Anda di halaman 1dari 54

BASIC PETROLEUM GEOLOGY

5.

PENDAHULUAN
KEJADIAN HIDROKARBON DI DALAM BATUAN
INDUK,
PERGERAKAN HIDROKARBON,
BATUAN RESERVOAR,
BAT TUDUNG & PERANGKAP HIDROKARBON

6.

TEKNIK EKSPLORASI

7.

TEKNIK PENDAPATAN/ PEROLEHAN MIGAS


PENGENALAN GEOLOGI CEKUNGAN MINYAK
DI INDONESIA

1.
2.
3.
4.

8.

I. PENDAHULUAN
Pengertian & Dasar Filsafat Explorasi Mi- Gas bumi
Eksplorasi (industri migas) mrpkan. kegiatan mencari &
menemukan sumberdaya hidrokarbon & memperkirakan
potensinya yg ada atau yg masih terdpt di suatu cekungan
Seorang explorator akan dinamis mempergunakan konsepsi & teori baru, untuk menemukan cadangan tambahan
Explorasi hrs dianggap sbg suatu bag integral dr produksi, yi: untuk mempertahankan cadangan. (meningkatkan
perolehan, mk hrs mendptkan cadangan lebih banyak)
Usaha explorasi mi-gas, bukan hanya mrpkan suatu survai,
ttg tempat terdptnya mi-gas di suatu daerah, ttp lebih mrpkan peningkatan cadangan mi-gas,
Motto drpd suatu explorasi mi-gas adalah untuk setiap barrel minyak yg diproduksikan, paling sedikit hrs ditemukan I
barrel cadangan baru.

Issu

Penemuan cadangan baru hidrokarbon makin sulit, dilain


pihak, laju produksi hrs dpt dipertahankan, sejalan dng
upaya memenuhi pasokan energi, yg makin meningkat
kebutuhannya. Mk aktivitas hulu E-P, dihadapkan pd
tantangan untuk: mencari/ menemukan cadangan baru,
mengoptimalkan produksi & meningkatkan pengurasannya
melalui pengelolaan cadangan scr efektif-efisien.
Masalah hulu migas adlh masalah yg diakibatkan oleh ketidakpastian & kelaikan, mulai dr upaya penemuan cadangan
baru sampai penentuan cadangan & produksinya
Ketidakpastian & kelaikan hasil interpretasi sgt tergantung
pd regional-local knowledges, penerapan metoda pendekatan, keabsahan data penunjang, & kehandalan pelakunya
Analisis eksplorasi - produksi mrpkan sinergi antara ilmu
ke-bumian (geoscienses) & keteknikan (engineering). serta
mempertimbangkan keekonomian & kelaikan
operasionalnya

Issu Global & Ciri Industri Migas


1.
2.
3.
4.
5.

Makin menipisnya cadangan,


Makin sulitnya penemuan, cad baru,
Reserve to production ratio (R/P) < 10 thn,
Makin menurunnya produksi migas saat ini,
Makin mendekatnya saat Net oil import.

Ciri Industri Mi-Gas Bumi


1.
2.
3.
4.

Padat modal,
Sarat teknologi,
Beresiko tinggi dan
Sarat ketidak pastian (uncertainty) akan tingkat
kelaikan hasilnya

Upaya Optimasi Produksi Minyak


(Kegiatan Eksplorasi - Produksi)
Phase
Eksplorasi

EVALUASI CEKUNGAN
INDENTIFIKASI PROSPEK
PEMBORAN EKSPLORASI
RENCANA PENGEMBANGAN

Phase
Pengembangan

PENGEMBANGAN DAN PRODUKSI AWAL

PEMBORAN INFILL DAN WORKOVERS


OPTIMASI PRODUKSI / IOR
SECONDARY (Water/Gas Flood)

Phase
Produksi

ENHANCED OIL RECOVERY (Tersiary)


PENURUNAN PRODUKSI LAPANGAN
MENINGGALKAN LAPANGAN

Phase
Akhir
Produksi

Kegiatan Usaha Hulu


EKSPLORASI
Pencarian &
Pengumpulan Data.
Interpretasi & Analisa
Data.
Pembuktian Lapangan
(Pemboran).

