ingin bertemu dengan anak dan cucunya.

STATUS MENTAL
A. DESKRIPSI UMUM
1. Penampilan

Pasien perempuan berusia 33 tahun dengan penampilan fisik terlihat lebih tua
dari usianya dan tampak ke ibuan, berkulit kuning langsat, dan rambut
berwarna hitam. Pasien dapat merawat diri dan kebersihan dengan baik
2. Perilaku dan aktivitas psikomotor
Sebelum wawancara : Pasien sedang merapihkan ranjangnya
Selama wawancara
: Pasien terlihat duduk tenang dan dapat menjawab
pertanyaan dengan baik, konsentrasi tidak terganggu dan bicara sedikit melantur.
Tidak ada kelainan psikomotor saat wawancara berlangsung.
Sesudah wawancara
: Pasien masih tampak ramah dan cukup tenang, diakhir
wawancara pasien mengucapkan terimakasih karena sudah didengarkan ceritanya.

3. Sikap terhadap pemeriksa


Selama wawancara pasien menunjukkan sikap cukup kooperatif dan cukup
tenang
4. Pembicaraan
Pasien dapat berbicara sepontan namun sedikit melantur, lancar, artikulasi
jelas, volume cukup, ide cukup

B. MOOD & AFEK


Mood : Disforik
Afek
: Tumpul
Empati : Masih sulit diraba dirasakan oleh pemeriksa
C. GANGGUAN PERSEPSI
Halusinasi : Saat awal masuk rumah sakit ada
halusinasi auditorik, pasien mendengar suara abah
ali yang menyuruhnya ke Mina. Saat pemeriksaan
tidak didapatkan halusinasi audiotorik.
Ilusi
: Tidak ada
Depersonalisasi : Tidak ada
Derealisasi
: Tidak ada

D. SENSORIUM DAN KOGNITIF


Pendidikan terakhir pasien adalah SD
Pengetahuan umum
tingkat pendidikan

: sesuai dengan

Kecerdasan

: cukup baik

Konsentrasi

: cukup baik

Orientasi :
Waktu : Baik (pasien dapat
menyebutkan pemeriksaan pada siang
hari)
Tempat : Buruk (pasien tidak tahu
sekarang sedang berada di Rumah Sakit)
Orang : Baik (pasien mengenal dirinya
dan dokter yang sedang wawancara)

Daya ingat :
Jangka panjang : Baik (Pasien tidak dapat
mengingat tanggal lahir, tempat tinggal,
nama anak dan cucu)
Jangka pendek : Baik (Pasien ingat menu
makan paginya )
Segera : Baik (Pasien dapat menyebutkan
3 benda yang disebutkan oleh pemeriksa)
Pikiran abstraktif : Baik (Pasien dapat
mengetahui perbedaan apel dan jeruk)
Visuospasial : Baik (Pasien dapat
menggambarkan bentuk yang diminta oleh
pemeriksa)
Bakat Kreatif : Pasien dapat mengaji
Kemampuan menolong diri : Baik (Pasien
tidak membutuhkan bantuan orang lain
untuk makan, mandi dan berganti pakaian)

E. PROSES PIKIR
Arus pikir
Kontinuitas
Sirkumtansial
Hendaya bahasa
ada

:
: Tidak

Isi pikir
Preokupasi : Tidak ada
Waham : Waham Kejar
(pasien yakin akan dihukum
pancung oleh majikan)
Obsesi

: Tidak ada

Kompulsi
Fobia

: Tidak ada

: Tidak ada

PENGENDALIAN IMPULS
Baik, selama wawancara pasien dapat
berlaku dengan cukup tenang dan tidak
menunjukkan gejala yang agresif dan tidak
marah.

DAYA NILAI
Daya nilai sosial : Baik (Pasien dapat
membedakan perbuatan baik dan buruk)
Uji daya nilai
: Baik (Diberikan simulasi bila
menemukan dompet dijalan maka apa yang harus
dilakukan)
Penilaian Realita : Terganggu

TILIKAN
Derajat 1: Pasienmenyangkal ataupun sama
sekali tidak merasa sakit
RELIABILITAS (TARIF DAPAT DIPERCAYA)
Pemeriksa memperoleh kesan bahwa keseluruhan
jawaban pasien dapat dipercaya.

