Anda di halaman 1dari 20

Sistem Informasi Kesehatan

Kelompok 10
Husna Tri Marseli
(1311211053)
Mesha Ferzica Nanda (1311211013)
Ravicha Meisyora
(1311211015)
Rika Tri Andini
(1311211051)
Zulfa Yandra
(1311211015)

Pengertian SIK
Sistem informasi kesehatan adalah sistem

pengolahan data dan informasi kesehatan untuk


mendukung manajemen kesehatan dalam
rangka peningkatan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat.
Sistem Informasi Kesehatan juga diartikan
sebagai gabungan perangkat dan prosedur yang
digunakan untuk mengelola siklus informasi
(mulai dari pengumpulan data sampai umpan
balik informasi) untuk mendukung pelaksanaan
tindakan tepat dalam perencanaan, pelaksanaan
dan pemantauan kinerja sistem kesehatan.

Sistem informasi kesehatan sekarang ini

sudah menggunakan konsep sistem


komputerisasi dimana komputer berperan
membantu penyelesaian masalah dengan
cepat,

Konsep-konsep SIK
Dalam melakukan pengembangan sistem informasi
secara umum, ada beberapa konsep dasar yang
harus dipahami oleh para pengembang atau pembuat
rancang bangun sistem informasi :

Sistem

informasi tidak identik dengan sistem


komputerisasi

Sistem informasi organisasi adalah suatu sistem yang


dinamis

Sistem informasi sebagai suatu sistem harus


mengikuti siklus hidup sistem

Daya guna sistem informasi sangat ditentukan oleh


tingkat integritas sistem informasi itu sendiri


Keberhasilan

pengembangan sistem
informasi sangat bergantung pada strategi
yang dipilih untuk pengembangan sistem
tersebut

Pengembangan Sistem Informasi organisasi


harus menggunakan pendekatan fungsi dan
dilakukan secara menyeluruh (holistik)

Informasi telah menjadi aset organisasi

Penjabaran sistem sampai ke aplikasi


menggunakan struktur hirarkis yang mudah
dipahami

Sumber Data SIK


a. Data Pendaftaran (Enrollment Data)

Data pendaftaran dihasilkan oleh pegawai


dan perorangan, tujuan utama dari data
ini adalah untuk mengidentifikasi
pekerja/individu yang memenuhi syarat
untuk mendapatkan asuransi baik swasta
maupun umum

b. Data Administrasi (Administrative Data)


Data administrasi dihasilkan akibat
interaksi antara pasien dengan penyedia
pelayanan kesehatan seperti dokter, rumah
sakit, farmasi, rumah sakit, serta
radiologi.Data ini biasanya sudah
terkomputerisasi sehingga data mudah
dikumpulkan dan digunakan oleh penyedia
pelayanan kesehatan

c. Data Klinis (Clinical Data)


Sumber dari data klinis adalah medical record
yang dikumpulkan dan diatur oleh dokter dan
petugas kesehatan di rumah sakit.Medical
record berisi data pasien yang terdiri dari
riwayat perawatan medis, keluhan utama,
gejala penyakit, hasil pemeriksaan dokter,
hasil diagnosis, pengobatan, data demografi,
dsb. Data yang terdapat pada medical record
ini bersifat rahasia sehingga diperlukan izin
khusus untuk mengakses data ini

d. Data Survey
Data survey sering digunakan untuk
mempelajari isu khusus pada suatu populasi,
hasil survey dapat menggeneralisasikan
informasi tingkat individu terhadap beberapa
topik isu seperti kepuasan pasien terhadap
pelayanan kesehatan, kualitas hidup, kebiasaan
dan perilaku kesehatan, dsb. Data survey
diperoleh dari beberapa kelompok, termasuk
perencana kesehatan, koalisi bisnis, pegawai,
konsumen, kelompok advokasi, dan pemerintah
pusat dan daerah

e. Sumber data lainnya, biasanya digunakan


untuk mempelajari sistem pelayanan
kesehatan. Sumber-sumber data tersebut
diantaranya :
Birth certificates
Death certificate
Birth defects registries
Disease registries
Provider characteristics
Facility characteristics

Sistem Jaringan Informasi


Kesehatan Nasional
a. Manajemen Data Dan Informasi Kesehatan
Satu Pintu
Manajemen data dan informasi kesehatan satu
pintu adalah pengelolaan data daninformasi
kesehatan mulai dari input (sumber data),
pengumpulan, pengolahan,analisis, penyajian
dan publikasi data & informasi baik ditingkat
Puskesmas dengan jaringannya, tingkat
kabupaten dengan jaringannya, serta tingkat
provinsi dengan jaringannya yang terintergrasi
pada satu pusat/pengelola data

b. Arah kebijakan daerah


Setiap tingkat wilayah administratif harus
memiliki bank/pangkalan/pusat /pengelola
data, dan secara bertahap dikembangkan
sistem pengelolaan data dan informasi
dengan prinsip satu pintu melalui
(berbasis) web, sehingga masing-masing
pihak dapat mengakses dengan cara yang
cepat dan mudah.