EKSPLOITASI
Kegiatan pengeboran
sumur pengembangan
yg tlh diketahui
cadangan migasnya,
Keekonomiannya shg
areal tsb dpt
dieksploitasi
Kegiatan
(pengembangan),
Pempipaan (Transportasi
Migas), Penampungan,
Pengapalan (Penjualan).

Siklus Kegiatan Eksploitasi


PENGEBORA
N

PENAMPUNGAN

PEMPIPAAN
(TRANSPORASI)

PENGAPALA
N

Alur Produksi
ELECTRICITY

COMPRESSOR
GENERATOR

GAS
TURBINE

SHIPPING
TANK

OIL
TERMINAL

WASH TANK
GAS BOOT

SHIPPING
PUMPS

TANKER

WATER
CLEANING
TANKS

GATHERING
STATION

INJECTION
PUMPS

DISPOSAL
WELL

INJECTION
WELLS

PRODUCING
WELLS

HORIZONTAL

GAS
FLUID
LIQUID
CLEAN OIL
WATER
ELECTRICITY

VERTICAL

DIRECTIONAL

Aplikasi Studi GGR dalam


mendukung Perolehan Sekunder
Injected
Steam

Monitoring
well
Overburden

Produced
Liquids &
Gases

Losses,

Steam Region
P2

Oil Sands
Liquid Region
Fluid
Influx

Fluid
Efflux

Courtesy from Chevron

Latar Belakang Eksplorasi


1.

Hasil inventarisasi potensi sumberdaya migas: 60 cek, sedimen di seluruh Indonesia, 38 cek sdh dieksplorasi (15 cek berproduksi, 9 cek terbukti ditemukan ttp belum diproduksi & 14
cek sdh dibor ttp belum ada penemuan), 22 cek belum dieksplorasi (Terletak di kawasan frontier Indonesia Timur).

2.

potensi sumberdaya (resources) migas Indonesia : 86,94


BBL oil & 384,6 TCF gas (status 2002) & diperkirakan akan
mengalami kenaikan 2,46 BBL oil & 300 BCF gas.

3.

cadangan (reserve) migas Indonesia : 9,6 BBL oil & 170,3


TCF gas. Cadangan minyak diperkirakan turun 2 MBL sedang
kan gas mengalami kenaikan 12 TCF.

4.

Peningkatan resources maupun reserve gas ini diperoleh dari


adanya: penemuan struktur baru di WK baru, revisi prospek
terdahulu berdsrkan data baru & bertambahnya angka sumber
daya strktr2 lama berdsrkan evaluasi ulang.

Cekungan di Indonesia

The Status of Indonesian Oil Fields:


Remaining Reserves, Production & Depletion Factor
1 January 2009

STATUS
FIELD
DEPLETED
UNDEPLETED
UNDEVELOP

TOTAL

NO. OF
FIELDS

419
146
34
599

OOIP
MSTB

URR
MSTB

R.F.
Prod
Ult.(%) MSTB/Y

Cum Prod
MSTB

Remng R W.R. Distribusi


(%) Prod (%)
MSTB

63,422,606 24,399,434 38.47 283,765


964,843 21.35 31,112
4,518,146
30,207 17.44
173,167

21,443,239 2,956,194 9.60


811,166 3.84
153,677
30,207
-

90
10

314,877

21,596,916 3,797,567 8.29

100

68,113,919

25,394,483

37.28

Note :
- Exclude of Remaining Reserve Oil = 0
- * Included : non-producing fields (Approved POD)

1966-2009s History of Indonesia Oil Production:


Development & Stage
Plateau stage

PEAK
1995

ne
cli
De

B ui
ld- u
p st
age

e
ag
st

Kondisi Lapangan Minyak :


Cadangan Terbukti Minyak Indonesia status (01/01/09)
[MILIAR BAREL]

KONTRIBUSI PRODUKSI NASIONAL:


- DEPLETED
- UNDEPLETED

: 90% [419 LAPANGAN]


: 10% [180 LAPANGAN]

Kenapa produksi minyak nasional sejak tahun 1995


menurun ?
Digunakan buat apa hasil dari studi GGR dalam
Pengembangan suatu Lapangan ?
Produksi minyak nasional masih berpotensi untuk
ditingkatkan kembali, kenapa ?
Apa saja metode Enhanced Oil Recovery (EOR) dan
sebutkan contohnya ?
Data apa saja yang diperlukan untuk membuat model
geologi reservoar (geocellular earth model) dengan
metode geostatistik ?

