Anda di halaman 1dari 13

PANCASILA SEBAGAI

SISTEM FILSAFAT

Destriana Saraswati, M.Phil

PENGERTIAN
Pengertian sistem
Pengertian filsafat

Kesatuan atas
unsur-unsur yang
membentuk pola
pikir

Pengertian filsafat pancasila


Pengertian pancasila sebagai sistem
filsafat

Kaitannya dgn Pancasila


refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila
sebagai dasar negara dan kenyataan budaya
bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan
pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan
menyeluruh (Genetivus objektifus) filsafat
pancasila
Pancasila dikatakan sebagai filsafat, karena
Pancasila merupakan hasil permenungan jiwa
yang mendalam yang dilakukan oleh the founding
fathers Indonesia, yang dituangkan dalam suatu
sistem (Abdul Gani, 1998) (Genetivus subjektifus)
pancasila sbg sistem filsafat.

Pancasila dpt disebut sgb sistem


filsafat, sebab
Pancasila merupakan kesatuan silasila (unsur-unsur) yang membentuk
asas, fungsi & tujuan tersendiri.
Sila-sila Pancasila memuat masingmasing asas, yang saling terkait satu
sama lain.

...lebih lengkapnya

Syarat Pancasila sbg sistem


filsafat:
1. Adanya kesatuan atas ke 5 unsur
sila-silanya.
2. Adanya keteraturan, bereksistensi
secara hierarkis & konsisten (runtut
yang paling esensial didahulukan).
3. Adanya keterkaitan antar sila.
4. Adanya tujuan yang sama untuk
diwujudkan.

Kesatuan Sila-sila
susunan sila-sila Pancasila tersebut
adalah hirarkis dan berbentuk
Piramidal (Hirarkis-Piramidal).
Hierarkis:

Piramidal :

sila-sila Pancasila
memiliki urut-urutan
berjenjang, yakni sila
yang ada di atas
menjadi landasan bagi
sila-sila di bawahnya.

Penggambaran
hubungan hierarkhis
sila-sila Pancasila
menurut urut-urutan
luas (kuantitas) dan
juga dalam hal sifatsifatnya (kualitas).

Sila 5
Sila 4
Sila 3
Sila 2
Sila 1

....
segi hirarkis menyangkut makna serta
hakikat sila-sila Pancasila. Kesatuan ini
membentuk dasar ontologis,
epistemologis, dan aksiologis dari silasila Pancasila.

Hakikat/Dasar Sila-sila Pancasila:


Tuhan sebagai causa prima segala sesuatu yang ada
(termasuk manusia ada karena diciptakan Tuhan) atau
manussia ada sebagai akibat adanya Tuhan (sila
pertama).
Manusia: sebagai subjek pendukung pokok negara,
karena negara adalah lembaga kemanusiaan, negara
adalah sebagai persekutuan hidup bersama yang
anggotanya adalah manusia (sila kedua).
negara adalah sebagai akibat adanya manusia yang
bersatu (sila ketiga).
Rakyat pada hakikatnya merupakan unsur negara di
samping wilayah dan pemerintah. Rakyat adalah
totalitas individu-individu dalam negara yang bersatu
(sila keempat).
keadilan yang pada hakikatnya merupakan tujuan

Pancasila sebagai sistem filsafat sbg


pandangan hidup & pandangan dunia
Pandangan Hidup atau weltanschauung
(bahasa Jerman):
usaha sekelompok manusia dalam
menjawab permasalahan-permasalah
mendasar dari hidup,
Seperti: hakikat hidup manusia, kerja/karya, ruangwaktu, relasi manusia-alam-tuhan, dan relasi manusia
dengan manusia.
Jawaban terangkum dalam sistem nilai yang mendasar
dan pokok, yang terekspresikan dalam budaya
masyarakat bersangkutan.

Pandangan Dunia atau worldview :


pandangan dunia lebih menitikberatkan
pada sistem intelektual-kognitif yang
menjadi acuan, persepsi, dan
pembentukan pengetahuan atau ilmu
pengetahuan.

Artinya pandangan dunia lebih merupakan


upaya memberi deskripsi umum tentang
semesta (universum) yang melingkungi
sebuah masyarakat atau bangsa

Pandangan hidup

Pandangan dunia

- terkait dan diisi oleh sistem


normatif yang menjadi acuan
bagi sikap dan perilaku

- sistem kognitif pembentuk


persepsi atas dunia, jawaban
penyelesaian masalah hidup
kolektif/bernegara

- Menurunkan norma
- Menurunkan sistem hukum
- Bersumber dari nilai-nilai yang
terserak dalam kehidupan
lingkup etnis

- Karakter umum bangsa & nilai


luhur yg terkristalisasi

merupakan gagasan vital bangsa,


sistem nilai dasar, yang menurunkan
sistem moral dan sistem hukum
bangsa, yang memberi sistem
normatif preskriptif bagi kehidupan
nasional.
Bahan material: butir dan ajaran
kebijaksanaan dalam budaya etnik
maupun agama yang terserak di
seluruh wilayah nusantara.