Membangun SIK Terintegrasi harus berdasarkan komitmen

bersama dari tingkat puskesmas, kabupaten/kota, provinsi,


maupun pusat.
Untuk menjamin pelaksanaan dan kesinambungan SIK, sistem
penganggaran perlu dikukuhkan
Pengembangan SIK dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuan daerah
SIK yang dibangun harus bermanfaat (untuk efektivitas dan
efisiensi pelayanan) bagi yang bersangkutan.
Data atau informasi dari hasil pengolahan data, harus sudah
melalui proses validasi dengan lintas program dan lintas sektor
terkait sebelum dipublikasikan.
Memberikan bimbingan dan pengendalian Sistem Informasi
Kesehatan sebagai upaya pengembangan Sistem Kesehatan.
Sistem Informasi Kesehatan merupakan integrasi dari sejumlah
sub-sistem yang telah ada dan yang akan dikembangkan.
Sistem Informasi Kesehatan digunakan oleh seluruh komunitas
kesehatan dan masyarakat luas, di bangun serta dikelola oleh
tenaga profesional bidang Teknologi Informasi, Epidemiologi,
Statistik Kesehatan, Administrasi Kesehatan, dan Kesehatan

Manfaat Informasi Kesehatan


Membantu pengambil keputusan untuk

mendeteksi dan mengendalikan masalah


kesehatan, memantau perkembangan.
Pemberdayaan individu dan komunitas
dengancepat dan mudah dipahami serta
melakukan berbagai perbaikan kualitas pelayanan
kesehatan.
Penguatan evidence baseddalam mengambilan
kebijakan yang efektif, evaluasi, dan inovasi
melalui penelitian.
Perbaikan dalam tata kelola, memobilisasi sumber
baru dan akuntabilitas cara yang digunakan.

Manfaatnya di rumah sakit:


memudahkan setiap pasien untuk
melakukan pengobatan di rumah sakit
memudahkan rumah sakit untuk mendaftar
setiap pasien yang berobat di situ
semua kegiatan di rumah sakit terkontrol
dengan baik / bekerja secara terstruktur

Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan


pada Sistem Informasi Rumah Sakit
1. Rancang Bangun (desain) Sistem Informasi Rumah Sakit
Rancang Bangun Rumah Sakit (SIRS), sangat bergantung kepada
jenis dari rumah sakit tersebut. Rumah sakit di Indonesia,
berdasarkan kepemilikannya dibagi menjadi 2, sebagai berikut:
a. Rumah Sakit Pemerintah, yang dikelola oleh:
Departemen Kesehatan
Departemen Dalam Negeri
TNI
BUMN
Sifat rumah sakit ini adalah tidak mencari keuntungan (non profit)
b. Rumah Sakit Swasta, yang dimiliki dan dikelola oleh sebuah
yayasan, baik yang sifatnya tidak mencari keuntungan (non
profit) maupun yang memang mencari keuntungan (profit).

Berdasarkan sifat layanannya rumah sakit dibagi 2,


sebagai berikut:
a. Rumah Sakit Umum
Untuk Rumah Sakit Pemerintah, Rumah Sakit Umum
digolongkan menjadi 4 tingkatan, sebagai berikut:
Rumah Sakit Umum tipe A, rumah sakit umum
yang memberikan layanan medis spesialistik dan
subspesialistik yang luas.
Rumah Sakit Umum tipe B, rumah sakit umum
yang memberikan layanan medis spesialistik dan
subspesialistik yang terbatas.
Rumah Sakit Umum tipe C, rumah sakit umum
yang memberikan layanan medis spesialistik yang
terbatas, seperti penyakit dalam,bedah,
kebidanan dan anak.
Rumah Sakit Umum tipe D, rumah sakit umum

Untuk Rumah Sakit Swasta, Rumah Sakit Umum digolongkan


menjadi 3 tingkatan sebagai berikut:
Rumah Sakit Umum Pratama, rumah sakit umum yang
memberikan layanan medis umum
Rumah Sakit Umum Madya, rumah sakit umum yang
memberikan layanan medis spesialistik
Rumah Sakit Umum Utama, rumah sakit umum yang
memberikan layanan medis spesialistik dan
subspesialisitik

b. Rumah Sakit Khusus


Rumah sakit khusus ini banyak sekali ragamnya, rumah
sakit ini melakukan penanganan untuk satu atau beberapa
penyakit tertentu dan layanan medis subspesialistik
tertentu. Yang masuk dalam kelompok ini diantaranya:
Rumah Sakit Karantina, Rumah Sakit Bersalin, dsb.

Sistem Informasi Rumah Sakit terdiri dari:


Subsistem Layanan Kesehatan, yang mengelola kegiatan
layanan kesehatan.
Subsistem Rekam Medis, yang mengelola data pasien.
Subsistem Personalia, yang mengelola data maupun
aktivitas tenaga medis maupun tenaga administratif
rumah sakit.
Subsistem Keuangan, yang mengelola data-data dan
transaksi keuangan.
Subsistem Sarana/Prasarana, yang mengelola sarana dan
prasarana yang ada di dalam rumah sakit tersebut,
termasuk peralatan medis, persediaan obat-obatan dan
bahan habis pakai lainnya.
Subsistem Manajemen Rumah Sakit, yang mengelola
aktivitas yangada didalam rumah sakit tersebut, termasuk
pengelolaan data untukperencaan jangka panjang, jangka
pendek, pengambilan keputusan dan untuk layanan pihak
luar.

Ke 6 subsistem tersebut diatas kemudian


harus dijabarkan lagi ke dalam modul-modul
yang sifatnya lebih spesifik. Subsistem
Layanan Kesehatan dapat dijabarkan lebih
lanjut menjadi:
Modul Rawat Jalan, yang mengelola data-data
dan aktivitas layanan medis rawat jalan.
Modul Rawat Inap, yang mengelola data-data
dan aktivitas layanan medis rawat inap.
Modul Layanan Penunjang Medis, termasuk
didalamnya tindakan medis, pemeriksaan
laboratorium, dsb.