Anda di halaman 1dari 230

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL

XLPE

Video mengenai pemasangan kabel


tegangan tinggi
Video
memperlihatkan
aktivitas
pemasangan kabel
xlpe di sebuah kota
, melewati jalan2
dan memotong
sungai.
Diperlihatkan juga
proses
manufacturing ,
jointing dan testing

VIDEO PEMASANGA
N KABEL

SUPERVISI PEMASANGAN KABEL TEGANGAN


TINGGI 150 kV
JENIS XLPE METODE TRANSPOSE CROSBONDING
SURVEY
KABEL XLPE
PELAKSANAAN BORING
METODE PEMASANGAN
PENGUJIAN SESUDAH PENGGELARAN KABEL
PEMASANGAN JOINT , TERMINASI DAN CROSBONDING
KOMISIONING (PENGUJIAN KABEL SETELAH
PEMASANGAN )
KESELAMATAN KERJA

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL


XLPE
PEKERJAAN SURVEY
Sebelum pelaksanaan pembangunan diperlukan ijin dari instansi terkait
yang dikoordinir oleh Dinas Penerangan Jalan Umum dan Sarana Jaringan
Utilitas Pemda (DKI Jakarta)(sekarang sudah diambil alih oleh Dinas PU ).
Study amdal
Survey awal untuk mencari beberapa alternatif jalur dengan
mempertimbangkan beberapa aspek yang antara lain kepadatan lalulintas
jalan yang dipakai untuk penempatan kabel,crossing dengan instalasi
PAM,pipa GAS,kabel Telkom,kabel PLN existing,pertamanan,jalan arteri
maupun jalan tol,privet area,hal ini yang sangat mempengaruhi biaya
pelaksanaan penggelaran kabel.
Jalur yang dipilih tadi disampaikan ke Dinas Penerangan Jalan Umum dan
Sarana Jaringan Utilitas (Pemda DKI Jakarta) untuk mendapatkan
persetujuan sebagai jalur yang difinitif yang dituangkan dalam Berita
Acara Survey bersama dengan pihak yang terkait.

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL


XLPE
STRUKTUR KABEL TEGANGAN TINGGI
1.Konduktor
2.Konduktor screen
3.Isolasi
4.Insulation screen.
5 semiconductive Water blocking
6.Metalic layer (2,6mm)
7.Outer covering

JENIS XLPE

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL


XLPE
SALURAN KABEL TANAH TEGANGAN TINGGI 150
kV
Operasinya dipengaruhi oleh jarak antar fasa ,antar
sirkit,kedalaman,resistivitas tanah,bahan yang
digunakan untuk mengurug.
Pemasangannya dipilih sehingga rugi2 komponen
kabel dapat diminimumkan.
Harganya mahal dibandingkan dengan pembangunan
SUTT untuk daya yang sama.
Dipasang pada daerah urban ,pembangkit dan gardu
induk Penggunaan dan pemilihan desain kabel

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL


XLPE

Rugi ru gi didalam kabel


tanah tegangan tinggi.
Rugi konduktor (I2R)
konduktor utama
Rugi isolasi

CV2 tan

Rugi selubung logam (metal sheath)


Rugi arus Edy
arus sirkulasi

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL


XLPE
Fungsi fungsi struktur

kabel tegangan tinggi 150 kV

CONDUCTOR untuk mengalirkan arus :


Operasi normal
Operasi emergensi
Pada waktu hubung singkat
Menahan tekanan pada waktu penggelaran kabel
Conductor screen
Untuk mencegah konsentrasi medan listrik pada titik partikular pada konduktor
(To prevent concentration of electric field at particular point on the conductor)
Untuk menjamin kelekatan (kontak) dengan isolasi.
c. Insulation
Untuk menahan tekanan tegangan yang berbeda pada waktu pelayanan :
Pada tegangan normal
Tegangan lebih petir
Tegangan lebih akibat switching

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL


XLPE
Fungsi fungsi struktur
Insulation screen

kabel tegangan tinggi 150 kV

Untuk menjamin kelekatan kontak dengan isolasi


Untuk mencegah konsentrasi medan listrik pada titik partikular

Methalic shield
Screen elektrik (tidak ada medan listrik disisi luar).
Menahan air tekanan radial
Konduktor aktif untuk kapasitif dan homopolar arus hubung singkat
Mendistribusikan tekanan mekanik

Outer protective sheath
To insulate the methalic screen from the surronding medium in order to protec it
againts corrosion

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL


XLPE
Spesifikasi Kabel
Struktur kabel tegangan tinggi 150 kV yang umum dipasang pada sistem
instalasi jaringan tegangan tinggi bawah tanah dapat dipilih dari berbagai
merk pabrikan yang memenuhi standar IEC.
Pertimbangannya,makin banyak struktur yang diminta akan makin mahal
harganya.
Pertimbangan teknik yang perlu diperhatikan adalah pemilihan struktur
kabel tegangan tinggi yang spesifikasinya memenuhi untuk pemasangan
dengan metode pemasangan yang dipilih.
Peranan dari metalic layer yang digunakan didalam metode pemasangan
untuk menghilangkan rugi-rugi selubung logam ini sangat penting .

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL


XLPE
Kerusakan metalic layer pada kabel
tanah tegangan tinggi 150 kV jenis XLPE
metalic shield (Cu dan Lead )
Mengalirkan arus ganguan tanah
Sistem crosbonding ,daerah moinor section
tidak diperbolehkan terkena tanah
Akan mengalir arus sirkulasi yang
menyebabkab panas pada metal shield
Metal shield suhunya dibatasi 70 C

Metode pemasangan kabel tegangan tinggi 150 kV


Tegangan Induksi

Arus pada kumparan primer atau arus konduktor akan


menginduksikan tegangan pada kumparan sekunder yaitu
selubung logam.
Tegangan pada selubung logam atau screen akan
tergantung pada arus konduktor dan panjang kabel .
Tegangan maksimum yang diijinkan tanpa menimbulkan
korosi yang berlebihan adalah cukup rendah (12volt),
sehingga dijadikan patokan untuk menentukan batas
tegangan selubung logam.

METHODE PEMASANGAN

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


METHODE GALIAN KABEL
GALIAN TANAH.
Pekerjaan galian tanah untuk penempatan kabel SKTT 150 kV ada 5
macam :
Galian Trenching yaitu galian terbuka dengan lebar 1,85 m kedalaman 2,9
m dengan manual atau dengan escavator,beko.
Galian Crossing yaitu galian dengan memotong badan jalan dipasang pipa
pralon 6 terus dicor setebal 50 cm
Galian Boring yaitu pekerjaan galian dengan melubangi pada kedalaman
2,9 m tanpa membuka tanah diatas nya
Galian piling yaitu seperti galian terbuka biasa tapi karena sifat tanahnya
berupa lumpur biasanya daerah bekas rawa maka jika digunakan galian
boring maupun crossing tidak bisa dilaksanakan,maka setelah digali
dengan kedalaman dan lebar sesuai spesikasi dibuat tiang penyagga yang
ditanam dengan cara piling dengan kedalaman sesuai hasil sondir.
Galian boring dengan mesin atau galian boring HDD ( horizontal
directional drilling ) yaitu metode pengeboran dengan mesin berarah
horizontal dari suatu permukaan kepermukaan yang lain.

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL


XLPE
Penggelaran kabel
Saluran terbuka ( Open trench)
Pada saluran terbuka penarikan kabel dilakukan dengan cara menyiapkan
saluran yang sudah disteril dari benda-benda tajam dan keras dan pada
saluran tersebut sudah dipasang pasir halus dengan tebal kurang lebih 10
mm dan menggunakan rol-rol kabel diberi pelumas sehingga kabel dapat
meluncur dengan lancar serta diurug dengan pasir halus sehingga secara
teknis memenuhi persyaratan penarikan kabel tegangan tinggi.
Ada beberapa bagian yang menggunakan boring dan dipasang pipa
paralon, pada waktu menarik kabel pipa sudah dibersihkan dan dilumasi
serta pada ujung pipa dilakukan pengawasan secara baik.Contoh untuk
LINK KDBDK BGRKTA dari hasil pengujian over sheath dari JP 6 sd JP 14
terdapat 10 kabel yang hasilnya tidak baik (lap fastindo tg 25 Juni
2013 ). Pemasangannya diawasi dan disupervisi oleh SUCACO.