Upaya Dalam Meningkatkan Produksi Minyak


Penambahan Cadangan Minyak baru :
Ekstensifikasi (Kegiatan tahap eksplorasi) :
Seismic dan studi G&G : prospect & lead baru
Well Cat & Deliniasi : Penemuan & pengembangan lapangan baru
Intensifikasi (Kegiatan tahap ekploitasi)
Advanced & attribute Seismic 2D & 3D : step out drilling, attic oil
Pengembangan tahap lanjut : Secondary & tertiary recovery
Petrophysic : Low permeability, low resistivity

Optimasi Produksi :
IOR (improve oil recovery) : Pemboran infill, workover, well service,
artificial lift, fracturing, acidizing, pressure maintenance, reduce well
spacing, upgrading facilities, reactivating idle wells
Secondary Recovery : pressure maintenance, water/gas flood
EOR (Enhanced Oil Recovery ) : Chemical Flooding,
Flooding Gas Flooding,
Thermal
16

Hasil studi GGR dalam Pengembangan


suatu Lapangan menentukan :
1. Kegiatan Eksplorasi
2. Inplace dan Cadangan hidrokarbon
3. Perkirakan produksi (minyak, gas & air)
4. Jumlah & titik koordinat lokasi sumur pemboran
5. Target reservoar & perforasi
6. Kapasitas fasilitas produksi & pipe line
7. Jenis, kapasitas, waktu pemasangan artificial lift (produksi
minyak) atau compressor (produksi gas).
8. Menentukan pengembangan tahap lanjut :
Pressure Maintenance & Water flood
EOR

9. Mendukung aplikasi teknologi dalam meningkatkan produksi :


Hydraulic & Acid Fracturing, Chemical Huff & Puff, VibroSeismic, Lateral Water
Jetting Perforation, Ventury Choke, Bright Water, Deliquification Method

17

Urutan Operasi Ekplorasi

Studi
Pendahuluan
Perencanaan

TAHAP
RECONNAISSANCE

TAHAP
DETAIL

Foto Udara/
GCPJ

Geologi
Permukaan
detail

Aeromag
(Geofisik
Udara)

Pemboran
Struktur
(shallow
hand bor)

Geo Lap
Stratigrafi
Struktur
Gravitasi
Seismik
(Pantul-bias)
Magnetik
daratan

Evaluasi
Cekungan
Penentuan
Prospek

Seismik
detail
(refleksi)

TAHAP
PEMBORAN

Evaluasi
Prospek
prognosis

Gravitasi
detail
Pemboran
Stratigrafi
(dalam)

Geologi
Bawah
permukaan

Pemboran
eksplorasi

PENGEMBANGAN

JENIS
OPERASIONAL/
SURVAI

TAHAPAN

Diagram
1.

2.

3.

4.

Studi Pendahuluan: studi mengenai keadaan geologi


regional daerah yg tlh dipilih, shg dpt mengetahui: je- nis
& evolusi cek, sejarah geologi serta sedimentasi- nya,
kerangka tektonik dsb.
Tinjauan Sepintas Lalu. (reconnaissance survey) yg
mrpkn suatu operasi lapangan, dgn mengunjungi dae rah
tertentu. Survai ini untuk mendptkan kesan umum
mengenai keadaan geologinya dgn memilih bag dae- rah
yg kritis untuk meyakinkan suatu gejala geologi yg
penting dpt mrpkn perangkap.
Metoda seismik, pengukuran daya tarik bumi, survai
magnetik udara, magnetik daratan, penginderaan jauh
sering dilakukan pd taraf reconnaissance..
Prospektif, dr survai sepintas lalu ini, didptkan bbrp
daerah prospektif, & untuk lebih mengetahui keadaan
geologinya, dilakukan suatu pemboran stratigrafi.

Diagram (lanjutan)
5.

