Anda di halaman 1dari 33

CEPHALOPELVIC DISPROPORTION

OLEH :
Rafika
61111008
Pembimbing
dr. Gunawan Budhi Santosa, Sp.OG (K) OS
Kepaniteraan Klinik Ilmu Obstetri dan Ginekologi
RSUD Embung Fatimah Batam
Fakultas Kedokteran Universitas Batam

Identitas Pasien
Nama

: Ny. J
Usia : 31 tahun
Agama : Islam
Suku : jawa
Pendidikan: SD
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Alamat : Jl. Bukit Palem
MasukRumah Sakit : 14 juni 2016
pukul 11.30 WIB

Keluhan

Utama:
Keluar air dan lendir dari jalan lahir
Riwayat penyakit sekarang
Pasien mengeluhkan keluar air dan lendir pada pukul
09.00 pagi, sekitar 2 jam sebelum masuk rumah sakit.
Air yang keluar berbau amis, keluar tanpa disadari dan
tidak bisa ditahan, dan membasahi seluruh celananya.
Sesaat sebelumnya pasien juga merasakan perutnya
kencang dan mulas. Pasien mengatakan tidak
mengalami keluhan yang mengganggu selama
kehamilannya dan mulai merasakan pergerakan
janinnya sejak usia kehamilan 5 bulan hingga sekarang

Riwayat

penyakit dahulu
Pasien mengaku tidak sedang menderita penyakit apapun,
tidak sedang mengkonsumsi obat-obatan dalam jangka
waktu yang lama.
Riwayat penyakit keluarga
Pasien mengaku tidak adanya penyakit yang diderita dalam
keluarga
Riwayat menstruasi
menarche usia 12 tahun
siklus haid 30 hari, teratur
lama haid 5 hari dengan 2-3 kali ganti pembalut
hari pertama haid terakhir: Lupa

Riwayat

obstetrik
2014 : laki laki berat badan lahir 2.400 lahir normal
Riwayat persalinan lama
2016 hamil ini
Ante

Natal Care
Pasien sudah 3 kali memeriksakan kehamilannya di puskesmas
di wilayah tempat tinggal pasien. Pasien pernah USG.
Kontrasepsi
Pasien

tidak pernah menggunakan metode kontrasepsi apapun.

Pemeriksaan Fisik

Antropometri

: Berat badan : 48 kg, tinggi badan : 140 cm

Keadaan Umum

: Baik

Kesadaran

: Compos Mentis

Tanda Vital
Tekanan Darah

: 120/90 mmHg

Frekuensi Nadi

: 96 kali permenit, regular isi cukup, kuat angkat

Frekuensi Nafas : 22 kali permenit, regular


Suhu
: 36,9oC, aksiler

Status Generalis

Kepala

Mata
: konjunctiva anemis (-/-), Sclera ikterik (-/-), Pupil isokor (3
mm/3mm), Refleks cahaya (+/+)

Hidung

: deviasi septum nasi (-), Pernapasan cuping hidung (-)

Telinga

: gangguan pendengaran (-)

Mulut

: bibir sianosis (-)

Leher

: normocephali

: deviasi trakea (-), pembesaran Kelenjar getah bening (-)

Thoraks

Paru

Inspeksi

Palpasi

Perkusi

Pergerakan dada simetris, retraks (-)


Gerakan dada simetris.
sonor

Auskultasi:

Jantung

Inspeksi

Palpasi

Perkusi
:
batas jantung kanan : axilaris anterior line dekstra, batas jantung kiri :
midclavicula line ICS V sinistra

Auskultasi:

Abdomen

Inspeksi

Palpasi
:
Supel, hepar dan lien tidak teraba, nyeri tekan epigastrium (-),
nyeri tekan perut kanan bawah (-)

Perkusi

Auskultasi:

Ekstremitas

Superior :

Hangat (+), edema (-)

Inferior

vesikuler, rhonki (-/-), wheezing (-/-), Suara Nafas (+)


