Anda di halaman 1dari 19

DISEKSI AORTA

Ramdhana Zaqifah/ N 111 16 016


Pembimbing:dr. Masyita,M.Kes,Sp.Rad
dr. Dafriana Darwis,M.kes

I. PENDAHULUAN

Aorta adalah pembuluh darah terbesar yang


memiliki peranan vital sebagai pembawa
darah keluar dari ventrikel kiri ke berbagai
jaringan
di
tubuh
untuk
kebutuhan
nutrisinya

Diseksi Aorta Akut dalah disrupsi tunika


media yang disebabkan oleh perdarahan
intramular,
menyebabkan
pemisahan
dinding aorta serta pembentukan true
layer dan false layer

II. INSIDENSI &


EPIDEMIOLOGI

Penyakit aneurisma aorta dan diseksi aorta memiliki


angka kematian global sebanyak 2,49 per 100.000
pada tahun 1990, dan pada tahun 2010 angkanya
meningkat hingga 2,78 per 100.000 orang, dengan
rasio laki-laki yang lebih tinggi dari wanita ( Global
Burden Disease 2010)

Kasus diseksi aorta terjadi dari 5-30 kasus per 1 juta


penduduk. Karena kasus ini jarang namun mematikan,
banyak kasus ini yang tidak terdiagnosis saat pasien
datang, sehingga menyebabkan kematian 40-50%
pada 48 jam pertama

III. ANATOMI

HISTOLOGI

IV. ETIOPATOGENESIS
1.

Etiologi
. Faktor kongenital
sindroma Marfan
sindroma Ehlers-Danlos
.

Faktor yang didapat


hipertensi
Atheroclerosis
Cedera

Penyebab lainnya
Diseksi bisa terjadi ketika dokter memasukkan selang ke
dalam suatu arteri (misalnya pada aortografi atau
angiografi) atau ketika melakukan pembedahan jantung dan
pembuluh darah

2. Patofisiologi

lapisan intima robek dan menyebabkan darah


masuk pada lapisan antara intima dan adventitia

Nekrosis kistik medial (pelemahan tunika media)


dan hipertensi

Peningkatan tekanan arteri dapat menyebabkan


penebalan lapisan intima, fibrosis, dan kalsifikasi.

Nekrosis pada sel otot polos dan fibrosis pada


struktur elastis yang terdapat pada tunika media
menyebabkan pembuluh darah akan tegang
dindingnya, rapuh, dan mudah mengalami
robekan

Klasifikasi
Klasifikasi diseksi aorta yang digunakan paling umum
ialah klasifikasi Stanford yang membagi diseksi aorta menjadi
tipe A (aorta ascending) dan B (aorta tipe lainnya).
Klasifikasi DeBakey
Tipe I

Ascending and descending thorachic

Tipe II

aorta

Tipe III

Only aschending thoracic aorta

Tipe IIIb

Only descending aorta


Descending aorta and abdominal aorta

Klasifikasi Stanford
Tipe A

Aschending aorta

Tipe B

Others

V. DIAGNOSIS
Manifestasi
klinis
Nyeri dada
Regurgitasi aorta
Iskemia miokard
Efusi pleura
Sinkop
Gagal ginjal
Gagal jantung
kongestif

Manifestasi Klinis

Presentase

Nyeri dada

80%

Nyeri punggung

70%

Nyeri mendadak

85%

Nyeri yang berpindah

<15%

Regurgitasi aorta
Tamponade jantung
Infark miokard

40-75%
<20%
10-15%

Sinkope

15%

Koma

<10%

anamnesis
ditanyakan mengenai karakteristik nyeri
ditanyakan mengenai onset nyeri

Pemeriksaan fisik
Takikardi disertai dengan hipertensi jika pasien sudah
memiliki riwayat hipertensi primer.
Takikardi dan hipotensi, sebagai hasil dari ruptur aorta,
tamponade jantung, regurgitasi aorta, dan infark
miokard akut.
Pasien bisa mengalami sinkope karena malperfusi ota
Kehilangan pulsasi ekstremitas
Murmur diastolik,
regurgitasi aorta.

yang

dapat

ditemukan

pada

Pemeriksaan penunjang
Modalitas multipel seperti CT, MRI, dan
ekokardiografi dapat digunakan tergantung
ketersediaan

GAMBARAN RADIOLOGI
Foto polos

Temuan Radiologis pada kasus-kasus


Diseksi Aorta Torakalis8
Pelebaran mediastinum (pelebaran
aorta ascendens, pelebaran pangkal
aorta dan pelebaran aorta pars
descendens)
Gambaran Pangkal aorta yang kabur
Pelebaran bayangan paraspinal
Efusi pleura (ipsilateral aorta)
Pergeseran trakhea atau distorsi
cabang utama bronkus kiri
Kalsifikasi tunika intima yang
terpisah

CT SCAN

Temuan CT scan pada Diseksi Aorta


Tanpa Kontras
Pergeseran tunika intima yang mengalami
kalsifikasi dari dinding pemuluh darah
Gambaran trombosis pada lumen yang salah
Hematom periaorta
Perubahan kontur aorta
Dengan kontras
- Intimal flap