Anda di halaman 1dari 23

SINDROM

STEVENS-JOHNSON

MOHAMAD NURAMIN BIN MASROM


C11112817

STATUS PASIEN
Nama : Ny. H
Umur : 66 tahun
Alamat : Soppeng
Tanggal masuk RS : 05/12/2016

ANAMNESIS
Keluhan Utama : Kulit terkelupas
Anamnesis tambahan : kulit terkelupas disetai bercakbercak merah pada wajah, badan, lengan dan kaki sejak
3 hari yang lalu. Awalnya sebelum muncul keluhan
pasein merasakan gatal-gatal pada seluruh badan.
Pasien ada riwayat pengobatan omeprazole, asam
traksenamat,dan candesetron dan ada riwayat
pengobatan 3 hari dengan pemberian metradinazole,
ranitidine dan newtabs. Riwayat alergi obat dan alergi
makanan sebelumnya disangkal. Riwayat DM dan HT
disangakal. Riwayat penyakit sama dalam keluarga
disangkal

PEMERIKSAAN FISIS
Keadaan umum

: sakit sedang

Kesadaran

: compos mentis

Tanda vital
tekanan darah
Nadi
RR

: 100/80 mmHg
: 84 x/menit

: 24 x/menit

Suhu

: 36oC

Status Gizi : Baik


Pemeriksaan thoraks : Dalam batas normal
Pemeriksaan abdomen : Dalam batas normal

STATUS DERMATOLOGI
Lokasi : regio facialis ; eff : makula eritem
Lokasi : regio orbita ; eff : eritem, sekret +
Lokasi : regio trunkus anterio et posterior ; eff : macula
eritem, erosi, ekskoriasi
Lokasi : regio ekstremitas superior et inferior; eff :
Makula, eritem, erosi, ekskoriasi

DIAGNOSIS
Sindrom Steven Johnson

TATALAKSANA
Ivd asering : 0,5% (2:1)
Dexamethasone 5mg/8jam/iv
Gentamicin 80mg/12 jam/iv
Kompres nacl 0,9% pada area bibir, dan semua lesi yg
basah pagi,siang,malam 5-10 menit
Kompres PK 1:500.000 pada area lesi yang basah saja
(siang)
Kenalog in ora base (oles pada bibir setelah kompres)
Hidrocortison cream oles tipis pada lesi kemerahan yg
kering
Chlorotiazine tablet per 8jam peroral

DISKUSI
DEFINISI
Sindrom Steven Johnson adalah sindrom kelainan kulit
berupa eritema, vesikel,bula, dapat disertai purpura
yang mengenai kulit, selaput lendir yang orifsium dan
mata dengan keadaan umum bervariasi dari baik sampai
buruk. (Mansjoer, A. 2000 :136).

EPIDEMOLOGI
Insiden ini diperkirakan 2-3% per juta populasi setiap
tahun di Eropah dan Amarika. Umumnya terdapat
pada dewasa. Bisa juga terjadi pada anak. Di
Indonesia, terdapat 12 % kasus umumnya pada
dewasa. Hal ini tersebut berhubung dengan kausa SSJ
yang biasanya disebabkan alergi obat. Pada dewasa
imunitas telah berkembang dan belum menurun
seperti pada lanjut usia.

ETIOLOGI
Alergi obat : analgetik/ antipiretik, karbamazepin,
amoxcicilin, kotrimoksazol
Infeksi : herpes zoster
Vaksinasi

PATOFISIOLOGI
Sindrom Stevens-Jhonson merupakan kelainan
hipersensitivitas yang dimediasi kompleks imun .
Patogenesisnya belum jelas, disangka disebabkan oleh
reaksi hipersensitiviti tipe III dan hipersensitiviti
tipe IV.

Hipersensitif tipe IV

Limfosit T
tersintesisasi

Hipersensitif tipe III

Alergi obat

Antigen antibodi aktivitas


S.komplemen
Pengaktifan
sel T

Penghancuran selsel

Akumulasi netrofil

Melepaskan enzim
Kerusakan enzim &
menyebabkan kerusakan
jaringan

GEJALA KLINIS
Gejala prodromal berkisar antara 1-14 hari berupa
Demam, malaise, batuk, korizal, sakit menelan, nyeri
dada, muntah, pegal otot dan atralgia yang sangat
bervariasi dalam derajat berat dan kombinasi gejala
tersebut

Pada sindrom ini terlihat adanya trias kelainan berupa:


Kulit berupa eritema, papul, vesikel, atau bula secara
simetris pada hampir seluruh tubuh
Mukosa orifisium berupa vesikel, bula, erosi, ekskoriasi,
perdarahan dan kusta berwarna merah. Bula terjadi
mendadak dalam 1-14 hari gejala prodormal, muncul pada
membran mukosa, membran hidung, mulut, anorektal,
daerah vulvovaginal, dan meatus uretra. Stomatitis
ulseratif dan krusta hemoragis merupakan gambaran
utama.
Mata : konjungtivitas kataralis, blefarokonjungtivitis, iritis,
iridosiklitis, kelopak mata edema dan sulit dibuka, pada
kasus berat terjadi erosi dan perforasi kornea yang dapat
menyebabkan kebutaan.