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


PENGGALIAN TEST PIT
SEBELUM PENGGALIAN
DILAKUKAN, TERLEBIH
DAHULU DILAKUKAN TEST PIT
UTK MENGETAHU APA SAJA
ISI BAWAH TANAH DILOKASI
YG AKAN DI GALI AGAR BISA
DIKETAHUI APAKAH AKAN
BISA DIALKUAKN
PEMASANGAN PRECAST DNG
CRANE ATAU HARUS DNG
MANUAL(PENGECORAN
BIASA). SEPERTI DIGAMBAR
TERLIHAT BANYAK KABEL 20
KV, TELKOM, PIPA GAS
DSBNYA

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


PENANDA KEDALAMAN GALIAN PIT
SEBAGAI TANDA
BAHWA
KEDALAMAN
GALIAN SUDAH
MENCAPAI NILAI
KONTRAK,
DIPASANG TANDA
KEDALAMAN

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


OPEN TRENCH
Yaitu galian
terbuka dengan
lebar 1,85 m
kedalaman 2,9 m
dengan manual
atau dengan
escavator

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


BORING MANUAL
Galian Boring yaitu
pekerjaan galian
dengan melubangi
pada kedalaman 2,9
m tanpa membuka
tanah diatas nya

KABEL 150KV GIS KEMANG


PELAKSANAAN BORING MANUAL

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


VIDEO BORING MANUAL

VIDEO1
VIDEO2
VIDEO3
VIDEO4
VIDEO5
VIDEO6
VIDEO7
VIDEO8

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


PEMASANGAN TURAP PENAHAN LONSOR

PEMASANGAN
PENAHAN
LONGSOR PADA
LOKASI
PENGGALIAN JOINT
PIT

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


PEMASANGAN PIPA PVC JALUR KABEL
SEBELUM KABEL
DITARIK MAKA
TERLEBIH DAHULU
DIPASANG PIPA PVC.
PADA SAMBUNGAN
PIPA HARUS DIAMPLAS
LICIN AGAR TDK
MERUSAK KABEL. ARAH
PENARIKAN KABEL
HARUS TDK MELAWAN
SAMBUNGAN AGAR
TIDAK LUKA.

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


PEMASANGAN PIPA HDPE UTK JALUR BERBELOK

ROUTE DIMANA
TERDAPAT
BELOKAN, PIPA PVC
DIGANTI DNG PIPA
HDPE.

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


JALUR KABEL TANAH RAWA PAKAI PILING
Galian piling yaitu seperti
galian terbuka biasa tapi
karena sifat tanahnya
berupa lumpur biasanya
daerah bekas rawa maka
jika digunakan galian boring
maupun crossing tidak bisa
dilaksanakan,maka setelah
digali dengan kedalaman
dan lebar sesuai spesikasi
dibuat tiang penyagga yang
ditanam dengan cara piling
dengan kedalaman sesuai
hasil sondir.

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


HORIZONTAL DIAGONAL DRILLING
Untuk pekerjaan HDD peralatan yang dipakai mesin GBS-28-L
dan Mixing system.
Menggunakan sistim receiver dan transmitter yang disebut
DIGITRAK,receiver digitrak sebagai penerima signal elektro
magnetic yang mengumpulkan data dari drIll head sedangkan
sonde unit yang mengirim signal ke receiver dipermukaan.
Macam galian ini diperlukan untuk lokasi kabel crossing
dengan jalan raya,rel kereta api atau sungai yang dengan
galian boring manual sulit dilaksanakan karena banyak kendala
berupa tanah lumpur atau tanah yang mudah longsor.
Galian HDD ini sangat presisi karena pada saat awal
pengeboran, arah mata bor dipandu dari permukaan tanah
sehingga diharapkan tidak membentur benda lain
kemungkinan menghalangi pengeboran

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


VIDEO HDD
Galian boring dengan
mesin atau galian
boring HDD
( horizontal directional
drilling ) yaitu metode
pengeboran dengan
mesin berarah
horizontal dari suatu
permukaan
kepermukaan yang
lain

VIDEO HDD

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


FOTO FOTO HDD DI KEMANG

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


PENYAMBUNGAN PIPA HDPE
PADA PEMASANGAN
KABEL DNG HDD,
SEBELUM KABEL
DITARIK, MAKA
TERLEBIH DAHULU DI
TARIK HDPE SEBAGAI
PELINDUNG KABEL,
LAIKNYA PIPA PVC PADA
PEMASANAGAN KABEL
DNG BORING MANUAL.
HDPE DISAMBUNG DNG
METHODE KHUSUS

PENARIKAN KABEL TEGNGAN TINGGI

PENGGELARAN KABEL
1. Bending radius.
Minimun bending radius
Three core cable 15 x D
D = adalah diameter luar kabel
2. Tekanan dinding Kabel = P T / R (kg/m).
3. Penarikan kabel di dalam saluran
Arah putaran drum kabel selama penggelaran kabel
adalah berlawanan arah dengan cat tanda panah
pada indikasi arah gulungan kabel.
4. Komunikasi
Selama penggelaran kabel ,paling sedikit ada tiga telepon wire less
diperlukan untuk komunikasi yang baik antara drum side,winch side dan
head kabel

Penggelaran kabel melalui duct


Arah putaran drum kabel selama penarikan kabel
berlawanan arah dengan penunjukan arah yang
diindikasikan pada drum.

Komunikasi
Selama penarikan kabel ,paling
sedikit ada 4 orang ,dua dari mereka
harus mempunyai telepon atau telepon
wire less yang diperlukan untuk menjaga komunikasi
yang baik antara sisi drum kabel dan sisi mesin penarik.

Tegangan `penarikan
Tegangan tarik harus secara terus
menerus diperiksa disisi mesin. Jika pembacaan
tegangan tarik terlalu tinggi atau tiba-tiba naik,
penarikan kabel dihentikan dan penyebabnya
harus dipelajari.

Pembersihan dan pengujian duct


Sebelum penarikan kabel ,duct harus bersih
dan diuji dengan menarik kain pembersih dan
menyikat .

Tegangan penarikan dan kecepatannya.


Penarikan kabel power dengan mesin dengan
mudah dilakukan menggunakan mata penarik
yang dipasangkan pada ujung kabel masing-masing
drum kabel. Kabel tidak mengalami kelebihan tegangan
/tarikan selama pemasangan ,yang bergantung pada
material dan luas penampang konduktor. Maksimum ,
tegangan penarikan kabel didefinisikan sebagai berikut:
Konduktor tembaga : 7 kg/mm2 ,
ukuran konduktor dalam mm2 .

TEGANGAN PENARIKAN

TEGANGAN PENARIKAN
KABEL

KABEL HANDLING

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


STORAGE
1. KABEL DITERIMA DI GUDANG DALAM HASPEL DAN
KEDUA UJUNG KABELDLM POSISI MUDAH UTK DI
INSPEKSI DAN DI TEST
2. HASPEL KABEL JIKA DITURUNKAN DARI TRUK DNG
CRANE
3. TANDA PANAH DI HASPEL ADALAH MENUNJUKAN
ARAH ROLLING KABEL
4. PENYIMPANAN KABEL HARUS KERING DAN KALAU
BISA DI SEMEN
5. SETIAP 3 BULAN HASPEL2 TSB DI ROLLMEMBENTUK
SUDUT 90 DERJAT, DAN KABEL DIUSAHAKN
MENDAPATKAN SIRKULASI UDARA YG BAIK.

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


HANDLING KABEL

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


SUSUNAN KATROL UTK MELEWATKAN KABEL

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


HANDLING HASPEL YG BENAR

HANDLING HASPEL KABEL YG


TIDAK BENAR

HANDLING KABEL

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


FAKTOR KOREKSI DINAMOMETER

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


VIDEO

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


FOTO2 PENARIKAN KABEL DI JALUR KEMANG
ANTASARI

Perhitungan pulling
tension dan
sidewallpressure

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


KABEL 150KV DIPASANG SEPERTI OVERHEAD

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


Perhitungan parameter instalasi kabeldalam
conduit

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


pemasangan didalam conduit

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


TABEL MAX ALLOWABLE CONDUCTOR STRESS
DAN CONDUCTOR AREA

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


PULL BOX

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


PULLING TENSION

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


PULLING TENSION

SUPERVISI KONTRUKSI KABEL


XLPE

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


SIDEWALL PRESSURE

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL


XLPE

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL


XLPE

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


pemasangan didalam conduit

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


PEMASANGAN di cable tray

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


PEMASANGAN di cable tray

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL


XLPE

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


PEMASANGAN DI TANAH

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


PEMASANGAN DI OVERHEAD(AERIAL)

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


CONTOH PERHITUNGAN PARAMETER INSTALASI
DI CONDUIT

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


CONTOH PERHITUNGAN PARAMETER INSTALASI
DI CONDUIT

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


CONTOH PERHITUNGAN PARAMETER INSTALASI
DI CONDUIT

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


CONTOH PERHITUNGAN PARAMETER INSTALASI
DI CONDUIT

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


CONTOH PERHITUNGAN PARAMETER INSTALASI
DI CONDUIT

Rumus2 tentang installation


kabel
Untuk detail mengenai perhitungan2
yg digunakan dalam menarik kabel
bisa di baca di artikel berikut:
powercableinstallationguidebysouthwirecompanyusa-140416031128-phpapp02.pdf

JOINTING DAN
CROSSBONDING

VIDEO JOINTING JP1


KEMAYORAN
A
B
1

2
3
4
5
6
7

9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
21

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


JOINTING DAN CROSSBONDING

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


JOINTING DAN CROSSBONDING
TEORI
Crosbonding dan pentanahan
Kabel power inti tunggal akan bersifat seperti trafo,yaitu konduktor sebagai
kumparan primer dan selubung logam sebagai sekundernya. Arus pada
kumparan primer akan menginduksikan tegangan
pada kumparan
sekundernya.
Pada sistem tiga fasa yang terdiri kabel inti tunggal, akan menginduksikan
tegangan pada masing-masing selubung logam dan bergeser 120C.
Tegangan induksi ini sebanding dengan panjang kabel, untuk kabel yang
pendek dapat di tanahkan pada satu titik tanpa resiko tegangan induksi
selubung logam.
Arus selubung logam akan menimbulkan rugi dan panas, yang harus
dikompensasi dengan mengurangi kapasitas arus konduktor utamanya. .

