Anda di halaman 1dari 41

ANALISIS ALIRAN PLATE VALVE DESAIN DAN AKTUAL

PADA RECIPROCATING COMPRESSOR 300-C-2 UNIT


PLATFORMING II RU II DUMAI
DISUSUN OLEH :

HARIS SETIAWAN
1306401656
Teknik Mesin
DOSEN PEMBIMBING :
Prof. Dr. Ir Adi Surjosatyo M.Eng.

OUTLINE :
1. Pendahuluan
2. Profil Pertamina RU II Dumai
3. Dasar Teori Reciprocating Compressor dan Valve
4. Model dan Perhitungan
5. Simulasi
6. Kesimpulan

1. PENDAHULUAN
Valve Reciprocating
Compressor 300-C-2 yang
telah rusak

a. Discharge

b. Suction

Tujuan :
Mengetahui perbandingan aliran pada valve reciprocating compressor
desain dan aktual
Bentuk aliran yang mengalir pada valve suction dan discharge
Analisis kerusakan dan aliran fluida pada plate valve reciprocating
compressor dengan aplikasi CFD (computational fluid dynamic)

Flowchart Kerja Praktek

2. PROFIL PERTAMINA RU II DUMAI


HISTORY

Visi dan Misi PT. Pertamina RU II Dumai

VISI : Menjadi Kilang Minyak Kebanggaan Nasional yang


Kompetitif di Asia Tenggara

Misi :

Melakukan usaha dibidang pengolahan minyak bumi dan petrokimia yang

dikelola secara profesional dan kompetitif berdasarkan Tata Nilai 6C (Clean,


Competitive, Confident, Costumer Focus, Commercial dan Capable) untuk memberikan
nilai lebih bagi pemegang saham, pelanggan, pekerja, dan lingkungan

TATA NILAI PERTAMINA


Tata nilai yang dianut oleh setiap pekerja Pertamina untuk mewujudkan Visi dan
Misi Pertamina

Unit-Unit Produksi Pertamina RU II Dumai


1. Hydro Skimming Complex (HSC)
Bertanggung jawab untuk mengoperasikan kilang, unit-unit proses yang
menjadi tanggung jawabnya adalah : Crude Distillation Unit, Naptha
Rerun, Platforming Existing / PL I, Naptha Hydrotreating Unit / NHDT,
dan Platforming New Plant / PL II.

2. Hydro Cracking Complex (HCC)


Fungsi utama bagian ini adalah melakukan perengkahan hidrokarbon
dengan bantuan hidrogen menghasilkan fraksi-fraksi yang lebih ringan.
Bagian ini termasuk dalam new plant, yang terdiri dari lima unit operasi,
antara lain : Hydrocracker Unibon Unit (HCU), Hydrogen Plant, Amine &
LPG Recovery, Sour Water Stripper (SWS), dan Nitrogen Plant

3. Heavy Oil Complex (HOC)


Bertanggung jawab untuk pengoperasian kilang unit proses, yang menjadi
tanggung jawabnya, yaitu : High Vacum Unit (HVU), Delayed Unit (DCU),
Distillated Hidrotreating Unit/DHDT, dan Coke Calcinig Unit/CCU.

4. Utilities
Bertanggung jawab atas unit-unit fasilitas penunjang operasi kilang yang
meliputi : Pembangkit listrik tenaga uap, Pembangkit fasilitas listrik, Fasilitas
penyediaan air tawar, dan fasilitas penyediaan udara keperluan instrumentasi.

5. Instalasi Tanki dan Perkapalan (Oil Movement)


Bagian ini berfungsi sebagai penunjang operasi kilang untuk kegiatan
penampungan produk dan perkapalan (distribusi).

10

6. Laboratorium
Laboratorium berfungsi menganalisa sample aliran produk-produk feed serta
limbah dari tiap-tiap unit secara rutin untuk menunjang kagiatan proses.Analisa
yang dilakukan mencangkup sifat-sifat fisik dan kimia, seperti : SpGr,
Viskositas, Flash Point, komposisi, Impuritis, Ph dan lain-lain.