DIFFERENSIAL DIAGNOSIS
Nekrolisis Epidermal Toksik (NET)
penyakit akut dan berat yang ditandai dengan
epidermolisis - epidermis terlepas dari dasar nya
yang kemudian menyeluruh
tanda Nikolskiy positif

Epidermolisis banyak terjadi di daerah yang sering


terkana tekanan punggung dan bokong
akut dengan gejala prodormal

PERBEDAAN SSJ DAN NET

Usia

SSJ

NET

Anak sampai

Dewasa

dewasa
Keadaan umum

Ringan sampai

Berat

berat
Kesadaran

Kompos mentis

Sering menurun

Tanda nikolsky

(-)

(+)

Epidermolisis

(-)

(+)

Nekrosis epidermis

(-)

(+)

Prognosis

Lebih baik

Buruk

PENATALAKSANAAN
Non Medica mentosa
Penghentian pemberian obat yang diduga memicu
terjadinya kelainan itu.
Diet dengan tinggi protein dan rendah garam.
Bila di perlukan diberikan transfusi darah.
Konsultasi ke disiplin ilmu lain seperti THT,mata,
penyakit dalam, gigi mulut dan lain-lain.

Medica Mentosa
Kortikosteroid
Pemberian pengobatan dengan kortikosteroid
merupakan tindakan life-saving. Yang biasa
digunakan ialah Dexamethason dengan dossis 2030 mg/hari secara intravena. Dosis ini tetap
diberikan sampai tidak timbul lesi baru.
Penurunan dosis dilakukan secara cepat iaitu 5
mg/hari. Setelah dosis mencapai 5mg/hari maka
pengobatan dilanjutkan dengan pemberian
Prednisone 20mg/hari secara oral.
Setelah itu dosis Prednisone diturunkan bertahap,
lalu di hentikan

Antibiotika
Tujuan pemberian adalah untuk mencegah terjadinya infeksi
sekunder seperti bronkopneumonia. Ini dapat terjadi karena
imunitas pasien yang menurun akibat pemberian kortikosteroid
dosis tinggi. Yang sering digunakan ialah yang jarang menimbulkan
alergi, berspektrum luas dan bersifat bakterisidal seperti;
Gentamisin : 2 x 60 mg/hari, secara i.v atau i.m
Sefotaksin : 3 x 1 gr/hari secara i.v dibagi dalam 3-4 kali
pemberian.
Pemberian di hentikan bila dosis Dexamethasone telah mencapai
5mg/hari dan tidak terdapat tanda-tanda infeksi.
Pengobatan Topikal
Pasien dimandikan dengan larutan permanganas kalikus 1 : 10000.
Lesi di bibir di oleskan dengan kanalog in orabase.

Pemberian KCL 3 x 500 mg/hari secara oral guna mencegah


hipokalemia.

PROGNOSIS
Angka kematian biasa berkisar antara 5-15%. Bila
pengobatan dilakukan dengan cepat dan tepat,
biasanya prognosis cukup memuaskan. Prognosis
buruk bila keadaan umum yang buruk dan terdapat
purpura.

KOMPLIKASI
16% berupa bronkopneumonia yang dapat
menyebabkan kematian
Kehilangan cairan/ darah
Gangguan keseimbangan elektrolit
Sepsis
Syok
Simblefaron, ektropion, kekeruhan kornea dan
kebutaan

KESIMPULAN
Sindrom steven johnson merupakan sindrom yang mengenai
kulit, selaput lendir, di orifisum dan mata dengan keadaan
umum bervariasi dan ringan sampai berat. Kelainan pada
kulit berupa eritema,vesikel atau bula dapat disertai purpura.
Beberapa faktor yang dapat dianggap sebagai penyebab,
yaitu meliputi alergi obat (misalnya, penisilin, analgetik, anti
peuritik ). Infeksi mikroorganisme ( bakteri, virus, jamur,
parasit ). Neoplasma dan faktor endoktrin, faktor fisik, dan
makanan

TERIMA KASIH