Anda di halaman 1dari 53

Impaksi Gigi

Helmi Hirawan

Mukadimah
Erupsi adalah proses fisiologi yang
berhubungan dengan perkembangan
akar. Erupsi harus komplit sebelum
apeks menutup
Gigi impaksi adalah gigi yang erupsi
sebagian atau tidak erupsi meskipun
sudah melewati masa erupsinya dan
dianggap tidak akan memiliki
hubungan yang normal dengan gigi
lainnya atau jaringan lunak

Odontektomi merupakan salah satu


tindakan bedah mulut sering dilakukan.
Odontektomi adalah suatu tindakan
untuk mengeluarkan gigi yang tidak
erupsi atau erupsi sebagian atau akar
yang kuat yang tidak dapat dikeluarkan
secara biasa sehingga harus dikeluarkan
secara bedah (Laskin, 1985).
Sebagian besar tindakan odontektomi
dilakukan pada gigi impaksi terutama
impaksi molar ketiga.

Indresano dkk. (1992) diperkirakan 80


persen populasi memiliki paling sedikit
satu gigi molar ketiga. Rasa sakit,
pembengkakan, karies, dan malposisi
adalah hal biasa yang dihubungkan
dengan gigi ini.
Bourgoyne (1949) mengatakan bahwa
gigi impaksi masih merupakan salah satu
masalah sulit dalam bidang bedah mulut.
Komplikasi pasca odontektomi bisa
sangat berbahaya antara lain cedera
saraf, emfisema subkutan, alveolitis, dan
perdarahan (Pedersen, 1996).

Terminologi
Istilah impaksi secara umum digunakan
pada semua gigi yang ketika sudah saatnya
erupsi tetapi tidak erupsi ke dalam mulut.
Istilah ini tidak selalu benar untuk semua
kasus gigi yang tidak erupsi. Kata impaksi
mempunyai arti terhalang kepada. Ketika
sebuah gigi yang tidak erupsi karena pada
saat tumbuh atau ketika erupsi dihalangi oleh
gigi lain istilah yang tepat untuk keadaan ini
adalah impacted. Sebuah gigi yang tidak
erupsi tetapi tidak berkontak dengan gigi
lainnya, istilah yang tepat untuk keadaan ini
adalah embedded (Bourgoyne, 1949).

General Preventive Removal


Goldberg (1992) adalah tidak bijaksana dan
tidak perlu untuk melakukan pengambilan
seluruh molar ketiga. Goldberg memberikan
kriteria pengambilan molar ketiga impaksi
antara lain:
Riwayat infeksi sebelumnya
Erupsi sebagian dengan poket periodontal
Kemungkinan terjadinya fraktur atau infeksi
Adanya kista atau tumor berdasarkan rontgen

Indresano dkk. (1992) berdasarkan


penelitiannya menganjurkan pengambilan
preventif molar ketiga untuk mencegah
terjadinya infeksi spasia dalam yang dapat
mengancam kehidupan phlegmond pelajari
jika yg terkena submandibula dan sublingual,
penyebab nya adalah gigi impaksi
Bourgoyne (1949) berpendapat sebaiknya
mengambil gigi impaksi sebelum terjadi efek
yang merugikan. Menurut Bourgoyne beberapa
kondisi yang dihubungkan dengan gigi impaksi
antara lain ketulian, dermatitis, artritis,
gangguan penglihatan, periodontitis,
maloklusi, asimetri rahang, neuritis, dan
karies.

Prinsip-prinsip pembedahan gigi erupsi


yang menimbulkan masalah ataupun
pengambilan impaksi molar ketiga:
Pertama dimulai dengan pembuatan flap
mukoperiosteal untuk mencapai jalan
masuk ke tulang rahang
Kemudian jalan masuk ke gigi dicapai
dengan mengurangi tulang secukupnya
Apabila gigi masih belum dapat dikeluarkan
maka harus dipotong secara terencana
Pada akhir prosedur ini jaringan lunak
dikembalikan ke tempatnya dan distabilisasi
dengan jahitan (Pedersen, 1996).

Menurut Archer (1975)


Odontektomi terutama pengambilan molar
ketiga bawah merupakan prosedur bedah
kompleks yang melibatkan jaringan lunak, otot,
dan tulang
Kesulitan lain odontektomi adalah daerah
operasi yang sempit sehingga sulit untuk
diakses, banyaknya pembuluh darah, dan selalu
basah oleh saliva
Operasi odontektomi harus dilakukan dengan
hati-hati dan dengan perencanaan yang cermat
agar gigi dapat dikeluarkan dengan baik. Kondisi
asepsis harus selalu dijaga untuk melindungi
pasien maupun operatornya.

