Anda di halaman 1dari 23

BAB IV

INFORMASI AKUNTANSI
PERTANGGUNGJAWABAN
BY:
KELOMPOK 3
NUR ALFIYAH OKTAVIANI (114040304)
MIFTAKHUL ARIEF
ROSNIAWATI
SITI HANIFAH

(114040313)
(114040307)
(114040310)

ATIKA RIMA MAULIDYAH

(114040317)

Konsep Akuntansi Pertanggungjawaban


1. Informasi Akuntansi pertanggung jawaban

Tradisional.
2. Activity Based Responsibility Accounting

System.

Dalam hubungannya dengan wewenang manajer


aktiva, pendapatan dan biaya dibagi menjadi 2
golongan :
1. Aktiva,pendapatan dan biaya yang

terkendalikan aktiva,pendapatan dan biaya


yang secara signifikan dapat dipengaruhi oleh
seorang manajer dalam jangka waktu tertentu
2. Aktiva,pendapatan, dan biaya yang tidak

dapat terkendalikan aktiva,pendapatan dan


biaya yang secara signifikan tidak dapat
dipengaruhi oleh seorang manajer dalam jangka
waktu tertentu

Aktiva Terkendalikan
a. Aktiva yang diperoleh dan penggunaannya

berada dibawah wewenang manajer pusat


pertanggung jawaban.
b. Aktiva yang penggunaannya berada

didalam wewenang manajer pusat


pertanggung jawaban tersebut.

PENDAPATAN TERKENDALIKAN
Pendapatan yang dapat dikendalikan oleh manajer
yang bersangkutan.
Dapat diperoleh tidaknya pendapatan oleh suatu pusat
pertanggung jawaban sangat tergantung pada
kemampuan pusat pertanggung jawaban bersangkutan.
BIAYA TERKENDALIKAN
Biaya yang terjadi akibat dari pertanggung jawaban
atau wewenang yang diserahkan kepada manajemen
bersangkutan. Tetapi terkadang terjadinya biaya
terkendalikan tidak selalu sebagai akibat terjadinya dari
keputusan yang diambil oleh manajer pusat
pertanggung jawaban.

Pedoman untuk menetapkan apakah suatu biaya dapat


dibebankan sebagai tanggungjawab seorang manajer pusat
pertanggungjawaban :
1. Jika seorang manajer memiliki wewenang baik dalam

pemerolehan maupun penggunaanjasa.Ia harus dibebani


dengan
biaya jasa tersebut.
2. Jika seorang manajer dapat secara signifikan mempengaruhi

biaya tertentu melalui tindakannnya sendiri, ia dapat


dibebani dengan biaya tersebut.

Tanggung Jawab Ganda


Terjadi bila lebih dari seorang manajer yang
mempengaruhi secara signifikan suatu biaya. Hal ini
dapat menimbulkan:
Masalah Pengumpulan data biaya
Masalah pembebanan tanggung jawab atas biaya

unit organisasi penghasil jasa.

Manfaat Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban


Informasi akuntansi pertanggungjawaban yang berupa informasi masa yang

akan datang bermanfaat untuk penyusunan anggaran.


Informasi akuntansi pertanggungjawaban yang berupa informasi masa lalu

bermanfaat sebagai :
1. Penilaian kinerja manajer pusat pertanggungjawaban.
2 . Pemotivasi manajer.
Informasi akuntansi pertanggungjawaban dalam Activity Based Responsibility
Accounting System bermanfaat :
Mengelola aktivitas, dengan cara mengarahkan usaha menajemen

mengurangi dan akhirnya menghilangkan biaya bukan penambahan nilai.


Memantau efektifitas program pengelolaan aktivitas.

dalam

Model Aspek Motivasi Dalam Perilaku Individu Menurut Porter


Lawier dan Peran Informasi Akuntansi Sebagai Pemotivasi:

Manfaat informasi akuntansi pertanggungjawaban dalam


lingkungan industri maju,
1. Memberikan informasi biaya bukan penambah nilai (non value

added cost) yang menggambarkan besarnya pemborosan.


2. Memungkinkan manajer memusatkan pengendalian mereka
terhadap aktivitas-aktivitas bukan penambah nilai (non value
added).
3. Memperoleh informasi biaya penambah nilai (value added cost)
yang memungkinkan manajer melakukan penyempurnaan
efesiensi aktivitas penambah nilai.

Model Aspek Motivasi Dalam Perilaku Individu Menurut Porter


Lawier dan Peran Informasi Akuntansi Sebagai Pemotivasi:
Penyebab pemisahan value added cost dengan non value added
cost:
1. Memantau Efektifitas Program Pengelolaan Aktivitas. Untuk mengurangi

dan akhirnya menghilangkan aktivitas penambahn nilai, diperlukan jangka waktu


panjang yang hasilnya harus diwujudkan dalam bentuk pengurangan biaya bukan
penambah nilai.
2. Merumuskan Keputusan-keputusan Strategik. Program pengelolaan aktivitas

memberi gambaran beberapa penghematan biaya yang dapat dicapai dalam


waktu tertentu. Manajemen dapat merumuskan keputusan strategik, seperti
penentuan harga jual produk, pemilihan tekhnologi manufacture yang digunakan
untuk menjadikan aktivitas penambah lebih efesien.

Asumsi Perilaku Dalam Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban

Sistem akuntansi pertanggungjawaban tradisional dirancang


berdasarkan atas beberapa asumsi tentang perilaku manusia:
1. Pengelolaan berdasarkan penyimpangan (management by exception), merupakan

pengendalian operasi secara efektif yang memadai.