Ictus cordis tampak
Ictus cordis teraba

S1 S2 tunggal, regular, murmur (-), gallop (-)


membesar arah memanjang, linea nigra (+)

timpani
bising usus (+) normal

Hangat (+), edema (-)

Status

obstetri
Inspeksi : membesar arah memanjang, linea nigra (+)
Palpasi
: tinggi fundus uteri 32 cm
Leopold I : teraba bokong
Leopold II : teraba punggung disebelah kanan ibu
Leopold III
: teraba kepala
Leopold IV
: belum masuk PAP
DJJ
: 138 kali permenit, reguler
Inspekulo : tidak dilakukan
Pemeriksaan dalam : vulvovagina normal, portio tebal dan lunak,
pembukaan 1 cm (1 jari longgar), , presentasi kepala, penurunan
hodge , ketuban merembes warna lendir dan darah (+)
Pemeriksaan panggul dalam
Spina ischiadica agak menonjol
Distansia intertuberosum : 7 cm (kurang dari 1 kepalan tangan)

Diagnosis kerja sementara di ruangan


G2P1A0H1

gravid 38-39 minggu + janin tunggal hidup + presentasi


kepala + in partu kala 1 fase laten

Pemeriksaan
Darah

Laboratorium

Rutin
Leukosit : 7.000 /mm3
Hemoglobin : 9,6 gr/dl
Hematokrit : 29 %
Trombosit : 194.000 /mm3
Bleeding Time :3 menit
Clotting Time:10 menit
Kimia Darah
GDS : 81 mg/dl
Serologi
HbsAg : Anti HIV : non reaktif

Follow Up di Ruang VK

PERSIAPAN

SEBELUM OPERASI
Informed consent
Menerangkan kepada pasien tentang tindakan operasi yang akan
dilakukan: garis besar prosedur tindakan, tujuan dan manfaat
tindakan.
Puasa
Laporan

Operasi
Tanggal operasi : 15 -6 - 2016
Waktu Operasi : 13.20 siang 13.55 siang
Diagnosa pre-operatif :G2P1A0H1 gravid 38-39 minggu + in partu
kala II + CPD
Diagnosa post-operatif : P2Ao H2 partus aterm, CPD (letak puncak
Macam operasi : Seksio Caesarea Transperitoneal Profunda

Langkah-Langkah

Operasi:
Pasien disiapkan diatas meja operasi, dilakukan anestesi spinal
Pasien diposisikan berbaring
Dilakukan desinfektan dinding perut dan lapangan operasi
dipersempit dengan duk steril
Dibuat insisi vertikal sepanjang 12 cm, dari atas simpisis pubis
sampai bawah umbilicus, secara tumpul dibuka lapis demi lapis
Dilakukan insisi pada segmen bawah rahim 1 cm
Kepala anak didorong dari arah vagina ke arah abdomen.
Anak dilahirkan mulai dari kepala, badan, kaki per abdominal.
Dilakukan suction kemudian dilakukan pemotongan tali pusat.
lalu plasenta dikeluarkan secara manual. Membersihkan sisa
sisa darah dan jaringan plasenta pada cavum uteri.

Menjahit

luka irisan pada segmen bawah


rahim dengan monocryl no 1.0
Menjahit lapisan dinding abdomen lapis demi
lapis
Permukaan abdomen dibersihkan dengan
NaCl 0,9 %
Luka ditutup dengan kassa, dan di plester.
Eksplorasi
ke
dalam
vagina
untuk
mengeluarkan sisa darah.
Operasi selesai.

Laporan

Kelahiran Bayi:
Bayi lahir jenis kelamin laki-laki dengan
Apgar score 8/10, berat badan 2.800 gram
dan panjang badan 47 cm, anus ada dan
tidak didapatkan kelainan yang lain.
Penatalaksanaan Post Operasi:
Infus RL: D5% = 28 tetes/menit
Cefriaxon 1 gr/ 12 jam/ iv
Metronidazol 1 fls

Follow Up di Ruang Nifas

Definisi
Disproporsi

sefalopelvik adalah
keadaan yang menggambarkan
ketidaksesuaian antara kepala
janin dan panggul ibu sehingga
janin tidak dapat keluar melalui
vagina. Disproporsi sefalopelvik
disebabkan oleh panggul sempit,
janin
yang
besar
ataupun
kombinasi keduanya.

