Anda di halaman 1dari 16

ANALISA PENGENDALIAN MUTU MINUMAN RUMPUT

LAUT DENGAN MENGGUNAKAN METODE FISHBONE


CHART PADA PT. JASUDA DI KABUPATEN TAKALAR

KELOMPOK IX (Sembilan)
AKHMAD
ALDI
NIM
J0B113231
RETNO SARI
NIM J0B114221
RINI SAIDAH
NIM J0B114234
RISMAWATI NIM J0B114202

PENDAHULUAN

Sampel merupakan bagian dari populasi yang


akan diteliti sebagai suatu pendugaan terhadap
populasi yang digunakan agar riset pemasaran
dapat dilakukan dengan efektiv dan efisien dan
dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang
hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang
diamati.
Metode
pengambilan
sampel
dapat
dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu
sampel probabilitas (probability sampling) dan
sampel
nonprobabilitas
(nonprobability
sampling)
Minuman rumput laut ini berbentuk gelas atau
cup sehingga dalam hal ini kualitas produk akan
nampak jelas setelah produk tersebut telah

Metode Pengambilan
Sampelteknik pengambilan
Probability Samplingadalah
sampel dimana setiapsampling unit-nyamamiliki
kesempatan
yang
sama
atau
memiliki
probabilitas yang sama untuk dimasukkan
kedalam suatu sampel yang diketahui besarnya
dan probabilitas ini tidak mungkin 0 (nol).
Nama
lain
dariProbability
Samplingini
adalahRandom Samplingdimana semua anggota
populasi mempunyai kesempatan yang sama
untuk dipilih.

Pengambilan
sampel
dengan
teknik
Probability Sampling dapat dilakukan
dengan beberapa metode diantaranya
dengan metode :

Simple Random Sampling,


Systematic Sampling,
Stratified Sampling,
Cluster Random Samplin
Other Random Sampling.

Panel
merupakan
manusia
atau
instrumen
yang
dipakai
untuk
mengukur
rangsangan
di
dalam
penilaian indera, baik yang bersifat
subyektif maupun obyektif. Dalam hal
ini diketahui ada lima macam panel
yang penggunaannya berbeda (berlaku
untuk tujuan tertentu saja), yaitu:
1.Panel Perseorangan
2.Panel Perseorangan Terbatas
3.Panel Terlatih
4.Panel Tidak Terlatih

Teknik Pengumpulan
Data data dilakukan
Penelitian pada pengumpulan
dengan cara :
1. Wawancara, dalam hal ini peneliti mencari
data atau informasi dengan cara mewawancarai
pimpinan PT. Jasuda dan beberapa karyawan.
2. Studi Pustaka, informasi dicari melalui
beberapa buku referensi maupun melalui
internet.
3. Pengamatan Langsung, yaitu dilakukan
dengan melakukan pengamatan langsung
pada saat proses produksi dan mencatat datadata yang di dapatkan.

Metode Penelitian
Pengolahan data yang dilakukan adalah
dengan
menggunakan
metode
pengendalian kualitas statistik, Data yang
digunakan adalah data atribut data
variabel
yaitu
data
berdasarkan
karakteristik
yang
diukur
secara
sebenarnya.
Diagram
Ishikawa
bertujuan
untuk
membantu mengidentifikasi lokasi yang
mungkin dari terjadinya masalah-masalah
mutu dan lokasi pemeriksaan

proses analisa pada sampel


Teknik yang berguna dalam untuk analisa
sesuaian lebih lanjut adalah:
a. Diagram Sebab Akibat Untuk endapan
b. Diagram Sebab - Akibat Untuk Cacat
bergelembung

Diagram Sebab Akibat Untuk endapan

Diagram Sebab - Akibat Untuk Cacat


bergelembung

Hasil
Kecacatan minuman rumput laut yang memiliki
Endapan

Hasil
Kecacatan minuman rumput laut yang memiliki
Gelembung

Pembahasan
Berdasarkan analisa diagram Pareto maka evaluasi
yang dapat diberikan untuk mengetahui penyebab
terjadinya kerusakan proses produksi dikarenakan
adanya item item berikut:
a.) Diagram Sebab Akibat Cacat Timbul Gelembung
1) Faktor Operator
2) Faktor Peralatan
3) Faktor Proses
4) Faktor Material
b.) Diagram Sebab Akibat Cacat memiliki Endapan
1) Faktor Operator
2) Faktor Material
3) Faktor Peralatan
4) Faktor Lingkungan

KESIMPULAN
Memiliki
endapan
kemampuan
dan
gelembung kemampuan
kinerja proses
sangat rendah. Hal ini mengakibatkan
banyak data yang berada diluar batas
normal yang ditetakan oleh perusahaan.
Cara menanggulangi hal ini perusahaan
harus meningkatkan pengendalian dan
control terhadap proses yang berlangsung
mulai dari pasca panen sampai dengan
proses produksi dan memenuhi standar
operasi yang telah ditetapkan.