Anda di halaman 1dari 26

AKUNTANSI MANEJEMEN

BIAYA KUALITAS

Kelompok 13
1. Cici Mufidah
2. Wiwit Meyta Sari

Biaya Kualitas
adalah biaya yang muncul karena
kualitas yang buruk mungkin
akan atau telah terjadi:

Jenis Aktifitas
1. Aktivitas pengendalian (control
activities) Biaya pengendalian adalah
biaya yang
digunakan untuk melakukan aktivitas
pengendalian.

2. Aktivitas kegagalan (failure activities), .


Biaya kegagalan adalah biaya yang
harus ditanggung oleh perusahaan
akibat terjadinya aktivitas kegagalan

Kelompok Biaya Kualitas


1. Biaya Pencegahan (prevention cost)
adalah biaya yang terjadi untuk
mencegah timbulnya
kualitas yang buruk dalam barang atau
jasa yang yang dihasilkan.
2. Biaya Penilaian (appraisal cost) adalah
biaya yang terjadi untuk menentukan
apakah
produk dan jasa sesuai dengan spesifikasi
yang diinginkan atau sesuai dengan
kebutuhan pelanggan.

Mudharabah Muqayadah off B/sheet

Satu
Pelaksana
Usaha

Satu Nasabah
Investor

Bank Syariah

Skema Mudharabah Muqayyadah off Balance


Sheet

Pelaksana
Usaha

FEE

Pak Ali berinvestasi Rp 10 Milyar


Nisbah bagi hasil 35 (investor) : 65
(Pengusaha), Pendapatan di akhir
bulan
Rp 160.juta. Berapa bagi hasil dapat
Pak Ali ? Jawab : Rp 56.000.000

160 JUTA X 35 %

Bank Islam

Nasabah investor

Arranger

56.000.000

Mudharabah Muqayyadah on B/Sheet


Berdasar Sektor
Pertanian
Satu
Nasabah
Investor

Bank
Syariah

Manufaktur

Jasa

Mudharabah Muqayyadah on B/sheet


Berdasarkan Akad yang Digunakan
Penjualan
cicilan
Satu
Nasabah
Investor

Bank
Syariah

Penyewaan
cicilan
Kerja sama
usaha

Contoh Soal
Seorang nasabah ingin berinvestasi di sektor
perdagangan sebesar 100 juta. Total dana
mudharabah yang diinvestasikan di perdagangan
Rp. 90 Milyar GWM= 5%. Dana bank yang
diikutkan investasi Rp. 14,5 Milyar sehingga
total dana diinvestasikan 100 Milyar. Nisbah
bagi hasil 50:50. Pada kahir bulan sektor
perdagangan menghasilkan pendapatan Rp. 1,6
Milyar. Berapakah bagi hasilnya ?

Jumlah seluruh dana nasabah


investor
Jumlah dana nasabah investor
yang dapat disalurkan untuk
pembiayaan = Ax(1-GWM)
Dana bank dalam pembiayaan
proyek
Pembiayaan yang disalurkan = B +
C
Pendapatan dari penyaluran
pembiayaan
Pendapatan dari setiap Rp 1000
dana nasabah investor
F = (B/D) x E (1/A) x 1000

A
B
C
D
E
F

90.000.000.0
00
85.500.000.0
00
14.500.000.0
00
100.000.000.
000
1.600.000.00
0
15,20

Pendapatan dari setiap Rp 1000 F 15,20


dana- nasabah/investor
Saldo rata-rata harian
G 100.000.0
Nisbah bagi hasil nasabah
H 00
Porsi bagi hasil untuk nasabah
I 50 : 50
I = F x (50/100) x (G/1000)
760.000

Mudharabah Mutlaqah
on Balance Sheet

Nasabah
Nasabah11
Nasabah
Nasabah22
Nasabah
Nasabah33
--Nasabah
Nasabahnn

Bank
Bank

Jual
Jual

Penjualan
Penjualan11
Penjualan
Penjualan22
Penjualan
Penjualan33
--Penjualan
Penjualannn

Sewa
Sewa

Penyewaan
Penyewaan11
Penyewaan
Penyewaan22
Penyewaan
Penyewaan33
--Penyewaan
Penyewaannn

Kerja
Kerja sama
sama
usaha
usaha

Kerja
Kerja sama
sama11
Kerja
Kerja sama
sama22
Kerja
Kerja sama
sama33
--Kerja
Kerja sama
samann

Contoh Soal 1
Seorang investor ingin melakukan investasi
dengan cara ini sebesar 100 juta. Total dana
nasabah dengan investasi yang sama sebesar
900 Milyar, GWM 5%. Misalnya bank juga
investasi yang sama sebesar Rp 145 Milyar. Jika
nisbah bagi hasil 35:65 untuk nasabah investor
dan pendapatan pada akhir bulan sebesar 16
Milyar, Berapa bagi hasil untuk nasabah?