Penelitian detail, dr survei tinjauan umum itu kmdn


di lakukan survei detail pd prospek yg tlh ditentukan
itu. Penelitian detail dilaksanakan dgn survai geologi
permukaan detail, disertai survai seismik (sistem kisi, dgn jarak setiap 1- 2 - 3 km)

6.

Integrasi, pekerjaan seismik, pekerjaan geo-lap &


studi regional, dptlah dinilai prospek dg harapan paling baik untuk menghasilkan hidrokarbon, atau tidak

7.

Dari penilaian & prognosis tsb, dpt dilakukan pemboran eksplorasi & baru dr pemboran eksplorasi dpt
dikatakan berhasil atau tidaknya ditemukan suatu
lapangan hidrokarbon.

Perencanaan Explorasi
a.

Pemilihan Daerah Eksplorasi (faktor geologi & nongeologi)


keadaan geologi, ekonomi, & keadaan sosial politik.

b.

c.

Studi pendahuluan

ketebalan & penyebaran sedimen, stratigrafi regional, &


tektonik.

Perencanaan operasi explorasi & pembiayaannya

sasaran eksplorasi (fm/strc prospektif biayanya, organisasi, jadwal operasi eksplorasi, & waktu pemboran.
d.

Hasil serta tujuan yg akan didptkan dr seluruh


operasi
Tahun awal produksi jika eksplorasi sukses berapa investasi hrs ditanamkan shg dpt diproduksi Risiko kegagalan sebanding dgn pengembalian ?

Operasi Explorasi

Organisasi & personalia


Exploration Department dipimpin oleh manager explorasi yg
membawahi chief geologist & chief geophysicist yg masing2
membawahi timnya ( tim geologi: well-site geologist, geologi
operasi, geologi studi regional, petrofisik, dll), ( tim geofisika:
geofisist spesial dlm gravitasi, magnetik, atau seismik, dll)

Peralatan & fasilftas


Perusahaan

(company Oil), dlm explorasi di suatu daerah lebih efisien & cepat, menggunakan service company (oil Service). Perusahaan jasa ini sangat terspesialisasi, & berpengala
man & operasinya scr internasional

Anggaran belanja
ditentukan bersrkan : jenis eksplorasi. Luas area, jenis organisasi, peralatan/ fasilitas, serta waktu/ kebijakan yg tersedia

Reconnaissance/
Penyelidikan Sepintas Lalu
1. Pemotretan

udara Survai ini dpt memberikan foto


udara dr keadaan seluruh daerah, shg dpt digunakan
untuk membuat peta dasar seluruh daerah operasi, &
untuk interpretasi geologi. Dgn metoda, al: remote
sensing, survai radar, sinar infra-merah, sinar ultraviolet dsb.
2. Pemetaan geologi permukaan dlm fasa survei
tinjauan sepintas lalu, (untuk mendptkan gambaran
umum mengenai keadaan geologi ), tahapannya adlh;
PPS & Pemetaan Struktur
Tujuan

PPS mempelajari ketebalan fm, fasies/ unit stratigrafi, & ttg keberadaan bat reservoir. Pps ditunjang paleontologi & petrografi sed.
Pemetaan Struktur. dilakukan untuk pencekan pd bbrp tempat thdp
hasil interpretasi foto udara, dg melakukan lintasan yg cukup kritis, &
melakukan verifikasi. Pemetaan ini langsung dilakukan pd prospek yg
ditemukan dr foto udara.

Penyelidikan Sepintas Lalu (lanjutan)


3. Survai

geofisika pd tinjauan sepintas lalu, dimaksud untuk mendptkan gambaran umum bawah permukaan, (bentuk cek seluruh daerah). Survai ini dpt dilakukan scr cepat al: aeromagnetik, magnetik daratan gravitasi. survai seismik sepintas lalu).

Survai Aeromagnetik. untuk mempelajari kedalaman bat dasar cek.


Survai Magnetik Daratan. (jauh lebih murah & dilakukan untuk
mempelajari yg detail).
Survai Gravitasi. untuk mempelajari basement spt ketebalan sed &
bentuk cek.
Survai Aeromagentik yg dilakukan dr udara (kadang2 masih tdk
memenuhi syarat)
Survai Reconnaissance seismic. dilakukan untuk mengetahui
strktr & ketebalan sed, & kemungkinan didptkannya tutupan. (kisi yg
jarang2, mis: di laut, dgn jarak 10-20 km ).