PEMERIKSAAN FISIK
Status Internus
Keadaaan Umum

: Baik

Kesadaran

: Compos Mentis

TTV

: TD : 120/80 mmHg

RR : 21 x/menit

HR : 86 x/menit

Suhu : 36,5 C

Status
Neurologik
Tidak dilakukan pemeriksaan

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Tidak dilakukan
pemeriksaan

Sistem Kardiovaskular : BJ I-II reguler, murmur (-), gallop (-)


Sistem Respiratorius

: Vesikuler +/+, Rhonki-/-, Wheezing-/-

Sistem Gastrointestinal: Bising usus normal, thympani di semua kuadran.


Ekstremitas

: Edema (-), sianosis (-), akral hangat.

Sistem Urogenital : Tidak diperiksa

IKHTISAR PENEMUAN
BERMAKNA

Pasien perempuan 33 tahun, datang ke IGD RS Polri diantar oleh petugas


BNP2TKI pada hari Minggu tanggal 20 November 2016, karena keadaan
gelisah, bingung, sering mondar-mandir.
Halusinasi auditorik
Waham Kejar
Pasien merasa terbebani adanya tanggungan ekonomi keluarga dan
pasien trauma akibat telah bercerai 2 kali dengan orang yang sama
Compos mentis, kooperatif dan cukup tenang, berbicara spontan namun
melantur dengan artikulasi jelas.
Mood disforik, afek tumpul, dan empati kurang dapat diraba dirasakan
oleh pemeriksa.
Pada fungsi kognitif sesuai taraf pendidikan

FORMULA DIAGNOSTIK
1. Setelah wawancara, ditemukan adanya sindroma perilaku dan
psikologi yang bermakna secara klinis dan menimbulkan
penderitaan (distress) yaitu pasien bingung, mendengar suarasuara sejak 2 bulan SMRS, dan ketidakmampuan/ hendaya
(disability/impairment) dalam fungsi serta aktivitasnya sehari-hari,
yaitu pasien menjadi tidak dapat bekerja.
2. Pasien ini tidak termasuk gangguan mental organik karena pasien
pada saat di periksa dalam keadaan sadar, tidak ada riwayat
trauma kepala, tidak ada penyakit otak lainnya seperti stroke atau
epilepsi. (F0)
3. Pasien ini tidak termasuk dalam gangguan mental dan perilaku
akibat penggunaan zat karena tidak ada riwayat dalam
penggunaan zat. (F1)

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pasien


mengalami gangguan jiwa yang sesuai dengan definisi
yang tercantum dalam PPDGJ III.

EVALUASI MULTIAKSIAL
Aksis I : F20.0 Skizofrenia Paranoid
Aksis II

: Z03.2 Tidak ada diagnosis

Aksis III : Tidak ada


Aksis IV : Masalah pekerjaan, ekonomi, dan
keluarga
Aksis V: GAF 60-51

DIAGNOSIS
Diagnosis Kerja
F20.0 Skizofrenia Paranoid
Diagnosis Banding
F25.1 Gangguan Skizoafektif tipe
Depresi

PROGNOSIS
Ad Vitam : dubia ad
bonam
Ad Sanationam : dubia
ad bonam
Ad Fungsionam : dubia ad
bonam

RENCANA TERAPI
Psikofarmaka
Aripiprazole 1x 10mg

Psikoterapi
Psikoterapi suportif dengan memberikan motivasi kepada
pasien agar bisa cepat kembali pulih dan berkumpul lagi
bersama keluarganya, berempati dan memberikan
perhatian pada pasien, tidak menghakimi pasien,
menghormati pasien sebagai manusia seutuhnya dan
peduli pada aktivitas keseharian pasien.

TINJAUAN
PUSTAKA

DEFINISI SKIZOFRENIA
Skizofrenia berasal dari bahasa Yunani, schizen yang berarti
terpisah atau pecah, dan phren yang artinya jiwa
Skizofrenia merupakan suatu sindrom psikotik kronis yang
ditandai oleh gangguan pikiran dan persepsi, afek tumpul,
anhedonia, deteriorasi, serta dapat ditemukan uji kognitif yang
buruk
Skizofrenia adalah istilah psikosis yang menggambarkan
mispersepsi pikiran dan persepsi yang timbul dari
pikiran/imajinasi pasien sebagai kenyataan, dan mencakup
waham dan halusinasi

EPIDEMIOLOGI
Menurut DSM-IV-TR, insidensi tahunan skizofrenia
berkisar antara 0,5 sampai 5,0 per 10.000
Skizofrenia terjadi pada 15 - 20/100.000 individu per
tahun, dengan risiko morbiditas selama hidup 0,85%
Kejadian puncak pada akhir masa remaja atau awal
dewasa
Usia puncak onset untuk laki-laki adalah 15 sampai 25
tahun, dan untuk wanita usia puncak onsetnya adalah 25
sampai 35 tahun

