Anda di halaman 1dari 40

Apendisitis Akut

Dr. Silvester Kristian Taopan

DEFINISI
Peradangan pada apendiks vermiformis

ANATOMI & FUNGSI

Mulai tampak pd minggu ke-8


Bentuk tabung, p: 5-6 cm
Lumen: proksimal sempit, distal lebar
Posisi ujung apendiks bervariasi :
retrocaecal, pelvic, subcaecal, preileal, perikolika
kanan

Persarafan
Parasimpatis N. Vagus
Simpatis N. Thorakalis X

Perdarahan a. appendikularis
(cabang dr a. caecalis posterior )

Fungsi organ imunologis

SEJARAH
CHARLES Mc. BURNEY
Titik Mc. Burney
Titik tenderness maksimal
1/3 dr grs yg menghub spina iliaka anterior
superior kanan dgn umbilikus

EPIDEMIOLOGI
Apendisitis dapat ditemukan pada semua umur
namun <1 tahun jarang dilaporkan
Insidens tertinggi pada kelompok umur 20-40
tahun
Insidens laki-laki dan perempuan sebanding, utk
kelompok usia 20-40 tahun lebih sering laki-laki

ETIOLOGI
Infeksi bakteri:
Bacteroides fragilis, bakteri anaerob, gram
negatif dan Escherichia coli, bakteri gram
negatif, facultative anaerob.
Erosi mukosa apendiks
Fekalit
Benda asing yang tertelan
Diet rendah serat

FAKTOR PREDISPOSISI

Sumbatan lumen apendiks


Asupan serat dalam makanan yang rendah
Hiperplasia jaringan limfoid
Tumor apendiks

Klasifikasi
Klasifikasi
Apendisitis

Apendisitis
Akut
Sederhana

Apendisitis
Akut

Apendisitis
Infiltrat

Apendisitis
Akut
Purulenta

Apendisitis
Akut
Gangrenosa

Apendisitis
Perforasi

Apendisitis
Abses

Apendisitis
Kronik

Appendicitis Akut Sederhana (Cataral Appendicitis)

Obstruksi

Bendungan
mukus

Tekanan
intraluminal
meningkat

Apendisitis akut
lokal nyeri
epigastrium

Aliran limfe
terhambat

Klasifikasi Apendisitis Akut


AppendicitisAkutSederhana(Cataral
Appendicitis)
Proses peradangan baru terjadi di mukosa dan
sub mukosa disebabkan obstruksi. Sekresi
mukosa menumpuk dalam lumen appendiks dan
terjadi peningkatan tekanan dalam lumen yang
mengganggu aliran limfe, mukosa appendiks jadi
menebal, edema, dan kemerahan. Gejala diawali
dengan rasa nyeri di daerah umbilikus, mual,
muntah, anoreksia, malaise, dan demam ringan

Appendicitis Akut Purulenta (Supurative


Appendicitis)
Ekresi mukus
berlanjut

Tekanan terus
meningkat

Obstruksi vena,
edema bertambah,
dan bakteri akan
menembus dinding

Apendisitis
supuratifakut

Peradangan
mengenai
peritoneum setempat
nyeri kanan bawah

Appendicitis Akut Purulenta (Supurative Appendicitis)


Tekanan dalam lumen yang terus bertambah disertai edema
menyebabkan terbendungnya aliran vena pada dinding
appendiks dan menimbulkan trombosis. Keadaan ini
memperberat iskemia dan edema pada apendiks.
Mikroorganisme yang ada di usus besar berinvasi ke dalam
dinding appendiks menimbulkan infeksi serosa sehingga
serosa menjadi suram karena dilapisi eksudat dan fibrin.
Ditandai dengan rangsangan peritoneum lokal seperti nyeri
tekan, nyeri lepas di titik Mc Burney, defans muskuler, dan
nyeri pada gerak aktif dan pasif. Nyeri dan defans muskuler
dapat terjadi pada seluruh perut disertai dengan tanda-tanda
peritonitis umum.

Appendicitis Akut Gangrenosa


Aliran arteri
terganggu

Infark dinding
apendiks +
gangren

Apendisitis
gangrenosa

Apendisitis
perforasi

Dinding pecah

Appendicitis Akut Gangrenosa


Bila tekanan dalam lumen terus bertambah,
aliran darah arteri mulai terganggu sehingga
terjadi infrak dan ganggren. Selain didapatkan
tanda-tanda supuratif, appendiks mengalami
gangren pada bagian tertentu. Dinding
appendiks berwarna ungu, hijau keabuan atau
merah kehitaman. Pada appendicitis akut
gangrenosa
terdapat
mikroperforasi
dan
kenaikan cairan peritoneal yang purulen.