Hasil survai tinjauan sepintas-lalu ini hrslah diintegrasikan satu


dgn yg lain, shg dpt dibuat peta2 regional yg memperlihatkan
stratigrafi, perubahan fasies & juga struktur regional

Kompilasi
1.

2.

3.
4.

Hrs dilakukan dgn mempelajari ttg kemungkinan adanya sistim petroleum, spt: terdptnya lap reservoir,
adanya perangkap & li-peng/ fasies bat induk, serta
kemungkinannya migrasi ke dlm lap reservoir , sejarah
geologi (spt dlm fasa orogenesa manakah perangkap
terjadi?, serta kapan migrasi terjadi untuk ?)
Menghasilkan peta ketebalan & penyebaran basement serta sediment basin fill, shg dpt dilakukan suatu
evaluasi regional
Dpt menetapkan daerah yg prospektif untuk dilakukan penyelidikan detail.
Dr hasil tinjauan ini didpt bbrp daerah yg kurang prospektif hrs sdh dikembalikan (di relinquish) kpd pemerintah.

Survai Detail

1.
2.

3.

Dilakukan pd skala besar, 1:10.000 atau 1:5.000,


umumnya 1 : 50.000 atau 1 : 25.000.
Tujuan survai detail: menentukan adanya tutupan &
geometri closure scr lebih teliti, shg dpt ditentukan ttk
pemboran eksplorasi, dpt menghitungan volum mi-gas
bumi & juga kedalaman obyektif penghsl hc
Metoda: survai geologi permukaan detail survai seis
mik detail (kisi lbh rapat, penembakan scr bertumpuk.
Untuk setiap ttk sampai 600 %-1200 %. Hasil seismik
detail ini dibuat peta horison yg paling mendekati
obyektif (shg tdk terjadi penggeseran tutupan) survai gravitasi detail (spt adanya gejala kubah garam atau terumbu),
pemboran stratigrafi.(dilakukan mencapai basement) & dimaksud untuk urutan formasi lengkap yg mungkin mengalami perubahan fasies.

Pelaksanaan Operasi Eksplorasi VS


Kecepatan & Ketelitian Data
Data

lapangan langsung dikirim lewat radio ke pangkalan kerja tempat data tsb di plot & diproses menjadi
peta & penampang.
Operasi survai geo-lap selalu didukung oleh pusat
pemprosesan data & laboratorium. Cth: lab mikropa leontologi, sedimentografi, umur radiometris,
Survai seismik, pita rekaman magnetik di lapangan
sgr dikirim kan ke pusat pemprosesan. Dgn demikian
seorang geofisicist lap dpt sgr mendptkan penampang
hasil penembakannya, shg dia dpt mengadakan korek
si serta interpretasi, melihat masalah yg dihadapinya.

Tahapan Eksplorasi Mi-gas (1)


Studi Pendahuluan (Konsep & Geologi Regional)

Potensi Cekungan

basin

Interpretasi foto udara/Landsat

Pemetaan Geologi Permukaan

basin

Gambaran Geologi Regional

Tahapan Eksplorasi Mi-gas. (2)


Pengambilan Data Bawah Permukaan
Survei Geofisika: Gravity, Magnetic,
Seismik
Uncorrected Gravity
+1
-1
-2

Gravity
Value
(mgal)

Meter

Corrected Gravity
(Bouguer Anomaly)

Clastics
2.4 gm/cm3

Akusisi

Salt
2.1 gm/cm3

Sedimentary Basin
Basement
Magnetization
+
Measured
-

Processed Seismic Section

Tahapan Eksplorasi Minyak Bumi.(3)


Interpretasi Data Permukaan & Bawah Permukaan

Fault picking

Data Geologi

Interbedded off
axis facies

Data Seismik

Channel margin
facies

Aggradational channel
margin drape

INTEGRASI
DATA

10m

Hrzn picking
PROSPEK

Hasil
Interpretasi

Teknologi Penunjang

Schematic X- Section of X Field


4

3
1

5
7

2
6

?
?
Bagaimana membangun model penampang ?
Bagaimana mendesain consep play ??
?
? membuat peta bawah permukaan ?
Bagaimana
Lapisan tempat mi-gas terperangkap ?
Bagaimana menentukan area, volume closure ??
Bagaimana menghitung besarnya cadangan ?