ETIOLOGI
Faktor
Neurobiologis

Faktor
Psikososial

Genetika

Faktor Keluarga dan


Lingkungan

Neuroanatomi Struktural

Faktor Stressor

Faktor Neurokimia

KRITERIA DIAGNOSIS (PPDGJ


III)

Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan
biasanya dua gejala atau lebih bila gejala-gejala itu kurang tajam atau
kurang jelas):

a. Thought echo = isi pikiran dirinya sendiri yang berulang


atau bergema dalam kepalanya (tidak keras)
dan isi pikiran ulangan, walaupun isinya sama,
namun kualitasnya berbeda, atau
Thought insertion or withdrawal = isi pikiran yang asing
dari luar masuk kedalam pikirannya (insertion)
atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu
dari luar dirinya (Withdrawal) dan
Thought broadcasting = isi pikirannya tersiar keluar

b. Delusion of control = waham tentang dirinya


dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu
dari luar atau
Delusion of influence = waham tentang dirinya
dipengaruhi oleh suatu kekuatantertentu
dari luar atau
Delusion of passivity = waham tentang dirinya tidak
berdaya dan pasrah terhadap suatu
kekuatan dari luar; (tentang dirinya=
secara jelas ,merujuk ke pergerakan
tubuh/anggota gerak atau kepikiran,
tindakan atau penginderaan khusus).

c.Halusional Auditorik ;
Suara halusinasi yang berkomentar secara terus menerus
terhadap prilaku pasien .
Mendiskusikan perihal pasien di antara mereka sendiri
(diantara berbagai suara yang
berbicara atau
Jenis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu
bagian tubuh.
d.Waham-waham menetap jenis lainnya, yang menurut
budaya setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu yang
mustahi,misalnya perihal keyakinan agama atau politik
tertentu atau kekuatan dan kemampuan diatas manusia
biasa (misalnya mampu mengendalikan cuaca atau

Atau paling sedikitnya dua gejala dibawah ini yang harus


selalu ada secara jelas:
e. Halusinasi yang menetap dari panca indera apa saja , apabila
disertai baik oleh waham yang mengambang maupun yang setengah
berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas, ataupun disertai oleh
ide-ide berlebihan (over-valued ideas) yang menetap, atau apabila
terjadi setiap hari selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan
terus menerus.
f. Arus pikiran yang terputus (break) atau yang mengalami sisipan
(interpolation) yang berakibat inkoherensia atau pembicaraan yang
tidak relevan atau neologisme.
g. Perilaku katatonik seperti keadaan gaduh gelisah (excitement),
posisi tubuh tertentu (posturing) atay fleksibilitas cerea,
negativisme, mutisme, dan stupor.
h. Gejala negatif seperti sikap apatis, bicara yang jarang dan respons

Adapun gejala-gejala khas tersebut diatas telah


berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau
lebih (tidak berlaku untuk setiap fase nonpsikotik
prodromal).
Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan
bermakna dalam mutu keseluruhan dari beberapa
aspek perilaku pribadi bermanifestasi sebagai
hilangnya minat, hidup tak bertujuan, tidak berbuat
sesuatu, sikap larut dalam diri sendiri dan penarikan
diri secara sosial.

Semua pasien skizofrenia harus digolongkan ke dalam salah satu


dari subtipe yang telah disebutkan diatas. Subtipe ditegakkan
berdasarkan atas manifestasi perilaku yang paling menonjol

PPDGJ III : Skiofrenia Paranoid


(F20.0)
Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia
Sebagai tambahan :

Suara-suara halusinasi yang mengancam pasien atau memberi


perintah, atau halusinasi auditorik tanpa bentuk verbal berupa
bunyi pluit (whistling), mendengung (humming), atau bunyi tawa
(laughing);
Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa, atau bersifat seksual,
atau lain-lain perasaan tubuh; halusinasi visual mungkin ada
tetapi jarang menonjol;
Waham dapat berupa hampir setiap jenis, tetapi waham
Gangguan
afektif, dorongan
dan pembicaraan,
gejalaof
katatonik
dikendalikan
(delusionkehendak
of control),
dipengaruhi serta
(delusion
secara
relatif tidak
nyata/tidak
menonjol
influence),
atau
passivity
(delusion of passivity), dan keyakinan
dikejar-kejar yang beraneka ragam, adalah yang paling khas

DIAGNOSIS
BANDING
Skizofreniform :

gejalanya sama dengan


skizofrenia, namun
berlangsung sekurangkurangnya 1 bulan,
tetapi kurang dari 6
bulan. Akan kembali ke
fungsi normal ketika
gangguan hilang

Skizoafektif : Bila

suatu sindrom manik


atau depresif terjadi
bersamaan dengan
gejala utama
skizofrenia. yang
mempunyai gambaran
baik skizofrenia
maupun gangguan
afektif (gangguan
mood).