Manifestasi Klinis
Gejala
Nyeri samar-samar dan
tumpul di daerah epigastrium
di sekitar umbilikus
Mual muntah
Nafsu makan berkurang
Dalam beberapa jam nyeri
akan berpindah ke titik
Mc.Burney
Konstipasi

Tanda:
Demam
Kembung
Mc. Burney sign
Obturator sign
Rovsing sign
Psoas sign
Tenhorn sign

Lokasi nyeri

Dengan palpasi Mc Burney


sign :
Nyeri tekan
Nyeri lepas
Defans muskular lokal,
defans muscular
menunjukkan adanya
rangsangan peritoneum
parietal

Rovsing sign : perut


kiri bawah ditekan ,
akan terasa nyeri pd
perut kanan bawah

Obturator sign:
fleksi dan endorotasi sendi
panggul

Psoas sign:
Rangsangan m.psoas
penderita dlm keadaan
terlentang , tungkai
kanan ditahan
pemeriksa pasien
diminta hiperekstensi
atau fleksi aktif

Tenhorn Sign :
Menarik testis kanan timbul
nyeri perut
kanan bawah (sudah tidak dilakukan lagi)

Rectal touche

Nyeri abdomen kanan


bawah pada jam 9-11

Pemeriksaan penunjang
Laboratorium
Laboratorium rutin dan Urine lengkap (untuk
wanita ditambahkan PPT)

Penunjang lain:
USG Abdomen (tidak rutin)
CT Scan Abdomen

Alvarado score

INTERPRETASI
Skor 1-4: tidak mengalami apendisitis akut
Skor 5-6: dipertimbangkan kemungkinan dx
apendisitis akut tetapi tidak membutuhkan
operasi segera dan membutuhkan pemeriksaan
lanjutan seperti USG untuk menegakan diagnosis.
Skor 7-8: dipertimbangkan dx apendisitis akut
Skor 9-10: hampir definitif mengalami dx
apendisitis akut dan dibutuhkan tindakan bedah
segera.

Diagnosis Banding tergantung dari 4 Faktor :

Lokasi anatomis appendik


Derajat keradangan
Umur
Jenis kelamin

Diagnosis banding

Batu ureter kanan


Kelainan ginekologik
Tumor sekum
Crohns disease
Kehamilan ektopik terganggu
Infeksi panggul

Kista ovarium terpuntir


Endometriosis ovarium
externa
urolitiasis
Divertikulitis Meckel
Kolesistitis akut
Perforasi kolon

TEKNIK OPERASI
Pasien tidur dalam posisi supine, dengan GAOTT/BSA.
Dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik pada
seluruh abdomen dan dada bagian bawah,
kemudian lapangan operasi dipersempit dengan
doek steril.
Dilakukan insisi dengan arah oblik melalui titik
Mc Burney tegak lurus antara SIAS dan umbilikus
(Irisan Gridiron), irisan lain yang dapat dilakukan
adalah insisi tranversal dan paramedian.

Irisan diperdalam dengan memotong lemak dan


mencapai aponeurosis muskulus Oblikus
Abdominis Ekternus (MOE),
Incisi MOE sedikit lalu buka secara tumpul dgn
klem searah seratnya hingga tampak muskulus
Oblikus Internus (MOI) pasang pengait luka
Buka MOI secara tumpul searah serat hingga
tampak lemak peritoneum pisahkan otot dgn
haak langenback pasang pengait dibawah
muskulus transversus abdominis

Pegang peritoneum dgn 2 pinset buka dgn


gunting perhatikan yg keluar (pus, udara, darah,
dll) kultur pasang pengait di bawah
peritoneum
Identifikaasi caecum, diluksir basis appendix
(pertemuan 3 taenia) pegang caecum dgn darm
pinset tarik keluar ke arah mediokaudal caecum
dipegang asisten dgn kasa basah
Pegang mesenterium & ujung appendix dgn klem
kocher mesoappendiks diklem, potong dan ligasi
sampai basis dgn side 3.0

Pangkal appendiks di-crush dgn klem kocher


ikat 2 ikatan
Di distal ikatan diklem dgn kocher potong
antara ikatan dan klem dgn pisau yg dioles
betadine ujung sisa apendiks dioles betadine
Masukan caecum ke rongga perut
Tutup lapis demi lapis dan pada kasus
apendisitis perforasi dapat di pasang drain sub
facial.

KOMPLIKASI OPERASI
Durante Operasi: perdarahan intra peritoneal,
robekan sekum atau usus lain.
Pasca bedah dini: perdarahan, infeksi, hamatom,
paralitik ileus, peritonitis, fistel usus, abses
intraperitoneal.
Pasca bedah lanjut : Obstruksi usus jeratan,
hernia sikatrikalis.

PERAWATAN PASCA OPERASI


Pada hari operasi penderita diberi infus menurut
kebutuhan sehari kurang lebih 2 sampai 3 liter
cairan Ringer laktat dan dekstrosa.
Pada apendisitis tanpa perforasi : Antibiotika
diberikan hanya 1 x 24 jam.
Pada apendisitis dengan Perforasi : Antibiotika
diberikan hingga jika gejala klinis infeksi reda dan
laboratorium normal. (sesuai Kultur kuman).

Mobilisasi dini setelah penderita sadar dengan


menggerakkan kaki, miring kekiri dan kanan
bergantian dan duduk. Penderita boleh jalan
pada hari pertama pasca bedah.
Pemberian makanan peroral dimulai dengan
memberi minum sedikit-sedikit (50 cc) tiap jam
apabila sudah ada aktivitas usus yaitu adanya
flatus dan bising usus.
Bilamana dengan pemberian minum bebas
penderita tidak kembung maka pemberian
makanan peroral dimulai. Jahitan diangkat pada
hari kelima sampai hari ketujuh pasca bedah.

MORTALITAS
0,1 % jika apendiks tidak perforasi
15% jika telah terjadi perforasi
Kematian tersering karena sepsis, emboli paru
atau aspirasi.

Prognosis
Apendisectomi yang dilakukan sebelum
perforasi prognosisinya baik.
Setelah operasi masih dapat terinfeksi pada 30%
kasus apendiks perforasi/gangrenosa
Serangan berulang dapat terjadi bila apendiks
tidak diangkat