DRILLING OPERATION
NFW
(NEW FIELD WILLCAT)

Operasi Pemboran
1. Hoist attachment

2. Derrick (mast)
3. Traveling block
4. Hook
5. Injection head
6. Mud injection column
7. Turntable driving the drilling pipes
8. Winches
9. Motors
10. Mud pump
11. Mud pit
12. Drilling pipe
13. Cement retaining the casing
14. Casing
15. Drill string
16. Drilling tool

Semi submersible

Dessert

Jungle

Mountain

Drillship

Jackup

Arctic

Evaluasi Hasil Pemboran

WIRELINE LOGGING

Mengetahui zona minyak


Analisa drill cuttings & cores
Batuan
Indikasi hc
Wireline logging
Well Testing
3800 SD
3809 (-3662)

EVALUASI LOG

15 Prob. Oil

Zona Minyak

3860 SD
3864 (-3717)

PERFORASI
PRODUKSI

MUDLOGGING

DATA
REALTIME DATA
- RATE OF PENETRATION
- ROTATION PER MINUTE
- WEIGHT ON BIT + WEIGHT ON HOOK
- STAND PIPE PRESSURE
- FLOW RATE
- TORQUE
- MUD WEIGHT IN
- MUD TEMP IN
- PIT LEVEL (Gain/ Losses)

LAGTIME/ DELAYED DATA


- GAS
- CUTTINGS
- MUD WEIGHT OUT
- MUD TEMP OUT
35

Rig Organization
Drilling Supervisor
or Company Man

Wellsite
Wireline
logging
Cementing
Unit

Mud Logging Unit

Mud
Logging

Rig Superintendent

Mud

Ass Rig Sup

Engineer

LPT
Chief
Chief
Leader Electrican Mechanic
Electrican
Trainee

Mechanic
Trainee

Driller

Labour
Pusher

Medic

Radio Optr

Derickman Crane Optr W-House Welder


man
Mud tester Roustabout Driver

Painter

Floorman

Carpenter

Camp
boss

Catering crew

Rig & Component

Onshore (Rig darat)


Offshore (Rig laut) : Jack up Rig, Fixed Platforms
Rig, Semi-submesible Rig (Pontoon Rig & Twin Hull
Type), Drillship
Platform/
Tender Rig
Drill Ship

Semi
Submersible

Fixed
Jack-Up Platform

Land Rig

Rig & Component


RTE

RTE

GL
(0-20 m)

MSL
(20-100 m)

Water
depth

Riser

TVD

(100-3000 m)

TMD

TVD-SS

Horizontal

TD
Vertical S shape

J shape
Multi Lateral

Datum & Well Type

Rig & Component


System rig terbagi atas
1.

Hoisting system

2.

Rotation system

3.

Circulate system

4.

Power system

5.

Blowout
preventation system

WELLSITE EXPLORATION
DRILLING OPERATION
NFW
(NEW FIELD WILLDCAT)

Well-site
1. Duties & Responsibilities
2. Rig-site information sources
a.
b.
c.
d.

Wireline Logging Unit:


Mud-Logging Unit:
MWD/FEMWD unit data:
Others

3. Well-site materilas
a.
b.
c.
d.
e.

Regional Geology
Well Prognosis & Prospect Description
Company Requirements
Material Requirements
Sampling Requirements

a. Geologic
Maps
4. Pre-well
responsibilities
b. Dry Holes

5. Summary

Duties & Responsibilities


Supervision of Formation Evaluation contractors (Mud Logging Geologists,
MWD Logging Engineers, Wireline Logging Engineers, Coring & Well Testing
Personnel)
2. Logistics concerning the FE contractors & their equipment
3. All safety aspects for the well & personnel during these evaluation operations
4. Quality control of all evaluation results & logs prior to accepting the data or
logs from those contractors
5. Providing relevant correlation & well data to those contractors during their
operations
6. Checking all reports & logs from the evaluation contractors prior to sending
them to oil company offices
7. Monitoring & supervising the collecting, processing & dispatching of FE
samples
8. Safe-guarding the collection, storage & transmission of information & reports
at the wellsite
9. Wellsite interpretation of the FE data
10. Checking & occasionally approving & signing of service reports & invoices of
the FE
11. Keeping the drilling superintendent & operations geologist fully informed of all
formation evaluation operations
1.