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


JOINTING DAN CROSSBONDING
Sambung silang selubung logam
Untuk membatasi arus sirkulasi selubung logam , maka kabel harus dipasang
menempel (trefoil) dan pemasangan seperti ini tidak baik untuk disipasi panas.
Jika kabel dipasang dengan posisi mendatar (flat formation), maka tegangan
induksi kabel yang ditengah tidak sama dengan dua kabel yang diluarnya dan
jumlah tegangan induksinya tidak sama dengan nol, sehingga perlu penukaran
fasa.
Peralatan sambung silang
Sambungan yang bersekat (isolasi ) yaitu membagi dua secara listrik , dan terisolasi
terhadap tanah.
Kabel penghubung crossbonding, harus mempunyai impedansi serendah
mungkin,dan mampu untuk mengalirkan arus gangguan seperti halnya selubung
logam (metal sheath)..

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


JOINTING DAN CROSSBONDING
Pada sistem crosbonding, setelah dilakukan penukaran fasa selubung
logam dapat saja ditanahkan, namun kondisi instalasi yang seperti ini
peralatan tidak dapat dilakukan pengujiannya, dengan alasan ini
maka sambungan kabel crosbonding ditarik ke boks crosbonding.
Tingkat isolasi peralatan crosbonding, dalam kondisi normal
tegangannya 1 sampai 2 Volt, tetapi pada waktu terjadi gangguan
harus mampu menahan tegangan petir sampai tegangan 95 kV (IEC
70 ).
Sheath Voltage Limiter (SVL) ,untuk mengamankan kabel apabila
terjadi tekanan switching atau transient. Sifat tahanan akan menurun
jika ada hantaman petir dan sejenisnya. Setelah terjadi gangguan
karena petir maupun switching ,maka SVL harus dilakukan
pengujiannya.

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


MAYOR AND MINOR SECTION CROSSBONDING
Gangguan Pada Sistem Crosbonding
Satu sistem crosbonding terdiri dari 4 joint, (misal Joint 0,1 ,2 dan 3 ) yang
disebut sebagai mayor section

Satu major section terdiri dari 3 minor section (J0-J1, J1-J2, J2-J3) dan satu
minor section ,merupakan satu sistem pentanahan instalasi kabel yang
terpendek, yaitu satu section joint (misal dari joint 0 ke joint 1).
Sistem instalasi ini menggunakan transposed sheath crosbonding, artinya
kabel power ditukar fasanya sebelum disambung dan sheathnya ditukar
urutannya.
Pada satu sistem Crosbonding boks Crosbonding pertama selubung logamnya
ditanahkan langsung (solid), joint kedua ditanahkan menggunakan SVL, joint
ke 3 sama menggunakan SVL dan joint keempat sama halnya joint pertama
menggunakan solid.

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


MAYOR SECTION DAN MINOR SECTION CROSSBONDING

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL


XLPE

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL


XLPE

SEPARATE EARTH CONTINUITY


CONDUCTOR

Transposisi dan cross


bonding

3.1.

Single point earthing


earthing system is usually employed to avoid circulating current
loss
GIS side or Generator side shall be effectively
earthed.

In case of short distance cable line in substations,


single point
GIS or
Generatorside
Link box

with S.V.L.
Sheath Induced

3.2.

Crosbonding

Voltage

| L x I

Distance

Gambar 4.4. .Single point bonding

Tranposed sheath
crosbonding

3.3.

Cara pemasangan dengan


konstruksi sheath cross
bonding (penggabungan
menyilang lapisan
selubung logam) untuk
saluran bawah tanah yang
memakai kabel inti tunggal
berlapiskan selubung
logam (sheath).
3.4.Cara konstruksi solid

bonding
Kabel inti tunggal dimana
selubung logam diikat
(bonding) pada kedua
ujungnya akan bekerja seperti
Trafo yang kumparan
sekundernya dihubung singkat
dan melalukan arus hubung
singkat. Arus selubung logam
akan menimbulkan rugi

Penggabungan ketat

Sambung Silang Selubung Logam


Guna membatasi arus sirkulasi kabel inti satu
R
yang disebabkan oleh fluksi magnetik
antara
S
S
konduktor dan selubung maka pemasangan
T
kabel harus dekat dan selubung menempel
CROSSseperti
BONDED
dengan posisi trefoil. Namun posisi
SINGLE
CORE
ini tidak baik untuk disipasi panas. CABLES

R
S
T

T
R

CLOCKWISE
TRANSPOSITI
ON

TRANSPOSITION
AND
CROSS
BONDING

Gambar 4.10 : Sambung silang


selubung logam

Jika kabel sistem tiga fasa inti satu dibagi


menjadi tiga bagian yang sama dan selubung
dapat diinterkoneksikan, maka tegangan induksi
ini akan saling menghilangkan. Apabila kabel-kabel
inti satu ini digelar dengan posisi mendatar (flat)
maka tegangan induksi pada kabel yang ditengah
tidak sama dengan dua kabel yang berada diluarnya
dan jumlah tegangan induksi tidak sama dengan nol.

Sambungan Bersekat (berisolasi)

Cross Bonding

Pada kabel yang menggunakan sambungan silang,Leads


digunakan sambungan (joint) yang bersekat.
Pada tabung sambungan (joint) secara listrik
membagi dua tegangan selubung.
Sambungan ini diisolasi terhadap tanah dan
dipasang dengan menempatkan sambungan itu
didalam fiberglass yang diisi kompon.

2
2
0

2
7
0
Fibern
Glas
Casing

Sectionalizi
ng
Insulator
Ring

Outer

INNER
INSULATION

INSULATION

Kabel Penghubung crossbonding


Agar minor section terangkai menjadi
major section, diperlukan kabel penghubung
yang didesain khusus. Kabel penghubung iniOUTER
SHEATH
harus mempunyai impedansi serendah mungkin.

OUTER
OUTE
R

CONDU
CTOR

SCREEN
CONDUCTOR

SCRE
EN

Gambar 4.12 : Kabel


penghubung crosbonding

INNER
CONDUCTOR

Kotak Hubung (link box)


CROSS
BONDING LINK
Pada sambungan (joint) yang bersekat , selubung
BOX
CROSS
R S T
BONDING
logam di-ikat (bond) dan langsung ditanahkan T
RLEADS
S
,namun pemasangan seperti ini instalasi tidak R
DIRECTION
R S
S
T
OF
dapat dilakukan pengujian. Dengan alasanT ini
REGISTRATI
CLOCKWISE
ON
TRANSPOSIT
maka pada tiap sambungan, kabel penghubung
ION
crossbonding ditarik kedalam boks khusus atau
disebut box crossbonding.
Gambar 4.13. Transposisi
dan sambung silang

OVER VOLTAGE
LIMITER

Kotak hubung umumnya dipasang pada


permukaaan tanah dan didesain untuk
tahan terhadap air.

CROSS BONDING
STRAPS

INNER
BITUMINOUS
OUTER
CONNECTOR
COMPOUND INSULATING
CONNECTOR
TUBE

STAINLESS STEEL
TANK

Tingkat isolasi Peralatan Crossbonding


Kondisi operasi normal,tegangan induksi kabel tanah tegangan tinggi
akan kecil, berkisar antara 1 sampai 2 kilo Volt . Namun demikian isolasi
selubung logam kabel power dan tingkat isolasi crossbonding harus
didesain untuk tahan tegangan lebih yang disebabkan oleh petir maupun
gangguan lain pada sistem jaringan. Menurut IEC 70 isolasi selubung
tahan terhadap tegangan impulse 95 kV antara selubung dan 47,5 kV
antara selubung dengan tanah. Isolasi kotak hubung tahan untuk
tegangan 40 kV antara selubung dan 20 kV antara selubung dengan
tanah.
50 mA
40

Pembatas tegangan selubung


Logam (SVL).
30

Tingkat isolasi selubung logam dibuat tahan


20
terhadap tegangan surja yang disebakan
oleh adanya gangguan . Hal ini agar dapat
dibatasi harga maksimum tegangan impulse
yang masuk ke dalam kabel sehingga isolasi
1
2
selubung logam akan aman.

1 k
0 V

Sambungan Pada link box


Pada sistem kabel tanah yang menggunakan
crossbonding, perlu diperhatikan apabila
selubung logam disambung satu dengan
yang lain. Untuk sistem crossbonding ,
konduktor penghubung (lead) ,inner dan
outter konduktor fasa R,S dan T selalu
ditarik keluar dan diklem didalam Boks.