Jumlah seluruh dana nasabah


investor
Jumlah dana nasabah investor
yang dapat- disalurkan untuk
pembiayaan = Ax(1-GWM)

A
B
C
D
E

Dana bank dalam pembiayaan


proyek
Pembiayaan yang disalurkan = B + F
C
Pendapatan dari penyaluran
pembiayaan
Pendapatan dari setiap Rp 1000
dana-nasabah investor

900.000.000.0
00
855.000.000.0
00
145.000.000.0
00
1.000.000.000.
000
16.000.000.00
0
15,20

Pendapatan dari setiap Rp 1000 F 15,20


dana- nasabah/investor
Saldo rata-rata harian
G 100.000.0
Nisbah bagi hasil nasabah
H 00
Porsi bagi hasil untuk nasabah
I 0,65
I = F x (65/100) x (G/1000)
988.000

Dari Sudut Pandang Bank


Berbeda dengan perhitungan bagi hasil
dilihat dari sudut pandang nasabah yang lebih
terfokus pada perhitungan beberapa bagi hasil
yang akan didapatkan oleh nasabah. Pada
sudut pandang pihak bank bagi hasil ditujukan
juga untuk menentukan beberapa besar nisbah
bagi hasil dan alokasi bagi hasil yang akan
dibagikan kepada Nasabah

Penentuan Tingkat Bobot


Yang dimaksud dengan bobot adalah tingkat
prosentase produk pendanaan yang dapat
dimanfaatkan untuk dana pembiayaan. Dengan
demikian tidak semua dana nasabah dapat
dimanfaatkan untuk Pembiayaan. Hal ini
dipengaruhi oleh adanya tuntutan terlaksananya
ssitem prudential banking dan terpenuhinya
kebutuhan likuiditas.

Beberapa Faktor yang Menentukan Tingkat


Bobot
1. Tingkat GWM yang ditetapkan oleh bank sentral.
Untuk Indonesia BI menetapkan GWM bagi rupiah
adalah 5% dan GWM bagi dollar adalah 3%
2. Besarnya cadangan dana yang dibutuhkan oleh
Bank untuk menjamin terlaksanya operasional
perbankan sehingga bank akan
menyimpan
cadangan danaya diatas kewajiban yang 5%
3. Tingkat besarnya dana-dana yang tertarik setor oleh
nasabah atau investor (Floating)

TEKNIS PERHITUNGAN TINGKAT


BOBOT
Tingkat bobot=1-(GWM+Excess Reserve + Floating Rate)

Semakin tinggi tingkat bobot menunjukkan semakin besar


dana nasabah yang dapat digunakan sebagai dana
Pembiayaan. Dan sebaliknya semakin Rendah tingkat bobot
maka semakin kecil juga Presentase dana yang dapat
digunakan sebagai Dana Pembiayaan.

Besarnya Tingkat EXCESS RESERVE dan Floating dipengaruhi


oleh karakteristik dari setiap Produk yang ada. Untuk
Produk yang memiliki tingkat turn over yang besar, maka
biasanya bank akan menetapkan tingkat Floating untuk
jenis ini lebih tinggi dari Produk lain yang memiliki turn
over lebih kecil

Contoh Saldo Bulanan

Hitunglah tingkat Bobot untuk masing-masing jenis


Produk untuk saldo Bulanan, bila diasumsikan tingkat
GWM untuk rupiah 5%, Tingkat EXESS RESERVE
untuk semua Produk 2%, dan Floating Rate untuk Giro,
tabungan dan Deposito berturut turut 4%,3%, dan 2%.
Jika berturut-turut untuk masing-masing produk
pendanaan tersebut mempunyai nilai nominal Rp. 800
juta untuk Giro, Rp. 1,2 M untuk Tabungan dan 2,4 M
untuk deposito. Maka berapakah total dana pihak ketiga
yang dapat digunakan sebagai Dana Pembiayaan ?

Menghitung Tingkat Bobot


Jenis

GWM

Excess
Reserve

Floating
Rate

Bobot

Nilai
Saldo
Nominal Tertimbang
(Juta)
(Juta)

Giro

5%

2%

4%

89%

800

712

Tabungan

5%

2%

3%

90%

1200

1080

Deposito
Mudharabah

5%

2%

2%

91%

2400

2184

SOAL 1

Pak Anwar menabung di bank Manfaat dalam


bentuk deposito Mudharabah Muqayyadah of
balance sheet 1 bulan sejumlah Rp
400.000.000 untuk disalurkan kepada para
pedagang di Pasar Cipulir. Keuntungan yang
diperoleh dari pembiayaan kepada pedagang
ini adalah Rp 2.000.000. Jika keuntungan yang
diperoleh untuk deposito dalam satu bulan
adalah sebesar Rp 1.500.000 dan bobot 0.95.
Berapakah nisbah bagi hasil untuk shahibul
maal/nasabah penabung?

Dana nasabah = Rp 400.000.000


Dana yang dapat disalurkan = Rp 0.95 x 400.000.000
= Rp 380.000.000
Dana bank
=0
Pendapatan dari pembiayaan = Rp 2.000.000
Maka:
Pendapatan tiap 1000 dana nasabah:
Rasio Dana Terpakai x keuntungan x
Dana Nasabah
380.000.000 x 2.000.000 x 1
400.000.000
400.000.000

x 1000 = 4.75

x 1000

Pendapatan yang diterima oleh nasabah:


1.500.000
= 4.75 x nisbah x 400.000.000
1000
nisbah
= 1.500.000
1.900.000
= 0.789