Rig-site Information Sources


1.

2.

3.
4.

5.

A log-type format is used with cuttings descriptions and drilling parameters


displayed graphically on a litholog/striplog or when using a spreadsheet-based
format
Wireline Logging Unit: (VSP Used to look ahead, formation top
confirmation, RFT Fluid sampling, Pressure determination, Oil/Water/Gas
gradients, Resistivity Water Saturation, Porosity, Hydrocarbon evaluation,
Density Lithology confirmation, Correlation, Porosity, Overpressure detection,
Gas/Oil contacts, Sonic Porosity, Mechanical properties, Overpressure,
Dipmeters Structure, Well trajectory, Facies analysis, Sedimentology,
Sidewall Cores Biostratigraphy, Geochemistry, Lithology confirmation
Hydrocarbon evaluation,
Mud-Logging Unit: Cuttings Geochemistry, Lithology, Correlation, Density,
Calcimetry, Hydrocarbons, Shale Factor (C.E.C.), Hole Stability, Bit Condition
Hydrocarbons Total gas, Chromatograph, Gas Ratios, Connection gases, Trip
gases, Oil shows), Gases CO2, H2S, Engineering Dxc, Torque, Drill Rate,
Formation
MWD/FEMWD unit data: Directional Borehole Trajectory (MWD), Dogleg
Severity, Gamma Ray Lithology Determination, Shale Content, Resistivity
Correlation, Hydrocarbon Evaluation, Pressure Indication, Sw Estimations,
Density Lithology, Correlation, Pressure Indication, Gas/Oil Contact, Others:
Coring Biostratigraphy, Reservoir analysis, Porosity, Permeability

Regional Geology
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Nature & depth of basement within the basin


Geologic age of the section
Depositional environments and expected lithologies
Tectonic setting within the basin
Formation pressure anomalies
Hydrocarbon occurrences within the basin
Basin correlations

Well Prognosis & Prospect Description


a. Determination of primary & secondary objectives
b. Determination of casing points
c. Detection of over-pressured intervals
d. Detection of lost circulation zones
e. Correlation & detection of marker horizons
f. Determination of geologic basement or economic basement
g. Selection of logging run intervals

Material Requirements
1.
2.
3.
4.

5.
6.
7.
8.
9.
10.

11.
12.

Copy of the well prognosis


Copy of prospect footage
A copied set of correlation logs
Set of company report forms, including: (- Morning Report Forms, - Afternoon Report
Forms, - Cuttings Description Forms, - Sidewall Core Description Forms
- Core Description Forms, - Wireline Quality Control Forms, - Mud-Logging Quality
Control Forms)
Set of data transmittal forms
Grain size comparator
Rock Color Chart
Wireline/MWD Log Chart books (company specific)
Set of log sepias & paper copies (if required): (- Lith Log, - Core Log, - Pressure
Evaluation Log, - Temperature Log
Stationery for transmittal, drafting etc. including: (paper clips, rubber bands,
envelopes, note pads, pencils, pens, marker pens for coring, clipboards, large graph
paper for RFT plots, Horner plots etc.)
Microscope. This is usually supplied by a contractor. Check the type, quality & magnification. If it is not suitable request another.
Chemicals. Most chemicals are supplied by the mud-logging contractor. Check for
those required in special carbonate tests or for preservation of geochemical samples.
If not supplied by the contractor, request them. Ensure that replacement stocks are
available (& note the source).

The types of information that should be collected include:

Summary
A.

B.

When the Wellsite arrives at the wellsite, they should be fully confident in
their abilities, have an idea of how the well is to be drilled & evaluated.
They should know where wellsite information can be gathered, & who to
look to for assistance and advice.
Drilling, evaluating & completing a well is a team effort & the Wellsite is a
valuable member of this team.

