Anda di halaman 1dari 20

Teori Kekuasaan

(Legitimasi/Kedaulat
an)

Kelompok 4
Nama kelompok

Yason Nugroho M
Rama Nidya
Abdul Wahab A
Buya Sasongko P
Nur M. Fajri
Hafizh Furqonul A
Evi oktaviani
Aulia Putri Izra
Indah Tri Purwanti

Nim Kelompok

8111412230
8111412222
8111412217
8111412275
8111412268
8111412280
8111412276
8111412279
8111412272

PENGERTIAN
Menurut:
Max Weber
Kekuasaan adalah kemampuan untuk (dalam
hubungan sosial), melaksanakan kemauan sendiri
sekalipun mengalami perlawanan dan apapun
dasar kemauan ini.
Harold D. Laswell dan Abraham Kaplan
Kekuasaan adalah suatu hubungan di mana
seseorang atau sekelompok orang dapat
menentukan tindakan seseorang atau kelompok
lain ke arah tujuan dari pihak pertama.

LEGITIMASI KEKUASAAN
Legitimasi atau keabsahan adalah
keyakinan anggota-anggota masyarakat
bahwa wewenang yang ada pada
seseorang kelompok atau penguasa
adalah wajar dan patut dihormati.
Legitimasi dapat dibedakan dari segi
objek yang memerlukan keabsahan dan
dari kriteria menilai keabsahan itu.

PEMBAGIAN KEKUASAAN
Pembagian kekuasaan diartikan sebagai division of
power yaitu bahwa fungsi pokoklah yang dibedakan
menurut sifatnya serta diserahkan kepada badan
yang berbeda, tapi untuk selebihnya kerjasama
diantara fungsi-fungsi tersebut tetap dijalankan
untuk kelancaran organisasi negara.
Jadi pembagian kekuasaan dibedakan dengan
pemisahan kekuasaan (separation of power).
Dibagi menjadi 2 cara:
Pembagian kekuasaan secara horizontal
Pembagian kekuasaan secara vertikal

PEMBAGIAN KEKUASAAN SECARA


HORISONTAL
Merupakan pembagian kekuasaan menurut
fungsinya.
Pembagian ini menunjukkan pembedaan antara
fungsi-fungsi pemerintahan yang bersifat
legislatif, eksekutif dan yudikatif.
Pembagian semacam ini berhubungan erat
dengan konsep trias politika yaitu doktrin yang
beranggapan bahwa kekuasaan negara terdiri
dari 3 poros, yaitu legislatif, eksekutif dan
yudikatif.

DOKTRIN TRIAS POLITIKA


(MONTESQUE)
Trias Politika merupakan suatu prinsip normatif
bahwa kekuasaan-kekuasaan itu sebaiknya tidak
diserahkan kepada orang atau badan yang sama
untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan
oleh pihak penguasa.
Dibagi menjadi:
Kekuasaan Legislatif yakni kekuasaan membuat
UU (rule make function)
Kekuasaan Eksekutif yakni kekuasaan
melaksanakan UU (rule application function)
Kekuasaan Yudikatif yakni kekuasaan untuk
mengadili pelanggaran UU (rule adjudication function)

PEMBAGIAN KEKUASAAN SECARA


VERTIKAL

Yaitu pembagian kekuasaan


menurut tingkatnya . Dalam
hal ini yang dimaksud adalah
pembagian kekuasaan
anatara beberapa tingkat
pemerintahan.

Kekuasaan merupakan kemampuan


daripada seseorang ataupun golongan
untuk dapat merubah sikap dari
kebiasaan orang lain.
Kekuasaan itu berasal dari adanya
kedaulatan yang bersumber dari teori
teori diatas maka, munculnya kekuasaan
itu berdasarkan dari kekuasaan
tertinggi dalam negara.

Pengertian Kedaulatan
Kekuasaan
Kekuasaan tertinggi
tertinggi untuk
untuk menentukan
menentukan
hukum
hukum dalam
dalam negara.
negara.
Kedaulatan
Kedaulatan mempunyai
mempunyai sifat
sifat yaitu:
yaitu:
tunggal,
tunggal, asli,
asli, abadi,
abadi, dan
dan tidak
tidak
terbagi.
terbagi.
Ada
Ada beberapa
beberapa teori
teori dalam
dalam kedaulatan
kedaulatan

Sifat-sifat kedaulatan
1.Permanen (abadi), artinya kedaulatan tetap ada
sepanjang Negara berdiri. Walaupun pemerintahan
yang memegang kedaulatan/ kekuasaan berganti
tetapi
kedaulatan
tetap
ada.
2.Absolut (tidak terbagi), artinya Negara tidak ada
kekuasaan yang lebih tinggi dari Negara tersebut.
3.Bulat (tunggal), artinya hanya ada satu Negara
meliputi setia orang dan golongan yang berada
dalam Negara tanpa ada kecualinya.
4.Asli, artinya kedaulatan tidak berasal dari
kekuasaan lain yang lebih tinggi

Teori-teori kedaulatan
Rakyat

Tuhan

Raja

Hukum

Negara

Teori Kedaulatan Tuhan


Menurut sejarah teori ini
paling tua. Teori kedaulatan
Tuhan mengatakan bahwa
kekuasaan tertinggi dalam
suatu negara adalah dimiliki
Tuhan

Teori Kedaulatan Raja


Kekuasaan Raja itu dalam
lapangan duniawi. Menurut
Marsilius kekuasaan tertinggi
dalam negara ada pada Raja,
karena raja wakil pada Tuhan
untuk melaksanakan kedaulatan
didunia.

Teori Kedaulatan Negara


Menurut Georg jellinek yaang
menciptakan hjukum bukan Tuhan
dan bukan pula Raja, tetapi negara.
Adanya hukum karena adanya
negara. Jellinek mengatakan bahwa
hukum merupakan penjelmaan dari
pada kemauan negara ( soehino
op.cit:155).

Teori Kedaulatan
Hukum
Hukum merupakan
penjelmaan daripada kemauan
negara. Akan tetapi dalam
keanggotaannya negara
sendiri tunduk kepada hukum
yang dibuatnya.

Teori Kedaulatan Rakyat


Ajaran dari kaum Monarchomanchen
khususnya ajaran dari Johanes Altusius,
diteruskan oleh para sarjana dari aliran hukum
alam yang mencapai kesimpulan baru yaitu
melalui perjanjian masyarakat individu-individu
membentuk masyarakat dan kepada
masyarakat ini para individu menyerahkan
kekuasaannya yang selanjutnya diserahkan
kepada raja.
Jadi sesungguhnya raja mendapatkan
kekuasaannya dari individu-individu tersebut
(rakyat)

KESIMPULAN
Kedaulatan adalah suatu hal yang tertinggi
dan kekuasaan adalah hal yang diturunkan
atau sebagai mandat juga utusan. Adanya
kedaulatan yang tertinggi itu berasal dari
Tuhan yang diturunkan kepada Raja. mengapa
kepada Raja ? Karena Raja bisa mengatasi/
memerintah suatu negara dan dengan adanya
suatu hukum yang ditegakkan dan disetujui
oleh Raja/orang yang tertinggi dan rakyat .

SEKIAN DAN
TERIMAKASIH

Pertanyaan