Anda di halaman 1dari 4

Kasus Audit PT Telekomunikasi Seluler Tahun

2002

PT Telkom
mempunyai anak
perusahaan yaitu PT
Telekomunikasi
Seluler

Audit yang
dilakukan oleh
KAP Haryanto
Sahari digantikan
oleh KAP Eddy
Pianto

Audit PT
Telekomunikas
i Seluler
awalnya
dilakukan oleh
KAP Haryanto
Sahari

KAP Haryanto
Sahari
menolak untuk
memberi hasil
auditnya untuk
dilanjutkan
oleh KAP Eddy
Pianto

KAP Eddy Pianto


menyebabkan
harga saham PT.
Telkom di Bursa
Efek Jakarta
turun secara
signifikan dari
harga penutupan
sehari
sebelumnya

KAP Eddy Pianto


yang juga
mengaudit lebih
dari 300
perusahaan di
pasar saham
dikenakan sanksi
untuk tidak
menjalankan
usaha di bidang
pasar modal
yang didasarkan
pada penolakan
Laporan
Keuangan
Konsolidasi PT.
Telkom tahun
Buku 2002 oleh
SEC

Kantor Akuntan Publik (KAP) Haryanto Sahari dan


Rekan, member firm dari kantor akuntan publik
asing Pricewaterhouse Coopers (PwC) terbukti
bersalah. Dengan demikian KAP Haryanto Sahari
dan Rekan harus membayar denda sebesar Rp
20.000.000.000,00 (dua puluh milyar rupiah)
dan di setorkan ke kasa negara sebagai setoran
peneriamaan negara bukan pajak melalui bank
pemerintah dengan kode penerimaan 1212 dan
harus dibayar lunas paling lambat dalam waktu
30 (tiga puluh) hari terhitung sejak diterimanya
pemberitahuan putusan ini, dengan denda
keterlambatan Rp. 10.000.00,00 (sepulu juta
rupiah) per hari untuk setiap hari keterlambatan
tidak melaksanakan putusan ini. Putusan ini
dibuat hari senin tanggal 21 Juni 2004

Dalam kasus audit ini, tidak dijelaskan akun atau


jurnal yang spesifik dalam pelanggaran yang
dilakukan, namun lebih condong kepada etika
profesi sebagai auditor. Menurut saya,
sebenarnya kesalahan yang dilakukan oleh KAP
Eddy Pianto bukan sepenuhnya kesalahan KAP
Eddy Pianto. Lebih kepada KAP Haryanto Sahari
menjatuhkan kesalahannya kepada KAP Eddy
Pianto dengan tidak memberi hasil audit yang
telah dilakukan oleh KAP Haryanto Sahari sebagai
auditor pertama dari PT Telekomunikasi Seluler
(sebelum digantikan oleh KAP Eddy Pianto).
Seharusnya sebagai auditor, KAP Haryanto Sahari
seharusnya secara sehat memberi hasil auditnya
untuk kemudian dilanjutkan oleh KAP Eddy
Pianto.