Mud Logging System (Sensor)

Sistem Circulasi
Mud Pit

Mud Pump

Stand Pipe

Bore Hole

Flow Line

Degasser

Desilter

Desander

Sand Trap

C U T T I N G

Shale Shaker

B A R G E

Possum Belly

Mudlogging
Drilling Fluid (Lumpur Pemboran): Merupakan special campuran fluida yg disirkulasikan
ke dalam lubang sumur & memeberikan bantuan pd bit untuk mempermudah pengeboran
Fungsi Drilling Fluid:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Membersihkan cuting dr dasar lubang br &


mengangkat cutting tsb kepermukaan
Mencegah fluida formasi masuk kedalam
lubang bor
Menahan dinding lubang bor
Mendinginkan & melumasi pipa bor & bit
Memberi daya hydraulis untuk pembersihan dasar lubang bor
Mendapatkan data untuk formation
evaluation

Mudlogging adlh data yg didpt dr lumpur pemboran yg digunakan dlm pemboran.


Data mudlogging ini berupa : Persentase cutting, ROP, Gas.
Data ini tersajikan dalam Master Log
Master log adlh Penyajian data dari operasi mudlogging
Dlm masterlog, interpretasi lithologi berdsrkan data cutting,
ROP, & ini kurang akurat shg, perlu dilakukan penggabungan
data master log & LWD yg disajikan dlm Lithologi log.
Orang yang melakukan mudlogging disebut Mudlogger
Korelasi adlh tugas wellsite, yg berfungsi untuk, mengetahui
TD pemboran, mengetahui zona reservoar, mengetahui zona
deplated & gas. Korelasi yang dilakukan wellsite adlh korelasi
pertama yg dilakukan di lapangan
Connection gas adlh gas yg berasal dr shale, mud, atau alat
bor (BG), & atau dari formasi (FG). Terjadi krn pompa lumpur
yg dimatikan pd saat penyambungan pipa pemboran, shg tek
gas lebih besar dr tek lumpur. Apabila tidak ditanggulangi, mk
dpt menyebabkan kick - blowout

Logging While Drilling adalah suatu metode Logging yg dila


kukan bersamaan dgn pemboran. Data hasil LWD berupa:
Gamma-ray, Resistivity, Densitas-Netron, Kaliper
Wellsite adlh penunggu sumur (geologist) yg bekerja di lapangan selama pemboran berlangsung

Tugas Wellsite :
1. Quality Control data yg diberikan service company
2. Menggabungkan data Master log dengan data LWD untuk
membuat Lithologi Log
3. Melakukan korelasi untuk mengetahui TD pengeboran, zona
deplated & zona gas
4. Bersama Company man mengambil keputusan yang
berhubungan dengan pemboran
5. Wellsite merupakan company representative di lapangan

Master log

Drilling Operations :
1. Drill 12-1/4 hole.
2. Set 9-5/8 casing, 36 ppf, K55,
BTC, and cemented.
3. Drill 8.5 hole.
No logs required.

and
S
g
n
pa
Keuta

4. Set 7 casing, 23 ppf, K55, BTC


and cemented.
5. Drill 6-1/8 hole to just above top
MBS-2

-1
MBS

MBS-2

OWC ?

6. Displace mud with formation


water and drill with 6-1/8 core
head to TD.
Run electric logging.
7. Run 4.5 slotted liner and 4.5
swell packer.

WELL SCHEMATIC
TJ # 1

2-7/8"Tubing
9-5/8" Csg shoe
35.3mKB
2-7/8"Pump Seating Nipple
@ 217.36 mKB
Tubing crossover
@ 227.12 mKB MBS 1

MBS 1 ( Est. @227.1mKB - 234mKB)


SP#1 @ 234 mKB

2-3/8"Tubing
EOT @ 246.41 mKB
7" Csg shoe
235mKB
4.5" Slotted Liner
231.78mKB - 249.86 mKB
(18.08m)

SP#2 @ 240 mKB

SP#3 @ 244.5 mKB


(Est.Top MBS2 @ 246.5mKB)
MBS 2 Slotted Liner (6 hole/ft,90) 246.86-249.86 mKB (3m)

MBS 2

TD
249.86 mKB