PENATALAKSANAAN
Farmakologis

Nonfarmakol
ogis

antipsikosis
gen. I

Psikotera
pi

antipsikosis
gen. II

Sosiotera
pi

Nama

Anti-psikosis
generasi I

Generik
Chlorpromazi

Nama Dagang
Chlorpromazine

Sediaan

Dosis

Tab. 25 - 100 mg

Anjurkan
150 - 600

ne

Perphenazine

Trifluoperazi

Promactil
Meprosetil
Cepezet
Perphenazine
Trilafon
Stelazine

Tab. 100 mg
Tab. 100 mg
Tab. 100 mg
Tab. 4 mg
Tab 2 - 4 - 8 mg
Tab. 1 - 5 mg

mg/hari

10 - 15 mg/hari

ne
Fluphenazine
Thioridazine

Anatensol
Melleril

Tab. 2,5 - 5 mg
Tab. 50 - 100 mg

10 - 15 mg/hari
150 - 300

Tab. 0,5 - 1,5 mg


Tab. 1,5 mg
Tab. 0,5 - 1,5 mg
Tab. 2 - 5 mg
Tab. 2 - 5 mg
Tab 2 - 5 mg
Tab. 4 mg

mg/hari
5 - 15 mg/hari

2 - 4 mg/hari

Haloperidol

Pimozide

Haloperidol
Dores
Serenace
Haldol
Govotil
Lodomer
Orap Forte

Antipsikosis
generasi I I

Nama

Nama

Generik
Sulpride

Dagang
Dogmatil

Clozapine

Olanzapine
Quetiapine
Zotepine
Risperidone

Sediaan

Dosis

Tab. 200 mg

Anjurkan
300 - 600

Forte
Clorazil

Tab. 25 - 100

mg/hari
25 - 100

Sizoril

mg
Tab. 25 - 100

mg/hari

Zyprexa
Seroquel

mg
Tab. 5 - 10 mg
Tab. 25 - 100

10 - 20 mg/hari
50 - 400

Lodopin

mg
Tab. 25 - 50

mg/hari
75 - 100

Risperidone

mg
Tab 1 - 2 - 3

mg/hari
2 - 6 mg/hari

Risperidal

mg
Tab. 1 - 2 - 3

Neripros

mg
Tab. 1 - 2 - 3

mg

PROGNOSIS
Bila penderita itu datang berobat dalam tahun
pertama setelah serangan pertama, maka kira-kira
1/3 dari mereka akan sembuh sama sekali (full
remission atau recovery).
1/3 yang lain dapat dikembalikan ke masyarakat
walaupun masih didapati cacat sedikit yang mereka
masih harus sering diperiksa dan diobati selanjutnya
(social recovery).

Prognosis Baik

Onset lambat
Faktor pencetus yang jelas
Onset akut
Riwayat sosial, seksual, dan
pekerjaan pramorbid yang baik
Gejala gangguan mood (terutama
gangguan depresif)
Menikah dan telah berkeluarga
Riwayat keluarga gangguan mood
(tidak ada keluarga yang menderita
skizofrenia)
Sistem pendukung yang baik
(terutama dari keluarga) untuk
kesembuhan pasien
Gejala positif
Jenis kelamin perempuan

Prognosis
Buruk
Onset muda
Tidak ada faktor pencetus
Onset tidak jelas
Riwayat sosial, seksual, dan pekerjaan
pramorbid yang buruk
Perilaku menarik diri, autistik
Tidak menikah, bercerai, atau janda/duda
Riwayat keluarga skizofrenia
Sistem pendukung yang buruk untuk
kesembuhan pasien
Gejala negatif
Tanda dan gejala neurologis
Riwayat trauma perinatal
Tidak ada remisi dalam tiga tahun
Sering timbul relaps
Riwayat penyerangan

THANK YOU