7. Unit Reabilitas
Bidang ini memenuhi bagian perancanaan dan koordinasi KSP dan inspeksi.
Bagian inspeksi bertanggung jawab atas kondisi peralatan, mekanikal unit-unit
proses pada waktu operasi maupun perbaikan, mekakukan pemeriksaan kondisi
peralatan produksi dan saran-saran teknik pemeliharaan, pemeriksaan kualitas
material suku cadang.

11

7. Maintanance Execution (ME)


Dalam melaksanakan tugasnya dipimpin oleh seorang manajer Maintanance
Execution, bertanggung jawab atas pemeliharaan peralatan produksi. Mulai dari
tahap perencanaan, pelaksanaan dan rencana penyediaan material suku cadang
yang digunakan untuk peralatan mekanikal, listrik, Instrumentasi dan sipil.
8. Bidang Engineering dan Pengembangan
Dalam melaksanakan kegiatannya dipimpin oleh seorang manajer engineering,
yang dihasilkan, rekayasa teknik dan perancangan, serta saran-saran perbaikan
dan pengoperasian peralatan produksi. Bidang engineering dibagi menjadi 5,
yaitu: Teknik Perencanaan dan Tata Usaha, Proses Engineering, Inspeksi,
Laboratorium, dan Budget & Audit.

12

Produk dari Pertamina RU II Dumai


Aviation Turbine Fuel
Minyak Bakar (Premium, pertalite, pertamax plus)

Minyak Diesel
Minyak Solar
Minyak Tanah
Solvent
Coke
Liquid Petroleum Gas (LPG)

13

3. Dasar Teori Reciprocating Compressor dan Valve


Kompresor ini menggunakan piston yang dikendalikan oleh crankshaft untuk
menghasilkan tekanan udara. Piston ini bergerak di dalam cylinder untuk
mendorong dan memberi tekanan pada udara sehingga udara tersebut mempunyai
tekanan yang lebih tinggi.

Single Stage Reciprocating Compressor Double Acting

14

Net gas booster Compressor (300-C-2)

15

Kompressor 300-C2 digerakkan oleh steam turbine, berikut


adalah diagram alir proses transmisi kompresor 300-C-2 :

16

Cara Kerja Reciprocating Compressor

Hisap

Kompresi

Pengeluaran

Hisap : udara masuk kompresor karena tekanan di dalam silinder lebih rendah
dari suction.
Udara di dalam kompresor dikompresi, tekanan dan temperatur udara naik.
Karena tekanan udara mampat, katup ke luar terbuka dan udara

17

Kurva Reciprocating Compressor


b
a

Note :
a-b-c dan
d-e-f ialah
kerugian
valve
f

18

Valve Reciprocating Compressor


Valve atau katup merupakan bagian yang sangat penting untuk kompresor.
Katup dapat membuka dan menutup sendiri sebagai akibat dari perbedaan tekanan
yang terjadi antara bagian dalam dan bagian luar silinder. Terdapat dua katup yaitu
katup masuk (suction) dan katup keluar (discharge). Terdapat 3 jenis valve, yaitu :
1.

Ring Valve

19

2. Poppet Valve

3. Plate Valve

20

Pemiihan valve didasarkan oleh kondisi kerja, yaitu :


1. Poppet valves digunakan untuk tekanan masuk sebesar 15 MPa
dan 30 MPa untuk tekanan keluar dengan kecepatan kompresor
600 rpm.
2. Plate valves digunakan untuk tekanan masuk sebesar 20 MPa dan
40 MPa untuk tekanan keluar dengan kecepatan kompresor
1800 rpm.
3. Ring valves digunakan untuk tekanan masuk 30 MPa dan 60 MPa
untuk tekanan keluar dengan kecepatan kompresor 600 rpm.
Sumber : Mircea Horia Tierean,Design of Valves Used in Reciprocating
Compressors, Liana Sanda Baltes, No. 2, 2009, hal. 1.

21

4. Model dan Perhitungan


A. Suction

22

B. Discharge

23

Model Aliran
A. Suction

B. Discharge

Psuction

Psilinder ?

Psilinder ?

Tsuction

Tslinder ?

Tsilinder ?

