Anda di halaman 1dari 11

PENETAPAN KADAR FE

DALAM GARAM TUNJUNG


SECARA POTENSIOMETRI
C

Rijal Nur Ramadhan


Syifa Ananda
XI-7 SMK-SMAK Bogor

Daftar Isi
Dasar
Reaksi
Bagan Kerja
Perhitungan
Pembahasan
Grafik

Dasar
Potensiometri adalah metode analisa kimia untuk menentukan potensial listrik
dengan menggunakan elektroda dan alat yang diganakan adalah potensiometer.
Besi dalam garam tunjung(FeSO4.7H2O) sebagai titrat dapat dianalisa dengan cara
titrasi mengguankan K2Cr2O7 sebagai penitar. Reaksi yang terjadi pada penetapan ini
adalah dengan metode titrasi redoks (reduksi oksidasi).

Reaksi
2+

oksidasi

3+

6FeSO4 + 7H2SO4 + K2Cr2O7 3Fe2(SO4)3 + K2SO4 + Cr2(SO4)3 +


7H2O
7+

reduksi

3+

Bagan Kerja

Ditimbang
0,2 gram
FeSO4.7H2O

Ditambah 100 mL
H2O

Ditambah 5 mL
H2SO4

Penitaran bertahap = 1 mL
4x
0,5 mL s.d TE
0,5 mL 2-3 x
1 mL 4x

Dititar
Secara
Bertahap
dengan
K2Cr2O7
0,1N

Contoh Data

ml K2Cr2O7

E(mV)

0
0
1
1

299.8
299.8
300.2
300.2

2
2
3
3

300.8
300.8
301.5
301.5

4
4
4.5

301.8
301.8
301.6

5.5
6.0

302.1
303.7

1
3.2

6.5
7.5

303.3
303.4

0.8

8.5

304.5

0.8

9.5

302.8

0.3

10.5

303.7

1.7

0
0
0.4
0.4
0.6
0.6
0.7
0.7
0.3
0.4

0.2

Data Penimbangan K2Cr2O7 (BBP)


Bobot kaca arloji + BBP
= 20,4900 gram
Bobot kaca arloji kosong = 20,0000 gram
Bobot BBP
= 0,4900 gram

Data Penimbangan FeSO4 7H2O (sampel)


Bobot kaca arloji + sampel = 20,2000 gram
Bobot kaca arloji kosong
= 20,0000 gram
Bobot sampel
= 0,2000 gram

Perhitungan

N K2Cr2O7 =


%Fe
praktik =

%Fe teoritis = x 100%

N K2Cr2O7 = = 0,1N
%Fe praktik = = 16,80%

%Fe
teoritis = x 100% = 20,14%

Grafik
Grafik hubungan antara ml penitar dengan perubahan /
ml K2Cr2O7
3.5
3.2
3
2.5
2
/

1.7
1.5
1
0.5
00
0

1
0.6
0.4
1

0.8

0.7
0.3

0.4

0.3

0.2
4.5

5.5

0.9

0.8

6.5

7.5

8.5

9.5

10.5

Pembahasan
Potensiometri merupakan metode analisis kimia berdasarkan
hubungan antara potensial elektroda relatif dengan konsentrasi
larutan dalam suatu sel kimia. Metode ini berguna untuk
menentukan titik setara suatu titrasi secara instrumental
sebagai pengganti indikator visual.
Potensial dalam titrasi potensiometri dapat diukur setelah
penambahan sejumlah kecil volume titran secara berturut
turut. Dalam suatu titrasi potensiometri titik akhir didapatkan
dengan menentukan volume yang menyebabkan perubahan
cukup besar dalam potensial apabila titran ditambahkan.

Kesimpulan
Jadi pada penetapan kadar fe dalam
garam tunjung secara potensiometri
didapatkan kadar Fe secara praktek yaitu
16,80% dan Teoritis 20,14% dan
normalitas K2Cr2O7 0,1N

TARARENGKYU!