S T

CROSS

EARTH

BONDING LINK

DISCONNECTING

BOX

R
EARTH
STRAP

MINOR SECTION

LINK BOX
R

T
T

S
R

R
S

MINOR SECTION
TRANPOSED CROSS BONDED MAJOR SECTION

Gambar 4.16 : Sistem sambungan


crosbonding

T
S
R
MINOR SECTION

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


CONTOH PERHITUNGAN TEGANGAN INDUKDI PADA METAL SHEET

Contoh: Kabel transmisi bawah tanah 150 k V antara GIS Pandean


Lamper-GIS Kalisari dengan OF Cable inti tunggal 240 mm2
Data spesiftkasi pemasangan kabel
a. Kabel ditanam dalam tanah diletakkan dalam susunan rata (flat
formation)
b. Diameter kabel d = 24,2 mm
c. J arak sumbu antar kabel S = 200 mm
d. Kapasitas Kabel 120 MVA
e. Tegangan Line-line 150 kV
f. Pentanahan Selubung Crossbonding
g. Dengan 4 bagian utama panjang kabel ( Mayor Section)
h. Panjang tiap Minor Section 600 m
1. Panjang Kabel total 6000 m

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


CONTOH PERHITUNGAN TEGANGAN INDUKDI PADA METAL SHEET

Jika kabel dipasang tanpa di transposisi dan dihubung silang maka


Gradient tegangan induksi sepanjang kabel dapat dihitung dengan
persamaam (1) :

Ep = 0,0825 Volt per meter Jika tidak dilakukan transposisi dan cross
bonding, maka gradient tegangan sepanjang 6000 m akan timbul
sebesar Ep = 0,0825 V Im.x 6000 m = 495 V Karena terdiri dari 4
bagian utama dengan masing masing bagian utama terdiri dari 3
bagian minor dengan panjang kabel masingmasing600 m Maka
tegangan pada tiap bagian utama jika tidak di hubung silang dan
ditanahkan adalah sebesar Ep = 1800 m . 0,0825 Vim = 148,5 Volt

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


CONTOH PERHITUNGAN TEGANGAN INDUKDI PADA METAL SHEET

Karena dihubung silang bagian (sectionalized


crossbonding) dan kedua ujung bagian utama
ditanahkan, maka tegangan pada kedua ujung
adalah nol dan tegangan pada titik bagian yang
di cross bonding adalah sebesar Ep = 1/3 .148,5
V =49,5 Volt
Untuk mengamankan kenaikan tegangan pada
titik cross bonding maka pada titik tersebut
dihubungkan dengan pembatas tegangan
selubung (Sheath Voltage Limiter)

PEMASANGAN JOINT,TERMINASI DAN


CROSSBONDING
.

PENYAMBUNGAN KABEL (XLPE) MENGGUNAKAN JOINT MERK :


PFISTERER,TYPE MSA XL R (Periksa IKA NO: ...........................
Penyambungan kabel XLPE menggunkan joint MSA XLR)

Penyambungan kabel power


a) Persiapan kabel dan material joint
b) Pemanasan ujung kabel 2 m sampai 90 C dan didinginkan
kembali sampai ambient .
c) Pemotongan kabel sesuai gambar joint (pfisterer type MSA XL-R)
d) Pengupasan outer covering dan screen pada XLPE dan konduktor
yang akan dipress.
e) Parkir heatsrhinkable sisi kabel (yang panjang dan pendek) dan
screen sleeve.
f) Pres sambungan dan pasang elektrode
g) Menggeser screen sleeve pada posisi tetap
h) pasang isolasi dan cu brade dan persiapan screen dan lead untuk
kabel crosbonding
i) Pasang isolasi
j) Pasang heatsrhinkable penutup joint (yang uk pendek dan panjang )

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


JOINTING,TERMINASI DAN CROSSBONDING

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


STRESS CONE MERATAKAN MEDAN LISTRIK AGAR TIDAK TERPUSAT

PEMASANGAN JOINT,TERMINASI
DAN CROSSBONDING
Penyambungan kabel crosbonding
a) Persiapan kabel crosbonding (kabel merah 300 mm2)
b) Pemotongan konduktor screen (cu dan Lead) sesuai
ukuran sepatu kabel (lug)
c) Pemasangan konduktor crossbonding pada lug dan press
) Pemasangan boks crossbonding
a) Pemasangan boks (pembukaan baut-baut penutup)
b) Pemasangan konduktor crosbonding pada klem dan
SVL sesuai gambar crosbonding
c) Pemasangan konduktor grounding (earth link dan atau
crosbonding bok)

JOINTING KABEL XLPE


KEMAYORAN

Gambar1.Pemanasan ujung kabel sd 90


C

Gambar 3. Pengupasan kabel

Gambar 2 Pengupasan metal


sheath

Gambar 4. Pemasangan waterblocking

Gambar

5.Pemasangan waterblocking

Gambar 7 .Pemasangan spesial tool

Gambar 6 Parkir heatshrinkable

Gambar 8 .Pemasangan streescone

Gambar 9 .P ersiapan pemasangan


silicon sleeve

Gambar 11.P emasangan konektor


sambungan

Gambar 10 .P emasangan silicon sleeve

Gambar 12.P emasangan konektor


sambungan

Gambar 11P ress konektor joint

Gambar 13 .Pemasangan elektrode

kto
Gambar 12. Pengukuran sesudah dipress.P ress
konektor joint

Gambar 14. Pemasangan elektrode

Gambar 15 .Pemasangan stresscone

Gambar 17 .Pemasangan isolasi tambahan

Gambar 16 .Pemasangan stresscone

Gambar 18 .Pemasangan isolasi tambahan

Gambar 19 .Pemasangan pita cu

Gambar 21. Pemasangan Cu Braid tambahan

Gambar 20 .Pemasangan pita cu

Gambar 22. Pemasangan isoalsi tambahan

Gambar 23.Pemasangan pita untuk pengaman


panas

Gambar 25 Persiapan metal sheath untuk


crossbonding

Gambar 24 .Pemasangan pita untuk


pengaman panas

Gambar 26. Press konduktor


crossbonding

Gambar 27. Pemasangan


heatshrink

Gambar 29 . Pemasangan kabel

Gambar 28. Pemasangan


waterblocking

Gambar 30. Pemasangan link box


crossbonding

Gambar 31 Pemasangan kabel


crosbonding

Gambar 33. Pemasangan earth link


boks

Gambar 32. Pemasangan boks


crosbonding

Gambar 34 Pemasangan link box

PEMASANGAN CROSSBONDING
Sistem crossbonding digunakan pada kabel yang routenya panjang .
Pada sistem ini ,panjang route dibagi menjadi major section,masingmasing terdiri dari tiga drum kabel ,dan semua sambungan dipasang
menggunakan insulated flanes.
Pada masing-masing ketiga joint ,selubung disambung bersama dan
pada posisi yang lain
Disambung sehingga posisi selubung logam menduduki posisi yang
sama tersambung serie.
Pada posisi intermidiate,selubung logam disambung melalui SVL .
Selubung logam dihubungkan seri terkait dengan dengan konduktor
pada phasa yang berbeda dan apabila kabel dipasang dengan
formasi trefoil arus dan tegangan selubung logam mempunyai
besaran yang sama tetapi phasa berbeda 120 . Pengaruh jumlah
tegangan dan arus pada ketiga selubung logam sama dengan nol.
Apabila kabel dipasang dengan metode flat ,tegangan induksi pada
selubung logam pada kabel yang diluar lebih besar dari kabel yang
ditengah dan jumlah fektor tidak sama dengan nol.
Oleh karena itu,setiap posisi sambungan (joint) dan cross conection
dibuat dengan putaran fasa berlawanan dengan Transposisi
sehingga selubung logam secara efektif tersambung lurus.yaitu
selubung kabel yang ditengah pada seksi 1 disambung dengan kabel
yang ditengah pada seksi 2. Dengan metode Ini jumlah fasor

110 Kv Lassen Mof.avi

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


VIDEO JOINTING DI KEMAYORAN

VIDEO1
VIDEO2
VIDEO3
VIDEO4
VIDEO5
VIDEO6
VIDEO7
VIDEO8
VIDEO9
VIDEO10
VIDEO11
VIDEO12
VIDEO13
VIDEO14
VIDEO15
VIDEO16
VIDEO17
VIDEO18

CONTOH PEMASANGAN
TERMINATION

PEMASANGAN TERMINASI (SEALING END ) Merk:


Pfisterer ,Type CONNEX)
Pemasangan sealing end Merk: Pfisterer ,connex).
1)
2)
3)
4)
5)

Persiapan kabel dan material terminasi


Pemanasan ujung kabel sd suhu 80 (90) C
Pendinginan sampai suhu ambient
Pengupasan kabel sesuai gambar kerja
Pemasukan (slide) komponen secara individu dari bell
flange comp. pada kabel.
6) Pemasangan bagian isolasi dan kendali medan (stress
control) pada konduktor
7) Pemasukan (slide) the trust piece dan tension cone pada
konduktor.
8) Pemasukan (slide) contact ring
9) Pemasangan kontak ring pada tension cone menggunakan
Pfisterer hydraulik hand-oeprated compression tool ukuran
6/6-S no 827 017 004.
10) Pemasangan pita tinned cooper-mesh
11) Pemasangan contact tinned-copper mesh dengan
semikonduktiv ,pasang silicon ring dan nipple
12) pendorongan dengan tangan bell flange kearah isolasi dan
kendali medan (stresscone).