Tanda-tanda CPD
Pemeriksaan

abdomen
Ukuran janin besar ( > 4 kg)
Kepala janin diatas PAP
Pemeriksaan panggul
Serviks mengecil setelah amniotomi
Endema serviks
Kaput tebal
Molase berat
Defleksi kepala (fontanelle anterior mudah
dipalpasi)
Asinklitismus (sutura sagital tidak tepat di
tengah panggul)

Teori

Kasus

usia
Riwayat

Obstetri: pernah
mengalami persalinan lama,
janin besar, CPD
Riwayat trauma pelvis

kehamilan 38-39
minggu
Pasien
pernah
mengalami
kecelakaan jatuh dari
motor

Pembahasan

Teori
Antropometri

Ibu

CPD dicurigai pada wanita dengan


tinggi badan kurang dari 158 cm. 7
Wanita dengan dwarfisme yaitu
tinggi badan < 147 cm setelah
dewasa, umumnya melahirkan
dengan sectio sesarea dengan janin
yang cukup besar yaitu 2.600
gram. 3
Pemeriksaan Abdomen
Ukuran janin > 4 kg
Kepala

masih diatas PAP

Kasus
Tinggi

badan ibu 142 cm


Pada Palpasi didapatkan TFU=
32 cm
Taksir berat badan janin: 2945
gram
Pemeriksaan leopold
Leopold I : teraba bokong
Leopold II : teraba punggung
disebelah kanan ibu
Leopold III : teraba kepala
Leopold IV : belum masuk PAP

Teori
Kesempitan

Pintu atas panggul,


Pintu Bawah Panggul pada
pengukuran panggul dalam

Distansia

Interspinarum < 9 cm
atau spina ischiadika yang besar
dan menonjol
Distansia intertuberosum < 8 cm
Umumnya CPD juga disebabkan
oleh malpresentasi dan malposisi
janin
Terbentuknya

berat

caput dan molase

Kasus
Pemeriksaan

panggul dalam
Promontorium : tidak teraba
Spina

ischiadica agak menonjol


Distansia intertuberosum : 7 cm
(kurang dari 1 kepalan tangan)
VT :

vulvovagina normal, portio


lunak, pembukaan 10 cm, ketuban
(-), bagian terdepan kepala, caput
(+), penurunan hodge 2,
pelepasan lendir dan darah (+).

Teori

adalah persalinan
yang abnormal atau sulit
dan ditandai dengan terlalu
lambatnya
kemajuan
persalinan. 30% ibu dengan
persalinan berkepanjangan
mengalami
disproporsi
sefalopelvik.

Kasus

Distosia

Pasien

sudah mengalami
pembukaan lengkap sejak
pukul 00.30 pagi namum
belum melahirkan hingga
pukul 11.00 pagi

Kasus

Teori

Partus

Percobaan

Trial of labor
Test of labor
Seksio

sesarea

Pada

pasien dilakukan
sectio sesarea

DAFTAR PUSTAKA
Cunningham,

F.G, Leveno, K.J, et al. 2010.


Abnormal Labor in Williams Obstetry 23 rd
Edition. Philadelphia : Mc-Graw-Hill.
Prawirohardjo, S. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta
Pusat: Yayasan Bina Pustaka.
Oxorn, H & William R. Forte. 1990. Ilmu
Kebidanan: patologi dan Fisiologi persalinan.
Yogyakarta: Essentia Medica.
Rasjidi, Imam. 2009. Manual Seksio Sesarea &
laparotomi kelainan adneksa. Jakarta: Sagung
Seto.
Depkes RI. 2008. Pelayanan Obstetri dan
Neonatal Emergensi Komprehensif. Jakarta

Anda mungkin juga menyukai