Anda di halaman 1dari 7

CHECK DAM

Edward Untario
325130022
Edwin Thianudorus 325130024
Christian Didi
325130034
Alvian Prada
324130044
Leondard Dwiputra 325130050
Adi Santoso
325130092

Pengertian
Check Dam adalah bangunan
pengendali sedimen yang berukuran
kecil, terkadang bersifat sementara
(semi permanen).

Fungsi

Memperlambat kecepatan aliran


Mendistribusikan arus
Perangkap sedimen
Menjaga kapasitas waduk

Pertimbangan desain

Lokasi
Bahan
Ukuran
Jarak

Keuntungan
Efektif dalam mengurangi kecepatan
aliran
Waktu pelaksanaan yang tepat
Biaya lebih efektif
Ruang lingkup kecil
Sederhana

Studi Kasus
Tutupan lahan di DAS Keduang kurang dari 10 persen.
Kondisi ini menyebabkan erosi permukaan lahan yang
cukup tinggi. Hasil erosi terbawa masuk ke Waduk
Wonogiri. Untuk mengurangi laju sedimentasi di Waduk
Wonogiri, maka telah dibangun sejumlah check dam di
Sungai Keduang. Check dam yang telah dibangun di
Sungai Keduang hingga saat ini ada sejumlah 21 buah.
Namun laju sedimen yang masuk ke waduk Wonogiri
masih tetap tinggi. Dengan demikian menarik untuk
dilakukan kajian mengenai kapasitas check dam yang
sudah ada dalam hal menahan laju sedimen. Penelitian
ini bertujuan mengetahui laju erosi, laju sedimen dan
sedimen yang mengendap di check dam.

Analisis
Hasil analisis menunjukan bahwa laju erosi yang terjadi adalah 4.199.270 ton/th
atau 1.947.971 m/th. Tingkat Bahaya Erosi pada DAS Keduang adalah 5,133
mm/thn termasuk dalam kategori sedang. Indeks bahaya erosi menggunakan
Model TSL (Tolerable Soil Loss) di peroleh nilai 5,763 termasuk dalam kategori
tinggi. Sedimen yang mengendap di check dam adalah 187.221 m/th dan
kapasitas tampung yang tersisa dari 21 (dua puluh satu) check dam yang
berada di Sungai Keduang adalah 168.196 m. Jumlah sedimen yang tidak
tertampung pada check dam sebesar 19.013 m/th dan masuk ke Waduk
Wonogiri sehingga dengan adanya check dam di sepanjang Sungai Keduang
mempunyai kontribusi yang besar untuk menahan sedimen yang terjadi. Untuk
itu perlu adanya pemeliharaan rutin dalam hal kondisi tampungan check dam
dengan alternatif penanganan antara lain: penanganan teknis dengan
pengerukan (dredging) dan penggelontoran (flushing) sedimen secara rutin
yang merupakan bentuk koreksi fisik jangka pendek yang dapat dilakukan pada
check dam dan melibatkan kerja sama dengan pihak swasta dalam hal ini para
penambang pasir di Sungai dengan memaksimalkan aktivitas masyarakat
penambang sehingga dapat mengurangi volume sedimen di check dam.