KOMPONEN TERMINASI KABEL XLPE

FOTO2 PEMASANGAN TERMINASI


DI SISI TRAFO GIS GNG SAHARI

Gambar 1.Pengupasan screen

Gambar 3.Pengupasang screen selesai

Gambar 2. Pelipatan Screen Cu

Gambar 4.Tampak isolasi XLPE setelah dikupas

Gambar 5.Tampak screen Cu

Gambar 7.Mengupas XLPE

Gambar 6.Membersihkan XLPE

Gambar 8.Mengupas XLPE

Gambar 11.Mneghaluskan isolasi xlpe

Gambar 9.Material sealing end didalam kotak

Gambar 11.Mneghaluskan isolasi xlpe

Gambar 12.Material Sealing end

Gambar 10.Menghaluskan isolasi XLPE dengan amplas

Gambar 12.Material Sealing end

Gambar 17. Pemasangan temporer isolasi

Gambar 13.Material sealing end

Gambar.18.Mengukur jarak untuk menempatkan SC

Gambar.14.Cones sealing end

Gambar 15.Pemasangan heatshrink untuk menutup Cu screen

Gambar 17. Pemasangan temporer isolasi

Gambar 16.Pemasangan heatshrinkable penutup screen Cu

Gambar.18.Mengukur jarak untuk menempatkan SC

Gambar 19.Componenj separable connectors


connector

Gambar 21. Persiapan XLPE (pembersihan )

Gambar 20.Penempatan sementara componen separable

Gambar 22. Pemasangan streescone

Gambar 23.Penempatan Streescone


24.Penempatan strees cone

Gambar 25.Pemasangan streezcone


26.Pemasangan CSC

Gambar

Gambar

Gambar 27.Pemaangan penutup cones

Gambar 29.Pemasangan ujung terminasi

Gambar 28.Strees cone sudah pada tempatnya

Gambar 30.Pemasangan kontak ring

Gambar 37. Pemasangan klem bell flange

ambar 39.Tempat sealing end GIS Alsthom Type B105

Gambar 38. Sealing sudah selesai.

Gambar 30 Pemasangan sealing end di tempat GIS B105

Gambar 31. Pemasangan kontak ring menggunakan kopresion

Gambar 33. Pemasangan spring ring,tinned cooper mesh


silikon ring dan nipel

Gambar.32.Pemasangan spring ring

Gambar 34.Pemasangan

Gambar 35.Pemasangan bell flange dengan jarak 800 mm dari terminal sealing end
Pemasangan bell flange

Gambar 37. Pemasangan klem bell flange

Gambar 36.

Gambar 38. Sealing sudah selesai.

Gambar 39.Tempat sealing end GIS Alsthom Type B105

Gambar 40. Pemasangan sealing end di tempat GIS B105

Video pemasangan
terminasi

Pemasangan terminasi (sealing end merk


Pfisterer type ESP )

LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN
Persiapan
Supervisor harus memeriksa dan mengawasi bahwa lokasi
kerja : bersih,
kering dan bebas debu.(harus
menggunakan AC).
Supervisor memeriksa semua material yang akan dipasang
(tidak ada yang cacat dan kurang
Supervisor memahami dan mengerti spesifikasi terminasi
kabel XLPE di dalam kontrak untuk pasangan luar.
Supervisor memahami dan mengerti teori struktur terminasi
kabel XLPE pasangan luar.
Supervisor memahami dan mengerti teori pemasangan
terminasi kabel XLPE pasangan luar.
Supervisor memahami dan mengerti gambar yang digunakan
dan sudah di-approved oleh owner.
Pengawasan dan pemeriksaan posisi kabel dan jenis yang
akan diterminasi, apakah metal sheated atau Cu wire screen.
Pengawasan dan pemeriksaan material terminasi beserta

Pemasangan terminasi (sealing end merk Pfisterer type ESP )

LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN

Pengawasan dan pemeriksaan peralatan kerja


yang digunakan untuk penyambungan ( heater,
mesin press hidrolik, mesin gergaji, mesin
pengupas isolasi XLPE, generator 2,5 KVA, AC, gas
LPG lengkap, tool boks, HV tes DC , megger, AVO
meter).
Pengawasan dan pemeriksaan ujung kabel yang
akan diterminasi
Pemeriksaan dan pengawasan pemasangan heater
dan alat kontrol suhunya.
Pengawasan dan pemeriksaan SDM kontraktor
(supervisor,tenaga teknik dan helper). SDM yang
memasang terminasi harus mempunyai sertifikat

Pemasangan terminasi (sealing end merk Pfisterer


type ESP )

LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN
Pemeriksaan dan pengawasan gambar kerja dan blanko untuk
rekord pemasangan terminasi ESP 170.
Pemeriksaan dan pengawasan peralatan K3 lengkap sesuai
standar.
Pemeriksaan material bantu (majun,bensin,alkohol,oli SAE,sabun
cuci).
Menyiapkan blanko laporan harian supervisor,untuk pemasangan
terminasi.
Pemeriksaan dan pengawasan material utama sesuai dengan
daftar material dari pabrikan (pfisterer).
.Menyiapkan blangko-blangko pemasangan terminasi dan
Instruksi Kerja pemasanga
terminasipasangan luar.
PELAkSANAAN

Pelaksanaan
Pengawasan dan pemeriksaan penempatan
dan cleating kabel (min dua buah cleat kabel).
Pengawasan dan pemeriksaan pengisian tabel
K dan t ,guna menentukan ukuran dan
terminasi yang digunakan.
Pengawasan dan pemeriksaan kualitas
penampang kabel (ovality,exentricity,flatsiding)
toleransi 5 % max.
Pemeriksaan dan pengawasan pemasangan
pemanas 220 V pada ujung kabel ,dan kabel
dipanasi sd 80 atau 90 C selama lebih
kurang 5 jam dan untuk kabel dengan selubung
logam ditambah 3 jam.
.

pelaksanaan
.Pengawasan dan pemeriksaan
pendinginan kabel.kurang lebih 4 jam.
Pengawasan dan pemeriksaan pengupasan
kabel sesuai gambar 1.
Pengawasan dan pemeriksaan persiapan
isolasi inti:membuat bulat isolasi dengan
menggosok menggunakan amplas untuk
memperbaiki pemasangan seal dan stress
cone menghaluskan isolasi dengan
amplas.

pelaksanaan
Pemeriksaan dan pengawasan persiapan kabel :
Kabel with Cu laminated sheath and screen wires
Kabel with Alu laminated sheath and screen wires
Kabel with screen wires only
Kabel with corrugated sheath without plumbing cone
Kabel with lead sheath without plumbing cone
Kabel with lead sheath and screen wires without
plumbing cone
Kabel with corrugated sheath with plumbing cone
Kabel with lead shetah with plumbing cone

Pengawasan dan pemeriksaan pemilihan tabel


ukuran K dan t kaitannya dengan creapage
distance, type termination dan head armature.
Pengawasan dan pemeriksaan pemasangan
screen pot dan stresscone (masukan srink
sleeve no 70 untuk posisi parkir pada
kabel),membersihkan konduktor meggunakan
tape 35,menggunakan silikon grease
menggunakan gloves.
Pengawasan dan pemeriksaan pekerjaan
pemasangan screen pot, (lihat gambar 2).
Pengawasan dan pemeriksaan pemasangan
stress cone ,gunakan grease didalam stress
cone.(gambar 3).Menggunakan bib apabila
memasang stress cone. Gunakan top edge
untuk menempatkan stresscone pada posisinya.

Pelaksanaan
Pengawasan dan pemeriksaan pemasangan screen pot
( tanpa plumbing cone) pada posisinya (periksa gambar
4).dan menggunakan plumbing cone (gambar 5).
Pengawasan dan pemeriksaan pekerjaan membungkus
stresscone dan screenpot : melumasi kembali (grease)
stresscone,tape layer dan screen pot seal.
Pengawasan dan pemeriksaan pemasangan hollow
insulator(gambar 6) :gunakan grease P1 pada
Oring,gunakan grease P1 antara contacting
surface,gunakan grease untuk baut pengikat dan
kencangkan sesuai torsi yang ada.

pelaksanaan
Pengawasan dan pemeriksan pengisian kompon dan
pemasangan kepala armatur (gambar 7) panasi kompon sd 140 C
dan dinginkan sampai 110 C,yakinkan bahwa kompon
bersih,mengisi dan menutup terminasi kurang lebih 4 jam,setelah
selesai pengisian lepaskan penutup PVC pengaman dari
konduktor,gunakkan grease P1 antara permukaan
kontak,bersihkan konduktor dan permukaan sealing sebelum
memasang kepala armature,gunakan grease P8 pada baut dan
kencangkan sampai 20 Nm.
Menyambung konduktor (klem terminal )
a).menggunakan konektor dipress. Perhatikan urutan mebuat
press pada terminal (lihat gambar 7 ).
b).menggunakan konektor konektor yang dikencangkan dengan
torsi.Kencangkan dengan tangan semua baut konektor dimulai

Menyam bung konduktor (klem terminal )


a). menggunakan konektor dipress.
Perhatikan urutan mebuat press pada terminal (lihat gambar
7 ).
b) .menggunakan konektor konektor yang dikencangkan dengan
torsi.Kencangkan dengan tangan semua baut konektor dimulai dari
sisi luar kearah dalam.gunakan T bar dan putar masing-masing
baut dengan urutan 90 C.Shear bolt area harus diseal
menggunakan shrink tape n0 : 50.55.atau 60.
Pengawasan dan pemeriksaan pekerjaan penyambungan kabel screen
dengan screen pot.: menggunakan grease P1semua kontak pada
sambungan kabel screen,menggunakan grease P8 pada semua baut .mak
torsi 40 Nm.( untuk sambungan ke tanah tanpa plumbing cone).(periksa
gambar 8).
Menggunakan grease P1 untuk permukaan kontak sambungan
screen,gunakan grease P8 semua baut,mak torsi 25 sd 40 Nm,kabel
hanya dapat dioperasikan sesudah sambungan ke tanah scren pot dan
tanah benar.(untuk sambungan dengan plumbing cone untuk kabel
corrugated dan sheated).