Prosedur Odontektomi Menurut Archer


(1975)

1. Garis insisi flap harus benar agar didapatkan


lapang pandang yang adekuat dan suplai darah
untuk flap selalu terjaga. Ketika membuat flap
harus memperhatikan otot-otot yang terlibat,
lokasi foramen, dan pembuluh darah pada daerah
operasi.
2. Pada saat mengeluarkan gigi harus membuat
keputusan yang tepat apakah cukup dengan
membelah gigi, kombinasi membelah gigi dan
membuang tulang, atau hanya membuang tulang
di sekitar gigi.
3. Perkirakan dengan tapat regio dan banyaknya
tulang yang akan dibuang agar gigi dapat
dikeluarkan dengan mudah
4. Rencanakan peralatan yang akan digunakan

Indikasi

Neuralgia
Pericoronitis
Penyebab karies
Resorpsi tulang distal molar kedua
Terhalangnya penempatan gigi tiruan
Terhalangnya erupsi normal gigi
Menyebabkan masalah ortodontik
Terlibat dalam perkembangan lesi
patologis
Resorpsi akar gigi tetangga

Kontra Indikasi
Compromised medical status
Kerusakan Struktur didekatnya

Pencabutan terbaik usia 18-19 Tahun

Pericoronitis, karies, resorpsi,


obstruksi pada protesa

Obstruksi erupsi, keterlibatan


dalam lesi patologis, resorpsi akar

Hubungan akar M3 dengan Kanalis Mandibularis

Klasifikasi Molar 3 Mandibula Impaksi


Klasifikasi Archer (1975) dan Kruger (1984)

1)mesioangular, 2) distoangular, 3) vertikal,


4)horisontal, 5)bukoangular, 6) linguoangular,
7)inverted

Pell dan Gregory (1993)

Bedasarkan kelas

Berdasarkan tipe/posisi

Jaringan penutup

Pemeriksaan Lokalis Gigi


Status erupsi gigi impaksi. Terbaik
terbentuk 2/3 akar
Resorpsi molar kedua
Adanya infeksi lokal, misal pericoronitis
Pertimbangan orthodontik
Karies pada gigi impaksi atau sebelahnya
Status periodontal, misal pocket
periodontal
Hubungan dengan kanalis mandibularis

Pemeriksaan lokalis gigi


cont...
Hubungan oklusal. Lihat M3 kontralateral
Limfa nodi regional
TMJ

Implikasi Bedah untuk Odontektomi


Posisi M3 impaksi. Semakin dalam
semakin sulit
Ketebalan oblique ridge
Mukoperiosteum. Bleeding,
hematoma, oedem faring, disfagia
Tulang sekitarnya
Mobilitas rahang
Perlekatan otot. Buksinator dan
mylohyoid

Implikasi bedah cont...

Pembuluh darah. Arteri palatal dan fasial.


Saraf.
Pertimbangan periodontal.
Sinus maksila
Buccal fat pad
Fossa pterygopalatine
Fossa infratemporal
Spasia-spasia

Implikasi bedah cont...


Ukuran follucular sac.
Kontak dengan M2
Morfologi akar

Pemeriksaan radiologi

Periapikal
Oklusal
Lateral
OPG

Interpretasi Radiografi

Akses
Posisi dan kedalaman
Wharfs assessement
Mahkota gigi impaksi
Akar gigi impaksi
Tekstur tulang
Posisi dan bentuk akar molar kedua
Hubungan dengan kanalis mandibula

Wharfs assessement

Operculectomy

Flap pada Ekstraksi M3 Mandibula Impaksi

Pengambilan benih gigi M3 impaksi

Teknik ekstraksi M3 mandibula


mesioangular

Teknik ekstraksi M3 Mandibula Horisontal

Teknik ekstraksi M3 Mandibula


distoangular

Ekstraksi Premolar Mandibula Impaksi

Ekstraksi Premolar Mandibula Impaksi Dalam

Ekstraksi Kaninus Mandibula Impaksi

Klasifikasi Molar 3 Maksila Impaksi

Archer (1975)

Modifikasi pell dan Gregory

Flap pada ekstraksi M3 maksila


Impaksi

Prosedur ekstraksi M3 maksila Impaksi

Kaninus Impaksi

Klasifikasi Archer (1975)


Kelas I : terletak di palatum
Kelas II : terletak di bukal
Kelas III: Mahkota di palatum
sedangkan akar di bukal atau
sebaliknya
Kelas IV : Terletak pada prosesus
alveolaris antara I2 dan P1
Impaksi pada edentulous

Tube Shift Method, kalo gigi bergerak searah gerakan konus maka
giginy berada di palatal/lingual tapi jika dia bergerak berlawanan,dia
d bukal

Teknik ekstraksi C Maksila Impaksi

C maksila Impaksi superfisial

C maksila Impaksi Palatal

t.e.r.i.m.a.k.a.s.i.h