2. Pengelolaan berdasarkan tujuan (management by objectives), akan menghasilkan

anggaran yang disepakati, biaya standar, sassaran organisasi, dan rencana yang
dapat dilaksanakan.
3. Struktur pertanggungjawababn sesuai dengan struktur hirarki organisasi.
4. Manajer dan bawahannya bersedia untuk menerima tanggungjawab yang

dibebankan kepada mereka melalui hirarki organisasi.


5. Sistem akuntansi pertanggungjawaban mendorong kerjassama, bukan kompetensi.

Kelemahan-kelemahan sistem akuntansi tradisional:

1.

Mengabaikan biaya yang tidak memberikan nilai tambah.

2.

Memberikan perhatian lebih terhadap biaya tenaga kerja.

3.

Memfokuskan pada kondisi ekstern.

4.

Memberikan perhatian lebih terhadap ukuran keuangan.

5.

Perhitungan selisih mendorong tingkah laku negatif.

COST MANAGEMENT VS ACTIVITY MANAGEMENT

Cost Management
Sistem Akuntasni Tradisional
yang menyediakan informasi
akuntansi bagi manajemen
untuk melakukan pengelolaan
biaya

Acitivity Management
Activity Based Responsibility
Accounting System yang
menyediakan informasi untuk
memungkinkan
manajemen
melakukan

Dalam Kegiatan Manufactur, terdapat 5 golongan aktivitas bukan


penambah nilai yaitu :
1.
2.
3.
4.
5.

Pembuatan Skedul
Pemindahan
Penantian
Inspeksi
Penyimpanan

Cara untuk mengurangi dan menghilangkan non value aktivitas:


6.
7.
8.
9.

Penghilangan aktivitas (activity elimination)


Pemilihan aktivitas (activity selection)
Pengurangan aktivitas (activity reduction)
Pembagian aktivitas (activity sharing)

Karakteristik Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban


Tradisional
Adanya identifikasi pusat pertaggungjawaban

1.

2.

a.

Mengidentifikasi pusat pertanggungjawaban sebagai


departemen, keluarga produk, time kerja atau individu.

unit

organisasi

b.

Membebankan tanggungjawab kepada individu yang diberi wewenang

c.

Tanggungjawab dibatasi dalam satuan keuangan (seperti biaya)

seperti

Standar ditetapkan sebagai tolak ukur kinerja manajer yang bertanggungjawab


atas pusat pertanggungjawaban tertentu.

3. Kinerja

manajer diukur dengan

membandingkan

realisasi

dengan

anggaran.
4. Manajer secara individual diberi penghargaan atau hukuman berdasarkan

kebijakan manajemen yang lebih tinggi

Dasar-Dasar Yang Melandasi Laporan Pertanggungjawaban


Tradisional
1. Jenjang terbawah yang diberi laporan ini adalah tingkat manajer

bagian
2. Manajer jenjang terbawah diberi laporan pertanggungjawaban

biaya yang berisi rincian realisasi biaya dibandingkan dengan


anggaran biaya yang disusunnya
3. Manajer jenjang diatasnya diberi laporan menghenai biaya pusat

pertanggungjawaban sendiri dan ringkasan realisasi biaya yang


dikeluarkan oleh manajer-manajer yang berada dibawah
wewenangnya, yang disajikan dalam bentuk perbandingan
dengan anggaran biaya yang disusun oleh masing-masing
manajer yang bersangkutan
4. Semakin keatas, laporan pertanggungjawaban semakin ringkas

Rekayasa akuntansi pertanggungjawaban dalam akuntansi


pertanggungjawaban tradisional
Fokus => Pengendalian Biaya

Merupakan keluaran sistem akuntansi


pertanggungjawaban yang merupakan sistem akuntansi
yang disusun sedemikian rupa sehingga pengumpulan
dan pelaporan biaya dan pendapatan dilakukan sesuai
dengan pusat pertanggungjawaban dalam organisasi,
dengan tujuan agar dapat ditunjuk orang atau kelompok
orang yang bertanggungjawab atas penyimpangan biaya
dan pendapatan yang dianggarkan

Sistem Pelaporan Biaya dalam Akuntansi


Pertanggungjawaban Tradisional
Pemberian kode

dengan struktur:
1. Tingkat Direksi
: 100 ( digit ke-1)
2. Tingkat Departemen : 210 (digit ke-2)
3. Tingkat Bagian
: 211 (digit ke -3)
.Laporan yang dihasilkan:

Laporan Pertanggungjawaban biaya


2. Laporan harga pokok produk
1.

Rekayasa Pertanggungjawabab dalam Activity Based Responsibility


Accounting

Fokus => pemisahan antara Value Added Cost

dengan Non Value Added Cost


Dengan tujuan?

Memusatkan terhadap pengurangan sehingga


menghilangkan Non Value Added cost
2. Menyadari pemborosan yang terjadi
3. Memantau efektifitas dengan menyajikan non
Value Added Cost dalam bentuk perbandingan
1.

Cara perhitungan
Cost driver => suatu faktor yang menjadi
penyebab/pendorong timbulnya aktivitas tertentu

Value Added Cost


= Kst x Hst
Non Value Added Cost = (Kst Kseb) x Hst
Ket:
Kst = Kuantitas standar
Kseb = Kuantitas Sebenarnya
Hst = Harga standar per unit

Perbaikan Aktivitas Menghilangkan Aktivitas Bukan


Penambah Nilai

1.

Aktivitas Perbaikan BB

2. Setup
3. Tenaga Listrik
4. Inspeksi

Contoh :
Departemen produksi I pada PT X memisahkan aktivitas menjadi 2 golongan
yaitu Value Added Cost dan Non Value Added Cost :

Berdasarkan data tsb dep. Akuntansi menerbitkan laporan biaya berdasarkan


aktivitas sbb:

TERIMAKASIH