Pelaksanaan
Pengawasan dan pemeriksaan pekerjaan penyambungan
kabel screen dengan screen pot.: menggunakan grease
P1semua kontak pada sambungan kabel
screen,menggunakan grease P8 pada semua baut .mak
torsi 40 Nm.( untuk sambungan ke tanah tanpa plumbing
cone).(periksa gambar 8).
Menggunakan grease P1 untuk permukaan kontak
sambungan screen,gunakan grease P8 semua baut,mak
torsi 25 sd 40 Nm,kabel hanya dapat dioperasikan
sesudah sambungan ke tanah scren pot dan tanah benar.
(untuk sambungan dengan plumbing cone untuk kabel
corrugated dan sheated).

13.LAMPIRAN SCAN PEMASANGAN TERMINASI ESP 170

Gambar 1 : Persiapan inti kabel semua jenis .


Cu laminated

Gambar.3 Persiapan kabel dengan laminated


screeen wire

Gambar 2 . Persiapan kabel dengan

Gambar. 4 Persiapan kabel type corugatedsheath and

Gambar. 5. Persiapan kabel dengan


lead sheath without plumbing

Gambar 7..Pemasangan screen pot


stresscone

G ambar 6. Pemasangan screen pot dan stress cone l

Gambar 8 .Pemasangan

kedudukan akhir tanpa plumbing

Gambar 9 .Pemasangan screen pot pada

Gambar 11 Pemasangan hollow core insulator


pemasanganhead armature

G ambar. 10 . Pembungkusan stresscone dan pot

Gambar 12 Pengisisan kompon dan

Gambar. 13 Pemasangan konduktor


menggunakan kompresi

Gambar 14 .Sambungan kabel


screen ke screen pot

Gambar. 15 ESP 170


.Tabel pemilihan ukuran terminasi

Gambar 16

Foto pemasangan base plate dan heatshrinkable


membersihkan isolasi xlpe

Foto pengupasang xlpe


kabel 80 sd 90 C

Foto

foto pemanasan ujung

Foto persiapan kabel dan base plate

Pembungkusan

screen cone

Foto pengupasang xlpe


80 sd 90 C

foto pemanasan ujung kabel

Foto pemasangan isolator


isolator

Foto pengisian kompon pada isolator


terminal isolator

Foto pemasangan

Foto

FOTO Persiapan pengisian compound


ESS/ESP 170

Foto Terminasi ESP 170 sudah selesai dipasang.


terminasi

Foto Cek sheet terminsai type

Foto konektor

LAMPIRAN-LAMPIRAN

b).Faktor koreksi soil thermal resistivity (Kr)


N

Depth of

Rating

burial (m)

factor

10

1,03

13

1,00

15

0,98

20

0,95

25

0,93

30

0,91

35

0,90

40

0,89

45

0,88

10

50

0,87
No

Soil thermal Rating factor


resistivity
(C.m/w)

0,85

1,03

1,0

1,00

1,2

0,98

1,5

0,95

2,0

2,5

0,91

3,5

0,90

0,93

No

Soil

Rating

temperature

faktior

(C)

Axial

No

Jumlah sirkit

spacing
between
circuit
(mm)

400

1,00

0,79

0,71

0,65

600

1,00

0,85

0,76

0,72

800

1,00

0,88

0,79

0,70

1000

1,00

0,89

0,81

0,79

10

1,03

20

1,00

30

0,98

40

0,95

LAMPIRAN LAMPIRAN

Metode pemasangan kabel dan penampang


kabel XLPE

Konstruksi pemasangan
kabel dan sealing end

SEALING END

Struktur kabel dan


sealing end

Data kabel dan struktur


kabel

SUPERVISI KONSTRUKSI KABEL XLPE


VIDEO PEMASANGAN TERMINASI

VIDEO1
VIDEO2
VIDEO3
VIDEO4
VIDEO5
VIDEO6
VIDEO7
VIDEO8
VIDEO9
VIDEO10
VIDEO11
VIDEO12
VIDEO13
VIDEO14
VIDEO15
VIDEO16
VIDEO17
VIDEO18

VII.KOMISIONING (After installation)


6.1. Pengujian isolasi XLPE (IEC publication 840)

DC voltage test at 3 Uo selama 15 menit


( The international Expert of working group 21-09 of CIGRE tend to
prescribe this dc test and other test methode are under the
consideration).
AC voltage test (by agreement between purchaser and contractor)

Pada frekuensi daya (power) at V3 Uo selama 5 menit

pada Uo selama 24 jam.


6.2. Pengujian non metallic sheath.

n accordance with IEC 229, 4 kV per mellimeter of specified


thickness of the sheath ,with maximum value of 10 kV,duration 1
minite.

Pada umumnya pengujian diatas dilakukan pengukuran terhadap


tahanan isolasi terlebih dahulu.

VIII. OPERASI
Sesudah dilakukan komisioning sesuai standart,dan hasilnya memenuhi

KESELAMATAN KERJA

Keselamatan kerja kabel

KOMISIONING TEST

IV.

PENGUJIAN

A. SESUDAH PENGGELARAN DAN SEBELUM DISAMBUNG


(sesuai IEC pub 840, 36 kV <Um <170 kV.)
Pengujian tahanan isolasi outer sheath per seksion setiap
kabel fasa
Pengujian Tegangan tinggi DC pada Screen 4kV/mm tebal
sheath atau maksimum 10 kV selama : 1 menit ( IEC 229).
B. SESUDAH PEKERJAAN SELESAI.
(sesuai IEC pub 840, 36 kV <Um <170 kV.)
Pengukuran tahanan isolasi kabel power
Pengukuran tahanan isolasi screen ( per section )
Pengukuran tegangan tinggi DC untuk crosbonding
Pengukuran tahanan isolasi SVL per unit (bergantung merk
SVL)
Pengukuran tegangan tinggi SVL per unit
Pengujian tegangan tinggi DC : 3 Uo ,15 menit
(Jepang,Korea,Thailan sampai tegangan 170 kV masih
relevan menggunakan tegangan tinggi DC)

ALAT TEST MEGGER DAN DC 10 KV


PELAKSANAAN TEST AKAN DILAKUKAN SETELAH KABEL
DIKUPAS BAGIAN LUAR DI BAGIAN UJUNG2NYA. POSISI DI
JP3 DI GI KEMAYORAN GIS GUNUNG SAHARI

PENGUJIAN AFTER LAYING


Dasar IEC 229
Pengujian tahanan isolasi metal shield
Pengujian tegangan DC 10 kV selama 1 menit (4 e ,e tebal
selubung logam)
Pengujian tahanan isolasi SVL(NR)
Pengujian tegangan DC (sesuai pabrikan)
Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui kondisi selubung
logam (metal sheath) yang akan dipergunakan sebagai
konduktor sistem crosbonding.

PENGUJIAN ISOLASI UTAMA


Dasar IEC 60840
Pengujian dengan tegangan tinggi
DC 3 Uo selama 15 menit
Pengujian tegangan AC
Uo X V3 (150 /V3) x V3 = 150 kV
selama 1 jam
Pengujian tegangan AC
Uo (150 /V3) = 88 kV selama 24
jam

Diskusi (working grup 21.9)


Pengujian oversheath adalah pengujian yang
penting untuk memeriksa(check) apabila
sistem kabel tersebut menderita kerusakan
yang berbahaya selama penarikan atau
pengurugan.

Pengujian dengan tegangan DC:


Distribusi stres tegangan DC pada isolasi
extruded polimer umumnya berbeda dengan
distribusi tekanan pada tegangan AC. Hal ini
karena strees pada tegangan DC ditentukan
oleh conductivity, sedangkan pada AC
ditentukkan oleh permitivity dari material

Pengujian dengan tegangan DC


tidak cukup

Ketidakcukupan pengujian dengan tegangan


DC telah didemonstrasikan oleh CIGRE ,ada
dua buah kerusakan kabel yaitu : seperti
terkena pisau dan berlubang pada posisi strees
cone dan telah diuji dengan tegangan DC.
Dalam banyak hal,kerusakan yang cukup besar,
tidak dapat terdeteksi oleh tegangan DC
bahkan sampai tegangan dinaikan sampai
tegangan cukup tinggi.
Pengujian dengan tegangan DC

dapat berbahaya.

Pengujian tegangan AC
Pada teganganAC baik power frekuensi ataupun
frekuensi yang dekat dengan power frekuensi (30 sd
500Hz).
Pengukuran partial discharge ,dikombinasi dengan
pengujian tegangan AC,dapat lebih efisien,tetapi
metode pengukuran masih perlu reset dan
pengembangan.
Masih ada beberapa keraguan apakah pengujian Uo
untuk 24 jam atau lebih sudah cukup menemukan
kerusakan yang berbahaya.
Pengalaman lapangan,dengan tegangan AC masih
cukup terbatas.