Pdischarge
Tdischarge

24

Data Desain dan Aktual Reciprocating


Compressor 300-C-2

Data Sheet Compressor 300-C-2 Desain

25

Perhitungan
Perhitungan dilakukan terhadap valve suction dan discharge pada valve jenis
plate
1. Mencari nilai konstanta pegas ktotal
= Konstanta Pegas (N/mm)
G = Modulus Of Elasticity (MPa) = 192894 MPa
d = Wire diameter (mm)
D = Mean spring diameter (mm)
n = Number of coil

2. Mencari gaya pegas (Fx) dan berat valve plate (Wvp) dengan satuan Newton (N)

. Fx = Ktotal.x

x = perpindahan valve plate (m)

. Wvp = m.g

m = berat valve plate = 0,2 kg

26

3. Mencari Nilai Psilinder :


F=PxA
Hukum Kekekalan Newton 1

F = 0
4. Mencari Nilai Tsilinder :
Proses kompresi yang bekerja menggunakan prinsip di antara proses
isothermal dan adiabatis yaitu kompresi politropik. Proses politropik dapat
mewakili proses sesungguhnya dari kompresor.
Nilai k : 1 < k < 1,4

27

Tabel Hasil Perhitungan

28

5. Simulasi
Kondisi dan pengaturan simulasi CFD :
1. General : Aliran steady state, type pressure based, dan
absolute velocity.
2. Models : Energy equation on, viscous k-epsilon (2 eqn),
dan standard wall function.
3. Material : Fluida gas campuran dan baja campuran
4. Boundary condition sesuai data desain dan aktual.
5. Solution method : simple
6. Solution initialization : hybrid

29

A. Suction
1. Temperatur

Tsuction : 38 C

30

Suction - Temperatur

Tsuction : 43,49 C

31

Suction
2. Tekanan Absolut

Psuction : 8,22 kg/cm2

32

Suction Tekanan Absolut

Psuction : 8,09 kg/cm2

33

B. Discharge
1. Temperatur

Tdischarge : 124 C

34

Discharge Temperatur

Tdischarge : 132,26 C

35

Discharge
2. Tekanan Absolut

Pdischarge : 26,32 kg/cm2

36

Discharge Tekanan Absolut

Pdischarge : 21,97 kg/cm2

37

Perbedaan Hasil Simulasi dan Perhitungan


1. Tabel Hasil Simulasi

2. Tabel Perhitungan

38

KESIMPULAN
1. Berkomunikasi yang baik merupakan hal yang utama untuk
menjalin hubungan yang baik dengan seluruh komponen
perusahaan, khususnya unit rotating.
2. PT. Pertamina RU II Dumai memiliki sistem dan alur kerja yang
baik sehingga kegiatan kerja praktek berjalan dengan baik.
3. Reciprocating compressor 300-C-2 merupakan kompresor double
acting yang menggunakan tipe valve plate dan digerakkan oleh
steam turbin.
4. Persebaran tekanan yang tidak merata menyebabkan buka tutup
valve akan telat sehingga gas yang keluar tidak maksimal dan gas
sisa akan terus-menerus dikompresi hingga mengakibatkan
temperatur silinder dan valve lebih tinggi dari data desain.
5. Persebaran temperatur dan tekanan pada plate valve yang
menggunakan data desain lebih merata dibandingkan data aktual.

39

TERIMA KASIH

38

REFERENSI
1.
2.
3.
4.
5.
6.

7.

Forsthoffer, E William. 2012. Rotating Equipment Handbooks. PT. Pertamina


(Persero).
Potter, Merle C. 1993. Schaums outline of theory and problems of
engineering thermodynamics.
http://www.machinerylubrication.com/Read/775/reciprocating-compressor,
diakses pada tanggal 9 Agustus 2016, pukul 22.13 WIB.
http://recip.org/components-compressor-valves/, diakses pada tanggal 11
Agustus 2016, pukul 11.13 WIB.
https://www.youtube.com/watch?v=E6_jw841vKE, diakses pada tanggal 12
Agustus 2016, pukul 20.54 WIB.
http://www.pertamina.com/our-business/hilir/pengolahan/unit
pengolahan/unitpengolahan-ii/, diakses pada tanggal 12 Agustus 2016, pukul
21.00.
Mircea Horia Tierean,Design of Valves Used in Reciprocating Compressors,
Liana Sanda Baltes, No. 2, 2009, hal. 1.

39