Anda di halaman 1dari 16

BIOPSI INSISIONAL

F K

D R. T R I P RA D I P T H A
U N U D / R S U P S A N G L A H
2 0 1 5

BIOPSI
Berasal dari bahasa Yunani : bio kehidupan,
opsia untuk melihat
Biopsi mengambil jaringan yang bertujuan
untuk pemeriksaan dan diagnosis secara
mikroskopik
Dapat digunakan sebagai terapi lesi kecil dengan
eksisi in toto

BIOPSI INSISIONAL
Merupakan biopsi yang sampel hanya sebagian
dari lesi
Apabila lesi besar atau memiliki karakteristik
yang berbeda di beberapa lokasi, maka lebih dari
satu area dapat dijadikan sampel

INDIKASI
Ukuran lesi yang besar
Curiga adanya keganasan

TEKNIK
Area yang dibiopsi dipotong dengan tajam
Batas diperluas ke jaringan normal
Jaringan nekrotik dihindarkan
Area sampel sempit dan dalam lebih bagus
dibandingkan lebar dan dangkal

PRINSIP PEMBEDAHAN BIOPSI

ANESTESIA
Anestesia blok
Anestesia umum
Tidak boleh injeksi anestesia ke lesi

STABILISASI JARINGAN
Jari
Retraktor / forcep
Jahitan retraksi
Towel Clips

HEMOSTASIS
Ditekan dengan kasa
Suction sebaiknya dihindari

INSISI
Insisi dengan scalpel
Konvergen
Kedalaman insisi melebihi ketebalan lesi
Paralel dengan struktur penting
Tepi sampel sebaiknya terdapat 2-3 mm jaringan normal jika
lesi diduga jinak
5 mm atau lebih jaringan normal diperlukan jika lesi diduga
ganas (ulserasi, persisten > 2minggu, pertumbuhan cepat,
mudah berdarah, batas tegas, terfiksasi)

PERLAKUAN SPESIMEN
Memegang spesimen langsung atau terlalu kuat
akan menyebabkan perubahan struktur selular
Spesimen diletakan pada larutan formalin 10%

TEPI BIOPSI
Tepi jaringan harus dapat diidentifikasi oleh
patolog
Dapat menggunakan tinta

LEMBAR DATA BIOPSI


Lembar permintaan biopsi harus dilengkapi dan
spesimen diberi label identitas
Riwayat dan pemeriksaan terdahulu yang
menunjang biopsi sebaiknya dilampirkan

TERIMA KASIH