PROTEKSI KABEL 150 KV


LINE DIFFERENSIAL RELAY
MENGGUNAKAN
TELEKOMUNIKASI FIBER
OPTIK

GANGGUAN KABEL DAN CARA


MENCARI GANGGUAN

MACAM TYPE GANGGUAN KABEL


UGC
1. OPEN CIRCUIT FAULT
JIKA ADA KERUSAKANPADA KONDUKTOR, DI TEST DNG
MEGGER DNG CARA MENGHUBUNGKAN KONDUKTOR KE
TANAH DI SISI UJUNG LAIN DAN DI MEGGER, JIKA
TAHANANNYA NOL TANDANYA MASIH BAIK DAN JIKA
TAHANANNYA INFINITE TANDA ADA OPEN CIRCUIT FAULT

2. SHORT CIRCUIT FAULT


JIKA ADA HUBUNG SINGKAT ANTAR KONDUKTOR. DI
TEST DNG MEGGER

3. EARTH FAULT
JIKA ADA H.S ANTARA KONDUKTOR DNG TANAH, DI TEST
DNG MEGGER

FAULT LOCATOR UGC


1. MURRAY LOOP
TEST
2. FARLEY LOOP
TEST
PRINSIP KERJA
KEDUA LOOP TEST
ADALAH
JEMBATAN
WHEATSTONE

CONTOH SOAL MENCARI GANGGUAN


DARI LOOP TEST
MURRAY

Fault locator video


Mencari gangguan
underground kabel dng cara
jembatan wheatstone, hasil
perhitungan tidak bisa dng
tepat menentukan titik
gangguan di lapangan.
Karena kabel dlm
perjalanannya mengalami
naik turun didalam tanah.
Maka setelah dapat
diperkirakan jarak gangguan
dilihat dari besarnya
tahanan, harus dilakukan
pencarian dng fault locator.

Mencari titik gangguan


kabel

Mencari titik gangguan


kabel

FAULT LOCATOR KREATIFITAS DARI


MAKASAR
Adapun metode yang berhasil dengan cara menginjek
tegangan DC (100-200 Vdc) di outer sheath salah satu
ujung kabel UGC. Kebocoran sheath dilacak dengan cara
memasukkan alat pendeteksi ke pit control. Rangkaian alat
pendeteksi ini terdiri dari Avo Meter dan kabel NYAF 10
mm. Sisi positif Avo Meter dimasukkan ke jalur kabel
melalui pit control dengan menggunakan alat rodding,
dimana ujung kabel berbentuk kelereng dan terbuka. Sisi
negative Avo Meter di-ground. Sisi positif kabel akan terus
dimasukkan menyusuri PE Cable di dalam pipa sampai
ditemukan perubahan pada penunjukan Avo Meter. Jika
penunjukkan Avo meter naik, maka operator akan
mencatat titik dimana tegangan mulai naik, peak nya dan
mulai hilang. Dan untuk memastikan, maka operator akan
menarik mundur kabel, sehingga dapat ditentukan akurasinya.

ALAT FAULT LOCATOR RODDINGMAKASAR BONTOALA

Email dng petugas jmk


makasar

From: Irvan Buchari <irvanbuchari53@gmail.com>


To: Yauri Rakhmat <yaurie97@yahoo.com>
Sent: Thursday, December 4, 2014 1:51 PM
Subject: Re: Materi UGC : Outer Sheath Fault Locating

terima kasih banyak infonya pak. ada beberapa pertanyaan saya.


1. bagaimana cara kerjanya avo meter koq bisa menunjukkan kenaikan tegangan pada waktu ketemu bagian yg
bocor. Apakah posisi avo meter pada posisi arus?, sehingga arus bocor akan mengalir melalui kabel rodding dan
terus ke avo meter dan masuk ke tanah disisi negative avo meter?.
2. apakah ada ronngga yg cukup untuk memasukkan kabel kecil kedalam rongga pvc kabel power tsb? apa ada
kawat bantu untuk memasukkan kabel rodding itu?.
3.cara fault locator ini apakah kreatifitas dilapangan atau memang sudah standard pabrikan kabel.
4. ada gambar kabel yg titik bocor nya nampak tsb. bagaimana mem foto nya itu. kan letaknya didalam saluran
pvc. apakah kabel tsb sudah diluar karena sudah ditarik keluar? mohon penjelasan. tks. salam kompak.

Email dng petugas jmk


makasar
Outer sheath diinjek tegangan DC (100-200 Vdc) dari ujung kabel UGC. Rodding cuma alat
bantu, di rodding diikat dengan kabel NYAF. Kabel NYAF gak ada arus. Kabel ini hanya
mendeteksi titik kebocoran. Jika ujung kabel NYAF ini menyentuh bidang titik kebocoran
maka akan terpantau kenaikan tegangan di AVO, jika nilai teg. mencapai sekitar 60%
teg.injek, patut diduga titik kebocoran cukup dalam.
AVO posisi Vdc.
2. Di Mks, diameter overall kabel 9 cm, pipanya 5 inci (krg lebih 12,5 cm). Jadi rongga
sekitar 3,5 cm. Kawat bantunya itulah rodding, di rodding ditempelkan/diikat dgn kabel
NYAF.
3. Ini kreatifitas teman2 di lapangan dan belum dipatenkan.
4. Foto ini diambil setelah kabel digali dan kabel PVC dipecahkan. Bukan diendoskopi Pak.
Mudah-mudahan jawaban saya bisa memuaskan Bapak.
Salam,
Yauri R. Chaeruddin
Mobile : +62-81-380271015

BORING JALUR KABEL 150 KV


MELINTASI JL TOLL GATOT
SUBROTO 111M
1. PEKERJAAN BORING
MELINTASI JL TOLL
GATOT SUBROTO
111 M. PADA SAAT
ITU HDD BELUM ADA.
2. DILAKUKAN OLEH
ORANG DNG CARA
MENGGALI DAN
MEMASANG BUIS
BETON PENAMPANG
60 CM

PEMASANGAN PRECAST UTK JOINT


PIT DNG CRANE
PADA PEMASANGAN PRECAST DI
JALUR KEMANG ANTASARI
MENGALAMI KENDALA KARENA
DAERAH PADAT LALULINTAS.
SETELAH MENUNGGU BEBERAPA
HARI, MAKA ACHIRNYA ATAS
BANTUAN POLISI, JALAN DITUTUP
TOTAL MALAM HARI MULAI JAM O WIB
DAN SELESAI PEMASANGAN JAM 5
PAGI..

PEMASANGAN PRECAST
JOINT PIT
PRECAST
DITURUNKAN DNG
CRANE KE JOINT
PIT.
PEKERJAAN
DILAKUKAN MALAM
HARI DNG
MENUTUP JALAN

PEMASANGAN PRECAST DI JL
ANTASARI KEMANG

GANGGUAN SELAMA PROYEK


BERJALAN
PREMAN MEMINTA UANG KEAMANAN,
JIKA TIDAK DIBERI PROYEK DISURUH
BERHENTI. TERPAKSA DIBERIKAN
UANG KEAMANAN.
MASYARAKAT MENYURUH PROYEK
BERHENTI KARENA JALAN JADI KOTOR
,BECEK SELAMA MUSIM HUJAN.
DIBUAT PIPA SEPERTI PORTAL DAN
AIR GALIAN DI POMPA KE PARIT
DISEBERANG JALAN.

PENGAWASAN PEMASANGAN KABEL


150 KV
SAMPAI SAAT INI PEMASANGAN KABEL 150 KV YG DILAKSANAKAN
OLEH ALSTHOM MENGALAMI CUKUP BANYAK MENGALAMI
GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA LEADSHET. SEPERTI YG
DITEMUKAN DI JALUR GI KEMAYORAN KE GIS GUNUNG SAHARI
DAN GIS CIBABAT KE GI CIGERELENG
HARGA KABEL SAMPAI PEMASANGAN SANGAT MAHAL YG
MENGAKIBATKAN KERUGIAN BESAR BAGI PLN JIKA TERJADI
KERUSAKAN PADA KABEL TEGANGAN TINGGI
JIKA MASIH DALAM TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR, MAKA AKAN
MENGAKIBATKAN KETERLAMBATAN BEROPERASINYA KABEL TSB
SEHINGGA MENGAKIBATKAN KETERLAMBATAN PELAYANAN
OLEH KARENA ITU KAMI MENYOROTI MASALAH KABEL INI AGAR
PROYEK2 KABEL YG AKAN BANYAK DIMASA DEPAN(RUPTL) BISA
DIAWASI LEBIH BAIK DAN MEMBERIKAN HASIL PROYEK YG
MENGUNTUNGKAN.

PENGAWASAN PEMASANGAN KABEL


150 KV
KENAPA BANYAK TERJADI MASALAH PADA KABEL
150 KV YG SEKARANG DIPASANG OLEH ALSTHOM?
MUNGKIN KARENA MUTU KABEL DAN ASSESORIES
MUNGKIN KARENA KURANGNYA PENGAWASAN ATAU
KURANGNYA KOMPETENSI PENGAWAS
MUNGKIN KARENA PELAKSANAAN PEMBANGUNAN YG
TIDAK MEMENUHI KETENTUAN TEKNIS DILAKSANAKAN
OLEH SDM TIDAK KOMPETEN
MUNGKIN KARENA MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI
(POAC) TIDAK BERJALAN SEMESTINYA.
SEBAGAI PENGAWAS, KITA AKAN FOKUS KPD
MASALAH PENGAWASAN PEMASANGAN KABEL

KWALITAS PENGAWASAN
KEBERHASILAN PEMASANGAN KABEL SANGAT
DITENTUKAN OLEH KWALITAS PENGAWAS DAN
MANAJEMEN PENGAWASAN.
PENGAWAS HARUS MEMAHAMI TEKNIK2 PENARIKAN
KABEL, PENGGELARAN KABEL
PENGAWAS HARUS MEMEMAHAMI TEKNIK JOINTING,
CROSSBONDING DAN TRANSPOSISII
PENGAWAS HARUS MENGUASAI KONTRAK DAN
INSTRUKSI KERJA/CONSTRUCTION METHOD
PENGAWAS HARUS TEGAS THD SEGALA
PENYIMPANGAN TEKNIS YG DILAKUKAN
KONTRAKTOR

HAL HAL YG PERLU MENDAPAT


PERHATIAN PADA PEMASANGAN
KABEL

MASALAH PADA PENARIKAN KABEL


JOINTING DAN SEAL END
MASALAH CROSSBONDING DAN
TRANSPOISISI

MASALAH SOSIAL PEMBANGUNAN KABEL TEGANGAN TINGGI DI


JAKARTA
1.
2.
3.
4.
5.

IJIN2 DARI PEMDA DKI


AMDAL, RKL/UPL
PREMANISME
K3, TANDA RAMBU2, LAMPU LALULINTAS
KEMACETAN LALULINTAS MENGHALANGI PROGRES

MASALAH TEKNIS LAPANGAN


JALUR DI BADAN JALAN MEMBUAT PERGERAKAN PEKERJAAN TIDAK
LELUASA
ADANYA UTILITY LAIN DI BADN JALAN YG SAMA
TEST PIT
JALUR MELALUI TANAH LUNAK ATAU TANAH KERAS
JALUR TERPAKSA MEMBELOK
MUSIM HUJAN, JALAN RAYA JADI KOTOR
JALUR MELALU TAAH RAWA, SEHINGGA DIPASANG PILING UTK
MENOPANG KABEL
KABEL YG SUDAH DIPASANG , TAPI BELUM DI JOINT, KEMASUKAN
AIR.
PEKERJAAN TERLAMBAT KARENA JOINTER YG BERSERTIKAT

CROSSBONDING
DAN
TRANSPOSISI

MANFAAT CROSSBONDING
Selubung kabel selain dapat memberi
keuntungan juga dapat membahayakan apabila
dalam pemasangan kabel tidak dilakukan
dengan metoda yang tepat. Arus dan tegangan
induksi yang dihasilkan pada selubung logam
kabel saluran transmisi tegangan tinggi nilainya
cukup besar dan dapat membahayakan orang
yang berada diatas sekitar jalur transmisi. Untuk
mengurangi tegangan listrik yang diinduksikan
bila selubung kabel oleh adanya induksi
elektromagnetik dapat dilakukan dengan
beberapa metode. Salah satu metode yang
digunakan adalah Cross Bonding System

CROSSBONDING
Tegangan Induksi
Kabel power inti tunggal dengan selubung logam
akan bersifat seperti transformator,konduktor
sebagai kumparan primer dan selubung logam
merupakan kumparan sekunder. Arus pada
kumparan primer atau arus konduktor akan
menginduksikan tegangan pada kumparan
sekunder yaitu selubung logam. Tegangan pada
selubung logam atau screen akan tergantung pada
arus konduktor dan panjang kabel .Hal ini dapat
menimbulkan bahaya tegangan dan sepanjang
saluran dan dapat merusak kabel.

TRANSPOSISI DAN CROSSBONDING


Tegangan induksi pada selubung (lead sheath) kabel terjadi karena adanya
induksi elektromagnetik. Berdasarkan ketentuan tegangan yang diperbolebkan
berkisar antara 30 -60 Volt yang besamya ditentukan oleh faktor tegangan
tembus selubung pelindung luar dan keamanan manusia. Tegangan tembus
selubung yang diperbolehkan dapat berkisar antara 60 -100 Volt.
Arus selubung ini tidak diinginkan, karena mengakibatkan rugi-rugi panas
sebingga akan menurunkan arus rating kabel dan juga akan menggangu kabel
telekomunikasi. Untuk mengatasi besamya arus dan tegangan induksi pada
saluran transmisi tegangan tinggi yang panjang maka dapat dilakukan antara
lain dengan menghubung silang selubung dan mentanahkan pada ke dua ujung
kabel pada setiap bagian utama panjang kabel.
Kabel merupakan komponen utama jaringan transmisi untuk menghubungkan
satu titik ke titik lain. Jika kabel menyalurkan arus maka pada selubung logam
tersebut akan terdapat tegangan induksi yang besamya dipengaruhi oleh arus
dan panjang kabel. Tegangan induksi yang besar harns diturunkan dengan
metoda yang tepat agar aman dan sesuai standar yang berlaku.

Metoda Mengurangi Arus dan


Tegangan pada Selubung Logam.
Beberapa metode yang tepat untuk
mengurangi arus dan tegangan
selubung antara lain :
a. Transposisi
b. Single point bonding
c. Cross bonding

Hubung Silang (Cross bonding)


Hubung silang penting dikonstruksi
dengan membuat bagian selubung
menjadi beberapa bagian dan
menghubung silangkan, sebingga
tegangan induksi keseluruhan pada
tiga bagian kabel dapat diperkecil

FAULT LOCATOR CABLE

Cara mencari kerusakan metalic layer pada


kabel tanah tegangan tinggi 150 kV.
Menggunakan Murray Loop

Test tegangan tinggi trafo

PENGUJIAN KABEL

Peralatan Uji :
Insulation resistance tester (Megger)
Wheatstone bridge
Phase sequence
Sumber tegangan DC 10 kV
Multimeter
Sumber arus 3 fasa dengan kemampuan minimal 100A.
Pembangkit tegangan tinggi DC dengan P > 3 kW
Voltmeter
Ammeter
Tang ampere
Manometer
Threeway valve
Manifold
Wadah penampungan yang ada ukuran
Stop watch (pengukur waktu)
Thermometer.
Instruksi kerja alat merujuk ke manual alat yang dipergunakan

PENGUJIAN KABEL
Pemeriksaan visual
Data kabel
Periksa data kabel, harus Sesuai IEC 60502-2
Klausul 4.1/4.2.
Terminasi
Periksa terminasi, terminasi kabel harus Tidak
ada cacat dan sesuai spesifikasi pabrikan.
Pembumian
Periksa pembumian, harus terhubung dan
tidak cacat.

PENGUJIAN KABEL

PENGUJIAN KABEL
Catat panjang kabel (L).
Ukur suhu sekitar.
Hubungkan konduktor kabel fasa R, S, T
sirkuit yang sama di satu sisi ujung
kabel.
Ukur resistans konduktor R-S, S-T, T-R.
Hitung resistans konduktor kabel fasa R,
S, T dengan rumus sebagai berikut :

Sesuai spesifikasi (dikoreksi 20oC)


R20 = Rt / (L x k)
R20 = Resistans pada suhu 20oC
Rt = Resistans pada suhu pengukuran
Tt
Untuk tembaga k = 1+0,00393 (Tt 20)
Untuk aluminium k = 1 + 0,00403 (Tt20)

PENGUJIAN KABEL

PENGUJIAN KABEL

PENGUJIAN KABEL

PENGUJIAN TEG TINGGI


KABEL

PENGUJIAN TEG TINGGI


KABEL
Bumikan pembangkit DC dengan ground stick.
Hubungkan terminal uji ke salah satu kabel (misal fasa R).
Atur pembangkit DC dari nol sampai nilai tegangan uji yang
ditentukan secara bertahap dan amati arus bocor setiap menit
sampai 15 menit.
Setelah 15 menit turunkan tegangan secara bertahap sampai nol
dan matikan pembangkit.
Lakukan pembumian terminal pembangkit/kabel yang diuji (bisa
otomatik atau secara manual dengan ground stick).
Catatan:
Kabel non minyak
Di atas 30 kV s/d 150 kV tegangan uji DC 3U 0 /15 menit atau bila peralatan uji
tegangan DC tidak tersedia boleh menggunakan tegangan tinggi AC 1U/5menit atau
1U0/24 jam.
< 30 kV: Tegangan uji DC 4U0/15 menit atau bila peralatan uji DC tidak tersedia
boleh menggunakan tegangan tinggi AC 1U/5 menit atau 1U0/24 jam.

PENGUJIAN TEG TINGGI


KABEL
Kabel minyak
Untuk kabel 150 kV, tegangan uji DC 3,5 U0/15
menit.
Untuk kabel 70 kV 4U0/15 menit.
Jika peralatan tegangan uji DC tidak tersedia
boleh menggunakan tegangan tinggi AC 1U/5
menit atau 1U0/24 jam.

Tegangan uji DC dengan polaritas negatif


antara konduktor dan skrin logam:

U0 = Tegangan fasa Netral


U = Tegangan fasa-fasa